NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Makan malam

" Kita di undang jamuan makan malam di kediaman Ayahanda raja ibunda ratu sudah tidak sabar bertemu dengan Puteri Agung, " Kata Yan Qian sembari mengulurkan tangannya ke arah Anya membantu gadis itu naik ke punggung si hitam kuda kesayangan Yan Qian,

Anya sedikit bergetar menahan gejolak hati nya yang benar-benar takut sekali, kalau Kaisar dan Permaisuri nya begitu jahat seperti di film-film ia memutar lehernya kebelakang.

" Apakah Ayahanda raja dan Ibunda ratu itu baik? Atau tidak? " Tanya Anya begitu pelan membuat lelaki yang biasanya dingin dan kasar itu nenarik kedua sudut bibirnya

"Ayahanda raja dan Ibunda ratu sangatlah baik kau jangan lah takut kepada mereka!. Karena mereka sangatlah baik sekali " Jelas Yan Qian dengan suara lembut menenangkan

Anya merasa tenang walaupun dirinya tahu itu tidak akan berlangsung lama, karena ia akan menginjakkan kaki di sebuah istana baru kali ini dalam hidupnya menginjakkan kaki di istana seorang Kaisar.

Ia harus sopan santun yang pastinya, jantungnya berdebar seakan ingin lepas dari raganya — Anya menatap lurus menara Putih kerajaan Teratai Emas sudah terlihat jelas. Bendera berwarna putih dengan lambang Bunga teratai emas terlihat jelas di depan mereka,

" Kita sudah sampai Puteri Agung " Kata Yan Qian dengan suara penuh misteri

" Sembah Putera mahkota Yan Qian dari Dinasti Yan, Sembah Puteri Agung Sari Mayang Lii Dari Dinasti Lii semoga para leluhur memberkati keduanya. Hidup calon penerus kerjaaan Teratai Emas! "

Sembah dari para Rakyat dan prajurit menggema di udara. Yan Qian berserta pengawal nya menghentikan kuda mereka di depan gerbang masuk kediaman yang mengelilingi Kerajaan yang sangat besar sekali,

Keduanya turun dari Kuda, dengan kaki bergemetar Anya berjalan di sisi Yan Qian beberapa dayang-dayang dan pengawal istana memberi sembah kepada keduanya. Anya jadi sadar status orang di zaman dulu begitu-begitu berharga sekali sampai di sembah-sembah, begitu pikirnya

" Mari kita hampiri Ayahanda dan Ibunda di ruang makan " Ajak Yan Qian sembari memegang tangan Anya membuat gadis itu terdiam melihat perilaku sosok tersebut, ingin protes namun ia tidak bisa karena ia tidak punya kuasa mau di larang hanya menimbulkan kegaduhan.

Anya memperhatikan sekelilingnya begitu mewah sekali bangunan nya, bukan hanya itu ukiran-ukiran kayu terasa hidup Aroma bunga-bunga yang khas menusuk ke dalam indra penciuman gadis itu.

Istana yang begitu besar menyimpan banyak kenangan bagi seluruh yang tinggal di Istana, Begitu indah dan mewah sekali — seperti berada dialam mimpi.

" Cantik sekali " Gumam Anya saat mereka melewati taman bunga yang sangat indah ada air mancur yang begitu indah, seolah air itu jatuh ke kolam dengan — tidak di sengaja sangat indah belum. Lagi kupu-kupu warna warni yang berterbangan di udara,

Keduanya terhenti di sebuah ruangan yang tertutup. Para Pengawal istana menekuk lutut mereka tangan mereka di depan dada,

" Sembah Yang Mulia Putera Mahkota Yan Qian dan Sembah Yang Mulia Puteri Agung Sari Mayang Lii, " Sembah kedua Pengawal tersebut

" Kami terima sembah kalian!, Buka kan lah pintu ruangan ini! " Kata Yan Qian Dengan suara tegas

" Laksanakan Tuan " Kedua Pengawal tersebut membukakan pintu masuk tersebut, pintu terbuka terdengar suara decitan yang menggelegar.

Terlihat disana ada sosok lelaki berwibawa berjubah emas dengan mahkota, yang menghiasi kepala nya — di sebelah lelaki tersebut seorang wanita dengan jubah warna emas dengan sangul yang begitu indah dan jepitan khas istana. Begitu indah dan anggun sekali

" Sembah Yang Mulia Ayahanda Raja dan Sembah yang Mulia Ibunda ratu, semoga para leluhur memberkati Ayahanda raja dan Ibunda ratu " Sembah keduanya

" Berdirilah anakku! " Perintah tersebut membuat keduanya bangkit dari sembahnya,

" Mari kita makan bersama, jangan sungkan calon menantu ku " Kata Kaisar Yan Zhouza

" Terimakasih Yang Mulia Kaisar " Sahut Anya sopan membuat Yan Qian menoleh lalu membisikan " Tumben kau sopan? " Bisiknya Anya langsung menoleh menatapnya tajam,

" Sejak kapan aku tidak sopan? " Tanya Anya begitu kesal

" Sudahlah kalian tidak usah bertengkar!, kita akan makan malam " Suara berwibawa Kaisar terdengar membuat Anya dan Yan Qian menganggukkan kepalanya.

Keduanya duduk di meja yang sudah di sediakan, begitupun Kaisar dan Ratu mereka makan bersama Anya benar-benar bersyukur bisa berhadapan langsung dengan kaisar ia begitu terharu sekali seumur hidupnya baru kali ini makan bersama keluarga bangsawan

" 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬-𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘠𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘡𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢. 𝘔𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮? " Batin Anya

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!