Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Predator dari Puncak Rantai Makanan
Berita tentang Grup Su yang mendapatkan fasilitas kredit tanpa batas sebesar 500 Miliar Yuan dari Bank Sentral menyebar bagaikan api liar yang melahap padang rumput kering. Hanya dalam kurun waktu dua puluh empat jam, hierarki bisnis di Kota Jiangzhou terguncang hebat. Grup Su, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai perusahaan kelas dua yang sedang sekarat, kini tiba-tiba menjelma menjadi bongkahan emas raksasa yang menyilaukan mata semua orang.
Bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, Grup Su kini adalah dewa yang harus disembah. Namun, bagi para penguasa sejati kota—keluarga-keluarga kelas satu yang bertengger di puncak rantai makanan—kekayaan mendadak di tangan seorang wanita muda yang lemah adalah sepotong daging segar yang memancing air liur para serigala.
Siang itu, awan mendung kembali menyelimuti langit Jiangzhou. Di lantai dua puluh delapan Menara Su, Yuhan sedang sibuk memilah puluhan proposal kerja sama yang tiba-tiba membanjiri mejanya. Matanya lelah, namun ada semangat baru yang menyala di sana.
Tiba-tiba, suara keributan terdengar dari luar pintu ruangannya.
Brak!
Pintu ruang kerja Yuhan didorong paksa hingga menabrak dinding. Sekretaris Yuhan tampak terdorong masuk hingga jatuh ke lantai, wajahnya pucat pasi ketakutan. Melewati sekretaris yang malang itu, melangkah masuk seorang pria muda berkemeja sutra putih dengan jas disampirkan sembarangan di bahunya. Di belakangnya, dua pengawal bertubuh raksasa dengan aura membunuh yang kental berdiri mengawal.
Tamu dari Keluarga Kelas Satu
"Chen Fei..." Yuhan langsung berdiri dari kursinya. Wajahnya yang semula tenang seketika berubah tegang. Jantungnya berdetak kencang mengenali siapa pria yang berani menerobos masuk ke ruangannya.
Pria itu adalah Chen Fei, tuan muda kedua dari Keluarga Chen. Jika Keluarga Zhao yang hancur semalam adalah penguasa kelas dua, maka Keluarga Chen adalah raja sesungguhnya di Jiangzhou. Mereka memiliki pengaruh yang mengakar dalam di pemerintahan provinsi, militer, dan dunia bawah. Bahkan Li Jianhong dari Bank Sentral pun biasanya harus berpikir dua kali sebelum bergesekan dengan Keluarga Chen.
"Presiden Direktur Su," sapa Chen Fei dengan senyum miring yang arogan. Ia berjalan santai mengitari ruangan, memandangi dekorasi interior seolah sedang menilai barang loakan, lalu duduk di sofa tamu tanpa dipersilakan. Kakinya diangkat dan disilangkan ke atas meja kaca.
"Kudengar kau baru saja mendapat durian runtuh," lanjut Chen Fei santai, sambil memutar sebatang cerutu Kuba di sela-sela jarinya. "500 Miliar Yuan. Angka yang terlalu besar untuk dikelola oleh otak kecil seorang wanita dan sebuah keluarga amatir sepertimu."
"Apa maumu, Tuan Muda Chen?" tanya Yuhan dingin, berusaha menutupi tangannya yang sedikit gemetar di bawah meja. "Grup Su tidak memiliki urusan bisnis apa pun dengan Keluarga Chen."
Pemerasan Berkedok Kemitraan
Chen Fei tertawa pelan. "Sekarang kita punya urusan. Aku datang untuk membantumu, Yuhan. Pepatah mengatakan, anak kecil yang membawa emas batangan di pasar malam pasti akan dirampok. Kau butuh perlindungan dari Keluarga Chen agar uang 500 Miliar itu aman."
Salah satu pengawal raksasanya melemparkan sebuah dokumen tebal ke atas meja kerja Yuhan.
"Ini adalah proposal Joint Venture," Chen Fei menunjuk dokumen itu dengan dagunya. "Keluarga Chen akan membuat perusahaan patungan dengan Grup Su untuk mengelola seluruh dana 500 Miliar tersebut. Kami akan mengambil 90 persen saham dan hak kendali penuh atas proyek-proyeknya. Sebagai imbalan atas 'perlindungan' kami, Grup Su boleh menyimpan sisa 10 persennya."
Yuhan menatap dokumen itu dengan mata terbelalak tak percaya. Ini bukan perampokan biasa, ini adalah pemerasan paling brutal dan tak tahu malu yang pernah ia dengar.
"Sembilan puluh persen?!" suara Yuhan meninggi, kemarahannya mulai mengalahkan rasa takutnya. "Kau ingin merampas dana operasional kami dan hanya menyisakan ampasnya? Tuan Chen, Bank Sentral memberikan dana itu khusus untuk Grup Su. Tuan Li Jianhong tidak akan membiarkan ini terjadi!"
"Li Jianhong?" Chen Fei mendengus meremehkan. "Dia memang punya kekuasaan di sektor finansial, tapi pamanku adalah Wakil Gubernur Provinsi! Kau pikir Li Jianhong berani berperang melawan militer dan politisi demi dirimu? Jangan naif, Su Yuhan. Di dunia ini, uang saja tidak cukup. Kau butuh 'senjata'."
Tepat ketika suasana di dalam ruangan semakin mencekik, pintu yang setengah terbuka kembali didorong.
Seorang pria berpakaian sederhana dengan kaus oblong dan celana jins pudar melangkah masuk dengan tenang. Di tangannya terdapat sebuah rantang makanan bersusun berwarna merah muda yang terlihat sangat kontras dengan ketegangan di ruangan itu.
"Yuhan, kau belum makan siang, kan? Aku membawakan—"
Ucapan Lin Fan terhenti. Matanya menyapu ruangan, menatap sekretaris yang masih ketakutan di sudut, lalu beralih pada dua pengawal raksasa, dan akhirnya menetap pada Chen Fei yang duduk arogan dengan kaki di atas meja.
"Oh? Jadi ini 'anjing peliharaan' legendaris Keluarga Su?" Chen Fei tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Lin Fan. "Aku dengar dari Zhao Tian sebelum dia menghilang, bahwa suamimu ini adalah sampah paling tidak berguna di seluruh Jiangzhou. Ternyata rumor itu benar. Hei, pembantu, letakkan rantang itu dan buatkan aku kopi yang enak!"
Yuhan menggigit bibirnya, merasa malu sekaligus cemas. "Lin Fan, keluarlah. Ini bukan tempatmu. Pulanglah sekarang."
Yuhan tidak ingin Lin Fan dihina lebih jauh, atau lebih buruk lagi, dilukai oleh pengawal Keluarga Chen.
Namun, Lin Fan tidak berbalik pergi. Ia berjalan perlahan melewati para pengawal itu seolah mereka hanyalah patung kayu. Ia meletakkan rantang makanan di atas meja kerja Yuhan dengan sangat hati-hati, lalu menoleh menatap Chen Fei.
Mata Lin Fan sedingin dasar samudra beku. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, hanya ketenangan mutlak dari seorang tiran yang sedang melihat mangsa barunya melompat ke dalam jurang.
Merasa diremehkan oleh tatapan kosong seorang pria miskin, wajah Chen Fei mengeras. Ia menurunkan kakinya dari meja dan berdiri.
"Aku tidak punya waktu bermain-main dengan suami sampahmu ini," desis Chen Fei menatap Yuhan. "Dengarkan baik-baik, Su Yuhan. Besok malam, Keluarga Chen akan mengadakan lelang amal di Hotel Imperial. Bawa kontrak investasi Bank Sentral itu dan tandatangani proposal pembagian saham 90-10 ini di hadapanku."
Chen Fei berjalan mendekati pintu, lalu berhenti sejenak dan menoleh dengan senyum iblis.
"Jika kau berani menolak, aku jamin... lusa pagi kau akan menemukan pamanmu, ibumu, dan suami kesayanganmu ini mengambang di dasar Sungai Jiangzhou. Dan tidak akan ada polisi yang berani menyelidikinya."
Setelah rombongan Keluarga Chen pergi, Yuhan jatuh terduduk di kursinya, wajahnya ditutupi kedua tangannya. Tubuhnya bergetar. Ancaman Keluarga Chen bukanlah gertakan kosong. Mereka benar-benar mampu melakukan pembunuhan.
Lin Fan diam-diam mengeluarkan komunikator di dalam sakunya. Ibu jarinya mengetik sebuah pesan pendek ke markas Pasukan Bayangan.
"Kumpulkan seluruh Jenderal Perang Keluarga Lin. Targetkan semua urat nadi Keluarga Chen. Besok malam di Hotel Imperial, aku ingin melihat keluarga kelas satu ini dihapus dari peta sejarah."