Sejak pertemuan pertama kita duniaku kembali berwarna rasanya memandang mu dari kejauhan sudah menjadi candu bagiku
Hingga pada akhirnya kau pergi tanpa tanda menghilang bagai debu dan malapetaka kembali masuk ke dalam hidupku
Setelah semuanya berhasil mengubahku takdir mempertemukan kita kembali
Hydrangea arella dapatkah kita memulai awal baru berama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulac ryu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau?!
🌱Happy reading yaa guys 😁
.
.
'Sepertinya wajah itu tidak asing? apa **mungkin t**emannya si gorila?' gumam gio dengan kening berkerut
Kembali menoleh kebelakang yang pastinya tidak akan menampilkan seseorang yang ia maksud
Karena posisi gio saat ini telah sampai tepat didepan kantin kampus
'Aneh tidak seperti biasanya ada apa denganku'
Gio mengatur nafasnya yang terasa begitu sesak setelah bertemu dengan pria yang ditabraknya tadi
Selang beberapa detik mulai menyapu setiap sudut ruangan mencoba mencari keberadaan dari kedua sahabatnya
yang seketika membuat darahnya kembali naik 'tidak bisa diharapkan' runtuk gio sebelum memulai langkahnya mendekati keduanya
Langkahnya terhenti tepat di samping kursi febri yang sedari tadi sibuk menyuapi mulutnya dengan gado-gado isi jeroan
Sedangkan dihadapannya terlihat brian yang sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan sepiring nasi goreng seafood favorit nya
Yang seketika membuat gio terfikir sebuah ide 'mari kita lihat sepeka apa mereka'
Gio berdiri hampir lima menit hingga mampu membuat febri terganggu konsentrasinya
Dipikirnya aneh sekali ada seseorang yang terus berdiri tepat disampingnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"ono opo mas kok rene neh? aku wes pesen loh iki" mengangkat wajahnya
"Sialan kau pikir aku ini waitress haa?" seketika membuat febri mengulum bibirnya menahan tawa
Brian yang sedari tadi fokus dengan kegiatannya menoleh ke asal suara mengamati interaksi kedua sahabatnya yang suka menggunakan bahasa daerah yang tidak begitu dirinya mengerti
"Sopo sing ngekon kaun ngad--" kalimat febri terhenti karena tersedak
Brian yang menggelengkan kepalanya pelan mencoba meraih segelas teh hangat
untuk diberikan kepada febri diterimanya gelas tersebut kemudian langsung ditengguknya secara perlahan
Gio yang terlihat tidak peduli dengan kondisi febri saat ini dengan santainya mendudukkan tubuhnya diikuti gerakan tangannya melambai memanggil waiters untuk memesan makanan
Mereka berencana akan mengisi full tenaga yang terkuras habis diseleksi pertama tadi pagi sebelum menghadapi tes seleksi yang kedua karena saat ini ada jeda untuk beristirahat
Setelah melihat langsung universitas XX, kini tekad mereka semakin bulat untuk melanjutkan studi di kampus yang ditawarkan bunda
di samping memang ada beberapa faktor yang menarik perhatian mereka seperti bangunan, fasilitas serta faktor pendukung lainnya dari universitas XX
Setelah mereka menyelesaikan semua tes yang diadakan dalam satu hari sekaligus
mereka berencana akan langsung menuju cafe bintang yang letaknya tepat didepan kampus XX
Tanpa ada rasa canggung mereka menerobos keramaian yang jelas dipenuhi oleh mahasiswa XX
Naik ke rooftop untuk menikmati pemandangan kampus XX dari atas gedung cafe bintang yang kabarnya akan terlihat begitu indah
yang ternyata sama penuhnya dengan lautan mahasiswa XX hampir saja mereka memutuskan untuk kembali
tetapi langkah mereka terhenti setelah melihat segerombolan mahasiswa yang hendak beranjak pergi dari kursi yang berada tepat ditengah ruangan
seringai febri membuat mereka langsung paham bahwa dirinya tidak ada niatan untuk meninggalkan tempat ini
kini mereka telah mendudukkan tubuhnya di atas kursi tanpa memperhatikan sekeliling entah apa yang membuat mereka begitu hanyut dengan pembahasan yang tidak ada habisnya
"Aku tidak habis pikir"
"entah nervous atau apa tapi tadi gadis yang duduk tepat di sampingku dia menjatuhkan semua isi kotak pensilnya" ucap brian terhenti untuk menyesap kopi yang ada dihadapannya
Membuat kedua sahabatnya menatap tajam kearahnya
jelas febri karena rasa penasaran dari kelanjutan cerita tersebut sedangkan gio sebal karena ceritanya terus bersambung
dirasanya brian memang sengaja berulang kali menyesap minumannya untuk membuat keduanya sebal
yang semakin membuat gio ingin sekali memasukkan semua minuman atau bila perlu cemilan yang ada di atas meja agar brian tidak memiliki alasan untuk mempermainkannya lagi
"Ehh tunggu, kenapa perasaanku tidak enak ya? be berasa ada yang melototin--" ucap febri bergidik ngeri
"Tidak lucu sama sekali mana mungkin ditempat seramai ini, ya kali" ucap gio mengambil secangkir kopi hangat kemudian menyesapnya
"Siapa tahu itu pertanda baik" brian terkekeh dengan mengedarkan pandangannya menyapu setiap sudut ruangan
Sebelum sepersekian detik nafasnya tercekat, bola matanya membulat seketika membuat brian sulit menelan salivanya
'Sial, aku menangkap sinyal emergency ' spontan menepuk lengan gio membuatnya menautkan keningnya kemudian brian menunjuk sesuatu menggunakan gerakan dagunya
Tapi apalah daya yang diberi kode tidak menerima pesan dengan baik, menolaknya mentah-mentah pesan tersebut
Gio yang hampir meledak menanggapi sikap brian yang suka sekali mengerjai kedua sahabatnya, terlebih saat ini brian yang dinilainya sedang mempermainkannya
Lengan yang terus terguncang karena brian berulang kali menepuknya membuat gio semakin naik darah
"Kamu ini kenapa? minumanku jadi tumpah semua seperti ini" ucap gio meletakkan kembali cangkir tersebut diikuti tatapan tajam kearah brian
Brian yang masih tidak berani mengeluarkan suaranya kini terus menggerakkan kedua manik matanya
membuat gio kembali menautkan keningnya heran tidak ingin ambil pusing
Gio pun mengikuti kemana arah kedua manik mata brian menunjuk yang menampilkan dua sosok yang sangat membuatnya muak ingin sekali ia tidak menggubris kedatangan kedua sosok tersebut
'Ada apa lagi kali ini? kenapa dia menatapku seperti itu?' gumam gio dalam hati
Sosok yang terus menatap tajam kearah ketiga pengacau kehadirannya beberapa waktu lalu membuat dua pengacau yang lain mematung tanpa ekspresi
sedangkan pengacau yang lain membangunkan tubuhnya melangkah mendekati sosok tersebut
Membuat febri dan brian seketika menundukkan pandangannya isi kepalanya dipenuhi dengan keinginan seketika menghilang dari tempat keramat ini
.
haha sepertinya ada yang akan kena sidang dadakan🤣🤣 fighting oppa🥰🇲🇨