NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Alam Mimpi Yulan

Damon berbaring kelelahan di atas lantai ruangan apartemen seusai dia bertarung melawan hantu perempuan yang berhasil dia kalahkan.

Sekujur badannya terasa letih karena tenaganya terkuras habis. Ia menatap langit-langit di atasnya dengan nafas teratur berirama pelan.

Damon menarik nafas, meletakkan tangannya ke atas dahi, pikirannya terfokus serius.

Sedetik kemudian, ia terpejam lelap, dengkuran suaranya terdengar halus saat ia jatuh tertidur.

Damon memutuskan kembali ke kamar apartemen dan menempati gedung suram ini sebab ia tidak lagi punya pilihan untuk tinggal dimana sedangkan ia tidak memiliki sepersen pun uang buat membayar uang sewa kontrakan di Qinghe yang terkenal mahal.

Rasa letih di tubuh Damon mulai berkurang seiring dia beristirahat serta tertidur nyenyak.

Suasana di kamar apartemen, tempat Damon tinggal saat ini terasa sunyi namun sejuk, membuat Damon merasakan ketenangan saat dirinya beristirahat.

"Kling...!"

Damon memasuki alam mimpi karena lelapnya dia tertidur nyenyak.

Tantangan pertama untuk tinggal di apartemen dan menghadapi makhluk tak kasat mata berhasil Damon lewati. Namun level pertama masih belum sukses ia lewati. Karena target utamanya yaitu memburu Succubus dan Incubus belum Damon dapatkan.

"Kling... !"

Gemerincing suara gelang berbunyi merdu, membentuk alunan irama yang menghanyutkan sehingga Damon semakin hanyut dalam alam mimpi, diluar alam sadarnya, ia terlihat berjalan jauh sendirian di area sunyi nan gersang.

"Apa yang kau cari disini sendirian ?"

Terdengar suara menyapa Damon dari arah atas.

Damon menoleh ke arah suara itu berasal, dilihatnya seorang perempuan bertanduk satu dengan tubuh berwarna ungu sedang duduk di atas dahan pohon Magnolia yang bermekaran.

Perempuan bertanduk satu dengan rambut panjang berwarna ungu tersenyum kepadanya ramah.

"Apa kabar ?" sapanya sembari melambaikan tangan serta tertawa renyah.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya, kurasa kita baru saling melihat sekarang ?" sahut Damon dengan bertanya.

"Kenalkan namaku Yulan. Kau benar kita baru saja saling bertemu sekarang, tapi tidak menghalangi kita saling berkenalan." kata sosok perempuan bertanduk satu itu pada Damon.

Yulan tertawa pendek, senyumnya manis, sedangkan rambut panjangnya yang berwarna ungu berkibar tertiup angin.

"Namamu Damon, bukan ?" sapa Yulan. "Selamat datang di alam mimpi."

Damon mengernyitkan dahi, menatap serius Yulan yang duduk santai di dahan pohon Magnolia.

"Alam mimpi..." Batin Damon, pikirannya langsung fokus, teringat akan pesan Muchen tentang misi yang dia emban yaitu memburu Succubus.

Damon menoleh kembali pada Yulan sembari terus berpikir serius.

"Kau tinggal disini." kata Damon.

"Ya, benar. Aku tinggal di alam Magnolia serta penghuni abadi alam ini." sahut Yulan.

"Yulan, ya..." gumam Damon dengan anggukan kepala ringan. "Dan kau sendirian tinggal disini."

"Ya, aku tinggal seorang diri disini. Sebab alam ini adalah alam kepunyaanku. Yulan." sahut Yulan.

"Apa disana rumahmu ?" tanya Damon seraya menatap ke arah deretan pohon Magnolia yang rindang.

"Ya, aku tinggal di sini. Memangnya kau ingin tinggal bersama ku jika kau ingin maka aku akan membantu mu." sahut Yulan.

Yulan mengulurkan tangan ke arah Damon seraya tersenyum manis, lesung pipi nya terlihat jelas.

"Ikutlah denganku, Damon." ajak Yulan.

"Tapi aku punya tempat tinggal sekarang." sahut Damon.

"Tinggalkan saja rumahmu lalu ikut bersama ku disini dan tinggal selamanya di alam mimpi Magnolia ini." lanjut Yulan.

"Tapi disini tidak ada hiburan, dan aku tidak suka." kata Damon.

"Kau tidak suka di sini kalau begitu biar aku hibur supaya kau suka di sini." kata Yulan.

"Apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Damon.

"Akan aku tunjukkan bakatku padamu." sahut Yulan seraya tersenyum manis.

Yulan mengeluarkan sebuah alat musik berupa Lute berbentuk buah pir dengan empat senar. Instrumen ini biasanya dipetik dengan kuku palsu dan sangat populer karena teknik bermainnya yang bisa menghasilkan melodi dengan cepat.

"Triiing..."

Satu petikan terdengar tajam dari pipa Yulan ketika ia memainkannya.

"Apa kau siap tenggelam bersamaku dalam mimpi indah, Damon...." ucapnya tegas.

Damon hanya membalas dengan senyuman tipis tanpa bereaksi sedikit pun.

Yulan mulai memainkan nada pada Lute ditangannya, pelan lalu terdengar kuat namun berirama lembut.

Alunan musik yang Yulan mainkan terasa menghanyutkan, seakan-akan ada rasa anggur memabukkan disetiap alunan nya sehingga melenakan setiap pendengar nya.

Yulan semakin serius memainkan alat pipanya, suara alunan musik nya terdengar berirama kuat serta semakin tajam seperti menarik jiwa bagi yang mendengarkan lagu itu.

"Triiing..."

Secercah sinar tajam menelusup kilat diantara gerakan tangan Yulan ketika dia memainkan pipa miliknya.

Suara musik dari pipa Yulan terdengar magic, menggetarkan hati yang mendengarkannya.

Damon merasakan detak jantungnya bertambah cepat, keras, perlahan-lahan mengeras.

"Ugh... ?!" keluh Damon sembari memegang dadanya yang sakit. "Apa yang terjadi dengan ku?"

Damon semakin menundukkan kepala, badannya condong maju sedangkan wajahnya berubah pias. Ia merasakan jantungnya sakit seperti tertarik keluar.

Keringat dingin mulai mengalir deras, Damon hampir tersungkur jatuh.

Alunan musik pipa Yulan mampu merusak irama jantung Damon yang tercabik-cabik kuat.

Damon semakin merunduk, pandangan matanya nanar serta tubuhnya mulai condong ke kanan dan ke kiri, sempoyongan.

Ia terus memegangi dadanya yang kesakitan.

"Apa ini lelucon konyol tentang mereka ?" ucapnya mencoba bertahan kuat.

Suara musik dari pipa Yulan semakin kuat terdengar, sedangkan gerakan Jari-jarinya menari lincah di antara senar tipis pipa.

Suasana berubah disekeliling mereka, warna lembayung memenuhi area sekitar tempat itu.

Seperti ada kabut tipis bergerak menyelubungi sekitar mereka, perlahan namun menebal cepat.

Tiba-tiba Yulan tertawa, tapi gerakan jarinya yang berkuku palsu masih bergerak lincah di empat senar pipanya. Ia diam di tempat seraya memainkan alat musiknya.

"Kau tahu Damon bahwa aku menginginkan jiwa durjana mu. Dan aku berniat memiliki dirimu." ucap Yulan.

Damon tak berkutik, dia diam sembari menundukkan pandangan.

Yulan tertawa pelan lalu berkata lembut.

"Kau tidak bisa lari kemana-mana sebab aku akan menguasai dirimu sepenuhnya, Damon."

Damon berusaha kuat tetap tersadar, ia mencoba bangkit dari tekanan yang diciptakan ilusi oleh Yulan.

Seketika suasana berubah menjadi padang bunga Magnolia yang luas bahkan tak ada celah di area itu. Dan Damon sendirian berada di tengah-tengah padang bunga Magnolia bermekaran.

Aroma Magnolia tercium kuat, menenggelamkan kesadaran Damon seperti bunga-bunga itu sedang memanggil dirinya masuk lebih dalam ke alam mimpi.

Yulan tertawa renyah, ia berjalan diantara mekarnya bunga Magnolia dengan pipa warna ungu ditangannya. Ia mendekat ke arah Damon berada saat ini.

"Damon..." sapanya lembut sembari mengulurkan tangan ke arah Damon yang tertunduk kesakitan.

"Triiing..."

"Damon... Ikutlah denganku..." ajak Yulan.

"Ugh... " Damon semakin merasakan kesakitan pada dadanya ketika Yulan menghampiri dirinya.

"Damon..." bisik suara Yulan bagaikan bunyi seruling bambu.

"Kenapa dadaku bertambah sakit ?" batin Damon, ia palingkan muka ke arah Yulan yang berjalan menghampirinya.

Yulan tampak tersenyum, ia memegang pipa seperti senjatanya.

Kilauan cahaya terang berkilauan muncul disekitar Yulan berjalan menuju Damon, sembari berkata.

"Apa yang kau rasakan sekarang ini, Damon ?" bisiknya lembut.

Samar-samar terlihat senar tipis itu menjulur panjang ke arah Damon, keempat senar pipa itu bergerak pelan seperti menari-nari.

Damon menyipitkan pandangan matanya, senar-senar itu terpantul cahaya terang yang mengenai kedua matanya, menyilaukan hingga Damon kesulitan melihat ke arah Yulan.

Tiba-tiba Yulan telah berada tepat di hadapan Damon, ia tersenyum sangat manis sembari menundukkan pandangan matanya. Hening tiga detik. Lalu dari arah bibir merekah Yulan keluar asap putih menggumpal tebal ke arah Damon.

Asap itu seakan-akan menyedot nafas Damon seperti memaksa jiwa milik Damon terhirup masuk ke diri Yulan.

Jiwa Damon semakin tertarik kuat oleh hisapan asap putih dari mulut Yulan. Nafas Damon tercekat saat asap itu menyelimuti dirinya, ia merasa tercekik dan tak mampu melawan. Bibirnya terasa kering, tulang-tulang nya turut mengering oleh hisapan asap tebal milik Yulan. Kedua mata Damon melotot saat Yulan menghisap jiwanya di alam mimpi miliknya.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!