NovelToon NovelToon
PANGERAN VAMPIRE ADALAH PASANGANKU

PANGERAN VAMPIRE ADALAH PASANGANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Vampir / Romansa Fantasi
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Strawberry_girl

Apakah kalian percaya dengan keberadaan Vampire ? Bahkan makhluk Immortal lainnya ? Bukankah mereka hanya legenda saja ?

Sebuah novel yang akan mengajak kalian masuk kedalam kehidupan para immortal.

Seorang Gadis yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan seorang Pangeran Vampire akan membawamu masuk kedalam berbagai rintangan yang gadis itu hadapi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Strawberry_girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Incoming call?

HAPPY READING♡♡

...Felix Part On View...

"Felix!." Panggilnya memotong ceritaku yang baru saja aku mulai.

"Ya Sayang?." tanyaku lembut.

"Aku pusing. Aku juga lelah." ucapnya sambil menatap mataku. Aku bisa melihat sorot matanya yang melemah.

Aku menghela napas lalu tersenyum. Mungkin belum saatnya aku menceritakan semua ini padanya. Aku hanya tidak ingin dia jauh dariku.

Aku beranjak berdiri lalu menuju ke meja makan. Aku tidak memanggil pelayan karena aku tahu mereka tidak bisa menahan rasa haus mereka terhadap darah milik Eva. Arion yang sedari tadi berdiri di dekat ranjang kusuruh untuk kembali ke kamarnya.

Aku menuruni tangga dengan perlahan,namun saat hampir sampai ke anak tangga terakhir aku merasakan kepala Eva sedikit memberat. Saat kulihat ternyata ia tertidur.

"Selamat malam. Sayang" ucapku dan aku tahu dia bisa mendengarku. Aku kembali ke kamar dengan menggunakan kekuatanku yang bisa melesat hanya dalam hitungan detik. Sekejap aku sudah sampai di kamar.

Aku meletakakkan tubuh mungilnya ke ranjangku dan aku duduk di sebelahnya.

Aku mendekatkan tubuhku ke tubuh Eva. Aku mengelus pipinya perlahan lalu naik ke dahinya, menyingkirkan beberapa anak rambut yang ada.

"Hari ini kau merubahku Eva. Aku yang dulunya adalah pangeran yang sangat kejam dan bengis yang bahkan tidak pernah sekalipun tersenyum atau tertawa. Tapi hari ini kau membuatku tertawa."

"Aku telah menantimu saat Nenek menceritakan sebuah kisah kelam antara bangsa Wolf dengan Vampire. Awalnya aku tidak mempercayai ucapan nenekku mengenai mate. Namun saat pertama aku bertemu denganmu. Aku baru mempercayai hal itu. Selamat malam Mateku." Aku berkata lirih lalu mengecup keningnya perlahan.

Aku beranjak pergi menuju ke kamar Justin.

"Justin!." Panggilku saat aku memutar gagang pintu, tapi yang kudapati bukan Justin.

"Kevin?. Kenapa kamu disini?." tanyaku sambil mengernyit heran saat melihat Kevin sedang membaca buku tebal di Kasur Justin.

"Hehehehehehe.. Tadi kak Justin terlalu banyak meminum alkohol, hingga dia teler seperti ini." Dia memperlihatkan cengirannya lalu menunjuk Justin yang tertidur di belakangnya.

"Aku titipkan Eva padamu. Aku ada urusan sebentar." Ucapku sambil beranjak pergi.

Aku ingin mengumpulkan para mata-mataku bersama Arion. Aku ingin mengetahui apa rencana para wolf itu selanjutnya.

...~Felix Part On View End~...

Aku mengeliat pelan saat mataku terkena sinar matahari pagi. Aku bisa mendengar kicau burung yang sepertinya dekat sekali dengan kamar ini. Tunggu.

Aku langsung membuka mataku, melihat sekeliling, lalu mendesah dalam hati. Aaah.. Ternyata ini semua bukan mimpi. Batinku dalam hati. Padahal aku ingin sekali kejadian semalam hanyalah sebuah mimpi.

Aku beranjak untuk duduk dan menyenderkan badanku di Head board. Aku memijat pelan keningku untuk meredakan rasa pusing.

Ceklek

Aku menoleh ke asal suara. Disana ada Kevin yang melambai kepadaku dengan memasang cengiran di wajahnya.

"Hai Eva!!." Sapanya ramah sambil berjalan mendekat ke ranjang milik Felix lalu duduk di dekat kakiku yang tertutupi selimut berwarna hitam.

"Hai juga Kevin!." sapaku kembali dengan senyum. Aku merasa badanku sedikit lebih baik daripada tadi malam saat bersama Felix.

"Bagaimana keadaanmu?."

"Aku baik. Dimana Ivana dan Justin?."

"Kenapa kau mencari mereka berdua??. Kenapa tidak mencari Kak Felix?." Kevin tersenyum Jahil hingga membuat wajahku sedikit memerah karena malu.

"Ivana sedang keluar, entah kemana. Kak Justin sedang istirahat dikamarnya, mungkin efek dari alkohol semalam dia jadi tidak bisa bangun." Ucapnya santai sambil mengendikkan bahu.

"Alkohol??."

"Iya. Kak Justin selalu senang minuman itu saat sampai disini. Tadi malam dia menghabiskan 6 botol. Entah apa enaknya minuman itu."

Jelas Kevin yang membuatku membulatkan mata. Astaga.. 6 botol?. Manusia macam apa Justin itu?.

"Jangan berpikir Justin adalah manusia Eva." Ucap Kevin serius. Aku memicingkan mata kananku.

"Apakah kau dan Felix bisa membaca pikiran orang lain?." tanyaku.

"Bangsa kami hampir semuanya bisa. Hanya saja yang memiliki kekuatan sempurna hanyalah Kaum bangsawan." jelasnya sambil beranjak membuka Gorden. Sinar matahari pagi masuk menerangi kamar yang berdominan hitam tersebut.

"Kalian tidak terbakar saat terkena sinar matahari?" tanyaku.

"Hahahaha.. Kami tidak akan bisa terbakar Eva, klan kami tahan terhadap sinar matahari." Jelasnya sambil tertawa.

"Bangsa??. Kaum Bangsawan?. Apa maksudnya?." tanyaku tidak mengerti.

"Eh.. Kak Felix belum memberi tahumu?." tanya Kevin. Aku menggeleng.

"Aku rasa tadi malam dia hendak menyampaikan sesuatu, namun aku menyelanya karena aku haus lalu aku tertidur." Jelasku sambil mengingat-ingat kejadian tadi malam.

"Seharusnya setelah penyerangan mereka kemarin kau harus tahu kebenarannya." Ucap Kevin sambil menatap pemandangan hutan yang lebat dari jendela besar kamar Felix.

"Kebenaran apa ?." Tanyaku tidak sabaran.

"Sebelum itu, apakah kau tidak merasa lapar??." Kevin berbalik sambil tersenyum.

"Aku sedari tadi menahan lapar karena aromamu. Jadi ayo kita turun untuk sarapan pagi." Ajaknya sambil mengulurkan tangannya padaku.

Aku menerima uluran tangannya lalu beranjak menuruni ranjang dan berdiri. Saat aku hendak melangkahkan kaki tiba-tiba tubuhku sudah melayang.

"Apa yang kau lakukan ?!." Tanyaku kaget.

"Aku menggendongmu Eva. Ups.. mungkin aku harus memanggilmu kakak, hehehhe. Aku tahu kau masih lemah Kakak, jadi aku berbaik hati menggendongmu." Jelasnya sambil berjalan santai Aku mengalungkan tangan kananku di lehernya.

Saat menuruni tangga, Kevin terlihat sangat santai dan tidak merasa keberatan dengan tubuhku yang ia gendong, seolah aku hanyalah kapas yang tidak ada bertanya sama sekali.

"Umm.. Kevin?" panggilku,

"Ya?." jawabnya lalu menoleh kepadaku.

"Kau tidak merasa berat saat menuruni tangga?." Tanyaku saat aku merasa tidak enak padanya karena anak tangga ini tidak main-main banyaknya,mungkin ada 25 anak tangga, aku sampai terheran-heran, untuk apa anak tangga sebanyak ini.

"Jangan khawatir kakak, Bangsa kami sangat kuat. Apalagi Para anggota kerajaan seperti kami." Ucapnya sambil nyengir.

Aku hanya mengangguk- anggukan kepala, padahal aku tidak mengerti perkataanya.

"Nah kakak, kita sudah sampai." Dia menurunkanku di kursi yang berada di depan meja makan, sehingga aku langsung terduduk saat turun dari gendongannya.

"Kau mau makan apa?." Tanya Kevin sambil membuka kulkas besar yang tidak jauh dari meja makan.

"Seadanya saja." Ucapku sambil menatap sekitar. Mengapa mansion sebesar ini tidak ada pelayannya sama sekali?.

"Para pembantu sudah kusuruh meyingkir saat kita turun tadi. Mungkin mereka sedang membersihkan Halaman belakag rumah. Mereka tidak tahan dengan aromamu." Jelas Kevin yang sekali lagi menjawab pertanyaan yang ada di benakku.

Ia dengan santai meminum jus tomat mungkin? entahlah yang ia minum berwarna merah.

Ia menyerahkan Semangkuk sereal dan segelas Susu kepadaku. Aku menerimanya karena sarapanku setiap pagi seperti ini. Aku mulai memakan makananku.

"Kevin." Panggilku. Dia hanya menaikkan kedua alisnya yang menandakan ia menjawab, Apa?.

"Bisakah tolong chargerkan Ponselku?. Aku lupa menchargernya,ada di atas nakas dekat tempat tidur." Jelasku, ia mengangguk lalu berjalan menaiki tangga.

Aku kembali memakan sereal dihadapanku. Saat hampir habis, aku mendengar pintu terbuka, tak lama kemudian Ivana datang membawa beberapa stok makanan.

"Pagi Kakak!." Sapanya ramah, aku membalas sapaannya lalu tersenyum.

"Aku sudah menchargernya kak!!." teriak Kevin dari atas. Aku sontak terkejut sehingga hampir saja menyenggol gelas susu yang ada di dekatku.

"Kevin!!!!. Berhenti berteriak!!" Kudengar suara Justin memarahi Kevin. Tak lama kemudian aku melihat Justin berjalah gontai menuju ke kursi di dekatku.

"Selamat pagi kakak!." Ucapnya sambil memasang senyuman yang membuat matanya menyipit. Aku membalas sapaannya.

"Kau masih mabuk?." Tanyaku yang sontak membuat Ivana menoleh,

"Mati saja kau sekalian kak!." Ucap Ivana sarkasme. Aku hanya tertawa saat mendengar gerutuan Justin.

"Aku akan membuatkanmu minumam pereda mabuk." Ucapku lalu menuju ke dapur. Aku membuat minuman pereda mabuk dari bahan seadanya.

Di Korea, nenek selalu mengajarkanku membuatnya. Ah.. aku jadi rindu nenek.

"Ini minumlah!." Ucapku pada Justin, ia meminumnya hingga tandas.

"Terima kasih."

"Sama-sama."

"Aku iri dengan kalian para Demon yang bisa mencicipi makanan dan minuman milik manusia." Ucap Ivana tiba-tiba.

"Apa maksudmu?. Bukankah kau juga manusia?." tanyaku kepada Ivana,

"Kami adalah.." Ucapan Ivana terpotong saat Kevin berteriak dari atas lagi.

"Kak Evaa!!!. Ada panggilan masuk." Aku melihatnya berlari menuruni tangga.

Panggilan masuk?? dari siapa?. Pikirku saat Kevin menyerahkan Ponsel kepadaku.

◎◎◎

ku menerima telefon masuk tersebut yang ternyata dari Hyuna, sahabatku yang ada di Korea Selatan tepatnya di Kota Incheon.

"Ya Hyuna?." Tanyaku sambil bersender di di senderan dapur- entahlah author tidak tahu namanya, ehhehehehe-

"Eva, aku ingin berbicara hal penting padamu." aku mendengar suara Hyuna yang sedikit Gugup bercampur gelisah dan sedih. Perasaanku mulai tidak enak.

Di depanku Ketiga adik Felix yang sedang bercanda membuatku tersenyum sekilas.

"Dengarkan aku baik-baik. Tolong jangan shock ataupun menangis. Eva, aku tahu saat aku mengatakan ini kau akan membenciku." Aku gelisah, kenapa dia tidak to the point saja?.

"Katakan ada apa Hyuna!." Ucapku sedikit membentaknya yang sontak membuat Justin dan kedua adiknya menoleh kepadaku.

"Nenek Ara meninggal Eva." Ucap Hyuna lirih . Aku membulatkan mataku, tanpa sadar air mataku menetes bersamaan dengan tubuhku yang jatuh terduduk.

"Nenek?." lirihku sambil menutup mulutku dengan tangan kananku. Ya Tuhan cobaan apalagi ini. Kedua orang tuaku telah tiada, sekarang Nenekku yang amat kusayangi. Kenapa orang yang kusayangi tiba-tiba pergi satu per satu.

"Kak Eva, ada apa kak?." Tanya Justin sambil menghampiriku. Ia mengelus pelan bahuku,aku menangis terisak.

"Bagaimana bisa Hyuna, bagaimana bisa kau tidak memberi tahuku saat Nenek sakit. Kau jahat Hyunaa!!!." teriakku padanya.

"Eva maafkan aku, tapi nenekmu yang menyuruhku berbuat demikian. Ah iya, nenekmu menitipkan Buku tebal kepadaku.

Mungkin kamu bisa menemukan apa yang kau cari disini. Aku sudah mempaketkannya kepadamu 10 menit yang lalu." Ucap Hyuna, kali ini sambil menahan isakannya.

Aku mematikan panggilannya. Lalu melempar ponselku sembarangan. Aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku. Aku menangis dengan kencang.

"Kak sudahlah!." Ivana berbisik di telingaku

"Aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang Ivana." Aku terisak,

Brak

Samar-samar kudengar suara pintu terbuka dengan keras. Sedetik kemudian aku melihat Felix memelukku. Aku tidak sempat berpikir kenapa Felix bisa secepat ini, aku hanya meratapi takdirku yang buruk seperti ini.

"Apa yang terjadi Justin?." Felix bertanya dengan nada cemas kepada Justin.

"Felix!!." Aku mencengkeram kerah baju Felix lalu menyembunyikan wajahku di dadanya.

"Kenapa takdirku selalu buruk Felix!!." Aku menggeram.

Aku benci dengan kehidupanku, disaat semua mahasiswa selalu bersama-sama dengan kedua orang tuanya, kenapa aku tidak.

Aku sangat dekat dengan orang tua dari Ibu, Kakek dan nenek yang ada di Incheon, tapi sekarang nenek meninggalkan aku juga.

"Kenapa aku juga tidak ikut mati saat kedua orangtuaku tiada!!" Aku berkata lirih.

"Sst.. Eva jangan berkata seperti itu." Felix mengelus punggungku sambil mengeratkan pelukannya.

" Kak Eva sudahlah, jangan menangis!." Ivana yang ada di sampingku berusaha menenangkanku.

"Felix, aku harus kembali ke flatku sekarang." Ucapku sambil melepaskan diri dari pelukannya sambil menatap matanya.

"Aku akan mengantarmu. Tapi.." Felix mengusap air mataku.

"Ayo kita pergi sekarang!!!." rengekku menyela ucapannya.

"Kau masih mengenakan piyama, kau tidak ingin mengganti bajumu?." Ah iya.. Felix mengingatkan ku pada baju tidur yang aku pakai. Aku segera berdiri lalu berlari menaiki tangga.

"Eva pelan-pelan!!." Seru Felix di sampingku, aku terus berlari.

◎◎◎

Author POV

Eva dan Felix turun dari sedan berwarna hitam yang terparkir rapi di halaman Flat.

"Felix, Adik-adikmu tidak pergi ke kampus??." tanyaku sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam lobi.

"Entahlah. Mereka anak-anak yang malas." Jawab Felix lalu mengendikkan Bahunya.

Mereka berdua hendak menutup pintu lift saat seseorang yang Eva kenali memanggil namanya.

"Eva!!!." Yang dipanggil menolehkan kepala,

"Kak Zayn! Huaaaaa kak kenapa mereka semua meninggalkanku!." Eva berlari ke arah pria bernama Zayn tersebut lalu memeluknya.

Zayn mengusap rambut Eva. Namun Felix yang melihat pemandangan itu menjadi marah lalu menepis kasar tangan Zayn dan menarik Eva kembali ke pelukannya.

"Ayo kita ke flatmu Eva!." Ucap Felix penuh penekanan pada kata katanya. Mata Felix berkilat merah bersamaan dengan mata Zayn yang berubah menjadi abu-abu.

"Felix lepaskan!!. Kita hanya teman untuk apa kau bersikap seperti ini!!." Eva mendorong tubuh Felix,

"Siapa dia Eva?." Tanya Zayn saat matanya kembali berwarna hitam kembali.

"Dia hanya teman kampusku." Ucap Eva sambil tersenyum kepada Zayn.

"Felix perkenalkan Zayn adalah kakak sepupuku,ayahku adik dari ibunya. " Terang Eva kepada Felix.

Felix yang berada di dekatnya menahan emosi yang siap meledak kapanpun saat mendengar bahwa Eva mengatakan 'hanya teman'.

Felix langsung berlalu meninggalkan Eva dan Zayn yang entah sedang membicarakan apa. Secepat mungkin dia harus pergi dari sana sebelum emosinya benar-benar meledak.

"Felix!!." Panggil Eva saat melihat Felix berlalu meninggalkannya menuju ke pintu masuk. Namun Felix tidak mendengarkanya. (Felix ambyar gaes wkkwkwkww)

"Sudahlah, biarkan saja dia!." Ucap Zayn sambil menahan lengan Eva saat hendak menyusul Felix,

"Tapi kak.."

"Kau kesini mengambil paket dari Hyuna kan??. Ayo aku antarkan untuk mengambilnya." Zayn merangkul bahu Eva lalu masuk ke dalam Lift. Dalam hatinya Eva merasa gusar dan sedih dengan Sikap Felix.

2034 kata

ASTAGAAAA... AUTHOR EMANG GAADA PERASAAN YA KALO LAGI NGETIK CERITA WKWKWKKWW..

JANGAN LUPA BACA+TINGGALKAN JEJAK YAA.. BISA VOTE BISA JUGA KOMEN

1
liana
thor kpn up lgi?
liana
nextt
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" telah datang memberikan like. Silahkan kunjungi kembali ya. Terimakasih.
Lovely Shihab
kok ceritanya jadi gak karuan. Padahal awal udah bagus banget, kok ini jadi meleceng jauh. Balik ke cerita awal dong yg realitis, romantis dan mencekam. Jujur thor, aku emang gak bisa buat cerita, tapi aku kecewa baca karanganmu. Maaf aku mundur alon2 yach
Jesstoey: Waahh makasih atas masukannya dan maaf atas ketidaknyamanannya ya 😊🙏
total 1 replies
Lovely Shihab
Aaiihhh seru kok, saya suka saya suka
Jungkook wife
Dapat like dari "Istri yang Terabaikan" nih.

Silahkan kunjungi kembali,Ayo kita saling mendukung yaa. Terimakasih.
Puput Octaviani
justin buat saya saja thor😄😄
nazaruddin thamrin
Fresh Nazar selalu senang mampir kasih like mendukung karyamu Thor. Ditunggu like dan komen balikmu ke TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS dan ISTRI YANG TERSIKSA. Kita saling support terus ya.
nur kamila
kak ini sma yg bab 38 sama :(
Jesstoey: hehehhe iya lupa ngga author delete
maaf ya atas ketidaknyamanannya dalam membaca 🙏😊
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Telah datang.

Jangan lupa kunjungi kembali dan like sebanyak - banyak nya ya. Terimakasih.
Dukungan kalian selalu memberikan ku semangat dalam berkarya.
nazaruddin thamrin
Lanjuuut Thor.
Fresh Nazar mampir kasih like lagi mendukungmu. Ditunggu like dan komen balikmu ke TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS dan ISTRI YANG TERSIKSA. Kita saling support terus ya.
fiona berlian
engga kak
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" telah datang membawakan like,Mohon kunjungi kembali dan berikan like sebanyak - banyak nya, Terimakasih.
nazaruddin thamrin
Semangat Thor.
Fresh Nazar mampir kasih like lagi mendukungmu. Ditunggu like dan komen balikmu ke TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS dan ISTRI YANG TERSIKSA. Kita saling support terus ya.
@Ana Marlia
Pelakor lagi
Jungkook wife: "Istri yang Terabaikan" telah datang membawakan like,Mohon kunjungi kembali dan berikan like sebanyak - banyak nya, Terimakasih.
total 1 replies
Jungkook wife
Like telah datang.
"Istri yang Terabaikan" telah update.

Silahkan kunjungi dan berikan like sebanyak - banyak nya yaa. Terimakasih.
يانيح ننشح
lanjut thor
Jungkook wife
Like telah mendarat.

"Istri yang Terabaikan telah UP!"
Jangan lupa mampir dan berikan like dan komentar nya ya. Terimakasih.
Zee Iyoh
tdk ada lanjutannya lagi kah Thor?
Jesstoey: iya sama" ^^
total 3 replies
Zee Iyoh
akhirnya Eva mengeluarkan jurus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!