NovelToon NovelToon
I'M A Night Butterfly

I'M A Night Butterfly

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:270.6k
Nilai: 5
Nama Author: gupita

Panggil saja aku Mentari umur ku yang masih belia di paksa dewasa. Harus menerima masalah begitu berat dalam keluarga. Ibu ku mati bunuh diri tak sanggup menerima ke jahatan yang ayah ku berikan.

Ayah ku menjual ku kepada mami Tiara hanya untuk membahagiakan istri mudanya. Bagaimana kehidupan ku selanjutnya?

Atau aku mati saja ikut bersama ibu ku di surga. Bagaimana nasib adik ku Revalina jika aku mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gupita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Tingkah

Dari kejauhan ada sosok mata yang memperhatikan Mentari. Sampai-sampai tak berkedip terpesona dengan kecantikan Mentari.

Bukan hanya hanya satu yang memperhatikan Mentari melainkan dua orang. Duduk saling berlawan arah ke dua pria tersebut melihat dari ke jauhan.

"Cantik juga ni bocah, kalo pakai pakaian bebas." batin Nata.

"Kak, aku ketemu gebetan ku dulu ya." pamit Alex.

Alex berdiri dan memundurkan kursinya lalu menghampiri Mentari. Dari ke jauhan Nata kaget melihat Alex menghampiri Mentari.

"Apa Mentari yang Alex maksud?" batin Nata yang penasaran hanya memperhatikan gerak-gerik Alex.

"Hai semua." sapa Alex.

"Lo makan di sini lex?" tanya Rio sambil mengerling.

"Ya tuhan, ganteng banget si." batin Revalina melongo.

"Tutup mulut kamu Va. Jangan buat malu." bisik Mentari.

Revalina seketika menutup mulutnya dengan tangan.

"Iya nih lagi mau dinner sama my soulmate." ucap Alex sambil duduk di samping Rio.

"Kamu udah punya pacar Lex? mana yang mana." Rio sambil melihat sekeliling cafe."Laki semua Lex. Nggak ada perempuannya." Rio tampak binggung."Lo nggak bengkok kan?" selidik Rio dalam hati berbidik ngeri.

Emang nggak tau diri Rio, emang dia nggak bengkok?

"Itu pria yang di sana pakai kemeja biru muda." sambil menunjuk Nata.

"Apa!" teriak Mentari sedikit syok.

"Tutup kak mulutnya. Tuh ada lalat terbang." ejek Revalina.

"Mana ada di cafe ada lalat. Di rumah kita mah banyak." Mentari terkekeh.

Mentari tiba-tiba diam seketika karena Nata berjalan ke arahnya.

"Mati gue, kenapa dia ke sini? tapi kenapa aku salting. Stay cool Tar stay cool." batin Mentari terlihat gugup.

"Kenalin abang gue. Namanya bang Nata." Alex memperkenalkan.

Menatari enggan melihat ke arah Alex, ia hanya cuek melihat sekilas saja.

"Cih, bocah ini. Pura-pura tidak mengenali ku." batin Nata sambil menatap Mentari dengan lekat.

"Kak." panggil Alex.

"Sorry, hai semuanya. Salam kenal." Nata tersenyum.

"Gabung sini aja kak. Pesenan kalian belum datangkan. Biar aku deh yang traktir." tawar Rio.

"Eleh, mana mungkin lo yang bayar. Pasti nyokap lo." cibir Mentari.

"Ah, lo tau aja Tar." Rio terkekeh.

Pesenan mereka sudah datang, mereka dinner sambil bersenda gurau. Mereka membahas mau kuliah di mana? bahas soal ujian.

"Kamu mau kuliah di mana Tar?" tanya Alex.

"Belum tau mau lanjut atau nggak Lex. Mungkin aku mau kerja aja. Buat lanjutin hidup. Biar Revalina aja dulu yang sekolah. Dia lebih butuh itu dari pada aku." suara Mentari sedikit sendu, menangis dalam hati.

"Eh, bokap lo juga itu minta di racun." celetuk Rio.

"Kenapa memangnya?" tanya Nata dengan dingin.

Mentari menelan ludahnya sendiri, entah mengapa jika mendengar suara Nata membuatnya gugup.

"Ayah kandung kaya ayah tiri bang." ucap Rio sangat kemayu.

Nata hanya menganggukkan kepalanya seolah dia mengerti masalah Mentari. Tiba-tiba ibunya Rio datang dengan gaya glamournya dan menenteng paperbag 3 paperbag.

"Hallo semuanya." sapa Rasmi.

"Iya tante." semua serempak menjawab.

"Wah, tante abis nyalon cantik banget." puji Mentari.

"Ah, kamu Tar bisa aja." ucap Rasmi dengan gaya malu-malu tapi bangga.

"Beneran tan." ucap Mentari sambil memberi dua jempolnya.

"Aduh, tante jadi lupa kan. Ini oleh-oleh buat kamu." Memberi paperbag kepada Mentari dan Revalina, tak lupa juga Alex pun dapatkannya.

"Makasih lo tante." Mentari berdiri mendekati Rasmi lalu memeluknya.

"Loh, aku dapet juga tante. Terimakasih atas oleh-olehnya." Alex tak enak hati.

"Tadi waktu tante masih nyalon. Rio kirim pesen ke tante, kamu di sini juga. Jadi sekalian." Risma duduk di samping Rio.

Beberapa saat Rio dan Rasmi pamit pulang terlebih dahulu. Tinggallah mereka berempat Mentari pamit untuk pulang kepada Alex dan Nata.

"Gue duluan ya. Taxi onlinenya udah di depan Lex." ucap Mentari sambil memberikan kode kepada Revalina agar cepat berdiri.

"Bareng kita aja." titah Nata sambil berjalan duluan.

Mentari hanya cengo melihat kepergian Nata sudah agak jauh di ikuti oleh Alex di belakangnya.

"Kak buruan. Nanti kita di tinggal." cicit Revalina sambil menarik tangan Mentari.

"Iya-iya sabar." Mentari hampir terhuyung ke depan.

Saat di dalam mobil mereka berempat enggan bersuara. Tiba-tiba Nata membuka suaranya untuk menanyakan alamat Mentari tinggal.

"Kamu tinggal di mana?" tanya Nata dengan nada dingin.

"Ke jalan Mutiara no xxx om." ucap Mentari tanpa sadar.

"Om? hahahhahah." Alex tertawa sangat keras.

Membuat Nata menatap Alex dengan tajam ingin menendangnya dari dalam mobil.

"Maaf bang." cicit Mentari dengan pelan.

"Kenapa si ni mulut keceplosan." sambil mukul-mukul mulat dengan pelan.

Nata hanya melihat dari kaca spion tengah sambil senyum smirk. 15 menit kemudian telah sampai di rumah Jesica. Mentari dan Revalina turun dari mobil lalu Alex menurunkan kaca mobilnya.

"Good night, jangan lupa mimpiin aku." gombal Alex.

"Apaan si lo Lex." gerutu Mentari.

"Jutek amat si Tar." jawab Alex dengan lesu.

"Bang, makasih ya." Mentari tersenyum saat melihat Nata.

"Hem." gumam Nata langsung tancap gasnya melaju dengan cepat lalu menghilang.

Mentari dan Revalina membuka gerbang lalu mendorongnya dengan santai dan menutupnya.

"Kak duluan sana. Aku takut sama ayah." Revalina mendorong tubuh Mentari sampai ke depan pintu.

"Ish, kamu. Gitu aja takut." cibir Mentari.

Mentari membuka pintu Leo sudah duduk di ruang tamu dengan tatapan memangsa.

"Dari mana saja kalian ini! jam segini baru pulang." teriak Leo.

"Makan." lugas Mentari.

"Yang benar saja, makan selama ini." Leo berdiri mendekati Mentari dan Revalina.

"Duh, kalian bawa paperbag. Jangan-jangan kamu habis." Jesica berhenti berbica telah di potong oleh Mentari.

"Habis apa?! coba ngomong yang jelas." ketus Mentari."Mau saya jual diri atau tidak. Nggak usah ikut campur." Mentari berjalan meninggalkan ruang tamu, di susul Revalina sambil berlari mengejar Mentari.

"Sayang." rengek Jesica kepada Leo."Anak kamu tuh. Nggak ada sopan-sopannya sama aku." Jesica merajuk lalu memalingkan mukanya.

*****

Di tempat lain, Nata membuka kemejanya di depan kaca sambil memegangi wajahnya.

"Aku setampan ini. Apa aku sudah terlihat tua? seharusnya bocah tadi perlu memakai kacamata. Biar jelas melihat ke tampanan ku." gerutu Nata sambil mengusap wajah dengan kasar.

Bersambung.....

Happy reading guys,

Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.

Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.

Terimakasih atas dukungan kalian.

1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤

Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55

#salamhalu

yuhuuu ayo jangan lupa mampir kakak ke karya redwhite❤

1
Anita
semangat thor😊
raisa_aQiLa
di tunggu kisah selanjutnya.. semangat thor
raisa_aQiLa
baru mampir nii thor.. seru ceritanya. semangat terus up nya
Dewi Masitoh: terima kasih kak, ♥️
total 1 replies
Diah Fiana
kasian mentari, semangat untuk mentari dan kkak author 🥰
Diah Fiana
aku bawa 5 bintang kak ☺️
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍❤
Nur Adam
djkit bgt thoor pdhl dh lama ga up,,hehe lnjut smgt
Dewi Masitoh: maaf ya kak 😆
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Keren ka lanjut 👍❤
Perempuan Terindah
Hadiiirr kak author....
Dewi Masitoh: terima kasih kaka
total 1 replies
Anni 21
hai author baru up lg kirain mau di gantungin thor tpi othor bkin crita nay gk satu sih ya dan aku baca semua😘😘
Dewi Masitoh: lope-lope buat kakak ♥️
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut ka, sukses selalu👍❤
Rahma AR
😙
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
lanjut thor semangat....💪💪💪❤❤❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Rahma AR
lanjut...🥰💪💪
Rahma AR: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!