Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Metode Dasar dan Berita Palsu
Kelompok pengintai yang bersembunyi di balik kegelapan mulai bergerak mundur. "Ayo kita kembali, dan melaporkan pada Patriark Wei," bisik salah satu dari mereka. Ketiga bayangan itu melesat pergi ke arah utara, menuju wilayah kekuasaan Klan Wei.
Di sudut lain, kelompok pengintai kedua juga berbalik. "Ayo, Patriark Gao harus tahu," kata pemimpin mereka dengan suara rendah. Mereka menghilang ke arah timur tanpa meninggalkan jejak.
Di sudut ketiga, bayangan-bayangan terakhir saling bertukar pandang sebelum mundur perlahan. "Ayo, Patriark Sheng harus tahu." Mereka berbalik dan lenyap ke dalam kegelapan malam.
Wang Hao tetap duduk di kursi rotannya. Kesadarannya menyebar ke seluruh penjuru halaman, memastikan tidak ada lagi napas tersembunyi atau bayangan yang mengintai. Ketika keheningan kembali sempurna dan tidak ada lagi pengintai di balik kegelapan, ia bangkit dari kursinya.
Ia melipat kursi rotan itu dan memasukkannya ke dalam cincin ruang. Kemudian ia berjalan masuk ke dalam gudang batu, menutup pintu lalu duduk bersila di atas dipan batu.
Kultivasi Kondensasi Qi lapis pertama sudah cukup stabil. Setiap tetes energi spiritual yang tersimpan di lautan spiritualnya telah dipadatkan dengan sempurna, tanpa celah dan tanpa cacat. Fondasi lapis pertama itu kini sekokoh batu karang yang telah ditempa selama ribuan tahun.
Wang Hao menarik napas panjang dan mulai mengedarkan Teknik Napas Langit Mendalam. Energi spiritual dari udara sekitar berkumpul perlahan, masuk melalui pori-pori kulitnya, mengalir melalui meridian-meridian yang telah terbentuk ulang, dan berkumpul di lautan spiritualnya.
Prosesnya berlangsung lambat, namun Wang Hao tidak terburu-buru. Setiap helai energi spiritual yang masuk diperiksa dengan cermat, dibersihkan dari kotoran-kotoran halus, lalu dipadatkan sebelum disimpan. Ia mengulangi proses ini berkali-kali, membangun lapis demi lapis energi murni di dasar lautan spiritualnya.
Jam demi jam berlalu, malam berganti fajar, fajar berganti pagi.
Ketika sinar matahari pertama menembus celah jendela kecil, Wang Hao membuka matanya. Lautan spiritualnya kini berisi dua lapis energi yang tersusun rapi, masing-masing dipadatkan hingga batas maksimal yang bisa ditampung oleh tubuhnya saat ini.
Kondensasi Qi lapis kedua.
Ia mengepalkan tangannya dan merasakan kekuatan baru yang mengalir melalui meridian-meridiannya. Tidak besar, hanya sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Tetapi fondasinya tidak mungkin bisa dibandingkan dengan kultivator mana pun di dunia ini. Setiap lapis kultivasinya dibangun dengan ketelitian yang hanya dimiliki oleh seseorang yang telah hidup selama puluhan ribu tahun.
Wang Hao bangkit dari dipan batu dan melangkah keluar dari gudang. Cahaya pagi segera menyambutnya, hangat dan cerah di atas halaman belakang Balai Ramuan Giok Hijau.
Belum sempat ia menutup pintu gudang, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah toko depan. Gu Yan berlari ke arahnya dengan wajah penuh kecemasan. Begitu sampai, pria tua itu langsung berbicara dengan napas terengah-engah.
"Pembeli banyak sekali yang datang, sementara Lao Fan hanya mampu membuat lima pil sehari. Bagaimana cara mengatasi ini, Tuan Muda? Aku pusing memikirkan sepanjang malam."
Wang Hao membuka mulutnya untuk menjawab, tetapi langkah kaki lain terdengar dari arah yang sama.
Lao Fan
Dia datang sedikit tergesa-gesa dengan jubah abu-abunya yang masih dipenuhi noda bekas kerja semalaman. Pria tua itu berhenti di samping Gu Yan, lalu berbicara dengan tersengal.
"Aku tidak mampu memenuhi permintaan pembeli. Membuat pil dengan kemurnian delapan puluh persen itu terlalu sulit ternyata untukku."
Wang Hao menatap kedua orang itu sejenak.
Gu Yan dengan wajah pucat karena kurang tidur karena memikirkan banyak pesanan, setelah penjualan pembukaan kemarin.
Lao Fan dengan mata merah dan tangan yang masih gemetar karena terlalu lama bekerja di depan tungku. Keduanya benar-benar kewalahan.
"Teknik pembuatan pil anda masih cenderung kasar," kata Wang Hao datar. "Karena itu prosesnya menjadi lambat."
Lao Fan terdiam, dahinya berkerut, lalu matanya melebar sedikit ketika menyadari kebenaran di balik kata-kata itu. Ia telah bekerja sebagai alkemis selama lebih dari dua puluh tahun, tetapi teknik yang ia gunakan memang masih teknik standar yang diajarkan secara umum. Tidak ada yang pernah mengajarinya metode yang lebih halus.
"Lalu... apakah kau memiliki metode dari gurumu tentang pembuatan pil yang lebih halus, agar tidak memakan waktu?" tanya Lao Fan dengan nada hati-hati.
Wang Hao diam saja. Ia hanya menatap kedua orang tua itu dengan ekspresi kosong, tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun.
Gu Yan dan Lao Fan saling pandang. Keheningan yang canggung menggantung di antara mereka selama beberapa saat. Kemudian Gu Yan menghela napas panjang dan menatap Wang Hao dengan tatapan serius.
"Jika Tuan Muda bersedia memberikan metodenya, kita akan membagi tiga pendapatan penjualan pil."
Mendengar itu, sudut bibir Wang Hao sedikit naik. Inilah yang ia tunggu-tunggu.
Ia berjalan perlahan ke tengah halaman, lalu mengeluarkan kursi rotan dari cincin ruangnya. Ia meletakkannya di bawah sinar matahari pagi, kemudian duduk bersandar sambil memejamkan matanya. Sikapnya begitu santai, seolah-olah dua orang tua di hadapannya tidak ada.
Gu Yan dan Lao Fan merasa sedikit kesal melihat sikap Wang Hao yang acuh tak acuh. Tetapi mereka sadar diri, merekalah pihak yang membutuhkan. Tanpa disadari, Wang Hao telah membuat mereka bergantung kepadanya, dan kini mereka tidak punya pilihan selain menunggu jawabannya.
Wang Hao akhirnya berbicara dengan suara tenang. "Saya bisa membagikan pengetahuan guru saya, tapi hanya metode dasar saja."
Ia membuka matanya sedikit, memandang Lao Fan. "Tapi metode dasar yang saya maksud, cukup membuat Anda menjadi alkemis tingkat dua."
Kedua orang tua itu terkejut mendengar perkataan yang terasa sangat muluk-muluk itu. Alkemis tingkat dua adalah posisi yang hanya bisa dicapai setelah puluhan tahun berlatih. Bahkan di Sekte Awan Ungu, hanya ada dua alkemis tingkat satu. Tingkat dua hampir mustahil ditemukan di kota kecil seperti Kota Lanyu.
"Jika sebelumnya anda hanya mampu membuat lima pil pencahar dengan kemurnian delapan puluh tiga persen dalam satu hari..." Wang Hao melanjutkan, "...dengan metode guru saya, anda bisa membuat satu pil pencahar dengan kemurnian yang sama hanya dalam waktu tiga puluh menit, atau paling lama satu jam."
Mendengar itu, keterkejutan di wajah mereka berubah menjadi keterkejutan total. Lao Fan menggelengkan kepalanya perlahan.
"Tuan Muda, apakah anda sedang membual?"
"Membual atau tidak, anda bisa lihat sendiri saat mempelajarinya."
Gu Yan menoleh ke arah Lao Fan dan mengangguk pelan. Ada keraguan di mata Lao Fan, tetapi lebih banyak rasa ingin tahu yang membakar. Akhirnya ia mengangguk juga.
"Baiklah. Jika metode dari gurumu berhasil, kita bagi hasil penjualan. Lalu kau bisa meminta beberapa hal sebagai imbalan, dengan syarat masih dalam kemampuan kami."
Wang Hao membuka matanya perlahan. "Saya ingin setiap pembagian hasil untuk saya dijadikan batu roh saja. Ini lebih penting untuk kultivator daripada koin emas."
Gu Yan dan Lao Fan mengangguk mengerti. Batu roh memang bisa dijadikan alat jual beli sekaligus untuk berkultivasi. Satu batu roh tingkat rendah setara dengan tiga koin emas, dan nilainya jauh lebih stabil.
"Baiklah, aku setuju. Itu tidak memberatkan," kata Gu Yan.
Wang Hao menutup matanya lagi. "Yang kedua, saya ingin pedang biasa, lalu kertas jimat kosong, beserta tintanya."
Lao Fan mengerutkan dahinya. "Apakah Tuan Muda mengetahui tentang formasi?"
"Sedikit," jawab Wang Hao singkat.
Gu Yan menatap Wang Hao dengan tatapan tidak percaya. Pemuda ini tahu tentang alkemis, tahu tentang ramuan, dan sekarang juga tahu tentang formasi? Terlalu banyak keahlian untuk seseorang yang usianya baru sekitar dua puluh tahun. Tetapi Gu Yan memilih untuk tidak bertanya lebih jauh. Beberapa hal lebih baik dibiarkan tanpa jawaban.
"Baiklah. Semua akan kami siapkan," kata Gu Yan akhirnya.
Wang Hao bangkit dari kursi rotannya. "Kalau begitu, kita mulai sekarang."
*****
Gu Yan membawa Wang Hao dan Lao Fan ke ruang belakang toko tempat tungku alkemis berada, setelah itu Gu Yan kembali untuk menjaga toko depan.
Pengajaran dimulai dari pagi hingga siang, lalu berlanjut hingga sore.
Metode yang diajarkan Wang Hao sebenarnya adalah teknik paling dasar dari Delapan Puluh Satu Teknik Pemurnian Pil Ciptaan Langit, sebuah sistem alkemis yang ia ciptakan sendiri di kehidupan sebelumnya. Namun ia hanya memberikan bagian paling sederhana dari teknik itu, cukup untuk meningkatkan efisiensi Lao Fan tanpa mengungkapkan terlalu banyak.
"Pemanasan tiga tahap yang kau gunakan selama ini tidak salah. Tapi urutannya yang keliru." Wang Hao berdiri di samping tungku sambil menunjuk api yang menyala di bawahnya. "Kau memanaskan bahan paling keras lebih dulu, lalu bahan paling lunak. Itu sebabnya energi spiritual dari bahan lunak menguap sebelum sempat menyatu."
Lao Fan mendengarkan dengan saksama. Ia tidak lagi memandang Wang Hao sebagai pemuda biasa. Setiap kata yang keluar dari mulut pemuda itu mengandung pemahaman yang jauh melampaui apa yang pernah ia pelajari selama dua puluh tahun menjadi alkemis.
"Mulailah dari bahan paling lunak. Panaskan dengan api kecil selama sepertiga waktu total. Lalu masukkan bahan sedang dengan api sedang. Terakhir, bahan paling keras dengan api besar." Wang Hao melipat tangannya. "Dengan urutan ini, semua energi spiritual terserap sempurna ke dalam pil."
Lao Fan mengikuti instruksi itu dengan hati-hati. Tangannya yang semula gemetar kini bergerak dengan percaya diri. Ketika ia menyelesaikan prosesnya dan membuka tutup tungku, sebongkah pil berwarna hijau muda dengan kilauan samar terbaring di dalamnya.
"Setengah jam..." bisik Lao Fan tidak percaya. "Hanya setengah jam..."
Ia mengambil pil itu dengan jari-jarinya yang gemetar, memeriksanya di bawah cahaya lampu. Warnanya bersih, bentuknya bulat sempurna, dan energi spiritual yang terpancar darinya stabil. Kemurniannya mencapai delapan puluh persen, sama seperti pil yang dibuatnya dengan metode lama, tetapi kali ini hanya memakan waktu setengah jam.
Lao Fan menatap Wang Hao dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak bisa menutupi kesenangannya. "Tuan Muda... metode ini... ini luar biasa. Aku... aku ingin memanggilmu Guru. Izinkan aku menjadi muridmu."
Wang Hao mengangkat tangannya untuk menghentikan kata-kata Lao Fan. "Saya masih muda, tidak mungkin memiliki murid setua anda."
Lao Fan terkekeh mendengar penolakan halus itu. Ia mengangguk mengerti, meskipun di dalam hatinya ia sudah menganggap Wang Hao sebagai gurunya, terlepas dari apa pun yang dikatakan pemuda itu.
Tiba-tiba suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari depan. Gu Yan muncul di pintu ruang belakang dengan wajah panik.
"Tuan Muda! Lao Fan! Ada masalah besar!"
Wang Hao menoleh dengan tenang. "Apa yang terjadi?"
"Tiga klan besar... Klan Wei, Klan Gao, dan Klan Sheng... mereka mengirimkan orang untuk menyebarkan berita palsu!" Gu Yan menyeka keringat di dahinya yang mengucur deras. "Mereka mengatakan bahwa pil pencahar milik Balai Ramuan Giok Hijau adalah palsu dan dilebih-lebihkan! Mereka bilang tokoku hanya toko ramuan yang tidak pernah menjual pil, jadi pil kami pasti tidak bisa dipercaya!"
Lao Fan mengepalkan tangannya dengan marah. "Berani sekali mereka! Itu tuduhan palsu!"
Wang Hao tetap tenang. Tangannya masih terlipat di dada, dan ekspresinya tidak berubah sedikit pun. Berita palsu yang disebarkan oleh tiga klan besar adalah taktik kotor yang sudah terlalu sering ia lihat selama puluhan ribu tahun hidupnya.
"Biarkan mereka," katanya datar.
Gu Yan dan Lao Fan menatapnya dengan kaget. "Tuan Muda... apa maksudmu?"
"Mereka menyebarkan berita palsu karena mereka takut. Mereka tahu pil kita lebih baik dari apa pun yang mereka miliki, dan mereka tidak bisa menyaingi kualitasnya. Jadi mereka mencoba merusak nama kita." Wang Hao berjalan ke arah pintu. "Tapi kualitas selalu berbicara lebih keras daripada tuduhan palsu."
Ia berhenti di ambang pintu dan menoleh ke belakang. "Lao Fan, mulailah membuat pil dengan metode baru, lalu buat sebanyak mungkin. Tuan Gu, anda jual pil-pil itu dengan harga yang sama, sepuluh koin emas per butir. Jangan turunkan harga, jangan beri diskon. Justru karena mereka menyerang kita, kita harus menunjukkan bahwa produk kita tidak ternilai murah."
"Tapi berita palsu itu..."
"Akan hancur dengan sendirinya begitu orang-orang mencoba pil kita." Wang Hao melangkah keluar. "Pembeli pertama yang membuktikan sendiri khasiat pil kita akan menjadi saksi terbaik. Biarkan mereka yang membungkam tuduhan itu, bukan kita."