Rama Aditya Direktur perusahaan retail terbesar di Indonesia, tampan, tegas dan berwibawa.
Ia memiliki kekasih yg sangat ia cintai, namun 1 minggu sebelum acara pertunangan mereka kekasihnya meninggal karena kecelakaan. Hal itu menjadikan dia pribadi dingin yg gila kerja, sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seseorang yg mirip dengan gadis yg sangat ia cintai dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vindiana novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertangkap
Vania benar2 terjebak, rencana kaburnya telah di ketahui oleh Rama, dan sudah dapat dipastikan bahwa kini Rama sangatlah murka. Dengan kasar ia menarik tangan Vania masuk kembali dalam kamarnya dan mengunci kamar itu rapat.
"Beraninya kamu coba2 kabur dari saya!". Ucap Rama dingin.
"Saya punya salah apa sama kamu? saya sama sekali tidak mengenal kamu, mengapa kamu mengurung saya disini? saya ingin pulang." Jawab Vania kesal.
"Saya ingin kamu disini, itu artinya kamu harus disini." Ucap Rama mencengkeram dagu Vania kasar.
"Sekali lagi kamu mencoba kabur, maka akan ku buat kau mengandung anakku." Ancam Rama kemudian pergi meninggalkan Vania yg kini tengah berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di depan Rama.
****
Flashback on
"ya halo ada apa bi?". Tanya Rama di balik telponnya.
"Maaf tuan nona Vania mencoba kabur, saya dikunci di kamar mandi." Jawab bibi gugup takut Rama akan murka.
"Baiklah kamu cepat hubungi satpam depan jangan sampai membuka gerbang sebelum saya datang." Ucap Rama langsung menutup panggilannya dan bergegas kembali ke villa.
Beraninya dia mencoba lari dariku, jangan harap bisa kabur dariku Vania sayang. Gumam Rama di sepanjang jalannya kembali ke villa.
Rama merasa beruntung karena tadi ia sempat mampir ke salah satu cabang perusahaannya yg tak jauh dari villa, sehingga ia bisa langsung balik ke villa setelah mendapat info Vania kabur sesaat setelah ia pergi. Jika tidak sudah dipastikan kini Vania sudah tidak lagi bersamanya.
Flashback off.
****
Sudah 2 hari Vania menghilang tanpa jejak, dan sudah 2 hari pula Farel kesana kemari bingung mencoba mencarinya, dirinya hampir frustasi karena itu. Ia sungguh tak menyangka akan kehilangan dia disaat mereka akan selangkah lagi menuju hari yg sangat di nantikan oleh Farel yaitu bisa menikahi gadis cantik itu.
Kamu dimana sayang? apa kamu baik2 saja? sungguh aku merindukanmu. Ucap Farel di sela tangisya. Ia sangat takut dan khawatir akan terjadi sesuatu pada gadisnya itu. Ia tidak tahu harus mencari gadis itu kemana lagi, karena selama ini Vania tidak akan pergi kemanapun tanpa dirinya.
"Farel sayang buka pintunya nak." Ucap seorang wanita paruh baya di balik pintu kamar mandi anaknya.
Rosa sangat tahu bahwa saat ini anaknya sedang sangat sedih dan terpukul mengetahui bahwa kekasihnya pergi 2 minggu sebelum acara bahagia mereka.
Sudah 2 hari ini Farel tidak mengurus dirinya sendiri, dirinya berantakan dan tak mau makan. Karena itu Rosa akhirnya datang ke apartemen anaknya mencoba untuk menghiburnya dan memberinya semangat.
"Farel, mama ngerti kamu sedang sangat sedih sekarang, tapi kamu juga harus makan sayang, kalau kamu sakit mana bisa kamu pergi mencari Vania." Bujuk Rosa yg masih menunggu anaknya di depan pintu.
Tak lama kemudian pintunya terbuka.
"Farel takut ma, takut Vania akan ninggalin Farel lagi kayak dulu, Farel nggak mau kehilangan dia." Ucap Farel sambil memeluk mamanya erat menyalurkan kesedihan yg selama ini ia pendam sendiri.
"Iya sayang mama paham, tapi kamu makan dulu ya, mama takut kamu sakit." Bujuk Rosa lagi.
"Aku nggak nafsu makan ma sebelum bisa nemuin Vania." Tolak Farel.
"Mama yakin Vania pasti sekarang baik2 saja, mungkin dia butuh waktu sendiri sebelum hari pernikahan kalian, jadi sekarang kamu makan dulu ya, nanti mama bantu juga buat cari Vania." Ucap Rosa lembut mencoba meyakinkannya.
"Baiklah." Dengan sedikit paksaan akhirnya Farel mengiyakan.
Aku harap kamu baik2 saja Van, tunggu aku, aku pasti menemukanmu.
jadi penasaraan lanjutannya...