NovelToon NovelToon
JERAT GAIRAH DI BALIK KABUT

JERAT GAIRAH DI BALIK KABUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: nazla bibah

Di Lembah Shrouded yang selalu dikepung oleh kabut magis beracun, Mayang, seorang gadis desa dengan kecantikan memikat namun menyimpan rahasia darah kuno, terpaksa melanggar aturan malam demi mencari obat untuk ibunya. Di tengah pekatnya kabut, ia tersesat dan diselamatkan oleh Dion, seorang pemburu bayaran tangguh yang ditakuti karena memiliki kekuatan mengendalikan kabut.
Pertemuan di pondok terisolasi malam itu menyalakan api gairah yang tak tertahankan di antara keduanya. Namun, hubungan mereka bukan sekadar romansa biasa. Ada misteri besar yang menyelimuti asal-usul mereka: kutukan kabut yang perlahan mulai memakan korban di lembah ternyata berkaitan erat dengan masa lalu Dion yang kelam dan kekuatan tersembunyi di dalam tubuh Mayang.
Unsur-Unsur Utama dalam Cerita:
Sisi Fantasi: Keberadaan Lembah Shrouded, makhluk-makhluk mistis yang bersembunyi di balik kabut, klan kabut kuno, serta sihir elemental yang dimiliki oleh Dion dan kekuatan penyembuhan/mistis dari Mayang.
Sisi Misteri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazla bibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: DIMENSI YANG HILANG

Rasa sakit yang luar biasa dahsyat menghujam leher kokoh Dion saat rantai besi berduri hitam itu melilitnya tanpa belas kasihan. Aliran petir kutukan berwarna keunguan yang keluar dari sela-sela besi kuno itu merambat cepat menembus nadinya, membakar paksa sisa-sisa energi sihir kabut perak yang baru saja membubung tinggi di dalam tubuh tegapnya. Pria itu bahkan tidak sempat menapakkan kakinya di atas lantai batu gua vulkanik sebelum akhirnya tubuh besarnya terseret masuk, amblas ke dalam pusaran dimensi kegelapan yang berputar liar di balik dinding gua.

SREEEKKK!

Dion terlempar menghantam hamparan tanah yang tandus dan dingin. Sensasi panas dari lava cair gua vulkanik sebelumnya seketika lenyap, digantikan oleh hawa mati yang luar biasa pekat dan membekukan. Pria itu terengah-engah rendah, mengusap lehernya yang kini menyisakan bekas luka bakar hitam berbentuk lilitan rantai.

Sepasang mata elang Dion yang masih menyisakan sisa pendar ungu murni langsung bergerak liar, menyapu tajam ke sekeliling ruangan baru tempatnya terdampar. Tempat ini bukanlah bagian dari Lembah Shrouded. Langit di atas kepalanya berwarna abu-abu kelam tanpa ada matahari maupun bulan, melainkan hanya kepulan kabut hitam raksasa yang bergerak lambat menyerupai pusaran badai yang tersekap.

Di sekelilingnya, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan tanah retak berwarna hitam pekat yang dipenuhi oleh ribuan pedang dan tombak kuno yang telah berkarat, tertancap acak di atas tanah seperti batu nisan di pemakaman massal para ksatria purba.

‘Dimensi Bayangan... Ruang Isolasi Jiwa,’ batin Dion seketika mengenali tempat terkutuk ini dari peringatan yang pernah disampaikan oleh mendiang ayahnya. Ini adalah dimensi buatan yang diciptakan oleh pendiri Sekte Bayangan Darah ratusan tahun lalu, sebuah penjara magis yang digunakan untuk mengurung dan melemahkan kekuatan para pengguna sihir naga sebelum esensi darah mereka diperas habis.

Dion mencoba bangkit berdiri tegak dengan perlahan. Namun, detik berikutnya, lutut tegap pria itu bergetar hebat. Rasa lemas yang teramat sangat tiba-tiba mendera seluruh otot tubuhnya. Tekanan atmosfer di dalam dimensi ini dirancang khusus untuk menyerap gravitasi dan mengunci aliran energi naga di dalam darahnya hingga ke titik terendah. Tato naga di sepanjang punggung bidangnya kini merosot pudar, menyisakan warna kelabu yang dingin.

"Hahaha... selamat datang di akhir perjalananmu, Dion sang Pemburu!"

Sebuah suara bariton yang sarat akan keangkuhan menggema dari arah depan, memutus kesunyian dimensi mati tersebut. Dari balik kepekatan kabut hitam, melangkah keluar sesosok pria paruh baya mengenakan jubah kebesaran berwarna merah darah yang disulam dengan benang emas berlambang mata satu. Di kepalanya, sebuah mahkota duri hitam tampak berkilauan memancarkan aura kutukan yang pekat.

Pria itu adalah wujud asli dari Tuan Besar Sekte Bayangan Darah—Zarkos. Bukan lagi sekadar proyeksi ilusi magis seperti yang Dion hadapi sebelumnya, melainkan tubuh fisik aslinya yang memancarkan tekanan sihir tingkat tinggi yang sanggup meremukkan tulang manusia biasa dalam sekejap.

Di tangan kanan Zarkos, sebuah tongkat sihir hitam berkepala tengkorak manusia tampak berpendar merah keemasan, menahan ujung rantai besi berduri yang masih melilit longgar di atas tanah dekat kaki Dion.

Dion menatap Zarkos dengan pandangan mata elangnya yang teramat pekat, tajam, dan dipenuhi oleh harga diri predator puncak yang menolak untuk tunduk. Meskipun tubuh manusianya saat ini sedang dilemahkan secara ekstrem oleh dimensi ini, aura dominan dan ketenangan dingin dari sang pemburu nomor satu klan sama sekali tidak goyah sedikit pun. Pria itu menyeka sisa darah di sudut bibir tampannya menggunakan punggung tangan, lalu menggenggam erat belati perak pusakanya yang kini tidak lagi memancarkan cahaya.

"Kamu harus menggunakan cara selicik ini hanya untuk menyeretku ke tempat ini, Zarkos?" desis Dion, suaranya terdengar sangat rendah dan berat, bergaung menantang di tengah keheningan. "Rupanya ketakutan Sekte Bayangan Darah terhadap nama besar Klan Kabut masih belum sembuh sejak kekalahan kalian seratus tahun lalu."

Zarkos menyunggingkan senyum tipis yang teramat kejam di wajahnya yang keriput. "Sombong sekali untuk ukuran seekor binatang buruan yang sudah masuk ke dalam perangkap. Klan Kabut-mu itu kini hanyalah sekumpulan orang tua ringkih dan wanita lemah yang sedang menunggu giliran untuk dibantai oleh armadaku di atas sana. Dan adik kecilmu yang manis... Rhea, akan menjadi hidangan penutup yang sempurna bagi ritual kebangkitan dewaku."

Mendengar nama Rhea disebut dengan nada melecehkan seperti itu, darah di dalam dada bidang Dion mendadak mendidih panas. Sifat posesif dan insting pelindung mutlaknya berontak hebat dari dalam belenggu sihir dimensi.

Sementara itu, di dunia luar, di gerbang batu perbatasan utara desa Lembah Shrouded, suasana telah berubah menjadi neraka pertempuran yang sesungguhnya. Mayang baru saja tiba di garis pertahanan depan setelah berlari kencang menembus jalur tebing barat yang curam. Pakaian biru laut sang gadis klan telah basah kuyup oleh hujan, dan napasnya terengah-engah lelah.

Namun, pemandangan di depannya seketika merenggut seluruh sisa ketenangan di dalam jiwanya. Dion telah menghilang tanpa bekas dari atas batu besar tempatnya berdiri tadi, menyisakan hanya rekahan tanah hitam yang masih mengepulkan asap sulfur tipis. Di depan gerbang, ratusan pasukan berbaju merah darah dari Sekte Bayangan Darah sudah mulai merangsek masuk, terlibat pertempuran jarak dekat yang sengit dengan para prajurit klan yang tersisa.

"Mayang! Di mana Dion?!" teriak Rhea, adik kecil Dion yang kini memegang sebuah busur panah perak dengan tangan yang bergetar hebat di balik barisan perlindungan para tetua. Wajah gadis kecil itu dipenuhi ketakutan yang luar biasa saat melihat kakaknya—yang selama ini menjadi dinding pelindung terkuatnya—tidak ada di medan laga.

Mayang tidak langsung menjawab. Air matanya menetes turun bercampur rintik hujan saat ia merasakan kekosongan yang teramat sangat besar di dalam batinnya. Ikatan magis yang sempat menyatukan jiwanya dengan Dion beberapa menit lalu mendadak terputus total, meninggalkan rasa dingin yang hampa yang menyiksa dadanya. ‘Dion... kamu dipisahkan dariku...’ batin Mayang menjerit pilu.

Namun, sebagai gadis klan yang memegang teguh tanggung jawab sebagai tabib utama, Mayang tahu ia tidak boleh menyerah pada keputusasaan malam ini. Dion telah mempercayakan bagian belakang desa dan keselamatan Rhea ke dalam tangannya.

"Rhea, ikut aku sekarang juga! Tetua, gerakkan sisa pasukan penyihir air untuk menutup celah gerbang utama menggunakan dinding es!" seru Mayang dengan suara yang lantang membelah gemuruh hujan, mengabaikan rasa perih di kakinya yang tergores batu. Ia langsung menggandeng erat tangan kurus Rhea, menarik gadis kecil itu untuk berlari mundur menuju arah gua perlindungan suci di balik air terjun perak.

Kembali ke dalam Dimensi Bayangan yang tersisih, pertempuran satu lawan satu antara Dion dan Tuan Besar Zarkos telah pecah dalam keheningan yang mematikan.

Meskipun kekuatan sihir naganya dikunci total oleh dimensi tersebut, Dion masih memiliki kemampuan bertarung fisik murni yang berada di tingkat legendaris. Pria itu bergerak secepat kilat menghindar ke samping saat Zarkos mengayunkan tongkat tengkoraknya, melepaskan gelombang tembakan energi hitam yang menghancurkan barisan pedang kuno di belakang Dion menjadi abu.

SLASH!

Dion melesat maju menembus sela-sela kabut asap, memanfaatkan kelengahan Zarkos setelah melepaskan mantra. Dalam satu gerakan memutar yang sangat anggun dan dominan, pria itu menebaskan belati peraknya, mengincar langsung ke arah tenggorokan sang Tuan Besar.

Zarkos terkejut melihat kecepatan fisik Dion yang masih luar biasa gila di dalam penjaranya sendiri. Ia refleks memundurkan tubuhnya, namun bilah senjata Dion masih sempat merobek sedikit lapisan jubah merah darah di bagian dadanya, menciptakan goresan luka kecil yang mengeluarkan darah segar.

"Bajingan kecil!" geram Zarkos, matanya membelalak murka melihat jubah kebesarannya ternoda oleh darahnya sendiri.

Zarkos menghentakkan kaki tongkat sihirnya ke atas tanah hitam dengan kekuatan penuh. "Wahai jiwa-jiwa terkutuk yang haus darah... bangkit dan robek daging manusia sombong ini sekarang juga!"

GROOOOOAAAAARRRR!

Seketika itu juga, dari dalam retakan tanah hitam di sekeliling Dion, ratusan tangan mayat hidup yang terbuat dari bayangan hitam cair mendadak muncul ke permukaan. Makhluk-makhluk bayangan tanpa wajah itu langsung melilit erat kedua kaki dan lengan kekar Dion, menahan pergerakan tubuh besarnya di tempat dengan kekuatan cengkeraman magis yang luar biasa masif.

Dion mengerang rendah, mencoba merenggut tubuhnya mundur namun nihil. Jumlah makhluk bayangan itu terlalu banyak, terus menumpuk melapisi tubuh tegapnya seperti rantai hidup yang menyedot habis sisa tenaga fisiknya.

Zarkos melangkah mendekat dengan perlahan, memegang tongkat tengkoraknya yang kini berpendar merah menyala di bagian ujungnya, bersiap untuk menghujamkan pukulan eksekusi terakhir tepat ke arah jantung Dion. "Semuanya berakhir malam ini, Dion sang Pemburu. Jiwamu... akan menjadi milikku seutuhnya!"

Namun, tepat di saat ujung tongkat Zarkos hanya berjarak beberapa sentimeter dari dada bidang Dion, sebuah retakan dimensi baru berwarna biru laut yang sangat terang mendadak terbelah di atas langit dimensi abu-abu tersebut. Dari dalam retakan itu, sebuah pusaran air suci raksasa yang memancarkan pendar cahaya kesucian murni mendadak tumpah ruah ke bawah bagai air terjun raksasa, langsung menghantam dan melumat habis seluruh makhluk bayangan yang sedang mengunci tubuh Dion hingga hancur menjadi asap putih.

Bukan itu saja, dari balik pusaran air suci yang turun dari langit, melangkah turun sesosok makhluk legendaris berwujud burung Phoenix es berukuran raksasa dengan bulu-bulu kristal yang berkilauan. Dan di atas punggung burung suci tersebut, berdiri Mayang dengan pakaian biru lautnya yang kini memancarkan pendar sihir penyembuhan kuno yang telah bangkit seutuhnya dari dalam darah sucinya sebagai keturunan asli sang Dewi Air.

Namun, kegembiraan penyelamatan itu mendadak berubah menjadi horor baru yang mengerikan. Kedatangan energi suci Mayang ternyata memicu reaksi berantai yang salah pada inti dimensi bayangan. Seluruh hamparan tanah hitam di bawah kaki mereka mendadak runtuh total menjadi sebuah lubang hitam tak berdasar (black hole magis) berukuran raksasa yang memancarkan daya hisap jutaan ton, langsung menelan tubuh Dion, Mayang, dan bahkan Tuan Besar Zarkos masuk terlempar bersamaan ke dalam pusaran ruang dan waktu yang hancur, memutuskan seluruh akses kembali ke dunia nyata Lembah Shrouded untuk selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!