Kelanjutan cerita dari "The Promise"
Setelah tubuh Bianca kembali ternyata membawa dampak buruk bagi Arsenio.
Arse menderita Thantophobia yaitu ketakutan akan kehilangan seseorang. Yang mana membuat dirinya begitu posesif terhadap Bee, dia melakukan segala sesuatu secara berlebihan.
Bagaimana cara Arse untuk kembali sembuh?
Kembali hadirnya Lyra dan Bellena menambah kemelut hubungan mereka.
Mereka dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit.
Apakah hubungan mereka bisa bertahan?
Simak kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saingan Baru
🐝🐝🐝
Saat ini Arse sedang melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan yang ada di Singapura. Setelah sebelumnya dia melakukan perjalanan bisnis kesana, dia ingin kelihatan lebih cerah dan awet muda setelah mendengar bahwa di kampus ternyata Bianca banyak di kejar-kejar pria. Dia tidak ingin kalah saing dengan para pria itu.
"Dok, aku ingin kelihatan lima tahun lebih muda," ucap Arse pada dokter kecantikan yang sedang memeriksanya.
Dokter itu hanya tersenyum mendengarkan ucapan Arse karena dia memang sering mendapat kalimat itu dari pasien-pasiennya yang lain.
"Jadi ada tidak Dok, perawatan seperti itu?"
"Ehem, pada dasarnya perawatan kulit itu harus dilakukan secara rutin agar hasilnya maksimal," terang Dokter.
"Aku tidak mau yang seperti itu, aku harus kembali dengan keadaan sudah jauh lebih muda lima tahun! Aku akan bayar berapa pun Dok."
Dokter itu tersentak kaget ternyata pasiennya ini tidak main-main pikirnya.
"Mungkin ada tapi dengan sihir," ucap Dokter itu asal.
"Wah, boleh dicoba itu Dok! kalau bisa sihir yang ampuh agar papa mertua menyukaiku."
"Eh?". Dokter tambah dibuat bingung dengan perkataan pasiennya ini padahal dia menjawab asal saja tadi agar dia tidak terus merengek minta lebih muda lima tahun.
"Cepat Dok sihir aku, agar Bee ku tambah cinta denganku."
Arse yang mulai kehilangan wibawanya itu terus saja berkata hal aneh yang membuat Dokter kebingungan.
"Ngh, Tuan sepertinya Anda salah datang kesini," ucap Dokter.
"Tentu saja tidak, ini kan klinik kecantikan terbaik di Singapura jadi aku tidak salah."
"Lebih baik Anda pergi ke Buangkok Green Medical Park."
"Ternyata tempat sihirnya disitu ya. Baiklah dengan senang hati, Terimakasih Dok." Arse berkata dengan polosnya dan pergi meninggalkan Dokter yang masih kebingungan.
"Aku harus mencari tempat itu," gumam Arse dengan wajah berbinar. Dia segera mengetik lokasi yang disarankan oleh Dokter tadi seketika matanya membulat setelah tahu tempat apa itu.
"Rumah sakit jiwa?"
"Dokter sialan!" umpatnya.
🐝🐝🐝
"Hai Bee.. " Sapa seorang pria. Pria langsung duduk di samping Bianca.
Bianca yang saat ini sedang konsen dengan design gambarnya menoleh.
"Kak Rey" ucap Bianca dengan berbinar. Rey adalah asisten dosen di jurusan seni, dia memang akrab dengan Bianca mulai dari awal kuliah.
"Mau dibantu?" tawarnya.
"Bentar lagi selesai kok ini, lagian kakak selama ini sudah banyak membantu. Nanti anak yang lain cemburu tuh karena cuma aku yang kakak perhatikan." kata Bianca yang masih konsen dengan pekerjaannya.
"Aku beberapa kali menjengukmu waktu di rumah sakit, Bee. Aku sangat kaget saat mendengar kamu kecelakaan. Apalagi mendapati kamu koma, aku senang kamu sudah sembuh dan bisa kuliah lagi."
Bianca memang berapa kali melihat Rey menjenguknya sewaktu dia belum bertemu dengan Arse.
"Aku tahu kok kak, pasti kakak kangen denganku bukan. Aku tahu aku itu ngangenin," goda Bianca.
"Iya kangen," ucap Rey dengan wajah serius.
Bianca menoleh ke arah Rey, kenapa jadi canggung begini pikirnya. Kan sebelumnya sudah biasa mereka saling menggoda tapi kenapa Rey tampak menanggapi serius kali ini.
"Ehem, enaknya masuk ke jurusan seni itu hampir tidak pernah ujian ya kak." Bianca mencoba memecah kecanggungan.
"Iya, tapi sering juga dianggap sebelah mata."
Bianca hanya mengangguk mengiyakan. Sebelumnya memang Jaya menentang jika Bianca masuk ke jurusan seni, mau jadi apa nanti katanya. Tapi cuma itu satu-satunya yang dia sukai.
"Bee, selesai ini ikut aku ke ruang pottery ya, aku ada bikin sesuatu buat kamu."
"Oh ya? Apa itu kak?"
"Lihat nanti, aku pergi dulu setelah selesai langsung ke ruang pottery ya."
"Oke"
(Pottery adalah kegiatan belajar membuat barang pecah belah atau keramik dari belahan tanah liat dengan berbagai teknik seperti teknik Menet, Kolling, Piching, dan Putar.)
"Anna, Mark, Aku mau ke ruangan pottery dulu ya. Kalian tunggu di mobil saja, aku gak akan lama. Dan Anna berhenti memotretku jika Arse marah nanti aku yang akan tanggung jawab," ucap Bianca pada dua orang yang selalu mengikutinya.
Anna dan Mark menurut sejujurnya mereka juga merasa aneh dengan permintaan Tuan Mudanya.
Bianca melangkah ke ruangan pottery berada. Saat dia membuka pintu dia melihat Rey sedang sibuk dengan tanah liat ditangannya.
"Ingin mencoba Bee?" tanya Rey saat sadar Bianca sudah datang menghampirinya.
"Aku belum terlalu mahir sih, baru berapa kali coba."
"Sekarang cobalah lagi, aku akan mengajarimu."
Rey pun berdiri digantikan Bianca yang melanjutkan pekerjaannya.
Melihat Bianca merasa kesulitan, Rey mencoba membantunya. Dia berdiri di belakang Bianca yang saat ini sedang duduk, dia membungkukkan badannya dan meraih tanah liat yang ada di tangan Bianca. Otomatis jari-jari mereka saling bertemu.
Bianca merasa kurang nyaman dengan posisi ini. Karena Rey begitu dekat dengannya bahkan suara nafasnya sampai terdengar di telinganya. Dia ingin berdiri tapi tangannya ditahan oleh Rey.
"Kak, lepaskan. Aku merasa kurang nyaman," protes Bianca.
Rey langsung tersadar dengan perbuatannya. Dia pun segera melepaskan Bianca dari kungkungan tangannya.
"Maaf Bee, aku terbawa suasana." Rey berjalan menuju meja panjang di ruangan itu yang diisi oleh berbagai kerajinan tangan. Rey sebelumnya membersihkan tangannya dan meraih sebuah kotak dan memberikan kotak itu pada Bianca.
"Buatku?" tanya Bianca.
Rey mengangguk. "Bukalah!"
Bianca dengan cepat membersihkan tangannya yang saat ini masih kotor akibat tanah liat yang dipegang sebelumnya. Setelah itu dia meraih kotak yang diberikan Rey padanya.
"Ini kakak yang membuat?" tanya Bianca setelah membuka isi kotak itu.
"Aku ingin memberikannya sehari sebelum kau mengalami kecelakaan, Bee. Waktu itu aku mencarimu tapi ternyata kau pergi bersama Clara dan Sesil, jika hari itu aku tau akan ada tragedi yang menimpamu pasti aku sudah menyusulmu ke tempat konser," terang Rey.
Setelah itu Rey meraih tangan Bianca yang saat ini masih memegang benda pemberiannya.
"Ini khusus aku buat untukmu, Bee. Sebagai simbol perasaanku padamu, aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu tapi aku selalu menyembunyikan perasaanku saat tahu banyak mahasiswa yang mendekatimu tapi kau tolak. Aku takut bernasib sama seperti mereka, aku mendekatimu dan membantumu berharap kau juga memiliki perasaan yang sama suatu hari nanti."
"Tapi itu tidak penting lagi, aku hanya ingin kau tau perasaanku sekarang. Saat melihatmu koma aku sangat menyesal memendam perasaanku. Jadi, apa kau juga memiliki perasaan yang sama buatku, Bee?"
Bianca tercengang dia tidak percaya jika selama ini Rey menyukainya. Dia memang mendapat perhatian lebih daripada temannya yang lain selama ini.
"Aku hanya menganggap kakak sebagai kakak senior saja tidak lebih, maaf kak," ucap Bianca lirih.
"Tidak apa Bee, yang terpenting sekarang kau tahu perasaanku. Aku akan menunggumu, belajarlah menyukaiku sebagai laki-laki bukan seniormu."
"Untuk itu aku tidak bisa kak, sebenarnya aku sudah punya pacar."
"A-apa? selama ini aku tidak pernah melihatmu dekat dengan lelaki, kau tidak menipuku kan?"
"Tentu saja tidak, pacarku itu sedikit gila. Aku harap kakak melupakan perasaan kakak itu."
Setelah berbicara seperti itu Bianca segera pergi meninggalkan Rey.
Rey hanya bisa memandang kepergian Bianca, dia menatap punggung Bianca yang semakin menjauh dari pandangan matanya.
"Aku pasti bisa mendapatkan hatimu, Bee," ucap Rey dalam hati.
🐝🐝🐝
arse buang ke laut
aku senang arse nelangsa slma 7 mlm
keren banget kak..
marvelous.. marvelous.. marvelous..
kisah ini sungguh luar biasa..
walopun tetap didominasi dg kesomplakan Arse, tapi alur ceritanya sungguh mengharu biru bikin termehek-mehek.. 🥺🥺😭😭
tapi akhirnya tetap happy ending.. 🥰🥰🥰
g sabar baca sekuel lanjutannya..
sehat2 terus ya kak.
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩