NovelToon NovelToon
Jodohku Seorang Pengacau

Jodohku Seorang Pengacau

Status: sedang berlangsung
Genre:Badboy / Teen / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lulac ryu

Sejak pertemuan pertama kita duniaku kembali berwarna rasanya memandang mu dari kejauhan sudah menjadi candu bagiku

Hingga pada akhirnya kau pergi tanpa tanda menghilang bagai debu dan malapetaka kembali masuk ke dalam hidupku

Setelah semuanya berhasil mengubahku takdir mempertemukan kita kembali

Hydrangea arella dapatkah kita memulai awal baru berama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulac ryu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau?!

🌱Happy reading yaa guys 😁

.

.

'Sepertinya wajah itu tidak asing? apa **mungkin t**emannya si gorila?' gumam gio dengan kening berkerut

Kembali menoleh kebelakang yang pastinya tidak akan menampilkan seseorang yang ia maksud

Karena posisi gio saat ini telah sampai tepat didepan kantin kampus

'Aneh tidak seperti biasanya ada apa denganku'

Gio mengatur nafasnya yang terasa begitu sesak setelah bertemu dengan pria yang ditabraknya tadi

Selang beberapa detik mulai menyapu setiap sudut ruangan mencoba mencari keberadaan dari kedua sahabatnya

yang seketika membuat darahnya kembali naik 'tidak bisa diharapkan' runtuk gio sebelum memulai langkahnya mendekati keduanya

Langkahnya terhenti tepat di samping kursi febri yang sedari tadi sibuk menyuapi mulutnya dengan gado-gado isi jeroan

Sedangkan dihadapannya terlihat brian yang sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan sepiring nasi goreng seafood favorit nya

Yang seketika membuat gio terfikir sebuah ide 'mari kita lihat sepeka apa mereka'

Gio berdiri hampir lima menit hingga mampu membuat febri terganggu konsentrasinya

Dipikirnya aneh sekali ada seseorang yang terus berdiri tepat disampingnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun

"ono opo mas kok rene neh? aku wes pesen loh iki" mengangkat wajahnya

"Sialan kau pikir aku ini waitress haa?" seketika membuat febri mengulum bibirnya menahan tawa

Brian yang sedari tadi fokus dengan kegiatannya menoleh ke asal suara mengamati interaksi kedua sahabatnya yang suka menggunakan bahasa daerah yang tidak begitu dirinya mengerti

"Sopo sing ngekon kaun ngad--" kalimat febri terhenti karena tersedak

Brian yang menggelengkan kepalanya pelan mencoba meraih segelas teh hangat

untuk diberikan kepada febri diterimanya gelas tersebut kemudian langsung ditengguknya secara perlahan

Gio yang terlihat tidak peduli dengan kondisi febri saat ini dengan santainya mendudukkan tubuhnya diikuti gerakan tangannya melambai memanggil waiters untuk memesan makanan

Mereka berencana akan mengisi full tenaga yang terkuras habis diseleksi pertama tadi pagi sebelum menghadapi tes seleksi yang kedua karena saat ini ada jeda untuk beristirahat

Setelah melihat langsung universitas XX, kini tekad mereka semakin bulat untuk melanjutkan studi di kampus yang ditawarkan bunda

di samping memang ada beberapa faktor yang menarik perhatian mereka seperti bangunan, fasilitas serta faktor pendukung lainnya dari universitas XX

Setelah mereka menyelesaikan semua tes yang diadakan dalam satu hari sekaligus

mereka berencana akan langsung menuju cafe bintang yang letaknya tepat didepan kampus XX

Tanpa ada rasa canggung mereka menerobos keramaian yang jelas dipenuhi oleh mahasiswa XX

Naik ke rooftop untuk menikmati pemandangan kampus XX dari atas gedung cafe bintang yang kabarnya akan terlihat begitu indah

yang ternyata sama penuhnya dengan lautan mahasiswa XX hampir saja mereka memutuskan untuk kembali

tetapi langkah mereka terhenti setelah melihat segerombolan mahasiswa yang hendak beranjak pergi dari kursi yang berada tepat ditengah ruangan

seringai febri membuat mereka langsung paham bahwa dirinya tidak ada niatan untuk meninggalkan tempat ini

kini mereka telah mendudukkan tubuhnya di atas kursi tanpa memperhatikan sekeliling entah apa yang membuat mereka begitu hanyut dengan pembahasan yang tidak ada habisnya

"Aku tidak habis pikir"

"entah nervous atau apa tapi tadi gadis yang duduk tepat di sampingku dia menjatuhkan semua isi kotak pensilnya" ucap brian terhenti untuk menyesap kopi yang ada dihadapannya

Membuat kedua sahabatnya menatap tajam kearahnya

jelas febri karena rasa penasaran dari kelanjutan cerita tersebut sedangkan gio sebal karena ceritanya terus bersambung

dirasanya brian memang sengaja berulang kali menyesap minumannya untuk membuat keduanya sebal

yang semakin membuat gio ingin sekali memasukkan semua minuman atau bila perlu cemilan yang ada di atas meja agar brian tidak memiliki alasan untuk mempermainkannya lagi

"Ehh tunggu, kenapa perasaanku tidak enak ya? be berasa ada yang melototin--" ucap febri bergidik ngeri

"Tidak lucu sama sekali mana mungkin ditempat seramai ini, ya kali" ucap gio mengambil secangkir kopi hangat kemudian menyesapnya

"Siapa tahu itu pertanda baik" brian terkekeh dengan mengedarkan pandangannya menyapu setiap sudut ruangan

Sebelum sepersekian detik nafasnya tercekat, bola matanya membulat seketika membuat brian sulit menelan salivanya

'Sial, aku menangkap sinyal emergency ' spontan menepuk lengan gio membuatnya menautkan keningnya kemudian brian menunjuk sesuatu menggunakan gerakan dagunya

Tapi apalah daya yang diberi kode tidak menerima pesan dengan baik, menolaknya mentah-mentah pesan tersebut

Gio yang hampir meledak menanggapi sikap brian yang suka sekali mengerjai kedua sahabatnya, terlebih saat ini brian yang dinilainya sedang mempermainkannya

Lengan yang terus terguncang karena brian berulang kali menepuknya membuat gio semakin naik darah

"Kamu ini kenapa? minumanku jadi tumpah semua seperti ini" ucap gio meletakkan kembali cangkir tersebut diikuti tatapan tajam kearah brian

Brian yang masih tidak berani mengeluarkan suaranya kini terus menggerakkan kedua manik matanya

membuat gio kembali menautkan keningnya heran tidak ingin ambil pusing

Gio pun mengikuti kemana arah kedua manik mata brian menunjuk yang menampilkan dua sosok yang sangat membuatnya muak ingin sekali ia tidak menggubris kedatangan kedua sosok tersebut

'Ada apa lagi kali ini? kenapa dia menatapku seperti itu?' gumam gio dalam hati

Sosok yang terus menatap tajam kearah ketiga pengacau kehadirannya beberapa waktu lalu membuat dua pengacau yang lain mematung tanpa ekspresi

sedangkan pengacau yang lain membangunkan tubuhnya melangkah mendekati sosok tersebut

Membuat febri dan brian seketika menundukkan pandangannya isi kepalanya dipenuhi dengan keinginan seketika menghilang dari tempat keramat ini

.

haha sepertinya ada yang akan kena sidang dadakan🤣🤣 fighting oppa🥰🇲🇨

1
rhul
pernaho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!