Alesya Ramania Syahreza, anak seorang pengusaha kaya yang cukup terkenal di kotanya.
Dia merupakan gadis yang sangat centil dan cerewet, tapi ia juga menjadi idola di kampus karena kecantikannya.
Alesya sangat sulit dia atur, bahkan dia sering melakukan hal hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Sampai pada akhirnya papahnya mencarikan supir untuk mengawasinya, awalnya Alesya tidak mau karena ia merasa tidak bebas kalau memiliki seorang supir.
Tapi setelah melihat supir yang begitu tampan ia pun langsung mau, dan pada akhirnya mereka jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal yang baru
Pagi pun tiba mentari mulai menampakkan cahayanya dari ufuk timur.
Pagi ini Sean sudah bersiap untuk berangkat, ia berpamitan pada bu Yessie dan juga Gia, sebenarnya Sean merasa tidak tega kalau harus meninggalkan ibunya, tapi apa boleh buat ini juga demi kelangsungan hidupnya, karena ia juga tidak tega kalau harus melihat adiknya susah payah bekerja.
Setelah berpamitan ia langsung berangkat menuju ke tempat tujuan, ia di antar oleh Chris.
*
*
Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan pintu gerbang rumah yang megah, Chris menghentikan laju motornya.
"Ayo turun ini sudah sampai." Ucap Chris sambil menoleh ke belakang.
Sean pun turun dari motor. "Wahhh besar sekali rumanya." Ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari rumah yang megah itu.
Chris turun dari motornya, ia menepuk pundak Sean. "Ayo masuk, aku antar."
Sean mengikuti langkah Chris dari belakang.
"Permisi pak, paman Darius nya ada?" tanya Chris kepada satpam penjaga gerbang.
"Buka saja gerbangnya johan!" teriak pak Darius dari kejauhan, kemudian langsung menghampiri mereka.
Johan pun segera membukakan pintu gerbangnya, dan mempersilakan mereka untuk masuk.
"Ya sudah aku langsung pulang ya." Ucap Chris.
Sean memandang wajah Chris dan tersenyum. "Terimakasih ya."
Chris mengelus pundak Sean. "Iya sama sama, ya sudah aku permisi dulu, mari paman." Chris tersenyum pada pamannya, kemudian ia langsung beranjak meninggalkan tempat tersebut.
"Ayo Sean kita masuk." Ajak pak Darius.
Sean mengangguk, ia mengikuti langkah pak Darius dari belakang.
Setelah sampai di dalam rumah, pak Darius langsung mengenalkan Sean pada pak Falehfi.
"Perkenalkan saya Falehfi." Ucap pak Falehfi sambil mengulurkan tangannya.
Sean menjabat tangan pak Falehfi. "Saya Sean tuan."
"Oke baiklah kau mulai bekerja hari ini ya, tugasmu adalah mengantar putriku ke kampus, dan kamu harus mengawasinya selama 24 jam, maka dari itu kau harus menginap disini, kalau dia melakukan hal hal yang tidak baik kau laporkan saja padaku." Ucap pak Falehfi panjang lebar.
Sean mencoba memahami perkataan pak Falehfi, ia menganggukan kepalanya. "Iya siap tuan."
"Bi Rukma!" teriak pak Falehfi.
Beberapa saat kemudian, bi Rukma datang menghampiri mereka. "Iya tuan ada apa?"
"Tolong antarkan dia ke kamarnya ya, dia supir barunya Alesya dan akan menginap disini, berikan dia seragam supirnya ya, ohh iya di hari minggu saya kasih kamu libur." Jelas pak Falehfi.
Bi Rukma mengangguk, ia tersenyum pada Sean. "Mari saya antar."
Sean mengikuti langkah bi Rukma, beberapa saat kemudian mereka telah sampai di ruangan belakang, ruangan khusus untuk kamar kamar pelayan dan lainnya yang bekerja disitu.
"Ini kamarmu." Ucap bi Rukma sambil menyerahkan kunci kamar.
Sean meraih kunci tersebut. "Makasih ya bi."
"Iya tunggu sebentar ya." Bibi beranjak untuk mengambilkan seragam supir untuk Sean.
Setelah mendapatkannya, bi Rukma langsung menghampiri Sean yang masih berdiri di depan pintu. "Ini seragamnya, kamu bisa langsung pakai."
Sean tersenyum dan meraih seragam tersebut. "Iya makasih bi, ya sudah saya masuk dulu ya untuk mengganti baju."
Kemudian Sean masuk ke kamarnya, ia membereskan baju bajunya di lemari yang sudah tersedia, setelah itu ia langsung mengganti bajunya dengan seragam supirnya.
Setelah selesai ia langsung kembali ke ruangan utama, dan menghampiri pak Falehfi yang sedang duduk di sofa. "Mmm maaf tuan kalau boleh tau, anak tuan mana ya."
Pak Falehfi berdiri dari duduknya, ia menepuk pundak Sean. "Sebentar lagi dia akan turun, saya pergi dulu ya ke kantor." Ia pun beranjak di ikuti oleh pak Darius di belakangnya.
aku nyicil baca dan like y thor, aku simpan jd favorite
salam dari aku dan mntan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
bisa aja cri visualnya
7clike buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..