NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghianatan pertama

Lampu gantung berkedip pelan di dalam markas Vektor Hitam. Rian tetap berdiri tenang, meski setiap otot di tubuhnya menegang. Tatapannya tertuju pada pantulan monitor kecil di belakang meja Elena, tempat sebuah indikator transmisi sinyal darurat terus berkedip hijau.

‎"Dua jam adalah waktu yang terlalu lama untuk orang yang diburu seluruh kota, Elena," ujar Rian, memecah keheningan.

‎Elena tersenyum tipis, membelakangi Rian dan Maya sembari menyentuh konsol meja kerjanya. "Proses sinkronisasi alat Neura-Pulse butuh presisi, Dokter. Lagi pula, tempat ini aman. Penjaga Kategori tidak punya yurisdiksi di—"

‎BZZZZT!

‎Kalimat Elena terputus ketika Maya tiba-tiba mengarahkan senapan gelombang mikronya tepat ke dada wanita berambut perak itu. Pada saat yang sama, Rian bergerak cepat melompati meja, menyambar pergelangan tangan Elena sebelum jemarinya sempat menekan tombol pemicu mengunci di bawah meja.

‎"Kau membocorkan koordinat kita ke Penjaga Kategori," bisik Rian dingin. Matanya menyipit menatap layar saluran transmisi rahasia yang kini menampilkan status Connected.

‎Anak buah Elena di sudut ruangan langsung mengarahkan lengan mekanis mereka, namun Maya lebih dulu melepaskan tembakan kejutan yang melumpuhkan sistem hidrolik senjata mereka seketika. Anak buah Elena tersungkur, mengerang kesakitan saat sirkuit mekanis mereka mati total.

‎"Kau bajingan, Elena!" geram Maya, matanya memancarkan rasa dikhianati yang mendalam. "Kami datang membawa kesepakatan!"

‎Elena terengah, tetapi bukannya takut, ia justru tertawa sinis dari balik cengkeraman Rian. "Kesepakatan? Dalam bisnis memori, tidak ada kesepakatan dengan orang mati, Vance! Dewan Veridia menawarkan imbalan yang jauh lebih besar daripada sekadar jalur Archivia. Mereka berjanji menghapus seluruh catatan kriminal kelompokku jika aku menyerahkanmu hidup-hidup beserta silinder merah itu!"

‎"Kau menjual seluruh warga kota ini demi lembaran surat pengampunan?" bisik Rian, cengkeramannya pada pergelangan tangan Elena kian mengencang.

‎"Warga kota ini sudah mati rasa sejak lama!" seru Elena meludahi lantai. "Mereka rela membayar mahal hanya untuk melupakan kebusukan hidup mereka sendiri. Proyek Oblivion hanya menyelesaikan apa yang diinginkan semua orang: kedamaian dalam kebodohan!"

‎DUAAMMM!

‎Dinding luar stasiun pemurni air mendadak hancur berhamburan! Peledak berdaya ledak tinggi menghancurkan beton berlapis baja tersebut. Udara langsung dipenuhi debu semen tebal dan kilatan cahaya merah. Tiga bahan peledak lampu kilat (flashbang) dilemparkan masuk, meledak dengan suara memekakkan telinga.

‎"Serbu! Amankan Dr. Vance! Tembak mati pendampingnya!" suara bariton prajurit Penjaga Kategori menggema di tengah kekacauan.

‎Pasukan elite Penjaga Kategori melompati lubang ledakan, menembakkan gelombang jarum syaraf ke segala arah. Elena memanfaatkan kekacauan itu untuk menyikut perut Rian dan melepaskan diri. Ia berlari menuju pintu pelarian rahasia di balik rak sistem.

‎"Maya, ambil pemicu Neura-Pulse di meja konsol!" teriak Rian seraya merayap di bawah lantai besi untuk menghindari rentetan jarum syaraf.

‎Maya berguling cepat di antara hujan peluru energi, menyambar koper perak berisi alat pemicu Neura-Pulse yang tergeletak di meja utama. Namun, saat ia hendak berbalik, sebuah tembakan laser menghantam bahu kirinya. Maya menjerit pelan, koper perak itu terlepas dari genggamannya dan terlempar ke arah Rian.

‎"Maya!" Rian menangkap koper tersebut, lalu melompat berdiri. Tanpa ragu, ia memicu sistem pembuangan tekanan air darurat di dinding samping markas.

‎KREEEEK—BOOM!

‎Katup air bertekanan tinggi jebol seketika. Ribuan galon air limbah industri menyembur deras seperti air terjun raksasa, menghantam barisan Penjaga Kategori dan menghanyutkan Elena yang hampir mencapai pintu keluar.

‎Di tengah terjangan air yang deras dan kegelapan yang mengepung, Rian merengkuh tubuh Maya yang terluka, lalu menyeretnya masuk ke dalam pipa pembuangan darurat sebelum seluruh ruangan tenggelam sepenuhnya.

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!