Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.
Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.
Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: FINAL MELAWAN SEKTE PEDANG LANGIT
BAB 35: FINAL MELAWAN SEKTE PEDANG LANGIT
Arena utama Lembah Ujian dipenuhi lautan manusia.
Semua pertandingan sebelumnya telah selesai.
Kini hanya tersisa dua peserta.
Chen Mo dari Sekte Awan Hijau.
Dan Feng Yun dari Sekte Pedang Langit.
Pertarungan ini akan menentukan juara Ujian Antar Sekte tahun ini.
Di tribun penonton, para murid dari berbagai sekte terlihat bersemangat.
Bahkan para penatua yang biasanya tenang ikut memperhatikan arena dengan serius.
Tidak ada yang menyangka Sekte Awan Hijau mampu mencapai tahap ini.
Terlebih lagi melalui Chen Mo.
Murid yang beberapa bulan lalu bahkan tidak dianggap istimewa.
Chen Mo berdiri di salah satu sisi arena.
Ia menghela napas panjang.
"Akhirnya sampai juga."
gumamnya.
Di bahunya, Rubah Awan Kecil mengeluarkan suara pelan.
Seolah memberi semangat.
Lin Qingyue berdiri tidak jauh dari arena.
Tatapannya tetap tenang seperti biasa.
Namun dalam hatinya, ia juga merasa tegang.
Lawan kali ini berbeda.
Feng Yun adalah murid nomor satu generasi muda Sekte Pedang Langit.
Kultivasinya sudah berada di puncak Tingkat Pemula Tinggi.
Selain itu, ia terkenal karena kecepatan pedangnya yang luar biasa.
Di sisi lain arena, Feng Yun perlahan melangkah maju.
Ia mengenakan jubah putih kebiruan.
Pedang panjang tergantung di pinggangnya.
Tatapannya tajam seperti mata elang.
Saat melihat Chen Mo, ia sedikit mengangguk.
"Aku mengakui kemampuanmu."
katanya.
"Itu pujian atau ancaman?"
tanya Chen Mo.
"Pujian."
"Oh."
Chen Mo tampak sedikit lega.
Feng Yun terdiam.
Ia mulai mengerti kenapa banyak orang merasa kesal setelah berbicara dengan pemuda ini.
Seorang penatua melangkah ke tengah arena.
"Hari ini adalah pertandingan final."
katanya lantang.
"Pemenangnya akan menjadi juara Ujian Antar Sekte tahun ini."
Sorakan langsung menggema.
Penatua itu mengangkat tangannya.
"Laga dimulai!"
Wush!
Hampir bersamaan dengan suara itu menghilang, Feng Yun sudah bergerak.
Kecepatannya begitu tinggi hingga meninggalkan bayangan samar.
Mata Chen Mo langsung menyipit.
Cepat.
Jauh lebih cepat dibanding semua lawan sebelumnya.
Kilatan cahaya muncul.
Pedang Feng Yun telah tiba di depan tubuhnya.
Clang!
Perisai Awan Halus langsung aktif.
Kabut putih muncul.
Namun tubuh Chen Mo tetap terdorong beberapa langkah ke belakang.
Penonton langsung berseru.
Serangan pertama saja sudah menunjukkan perbedaan kelas.
Feng Yun tidak berhenti.
Pedangnya kembali bergerak.
Satu tebasan.
Dua tebasan.
Tiga tebasan.
Puluhan bayangan pedang memenuhi arena.
Teknik Pedang Kilat.
Teknik andalan Sekte Pedang Langit.
Setiap serangan datang dari sudut berbeda.
Sulit diprediksi.
Sulit dihindari.
Bahkan lebih sulit ditahan.
Chen Mo terus bergerak mundur.
Perisai Awan Halus bekerja tanpa henti.
Namun tekanan yang diterimanya jauh lebih besar dibanding pertarungan sebelumnya.
"Kali ini benar-benar merepotkan."
gumamnya.
【Analisis Lawan Dimulai】
【Teknik Pedang Kilat Terdeteksi】
【Menganalisis Pola Gerakan】
Notifikasi sistem muncul cepat.
Chen Mo merasa sedikit lega.
Setidaknya kali ini sistem tidak menampilkan pesan error aneh.
Feng Yun kembali menyerang.
Pedangnya berubah menjadi kilatan cahaya.
Clang!
Clang!
Clang!
Suara benturan terus bergema.
Kabut putih Perisai Awan Halus mulai bergetar hebat.
Bahkan beberapa bagian hampir hancur.
Penonton mulai berpikir pertandingan akan segera berakhir.
Namun Chen Mo tetap bertahan.
Fondasinya yang telah dimurnikan selama bertahun-tahun menunjukkan hasil.
Energinya jauh lebih stabil dibanding kultivator lain pada tingkat yang sama.
Sepuluh jurus.
Dua puluh jurus.
Tiga puluh jurus.
Wajah Feng Yun mulai berubah.
Ia menyadari sesuatu.
Chen Mo memang lebih lemah dalam serangan.
Namun daya tahannya sangat mengerikan.
Seolah energi spiritualnya tidak ada habisnya.
"Kau benar-benar aneh."
kata Feng Yun.
"Aku sering mendengar itu."
jawab Chen Mo.
"Kau menganggap itu pujian?"
"Tergantung siapa yang mengatakannya."
Beberapa penonton langsung tertawa.
Feng Yun menghela napas.
Bahkan saat bertarung pun orang ini masih bisa bercanda.
【Analisis Selesai】
【Pola Pedang Terdeteksi】
【Titik Lemah Ditemukan】
Mata Chen Mo sedikit berbinar.
Akhirnya.
Sistem berhasil menyelesaikan analisis.
Meski Feng Yun sangat cepat, setiap teknik tetap memiliki pola.
Dan sistem berhasil menemukannya.
Chen Mo mulai berubah.
Jika sebelumnya ia hanya bertahan, kini ia mulai bergerak lebih aktif.
Langkahnya menjadi lebih ringan.
Gerakannya lebih efisien.
Beberapa tebasan yang sebelumnya sulit dihindari kini berhasil dilewati dengan jarak tipis.
Feng Yun langsung menyadarinya.
"Kau mulai membaca gerakanku?"
tanyanya.
Chen Mo tersenyum.
"Sedikit."
Feng Yun tidak menjawab.
Namun tatapannya menjadi semakin serius.
Boom!
Aura pedang yang lebih kuat meledak dari tubuh Feng Yun.
Rambutnya berkibar tertiup angin.
Energi spiritual mengalir deras ke pedangnya.
"Satu jurus terakhir."
katanya.
Penonton langsung menahan napas.
Mereka tahu jurus pamungkas akan segera digunakan.
Langit di atas arena seolah dipenuhi cahaya.
Pedang Feng Yun memancarkan kilatan putih terang.
Kemudian...
Ia menebas.
Wush!
Sebuah garis cahaya raksasa melesat ke arah Chen Mo.
Tekanan yang dihasilkan membuat sebagian penonton pucat.
Bahkan Lin Qingyue tanpa sadar mengepalkan tangannya.
Namun saat itu juga...
Sistem memberi peringatan.
【Peluang Kemenangan: 12%】
【Menghitung Jalur Terbaik】
【Jalur Ditemukan】
Mata Chen Mo langsung fokus.
Tubuhnya bergerak mengikuti petunjuk sistem.
Teknik Pernapasan Awan Tenang beroperasi penuh.
Perisai Awan Halus aktif maksimal.
Ia melangkah ke depan.
Bukan mundur.
Bukan menghindar.
Melainkan maju.
Boom!
Benturan dahsyat mengguncang arena.
Kabut putih dan cahaya pedang saling bertabrakan.
Debu memenuhi udara.
Penonton tidak bisa melihat apa pun.
Beberapa saat kemudian...
Asap perlahan menghilang.
Dua sosok masih berdiri.
Namun salah satunya terlihat goyah.
Feng Yun menatap pedangnya.
Di bagian ujung pedang terdapat retakan kecil.
Kemudian ia tersenyum pahit.
"Aku kalah."
katanya pelan.
Tubuhnya kehilangan keseimbangan.
Dan jatuh berlutut.
Arena langsung sunyi.
Tidak ada yang langsung bereaksi.
Karena semua masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.
Beberapa detik kemudian...
Sorakan besar meledak.
"Chen Mo menang!"
"Juara!"
"Juara Ujian Antar Sekte!"
Suara itu menggema ke seluruh lembah.
Penatua pengawas berdiri.
Auranya menyebar ke seluruh arena.
Kemudian ia mengumumkan hasil akhir.
"Pemenang dan Juara Ujian Antar Sekte tahun ini..."
"Chen Mo dari Sekte Awan Hijau!"
Sorakan kembali mengguncang arena.
Murid-murid Sekte Awan Hijau hampir tidak percaya.
Beberapa bahkan berteriak kegirangan.
Penatua Li tersenyum lebar.
Sementara Lin Qingyue akhirnya memperlihatkan senyum tipis yang jarang muncul.
Di tengah sorakan itu, Chen Mo berdiri diam beberapa saat.
Lalu...
Bruk.
Ia langsung duduk di atas arena.
"Akhirnya selesai."
gumamnya.
Tubuhnya terasa seperti akan hancur.
Energi spiritualnya hampir habis.
Feng Yun yang masih duduk tidak jauh darinya memandang heran.
"Kau tidak terlihat seperti seorang juara."
katanya.
Chen Mo tertawa kecil.
"Aku juga tidak merasa seperti juara."
Kemudian ia berbaring telentang di atas arena.
Menatap langit biru.
Senyum lebar muncul di wajahnya.
Setelah tiga tahun dianggap tidak berguna...
Setelah tiga tahun ditemani sistem yang selalu terlihat rusak...
Akhirnya ia berhasil membuktikan dirinya.
Bukan hanya kepada orang lain.
Tetapi juga kepada dirinya sendiri.
Namun Chen Mo belum menyadari satu hal.
Kemenangan hari ini bukanlah akhir.
Melainkan awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.
Karena mulai sekarang...
Nama Chen Mo dan Sekte Awan Hijau akan dikenal oleh seluruh wilayah.