NovelToon NovelToon
Sang Pangeran

Sang Pangeran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Anak Genius / Single Mom / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: RirinRohman

Warning!
Ini novel ttg kisah orang dewasa dan pernikahan. Buat yg belum menikah, harap bijak ya!

"Aku tidak membencimu,
Meski aku harus melepaskan semuanya.
Tapi kamu menyelamatkanku dan memberiku dunia baru, sebagai ibu dari anakmu"

Orang yang Kia percaya justru menempatkanya pada ancaman jeruji besi. Kia terpaksa menukarkan mahkotanya pada pria beristri demi menyelamatkan dirinya.
Akhirnya Kia hamil dan mempunyai seorang putra.
Bagaimana nasib Kia dan Putranya?
Note.. Ini bukan ttg pelakor atau poligami kok, santai aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RirinRohman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Cyntia

"Tidak tidak. Aku pasti salah mengingat, dia tidak mungkin laki-laki itu, hah"

Kia menutup mulutnya tak percaya. Jika yang duduk di depan itu Aslan Nareswara, dia adalah laki-laki yang bertengkar denganya. Laki-laki angkuh, sombong dan tidak berperasaan bagi Kia. Tentu saja Kia tidak terima jika ayah Ipang pria seperti itu.

Kia membasuh mukanya di kamar mandi dengan kasar. Kia teringat peristiwa pertama kali datang ke kantor. Rendra sempat menanyakan kalau Rendra pernah bertemu denganya.

"Jangan-jangan benar dia orangnya? Ah tidak tidak" Kia masih tidak mau terima jika dia orang yang tidur denganya.

"Aku pasti salah mengira, aku salah mengira. Itu bukan dia. Tapi kalau iya bagaimana? Apa dia mengingatku?" Kia masih bermonolog sambil mengatur nafasnya.

"Nyonya Kia" panggil Bu Rosa tiba-tiba ada di belakang Kia.

"Iya Bu" jawab Kia kaget atasanya itu menyusul ke kamar mandi

"Anda baik-baik saja?" tanya Bu Rosa melihat mata Kia memerah.

"Iya saya baik-baik saja, ada apa ya?"

"Meeting akan segera dimulai. Tuan Aslan dan sutradara juga sudah datang"

"Tuan Aslan? Yang duduk di depan itu Tuan Aslan Nareswara?" tanya Kia memastikan.

"Iya Nyonya, dia Tuan Aslan pemilik Nareswara grup"

"Hoh" Kia terbengong mendengar penuturan Bu Rosa

"Memang kenapa?"

"Apa atasan anda yang tertarik pada naskahku itu Tuan Aslan? Dia yang menyuruhmu merekrutku jadi karyawan?" tanya Kia.

"Iya" jawab Bu Rosa.

Kia langsung menelan salivanya.

"Omaigat, jadi laki-laki itu yang menyuruhku kembali juga. Apa maunya sebenarnya? Hah tidak bisa dipercaya, tau gitu aku nggak datang kesini" batin Kia terpaku.

Kia membanggakan atasanya di depan Aslan yang ternyata orang itu Aslan sendiri.

"Aduh malunya, Aku harus bagaimana ini?" batin Kia dalam hati sambil menggigit bibirnya.

"Nyonya Kia. Ayo kita masuk!" ajak Bu Rosa melihat Kia terbengong.

"Baik Bu" jawab Kia setuju.

Meski dengan menahan rasa malu, menyesal, takut dan dheg-dhegan. Kia mengikuti Bu Rosa. Kia masuk ke ruang meeting. Membahas perencanaan pembuatan serial terbaru dari naskah Kia.

Sebenarnya Kia sudah sangat tidak nyaman berada di ruang itu. Semangat kerjanya hilang seketika. Pikiran Kia bukan tentang pencapaianya. Tapi tertuju pada Ipang dan Aslan.

Kia ingin segera keluar, membawa Ipang pulang dan jangan bertemu dengan Aslan lagi. Tapi kini Kia sudah terikat kontrak.

Setelah kurang lebih satu jam meeting diakhiri. Sutradara sangat tertarik dengan penjelasan yang Kia sampaikan. Sementara Aslan tampak dingin tapi tetap menyetujui.

"Kamu hebat Kia" puji Delvin yang duduk di samping Kia.

"Ah iya terima kasih" jawab Kia membalas pujian Delvin.

"Ayo kembali ke ruangan! Anakmu pasti sudah menunggu" ajak Delvin perhatian.

"Iya terima kasih" jawab Kia.

Lalu mereka berdua berdiri dan beranjak dari duduknya. Kia berjalan menghindari tatapan dengan Aslan dan Rendra.

Kia malu sekali menyombongkan atasanya di depan si orang tu sendiri. Terlebih setelah juri mengatakan anak Kia mirip laki-laki itu. Kia tidak mau perkiraanya benar.

Tapi berbeda dengan Aslan dan Rendra, Aslan tersenyum puas melihat eskpresi Kia mengetahui siapa dirinya. Aslan juga terus memperhatikan Kia, memastikan siapa Kia sebenarnya.

Setelah berdisukusi dengan Rendra kemarin, Aslan menaruh curiga ke Kia. Meski Kia kini hadir dengan penampilan berbeda tapi Aslan merasa pernah bertemu dengan Kia. Aslan dan Rendra kemudian ingin mencari kebenaranya.

"Nyonya Kia" panggil Rendra menghentikan langkah Delvin dan Kia.

"Dheg. Mati aku" gumam Kia dalam hati.

Lalu Delvin dan Kia menoleh ke Rendra dan Aslan.

"Iya Tuan" jawab Delvin merasa sebagai senior Kia.

"Saya ada perlu dengan Nyonya Kia. Kamu boleh pergi" ucap Rendra ke Delvin.

Delvin menatap Kia lalu pamit pergi.

"Perlu dengan saya?" tanya Kia ke Rendra.

"Iya, ikuti kami" jawab Rendra.

Rendra dan Aslan masuk ke ruangan Aslan. Kia mengekor di belakangnya.

"Apa kamu tidak mau mengucapkan rasa terima kasih ke atasanmu yang baik itu? Yang sudah memanggilmu bekerja?" sindir Aslan dengan wajah congkak.

"Ehm, ehm," Kia berdehem mengumpulkan tenaga hendak berterima kasih tapi malu.

"Terima kasih Tuan" jawab Kia lirih.

"Jawab pertanyaan saya Nyonya" ucap Rendra.

"Ya"

"Apa sebelumnya kita pernah bertemu?"

"Apa maksudnya? Saya bertemu kalian baru di sini. Terima kasih sudah menyukai karyaku? Ada lagi" ucap Kia berusaha cepat pergi.

"Benar kita tidak pernah bertemu sebelumnya?" tanya Aslan.

"Tidak"

"Dimana anakmu?" tanya Aslan tiba-tiba.

"Kenapa mencari anak saya? Bukankah anda tidak suka saya membawanya? Kalau anda tidak suka. Saya bisa mengundurkan diri saya dari sekarang, silahkan pecat saya!"

"Siapa ayah dari anakmu?" tanya Aslan langsung pada intinya.

"Untuk apa anda menanyakan hal itu? Itu urusan pribadi saya. Anda tidak perlu tahu" jawab Kia.

"Apa benar dia anakku?" tanya Aslan lagi.

"Hoh, anakmu?" tanya Kia menyembunyikan keterkejutanya.

"Anda jangan ngawur Tuan. Bagaimana bisa dia anakmu, kita bertemu saja baru disini" ucap Kia berbohong.

Tapi kemudian hal itu menjadikan Kia semakin yakin. Ingatanya tidak salah. Kenapa Aslan menanyakanya. Berarti benar dia ayah Ipang?

"Benarkah? Bukankah anda perempuan di hotel luxury 7 tahun lalu itu?" tanya Rendra ikut menimbrung Aslan.

"Dheg" hati Kia seperti dihunjam batu besar. Remuk seketika, tanganya gemataran. Fiks, ayah Ipang ada di depan Kia. Tapi Kia tidak mau memperlihatkan kekhawatiranya.

"Apa yang anda bicarakan Tuan? Saya berasal dari kota Y. Saya punya suami. Anak saya punya ayah" jawab Kia masih beralasan dan berbohong. Aslan dan Rendra tidak boleh tau siapa Kia sebenarnya.

"Tapi dari kurikulum vitai anda. Anda seorang single parents, dan anda mirip dengan perempuan yang saya temui" tutur Rendra karena Rendra yang bertransaksi.

"Saya tidak mengenal kalian sebelum kerja di sini? Kenapa menanyai saya? Saya bukan perempuan itu. Sebenarnya apa yang kalian inginkan?"

"Apa kata-kata anda bisa dipercaya?" tanya Rendra.

Sementara Aslan masih terus memperhatikan Kia.

"Tentu saja? Sudahkan? Boleh saya kembali bekerja?"

"Baiklah silahkan"

"Tunggu!" cegah Aslan.

"Minta maaflah dulu, kamu sudah tahu siapa saya kan?" tutur Aslan ingin mengerjai Kia.

"Untuk apa saya minta maaf. Saya tidak ada salah dengan anda Tuan" jawab Kia percaya diri.

"Kurang ajar" batin Aslan mengepalkan tangan mendengar perkataan Kia.

"Kalau anda merasa menyesal karena mempekerjakan saya di sini. Saya bisa mengajukan surat pengunduran diri. Terima kasih" lanjut Kia berdiri meninggalkan Aslan.

"Haiiishh" Aslan mendesis semakin dibuat kesal.

"Kamu lihat perempuan itu? Menyebalkan sekali" tutur Aslan ke Rendra merasa direndahkan karywan barunya.

****

Kia keluar dari ruangan Aslan buru-buru. Kia harus menyembunyikan dirinya, kalau bisa Kia harus membuat masalah agar segera dikeluarkan dari kantor itu.

Aslan tidak boleh ketemu Ipang lagi. Kia pun segera menghampiri Ipang.

"Delvin, Ipang" panggil Kia ke teman barunya itu yang terlihat sedang sibuk menatap komputer di dampingi Ipang yang sedang membaca buku.

"Hei sudah kembali rupanya? Bos bilang apa?" tanya Delvin ramah.

"He. nggak apa-apa kok. Tugasku selanjutnya apa? Apa aku boleh pulang cepat?"

"Sebenarnya saya juga bingung tugasmu apa? Kamu kan penulis. Tapi Bu Rosa bilang kamu diperbantukan jadi editor di sini, apa kamu bisa?"

Kia diam. Ini cita-citanya, tapi apa keputusan Kia benar bekerja di kantor ayah Ipang.

"Saya belum punya pengalaman dalam hal ini" jawab Kia.

"Aku akan membantumu. Besok aku pilihin deh mana yang sekiranya ringan dan bisa kamu pelajari. Sekarang kamu boleh pulang?"

"Benarkah?"

"Tapi bawa PR. ini kerjakan di rumah. Kasian Ipang di sini. Baca petunjuk kerjanya ya"

"Oke makasih" jawab Kia.

Delvin sangat baik. Meski Ipang tidak mengganggu, tapi Delvin merasa iba karena Kia harus membawa Ipang bekerja.

Akhirnya sebagai ketua tim, Delvin memberikan tugas Kia yang bisa dikerjakan di rumah.

****

Kia kemudian mengajak Ipang jalan-jalan.

"Om Delvin baik ya Bu"

"Iya Alhamdulillah, oh iya Nak kita belanja dulu yuk"

"Kemana Bu?"

"Ke Mall, tuh" jawab Kia menunjuk mall besar di seberang jalan setelah mereka turun dari taksi.

"Horee kita ke mall" teriak Ipang kegirangan.

"Kamu suka?"

"Iya. Nanti ke timezon ya Bu. Belikan Ipang baju dan buku yang banyak"

"Iya sayang. Ibu juga akan belikan keperluanmu, kan besok pagi anak ibu mau masuk asrama. Ibu harus persiapkan semuanya buat kamu" tutur Kia.

"Terima kasih Bu. Tapi nanti di asrama, kalau Ipang kangen ibu gimana?"

"Kan bisa telpo, Ibu akan sering kunjungi kamu. Oke?"

"Iya Bu" jawab Ipang

Mereka berjalan bahagia menuju ke mall dengan semangat. Saking semangatnya saat mereka menyeberanh jalan hampir ketabrak mobil.

"Shiiit" mobil itu berhasil berhenti tepat di depan Kia dan Ipang.

Pengemudi mobil itu kemudian keluar memeriksa Kia dan Ipang. Kia dan pengemudi itu kemudian saling pandang.

"Kia?"

"Cyntia?"

1
Nok Denok
novel ber genre bertele tele,,aktor utama terlalu ga bobot,,
Bajul Sayuto: yang bikin cerita TOLOL
total 1 replies
Ari Gareng
aq suka dialog nya mengalir dan natural
Maizaton Othman
Kadangkala setengah orang berfikir bersikap kurang ajar pd org lain supaya org tidak memndangnya lemah,atau slh satu cara,pertahanan diri,dgn org lain mmbncinya,dia lbih selamat,org baik selalu jd mgsa dan dikhianati.
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Noorjamilah Sulaiman
iya mmg berubah rubahlh kan jgk namanya hormon dan meningkatnya usia..
Noorjamilah Sulaiman
aku jd nangis thor🥺🥺
Yully Tanti Tilaar
up
Buedak Bager
Critanya banyak yg lost.
Banyak cerita yg di gantung,
Awal bagus tpi makin banyak bab terlihat di paksakan, gk di jelasin isi memori, c agung ko tau2 dukung penjahatnya..

Bukan sekedar membosankan saja tpi gak ada yg bagus, selain cerita di awal.
Siti Amiinah
alena... aku gk bisa berkata kata 😭😭
Nengs
bagussss
Mila Jamila
jgn2 kejutan ni
Aslan pulg
lgsg di acara
Ifa Qolby
ah semakin seru critanya
Mila Jamila
kmu bner aslan
Ipang harus dijumoain dgn papamu
pasti dgn aday Ipang papamu pasti sadar .dan sembuh dari sakity
Mila Jamila
apa jgn2 suami Cintya simpanan Paula istri Aslan
Mila Jamila
ceritamu bagus bgt Thor
aku suka 👍🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mila Jamila
🤣🤣🤣🤣
Mila Jamila
hihihihi
ank kocik pinter bgt ya
tahu cwek sexi yaaa
Mila Jamila
pasti Alena bukn ank aslan niii ya
Mila Jamila
pasti hamil ni si kia
addduuhh kesian bgt kia
🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃
makan tu gengsi.... manusia kebanyakan gengsi ruwet sendiri 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!