Kayna dan Alif menikah karena ta'aruf yang dilakukan kedua orang tuanya. Alif pun menikahi sahabat Kayna yang sudah di anggap sebagian saudara bagi Kayna.
Kayna yang mengizinkan Alif untuk menikah dan mempoligaminya. Membuat hari hari Kayna hampa. Hanya anak-anaknya yang memberikan semangat pada Kayna.
Anita sahabat dan juga saudara Kayna menjadi iri dan benci juga cemburu melihat Alif begitu cinta dan sayang pada Kayna. Dan berusaha memisahkan Alif dan Kayna.
Bagaimana rumah tangga Kayna dan Anita?
Mampukah Kayna bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alif dan Anita
Sudah 2 bulan kandungan Kayna, dimasa trimester pertama Kayna hanya bisa berbaring di ranjang. Alif dengan telaten menyuapi makan, dan menemani nya untuk chek kandungan. Apalahi Kayna mengandung anak kembar. Sekarang di rumah Kayna ada asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan Kayna. Perusahaan juga di kendalikan Alby, seminggu sekali Alby memberikan laporan lewat e-mail saja.
Siang itu Alif pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan untuk keperluan rumah tangga nya.
Tiba-tiba troli nya menabrak troli milik seorang perempuan cantik dengan hijab warna ungu senada dengan blazer nya, bibirnya yang merah membuat Alif terpesona.
"Maaf, saya tidak sengaja menabrak troli, anda" kata Anita yang merapikan belanjaannya.
"Sudahlah tidak apa-apa" jawab Alif yang terus meluyur ke kasir.
"MasyaAlloh, sungguh indah ciptaan Mu Tuhan" gumam Anita.
Anitapun berjalan kekasir sebelah Alif. Anita masih memperhatikan wajah Alif.Tiba-tiba saja ketika giliran Anita, dia lupa membawa dompetnya.Anita mencari cari di dalam tasnya tapi tidak ada. Lalu Alif datang menanyakan total semua belanjaan Anita.
Alif akhirnya membayar belanjaan Anita dan Anita merasa tidak enak hati.
"Bagaimana aku membalasnya, pak? " tanya Anita yang salah tingkah.
"Alif namaku Alif, kamu...? "
"Anita... "
"Hmmm.Anita.Namamu cantik seperti orangnya. " kata Alif yang membuat Anita merona merah pipinya.
"Maaf, bagaimana saya membayar hutang saya pada, anda? "
"Saya tidak merasa meminjamkan uang padamu, An. "Alif mengantongi belanjaannya kedalam keranjang plastik.
" Maksudnya mengembalikan uang yang kau bayar di kasir tadi" kata Anita yang gugup. Alif pun berjalan keluar di iringi Anita di belakangnya.
Alif berhenti di mobilnya dan membuka bagasi lalu menaruh belanjaannya di bagasi mobil. Kemudian Alif membalikkan badannya dan melihat Anita masih mengikutinya di belakang.
"Loh.. Belum pulang, An? " tanya Alif heran melihat Anita yang masih berdiri di belakang nya.
"Maaf, saya hanya ingin kamu memberitahu pada saya, bagaimana saya mengembalikan uang yang kamu bayarkan di kasir tadi" ujar Anita.
"Hmmm.... Baiklah kamu harus membayarnya dengan minum kopi dengan saya di cafe itu" kata Alif yang menunjuk jarinya kearah sebuah cafe samping supermarket.
"A.. apa, minum kopi?" Anita sepertinya amat gugup. Jantungnya berdegup amat kencang. Napasnya tak beraturan. Keringat di dahinya bercucuran.
"An, kenapa kamu sakit? " tanya Alif yang menyeka keringat Anita namun Anita menepisnya.
"Gak apa apa. Ayo kita langsung ke cafe itu. " kata Anita yang langsung berjalan menuju cafe. Alif yang melihat Anita hanya tersenyum.
"Lucu banget sih kamu, Anita. " gumam Alif sambil berjalan menyusul Anita.
Di cafe Alif memesan kopi mocca plus susu dan Anita pesan kopi susu. Anita terus memperhatikan wajah Alif yang tampak sangat tampan. Tiba-tiba Alif melirik jam tangannya dan tak sengaja pandangan nya beralih memandang Anita. Anita makin salah tingkah.
"Kenapa liatin aku terus, naksir ya? " tanya Alif yang menyeka mulutnya dengan tissue.
"Ihhh... kegeeran banget ya kamu jadi orang. " jawab Anita yang sewot.
"Hahahaha... " Alif hanya tertawa melihat Anita.
"Kok kamu malah ketawa sih, dasar ya cowok. "
Alif tersenyum melihat bibir Anita yang penuh bekas susu. Alif pun langsung menyekanya dengan tissue. Anita makin salah tingkah dan langsung menepis nya.
"Maaf, kalo aku keterlaluan. An. " ujar Alif yang mengelap tangannya.
"Ya sudahlah tak apa apa. Oia gak biasanya cowok belanja di supermarket. Tapi kamu belanja kebutuhan rumah tangga, memangnya gak ada pembantu atau asisten gitu? "
"Biasanya kami pergi bersama belanja membeli kebutuhan bulanan, tapi karena istriku sedang hamil muda jadi aku yang belanja semuanya. " kata Alif. "Kalo begitu saya mau pulang dulu saya tidak mau istri saya menunggu lama" ujar Alif yang berdiri sambil mengambil dompetnya di saku celana.
"Jadi kapan kita bertemu lagi? " tanya Anita yang memandang Alif. Lalu Alif mengeluarkan kartu namanya dan memberikan pada Anita.
"Hubungi saya kalo kamu mau ketemu lagi dengan saya"
"Terimakasih untuk hari ini, Alif. " sahut Anita tersenyum. Dan Alif pun membalas senyuman Anita.
Alif keluar dari cafe melajukan mobilnya pulang kerumah, tak lupa dia membelikan Kay coklat. Ya sejak hamil Kayna sangat menyukai coklat.
Sampai nya dirumah Alif langsung masuk dan asisten rumah tangga nya membawakan belanjaan Alif ke dapur.
"Mba Kay mana, Bi? " tanya Alif pada Bi Sum asisten rumah tangganya.
"Mba Kay ada di taman, Mas" jawab Bi Sum yang masuk membawa belanjaan.
Alif pun langsung menuju taman belakang rumahnya yang penuh dengan aneka bunga. Alif dan Kay menyulap taman belakang nya menjadi seperti taman bunga agar ketika stres karena kerjaan mereka langsung ke taman.
"Sayang... " Alif memeluk istrinya yang sedang duduk di kursi. Dan mencium pucuk kepalanya yang berhijab.
"Mas, baru pulang? "
"Ya sayang, ini coklatnya. " kata Alif yang memberikan coklat pada Kay.
"Wahhh... Terimakasih,Mas.Kamu tau aja kesukaan aku. " jawab Kayna yang bergelayut di pundak Alif dengan manja.
"Selama hamil kamu suka banget sama coklat, nanti anak kita manis manis kaya coklat. " kata Alif yang tertawa. Mereka pun tertawa bersama.
"Terimakasih ya sayang, sudah memberikan aku anak dua lagi. "Alif mencium kening Kay.
" Kita harus bersyukur Mas, Alloh swt yang kasih kita kepercayaan langsung dua. "kata Kay yang menatap Alif. Lalu Alif ingin mencium bibir Kay, tiba-tiba Bi Sum datang sontak Kay kaget.
" Mas Alif bibi sudah siapkan air panas buat mandi. "sahut Bi Sum yang banyak menundukkan kepala karena tidak mau melihat adegan suami istri itu.
" Baik bi, terimakasih. Sayang kita lanjutkan di kamar yu. Tapi aku mandi dulu ya"Alif mengendipkan matanya. Kay pun langsung mencubit pinggang Alif.
Berbeda di kamar kost. Anita masih terbayang wajah Alif dan sikap Alif. Rasanya matanya sulit untuk terpejam.
"Alif.... Sayang sekali kamu sudah punya istri. Sangat beruntung perempuan yang jadi istrimu. " gumam Anita yang menutupi wajahnya dengan bantal.
Lalu Anita mengambil handphone nya dan mengirim kan sebuah pesan untuk Alif.
"Terimakasih buat hari ini, aku senang sekali bisa kenalan sama kamu" pesan itu terkirim.
Sementara itu dua insan yang sedang melakukan aktifitas suami istri tak mendengar ada pesan masuk di HP Alif. Setelah selesai melakukan ritual Alif langsung ke kamar mandi membersihkan badannya. Lalu Kay mengambil HP Alif dan melihat isi pesan yang belum ada namanya.
Alif dan Kay selalu jujur jika ada masalah dan HP pun tak pernah mereka beri kode password karena mereka saling percaya.
"Dari sapa ini, dengan siapa mas Alif bertemu hari ini. " bathin Kay terus berpikir apa yang dilakukan suaminya sehingga ada pesan yang begitu lembut.
Alif keluar dari kamar mandi. Kay mendekat membantu suaminya menyeka air di badannya. Kayna sudah menyiapkan baju tidur Alif.
"Mas, tadi ada pesan masuk di HP mu. Dari siapa, Mas? " tanya Kay yang berbalik mengambil Hp Alif di meja.
Alif pun membacanya dan seperti nya dia tau pesan dari siapa itu.
"Ohh... Tadi aku ke supermarket lalu ada perempuan yang lupa membawa dompetnya jadi aku bayarin belanjaan nya, Yank" jawab Alif jujur. Kay mengangguk pelan.
"Jujur Mas,aku cemburu mendengarnya " kata Kay yang memeluk Alif. Alif pun mencium kening istrinya dan meyakinkan bahwa dia hanya mencintai Kayna dan anak yang di kandung Kay.