Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena aku mempercayaimu Dean
-
-
Suara kicauan burung-burung dan sinar mentari yang terang benderang mengusik Dean yang sedang tertidur pulas. Semalam kaca jendela itu tidak Dean tutup sehingga cahaya itu langsung masuk kedalam dan membangunkan Dean dari istirahatnya pagi ini
Sayup-sayup Dean mendengar percikan air, dan teriakan anak-anak lebih terdengar jelas ditelinganya
" Shut up Bryan!" begitulah kata yang didengar Dean persis seperti beberapa tahun silam. Namun suara itu sangat berbeda lebih terdengar cempreng bukan suara manja
Kini Dean membuka matanya lebar. Perlahan ia turun dari ranjang empuk itu. Pagi ini sangat berbeda, biasanya saat bangun tidur hanya ada keheningan kini ia bisa mendengar suara gelak tawa anak kecil
Dean turun dari kasur dan mendekati jendela. Dean tertegun, tatapannya tertuju pada satu orang wanita yang lebih bersinar dibanding yang lainnya karena kulit putih mulusnya. Wanita itu hanya mengenakan setelan bikini hitam sehingga beberapa bagian tubuh yang menonjol itu tercetak jelas dipenglihatan Dean
Dengan lincah wanita itu bergerak dari ujung kolam renang keujungnya lagi, dan rambut panjang berwarna coklat terang itu berkilau karena tersinari mentari pagi
Dean tersenyum saat sebuah bola dari lemparan seorang anak tampan yang mirip Ken tak sengaja mengenai kepalanya. Wanita itu langsung berbalik pada si anak laki-laki yang juga berada dikolam yang sama dengannya. Wajah itu tak Dean lupakan wajah cantik yang selalu jutek dan terlihat garang
" Bryan kau memang bocah tengik!" umpat wanita itu berteriak dan balas melempar kembali bola pada kepala Bryan membuat kedua anak yang tak sebaya dengannya itu tertawa cekikikan
" Dan kakak gadis mesum!" jawab Bryan menjulurkan lidahnya
" Shut up Bryan, sebelum kakak benar-benar marah!"
" Kakak memang selalu marah seperti nenek sihir. "
Wanita itu terlihat emosi dengan wajah garangnya ia mencoba berlari dikolam renang dan mengejar sang anak laki-laki yang lebih cepat darinya
Kakak
Kakak
Kakak
Kakak ayo semangat
Kakak fighting
" Berhenti kau Bryan!" teriak Bulan kembali
Dua anak kecil berwajah sama yang sedang duduk disisi kolam nampak memberi semangat pada wanita itu agar menghajar Bryan dan Dean tersenyum melihat keributan keempat saudara itu. Padahal mereka hanya berempat dikolam renang namun sudah seperti satu kampung
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat Dean tersentak dan segera menjauh dari jendela dan langsung berlari menuju lemari
" Dean. " suara yang dikenali Dean memanggilnya
" Iya Tuan. "
" Kau sedang apa disana?. "
" Aku mau mengambil pakaianku. " jawab Dean gugup sudah seperti maling terpergok warga
" Baiklah, aku menunggumu dibawah. Kita sarapan bersama. "
Dean hanya mengangguk pelan lalu langsung berjalan menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa
" Dean?" Ken yang masih berdiri di ambang pintu kembali memanggil membuat Dean kembali berputar dan menghadapnya
" Kau tidak membawa handuk?" Ken mengulum senyumnya melihat tingkah Dean yang terlihat salah tingkah, padahal ia tahu apa yang dilakukan Dean sebelumnya dari jendela kamar yang terbuka, sudah jelas Dean pasti sedang memperhatikan putri cantiknya. Pikir Ken begitu percaya diri
" Ah, aku lupa. " Seru Dean menepuk-nepuk jidatnya dan kembali menuju lemari
Ken terbahak lalu menutup pintu karena tidak mau membuat Dean semakin salah tingkah
Dean kini sudah berpakaian rapi dengan setelan kasualnya. Rambutnya tak ia tata karena ia tidak bekerja hari ini. Dean keluar mengikuti perintah Ken untuk sarapan bersama
Maniknya mengedar memperhatikan setiap sudut rumah ini. Tertata rapi dan tampak hangat. Dean turun kelantai dua, ia melewati beberapa pintu dan ruangan lainnya, ada satu ruangan yang menarik perhatiannya. Yaitu pintu bercat pink dengan corak hello kity dan Dean berpikir itu adalah kamar salah satu anak Ken, mungkin sikembar Chesa-Chesy.. Dua bocil yang dulu sangat lucu dimata Dean
Lalu Dean turun kelantai terakhir, ia masih belum hafal seluk beluk rumah itu dan Dean menyasar ke ruang tamu, melihat tak ada Ken Dean kembali melangkah keluar, ia celingukan bingung menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" Dean." panggil Ken
Dean spontan berbalik mencari sumber suara dan ia melihat Ken sedang melambaikan tangan padanya. Padahal ruang makan itu tanpa sekat dan kenapa Dean tadi tak menemukannya?
Dean segera mendekat dan ia sedikit terkejut ternyata banyak sekali orang disana. Ada sekitar 10 orang yang memenuhi meja itu dua diantaranya lansia. Dari jauh semua orang itu memperhatikan Dean dengan senyum dibibir mereka kecuali satu, wanita yang tadi ia perhatikan dari jendela, wajah cantik itu tetap garang dan jutek padanya. Sejenak mereka beradu pandang dan Dean memalingkan wajahnya duluan
" Kemarilah. " Ken menepuk kursi disebelahnya
" Dad siapa pria tampan ini?" pertanyaan Chesy membuat semua orang tertawa
" Dia kak Dean, apa kamu sudah tidak mengenalnya?. "
" Aku tidak mengingatnya. " saut Chesy yang duduk disebelah Bulan memberikan senyum manisnya pada Dean
" Kakak kamu tipeku. " tiba-tiba Chesa bersuara
" Hey kenapa kamu jadi genit seperti ini?" tanya Ken mencubit pipi Chesa yang disebelah Dean
" Kak Dean tampan dan tinggi. Dia tipeku Dad. " Ken tersenyum begitupun Jeny
" Chesa apa kau berniat jadi gadis mesum seperti kakak!" Bryan seakan tak puas meledek Bulan hingga gadis yang sedang tak berkutik itu memelototinya
" Bryan!" tegur Jeny
" Oke cantik. " saut Bryan pada ibunya. Meskipun selalu membuat Jeny kesal tapi Bryan ini yang paling sering membantu sang ibu. Bagi Bryan Jeny adalah wanita tercantiknya, sehingga Bryan seperti Ken yang selalu memuji wanita yang telah melahirkan anak-anaknya itu
" Dean, makanlah! kau belum makan dari semalam. " perintah Ken
Dean hanya mengangguk dan merasa aneh. Ini kali pertamanya Dean sarapan bersama banyak orang. Biasanya ia hanya akan sendiri dirumah ataupun dikantornya. Tapi hati Dean menghangat seketika
Selepas makan bersama ditengah keluarga besar Ken. Kini mereka hanya berdua diruang kerja Ken. Mereka duduk bersebelahan disofa diruang itu sambil menikmati rokok dan dua cangkir kopi diatas meja
" Tuan, ada apa? kau belum memberitahu alasan memanggilku kemari?" tanya Dean yang diselimuti rasa penasarannya dari kemarin. Ken mengela nafasnya lalu mematikan rokok ke asbak, ia beralih menatap Dean
" Dean, kau selalu bertanya apa yang bisa kau lakukan untuk membalasku kan?" tanya Ken. Tatapan itu terlihat serius
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!" jawab Dean mantap
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Dean menegang seketika
" Tuan?" Dean benar-benar belum paham dengan ucapan Ken. Kenapa pria itu ingin Dean menikahi putrinya yang untuk ukuran Dean hanyalah seorang gadis kecil
" Menikahlah dengan Bulan. Itu satu-satunya cara kau membalasku. "
Dean membeku, ia sudah berjanji akan kembali pada Rivana. Dan pria didepannya ini? ia tak mungkin menolak keinginanya, ia sudah berjanji atas nama ibunya akan membalas semua yang Ken berikan padanya selama ini meski harus dengan nyawanya sekalipun
" Kenapa kau ingin aku menikahinya?" Ken tersenyum menyentuh bahu Dean dan menepuknya
" Karena aku mempercayaimu Dean. "
-
-
-