NovelToon NovelToon
LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Fantasi Urban-Mafia / Keluarga & Kasih Sayang / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:257.8k
Nilai: 5
Nama Author: Emaknya Queen

Hai - hai ..

Ini karya terbaru Emaknya Queen...

Ini Spin Off nya - Bukan Sekedar Sahabat, ya .. Karena Novel ini bagian dari story nya Keluarga Adjieran Smith yang Cetar Membahenol itu.

Poinnya lebih ke asal usul bagaiman keluarga tersebut diatas bisa menjadi sangat kuat pengaruhnya.

Cerita dalam karya ini lebih ke tokoh-tokoh pendiri dari kekokohan keluarga tersebut.

Bagaimana ceritanya?.

Monggo dibaca hingga berkenan.


Happy Reading


Loph Loph
Emaknya Queen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 10

Happy reading ......

“WHERE’S ANTHONY?! (DIMANA ANTHONY?!)”

Putra menyadari ketiadaan Anthony diantara jasad Rery dan Madelaine.

“They took him (Mereka membawanya)”

Putra langsung meraih bahu laki – laki lain yang bersama Larry yang kebetulan ia kenal juga. “When?! (Kapan?!)”

“About fifteen minutes ago (Sekitar lima belas menit yang lalu)”

“Dam! Go get Rery’s motor cycle! (Dam! Pergi ambil motornya Rery!)” Seru Putra.

“I’m so sorry Putra, I can’t help Anth, when they took him. That guy who took Anthony brought a lot of men with

guns in their hands. I even have to hide with some people who saw when that evil men came here”

“Maafkan aku Putra, Aku tidak bisa menolong Anth, saat mereka membawanya. Ada banyak orang bersenjata yang menyertai pria yang membawa Anthony. Aku bahkan terpaksa harus bersembunyi dengan beberapa orang lainnya yang melihat pria kejam itu datang kesini”

Pria yang bersama Larry itu menjelaskan pada Putra dengan wajah penuh penyesalan.

Putra manggut – manggut pada pria tersebut.

“It’s okay, I can understand (Tidak mengapa, aku mengerti)” Sahut Putra.

Lalu suara klakson motor berikut teriakan Damian dari arah garasi belakang Kediaman pribadi Rery terdengar.

“Ad, please take care Rery and Madelaine. You ... you - prepare funeral for them .. (Ad, tolong urus Rery dan Madelaine. Kau... kau – siapkan pemakaman untuk mereka)...”

Tenggorokan Putra tercekat rasanya, sebulir air mata pun jatuh lagi kepipinya.

“I will Putra. I will (Pasti Putra. Pasti)” Sahut Addison yang kemudian menatap jasad Rery dan Madelaine yang sedang ditatap Putra dengan begitu sedihnya.

‘I will do my best, to save Anthony .. (Aku akan berusaha sebaik mungkin, untuk menyelamatkan Anthony..)’

Putra membatin lirih dan pedih.

‘So long Rery ... Madelaine ... and I’m sorry ... (Selamat jalan Rery.. Madelaine ... dan maafkan aku) ..’

Kemudian Putra berpaling pada Addison dan Larry serta pria yang bersama Larry, orang – orang yang tadi ada

di halaman depan pun sudah mulai masuk dan membantu membereskan Kediaman Rery yang sudah kacau dengan banyaknya jejak peluru disana. “Try to save Anthony, Putra (Coba untuk selamatkan Anthony, Putra)”

Putra mengangguk pelan sembari menghapus air matanya.

“I trust them to you, Ad. Do not wait for me and Dami to do their funeral (Aku percayakan mereka padamu, Ad. Jangan menungguku dan Dami untuk upacara pemakaman mereka)” Ucap Putra pada Addison yang langsung mengangguk dan Putra bergegas pergi menghampiri Damian yang sudah siap diatas motor Rery.

***

Damian melajukan motor Rery yang ia pakai dari garasi pribadi Rery setelah Putra naik dibelakangnya hendak

mengejar kemana Anthony dibawa paksa oleh pria yang sudah membantai Rery dan Madelaine, yang kedua orang itu tahu persis siapa pelakunya.

“Where do you think Jaeden took Anthony? (Menurutmu kemana Jaeden membawa Anthony?”

“Follow the tire tracks! (Ikuti jejak ban!)” Putra menunjuk jalanan didepan mereka dan memang tanahnya mencetak

ban mobil yang masih melaju lurus.

“Okay! (Oke!)” Sahut Damian lalu menambah kecepatan motornya. “I wish we are not late to save Anth! (Aku

berharap kita tidak terlambat untuk menyelamatkan Anth!)”

Putra tak menyahut. Jujur saja, Putra merasa ragu saat ini karena ia hanya berdua dengan Damian untuk mencoba

menyelamatkan Anthony.

Pasalnya Jaeden memiliki banyak orang bersenjata bersamanya. Namun Putra akan berusaha sekuat tenaganya untuk menyelamatkan Anthony demi penebusan rasa bersalahnya atas apa yang menimpa Rery dan Madelaine.

“Now where should we go now, Putra? (Sekarang kita kearah mana, Putra?)” Tanya Damian yang menghentikan

motornya, karena jalanan didepannya terbagi dua.

“SIGNORE! (TUAN!)” Sepasang pria dan wanita nampak memanggil Putra dan Damian dengan melambaikan tangan mereka.

Putra bertanya dengan buru - buru pada keduanya.

Dan kedua orang tersebut mengatakan pada Putra kalau mereka melihat mobil yang membawa Anthony mengarah ke dermaga yang biasa Rery dan orang - orangnya datangi.

Putra dan Damian pun langsung melaju ke dermaga yang dimaksud kedua orang yang mereka temui barusan.

“You know the other way to get inside the quayside don’t you, Dam?! (Kau tahu jalan lain untuk masuk kedalam

dermaga itu bukan, Dam?!)”

“Yes, I know! (Ya, aku tahu!)” Sahut Damian cepat. “I will take that way so Jaeden won’t know our appereance! (Aku

akan melewati jalan itu sehingga Jaeden tidak akan tahu kedatangan kita!)”

Putra mengangguk.

“I wish we were not late (Aku harap kita tidak terlambat)”

****

“I wonder why Jaeden took Anthony? (Aku heran kenapa Jaeden membawa Anthony?)”

Putra dan Damian sudah mencapai dermaga, tempat yang diduga kuat disambangi Jaeden dan orang – orangnya yang membawa paksa Anthony. Dan entah apa rencana Jaeden dengan membawa Anthony setelah membunuh Rery dan Madelaine.

“Whatever the reason is, that must be not good (Apapun alasannya, sudah pasti tidak bagus)”

Damian sudah mematikan motornya diluar dermaga tersebut dan berjalan mengendap – endap bersama Putra dengan senjata yang sudah siap di tangan mereka. Mereka tak lagi saling bicara.

Putra dan Damian saling mengkode dengan mata mereka dan gerakan kepala serta tangan. Lalu sama – sama

mengelilingkan pandangannya kesekitar dermaga yang nampak sepi. Putra mengkode Damian untuk berjalan lebih masuk ke bagian dalam dermaga tersebut.

“......”

Putra dan Damian saling tatap, setelah telinga mereka mendengar suara sedikit ricuh didekat fender dermaga.

Putra dan Damian mengokang senjata mereka.

Meski merasa usaha mereka ini adalah keberuntungan yang mereka andalkan karena Putra dan Damian yakin mereka pasti kalah jumlah dari orang – orangnya Jaeden. Namun kedua orang itu punya kebulatan tekad yang kuat untuk berusaha menyelamatkan Anthony, putra sahabat sekaligus Bos mereka.

“Cover me, Dam (Lindungi aku, Dam)” Ucap Putra.

Putra berjalan dengan masih mengendap di depan Damian sambil memegang kuat senjata di kedua tangannya yang sudah ia posisikan agar siap menembak jika ada serangan.

“Okay”

Putra dan Damian masih saling berbicara dengan setengah berbisik. Putra berjalan duluan, dan Damian menjaga

sedikit jarak dari Putra namun Damian sudah pula siaga dengan senjatanya.

“What do you see Putra? (Apa yang kau lihat Putra?)”

“Herder (Kerumunan orang)”

“Jaeden and his men? (Jaeden dan orang – orangnya?)”

“Seems not (Sepertinya bukan)”

Putra memberanikan dirinya berjalan pelan menuju kerumunan orang yang ia lihat. Namun ia tetap waspada.

Damian pun siaga dibelakang Putra.

“Signore Putra?! (Tuan Putra?!)”

Seseorang yang tadinya nampak tengah berlari mengenali dan memanggil Putra.

“Oh Dio, Signore Putra ... (Oh Tuhan, Tuan Putra) ....” Ucap pria tersebut.

Putra mengenali orang yang mengenalinya juga itu. “Lave!”

Hati Putra sedikit lega karena orang yang tadi ia lihat berlari tergesa itu adalah seseorang yang ia kenali sebagai satu dari beberapa penjaga dermaga tersebut.

“Signore.. (Tuan...) Anthony ...” Ucap pria yang dipanggil Lave itu membuat Putra dan Damian mendelik.

“Sai dov'è?! (Kau tahu dimana dia?!) “Si! (Ya!)”

“Dov'è?! (Dimana?!)”

Lave menunjuk kesatu arah lurus dibelakangnya, dimana beberapa orang berkumpul disana.

Putra dan Damian langsung menoleh kearah telunjuk Lave mengarah kemudian berlari cepat kesana.

“Prenderò la macchina. Anthony deve essere portato immediatamente in ospedale (Aku akan mengambil mobil. Anthony harus segera dibawa ke Rumah Sakit)”

Lave berbicara pada Damian karena Putra sudah lebih dulu berlari untuk melihat Anthony dengan perasaan dan wajah yang begitu cemas dan takut setengah mati.

***

“So, what are you going to do with this kid Jaeden? (Jadi, apa yang ingin kau lakukan pada anak ini Jaeden?)”

“Don’t tell me that you want to take care of him (Jangan katakan padaku jika kau ingin mengasuhnya)”

“Heh”

“.......”

“I’m planning to send him to a very far and isolated place (Aku berencana untuk mengirimnya ke tempat yang jauh

dan terpencil)”

“.....”

“But I think I change my mind (Tapi rasanya aku berubah pikiran)”

"......"

“I don’t want taking any risk in the future (Aku tidak ingin mengambil resiko dimasa depan)”

“So? (Jadi?)”

“Send him to meet his parents (Kirim dia menemui orang tuanya)”

“Do you want to do the honor or should I? (Kau yang akan melakukan kehormatan itu atau aku saja?)”

“Hm.. do not use gun (jangan gunakan senjata)”

“Drowned him (Tenggelamkan dia)”

***

Author’s POV

Kaki Putra langsung lemas saat melihat Anthony yang wajahnya sudah pucat dan tubuhnya basah.

Anthony memang sudah dibalut dengan sebuah kain tebal oleh mereka yang membantu Anthony kala melihat bocah kecil itu dilempar dari sebuah kapal.

Meski begitu mereka yang melihatnya tak bisa menolong Anthony dengan segera, karena melihat orang – orang yang tadi menaiki sebuah kapal dengan membawa Anthony yang mereka kenali, semuanya membawa senjata.

Dan dari penampilan mereka, orang – orang di dermaga setidaknya berpikir kalau mereka yang membawa Anthony adalah orang – orang jahat yang mungkin saja hendak menculik Anthony.

Karena saat itu mereka yang berada di dermaga belum mendengar apa yang sudah menimpa Rery dan istrinya dan

apa yang sudah terjadi di Kediaman pribadi Rery.

Namun meski begitu, karena mereka mengenal Anthony dan karena selama ini Rery dikenal sebagai orang yang baik dan dermawan, begitupun sang istri, Madelaine.

Jadi mereka yang di dermaga sepakat untuk menolong Anthony, namun tidak langsung bertindak.

Beberapa sudah akan mengikuti kapal yang membawa Anthony, namun kemudian akhirnya mereka langsung menjalankan kapal kecil mereka ketempat dimana Anthony dilempar kedalam air setelah kapal yang ditumpangi sejumlah orang bak mafia itu sudah menjauh.

Sedikit terlambat memang, karena mereka memastikan agar kapal yang membawa orang – orang yang melempar Anthony kedalam air sudah jauh sehingga tidak melihat jika ada kapal kecil berisikan beberapa orang dari dermaga yang hendak menolong Anthony yang sudah tenggelam dengan tak sadarkan diri.

Setelah beberapa orang dari dermaga tersebut mencapai titik dimana Anthony dilempar kedalam air, empat

orang langsung menceburkan dirinya untuk menyelamatkan Anthony. Wajah bocah kecil itu sudah lumayan pucat saat ditemukan dan langsung diangkat keatas kapal lalu diberikan pertolongan pertama.

Anthony sempat terbatuk, lalu melirih perih memanggil ayah dan ibunya, hingga kemudian ia kembali tak sadarkan diri.

Dan disinilah Anthony sekarang, baru beberapa menit mencapai dermaga saat Putra dan Damian datang.

Author’s POV off

****

“Anthony!”

Putra langsung saja mendekati Anthony yang wajahnya sudah pucat itu.

“Dobbiamo portarlo in ospedale (Kita harus membawanya ke rumah sakit)”

“Lave prendendo la macchina!(Lave sedang mengambil mobil!)”

“Come Putra! let us take Anth to hospital as soon as possible! (Ayo Putra! Kita harus segera membawa Anth ke

rumah sakit secepat mungkin!)” Seru Damian tergesa.

“Take your motor cycle! It is faster than car! (Ambil motormu! Itu lebih cepat dari mobil)”

Putra berseru pada Damian yang langsung mengangguk dan segera berlari untuk mengambil motornya. Dan Putra

sendiri langsung mengangkat tubuh Anthony yang meskipun masih bernafas itu, tapi sudah nampak lemah.

‘Hold on, Anth...... (Bertahanlah, Anth) ...’ Putra membatin lirih.

Lalu Putra berterima kasih pada orang – orang yang sudah membantu menolong Anthony di dermaga. Dan meminta mereka semua agar tidak menyebarkan soal Anthony yang selamat ini.

“Si, Signore Putra (Iya, Tuan Putra)”

Orang – orang dermaga itu mengiyakan.

Meski belum tahu persis apa yang terjadi, namun mereka paham kalau permintaan orang kepercayaan Rery itu adalah untuk keselamatan Anthony. Dengan tidak melihat Rery juga untuk menyelamatkan anaknya, orang – orang di dermaga setidaknya sudah menduga kalau telah terjadi sesuatu yang mungkin saja buruk pada Rery, meski Putra tidak menjelaskannya.

“Grazie! (Terima kasih!)”

Putra sekali lagi berterima kasih pada orang – orang tersebut dan langsung naik keatas motor sambil memegang erat dan kuat Anthony, setelah Damian datang dengan segera.

****

“Do not go to the hospital Dam! (Jangan pergi ke rumah sakit Dam!)”

“But Anthony.... (Tapi Anthony)....” Damian hendak berkata namun Putra keburu berbicara lagi.

“Too risky if we bring Anthony to hospital Dam. We don’t know if Jaeden or Yanni know someone at there who

probably will inform them about Anthony and Jaeden could be came back or sent someone to kill Anth”

“(Terlalu beresiko jika kita membawa Anthony ke rumah sakit Dam. Kita tidak tahu apakah Jaeden atau Yanni

kenal seseorang disana yang mungkin saja akan menginformasikan soal Anthony dan Jaeden kemungkinan akan kembali atau menyuruh seseorang untuk membunuh Anth)”

Putra dengan pemikirannya yang ia tahu sangat beresiko jika tidak membawa Anthony ke rumah sakit untuk

mendapatkan penanganan dengan segera. Namun Putra juga tidak ingin soal Anthony yang selamat tersebar luas.

“I know a place (Aku tahu sebuah tempat)”

****

To be  continue ....

1
Pangesti Maulida Rahma
Iyah makk,aku pun penasaran
Pangesti Maulida Rahma: Authoorr ,bikinin dongg perjalanan kisah cintanya Anthony Adjieran Smith dengan Erna ,sayaa penasaraan thoorr
total 1 replies
Fiani Arifin Arifin
persiapan biangnya bucin nih
Fiani Arifin Arifin
ooo wooww Anthony
Fiani Arifin Arifin
berati Iki cerita awal dri smith tohh tak kira putra anak litle star,,lanjuutt
Siti Ardiahty
Luar biasa
Fanie Azhary: Makasih buat penilaian positifnya ya
total 1 replies
shantyka
cerita dad anthony sama nom erna gmana mak
Suwardi Suwardi
kok dach tamat kak..ada lanjutannya kah masih penasaran gadis akhirnya punya keturunan gak ya..
Risky Titi sarlinda
semoga kau selamat ant dan balas dendam ortu mu sudah lah almarhum kakek mu yang bodoh jangan lagi kau mau di bodohi jaidah
YD Wulandari Soewarno
mantabbb
YD Wulandari Soewarno
keren kk... aku udah like, hadiah, vote, bintang... 🥰
Fanie Azhary: Makasih sayangkuh
total 1 replies
Avri Yani
karna mustahil bgt cinta putra serendah itu , klan smith sampe cucu putra pun memegang teguh kesetiaan 🥰
Yeyet Suryadi
ini cerita gappa dan gamma ya
Fanie Azhary: Ini cerita kecilnya Gappa + Kakek Putra + Leluhur Adjieran Smith
total 1 replies
Avri Yani
kesel jg ish sama Gadis koq bego nya kebangetan 😝
DK.Tzu
cerita bagus yg amburadul. latar cerita bnyak negara. banyak bahasa. alur cerita maju mundur. maksa bikin 100 bab pertama cma ciuman. pdhal yg baca malah auto skip skip. asal bnyak walau abrak
Akira: Itu yg komen tolol bet, suka baca gak suka hapus, terserah yg nulis, mau diapain sama alur cerita nya, ya suka suka dia TOLOL,!!! kok ngatur org lain
total 5 replies
Suherni Erni
Mati jg ngga pa2 gadis..perempuan goblok,tol,menjijikkan tau ngga gadis..kenapa laralter perempuan gobloknya ampun2 sih.muak bgt
Suherni Erni
Kasian putra punga goblok skrng mandul akibat sok jadi malaikat buat para iblis menjijikkan.dibikin mati jg ngga pa2.
Avri Yani
pantesan putra sampe meradang , ternyata emg udh di racun dr zaman msh tinggal bareng dg alibi teh penambah tenaga ..
mous
lanjut
Suwardi Suwardi
liat aja kalo kamu tau yang sebenernya masih bisa kah Lo bilang kesal Ama putra..bodoh nya kamu gadis..bener kata putra terlalu naif udah pernah disakiti bukannya lebih waspada ini malah bukain pintu buat penjahat masuk rumah..ya selamat lach apa yang kamu tabur kamu tuai dengan kehilangan anak kamu...sukurriiinnn...hisss gemes banget Ama sie gadis nie
Wikan
Bagus
Fanie Azhary: ma acih zheyenk😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!