NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25—Gelud ama dedemit

Bab 25

“GRAWWHH!!”

Sebuah suara pekikan yang mengerikan menggelar di pusat belanja mall. Yang punya beberapa lantai itu. Ajaibnya itu membuat beberapa kaca di sana pecah!

Crak!

Brak!

Tak berhenti di situ. Suaranya sangat nyaring sampai membuat bulu kuduk semua orang merenggang.

“Apa suara apa ini?”

Beberapa staf membatin ngeri. Sementara para pelanggan sudah panik, suasana langsung pecah di sana.

Mereka buru-buru kabur karena merasakan hal gaib yang begitu pekat.

Di tengah kegelapan pekat yang mencekam, kepanikan massal meledak seketika. Ratusan pengunjung mal berlarian tunggang-langgang, saling sikut dan berteriak histeris, mencoba mencari pintu keluar terdekat. Suasana pusat perbelanjaan modern itu berubah total menjadi ladang kekacauan yang mencekam. Bau anyir yang samar namun pekat mulai mengendap di udara, tercium oleh indra penciuman batin Bima yang tajam.

"B-Bima... badannya besar banget, suaranya... suara apa itu tadi? Mbak takut banget..." cicit Rasti dengan tubuh yang gemetar hebat. Kedua tangannya mencengkeram lengan kekar Bima semakin erat, seolah-olah jika dia melepaskannya barang sedetik saja, kegelapan di sekitar mereka akan langsung menelannya bulat-bulat.

Bima tidak langsung menjawab. Mata batinnya yang tajam kini sedang memindai seluruh penjuru ruangan. 

Di langit-langit mal yang tinggi, kabut hitam hasil pengorbanan darah Kyai Wok mulai mengental, membentuk wujud raksasa setinggi tiga meter dengan pasak-pasak tajam mencuat dari punggungnya. 

Mata makhluk itu menyala merah darah, memancarkan aura pembunuhan yang murni. Dan yang membuat rahang Bima mengencang, tatapan mengerikan makhluk itu terkunci lurus ke arahnya.

‘Targetnya murni cuma aku. Jin ini sengaja dikirim untuk mencabut nyawaku di sini,’ batin Bima menganalisis situasi dengan cepat.

Jika dia tetap bertahan di samping Rasti, makhluk itu akan menyerang tanpa memedulikan sekitarnya. Rasti yang baru saja pulih dari sisa-sisa santet bisa ikut terluka, atau bahkan menjadi korban tabrakan energi gaib yang sangat masif. Bima harus memancing makhluk mengerikan itu menjauh dari kerumunan, ke tempat sepi di mana dia bisa melepaskan seluruh kekuatan Mustika Hijau tanpa perlu khawatir memicu kehebohan yang lebih besar.

Bima membalikkan badannya, memegang kedua pundak Rasti dengan mantap. Melalui sentuhan telapak tangannya, Bima menyalurkan secercah kehangatan energi Mustika Hijau untuk menenangkan saraf-saraf Rasti yang menegang karena ketakutan.

"Mbak Rasti, dengarkan Bima," ujar Bima dengan suara bas yang berat, dalam, dan penuh penekanan yang menenangkan batin. "Mbak tetap di sini, di pojok dekat deretan manekin ini. Jangan bergeser ke mana-mana, dan jangan ikut berkerumun ke pintu keluar bersama orang-orang itu. Bahaya, bisa terinjak-injak."

Rasti mendongak, berusaha menatap wajah Bima di dalam remang-remang lampu darurat toko yang mulai menyala redup. "T-Tapi kamu mau ke mana, Bim? Jangan tinggalin Mbak sendiri..."

"Bima ada urusan sebentar, Mbak. Ada sesuatu yang harus Bima urus di toilet atau di koridor belakang. Cuma sebentar, Bima janji," potong Bima dengan nada tegas namun lembut, memberikan tatapan meyakinkan yang tidak bisa dibantah. 

"I-Iya, Bima... Mbak percaya. Tapi kamu harus cepat kembali, ya? Jangan sampai terluka."

"Siap, Mbak Rasti. Tunggu Bima di sini," bisik Bima sembari menyeringai tipis untuk mengurangi ketegangan di hati wanita itu.

Setelah memastikan posisi Rasti aman , Bima langsung berbalik. Langkah kakinya bergerak cepat, menerobos kerumunan pengunjung yang berlarian ke arah berlawanan. Bima mengarah ke koridor sepi di bagian belakang mal, area logistik dan tangga darurat yang biasanya jarang dilewati oleh pengunjung umum.

Disini tidak ada orang sama sekali. Kalau hendak baku hantam, maka ini adalah pilihan paling tepat.

“Pas sekali. Kita selesaikan disini, setan.”

Begitu Bima melangkah masuk ke koridor yang sunyi tersebut, hawa dingin di sekitarnya mendadak melonjak berkali-kali lipat. Lampu-lampu neon di langit-langit koridor berkedip-kedip kasar sebelum akhirnya pecah satu per satu.

PYAR! PYAR!

Langkah Bima terhenti di tengah koridor yang kini gelap gulita. Di belakangnya, suara langkah kaki yang teramat berat dan berdentum keras mulai terdengar mendekat. Tanah yang ia pijak seolah bergetar ringan setiap kali makhluk itu melangkah.

BUM! BUM!

Bima membalikkan badannya perlahan. Di ujung koridor, sosok raksasa bermata merah kiriman Kyai Wok telah menembus dinding gaun pembatas, merangkak di langit-langit koridor dengan kuku-kuku tajamnya yang menggores beton hingga menimbulkan percikan api dan suara decitan yang memilukan telinga. 

Makhluk itu menggeram rendah, air liurnya yang berupa cairan hitam pekat menetes ke lantai, melepuh dan mengeluarkan asap berbau busuk.

"GRAWWRRR...!!"

Makhluk itu meraung kembali, sebuah gelombang angin hitam melesat dari mulutnya, menghantam papan-papan petunjuk arah di koridor hingga patah berantakan. Sepasang mata merah daratnya menatap Bima dengan rasa lapar yang amat sangat, mengenali aroma target yang harus dimusnahkan siang ini.

Bima tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Alih-alih mundur, pemuda itu justru menarik napas dalam-dalam, menegakkan tubuh tegapnya yang atletis di hadapan sang monster gaib. Seringai dingin dan meremehkan terukir jelas di wajah tampannya.

"Jadi ini rencana si dukun?” gumam Bima dengan nada meremehkan. "Sengaja mengirim monyet hitam besar begini untuk mengacaukan kencan pertamaku dengan Mbak Rasti? Benar-benar tidak tahu diuntung."

Seolah mengerti bahwa dirinya sedang direndahkan, makhluk halus hasil pengorbanan darah itu mengamuk liar. 

Ia melompat dari langit-langit koridor, melesat cepat ke arah Bima dengan kuku-kuku tajam yang siap mencabik-cabik tubuh sang pemuda.

 Kecepatan makhluk itu luar biasa, membelah kegelapan koridor bagaikan bayangan hitam yang mematikan.

Namun, Bima yang sekarang bukanlah Bima yang lemah seperti  dulu. Di dalam dadanya, inti energi Mustika Hijau berputar dengan kecepatan penuh, memancarkan pendaran cahaya hijau gaib yang masif di sekujur tubuh tegapnya. 

Energi murni tingkat tinggi itu bergolak, siap meledak untuk menghancurkan setiap kegelapan yang berani menantang kekuatannya.

Energinya berkumpul di telapak tangan bima, kalau biasa digunakan untuk penyembuhan sekarang dia gunakan energi hijau ini untuk mensucikan setan.

BZZZZTT!

BZZZZTT!

Tepat saat kuku tajam raksasa hitam itu berjarak hanya beberapa sentimeter dari wajahnya, 

Bima menghentakkan kaki kanannya ke lantai beton koridor. Alih-alih menghindar, dia membalas serangannya.

Dia pun malah memukul balik lengan itu!

BOOM!

Hantaman keras kuku makhluk gaib itu membentur pukulan bima yang penuh oleh energi Mustika Hijau dengan telak. 

Benturan dua kekuatan magis yang bertolak belakang itu menciptakan gelombang angin kencang yang menghempas debu dan reruntuhan plafon koridor di sekitar mereka. Makhluk raksasa itu terdorong mundur beberapa langkah, melolong geram karena serangannya yang mematikan berhasil dimentahkan begitu saja oleh seorang manusia.

"Hanya segini?" desis Bima, matanya berkilat memancarkan pendaran hijau yang seirama dengan detak energi di dadanya.

Makhluk hitam itu semakin murka. Ia kembali menggeram, menghentakkan cakar raksasanya ke lantai beton hingga retak. Mulutnya yang penuh taring tajam terbuka lebar, menyemburkan kabut hitam pekat yang berbau anyir darah—manifestasi dari ritual pengorbanan ayam cemani milik Kyai Wok. 

Kabut itu bergerak cepat, berusaha mengurung dan melumpuhkan sistem saraf Bima secara gaib.

Bima tahu, jika kabut kutukan darah ini sampai menyentuhnya, aliran energi murninya bisa tersumbat. Tanpa membuang waktu, Bima menyilangkan kedua tangan di depan dada, memfokuskan seluruh pikirannya pada inti Mustika Hijau.

"Meluruhlah!" teriak Bima tegas.

1
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
septian arista
cerita cultivator versi dalam negeri🤭🤭🤭
Manusia Biasa: kultivasi lokal
total 1 replies
septian arista
ini ceritanya mirip sama para kultivator yang menemukan warisan tersembunyi
Hentri Gunawan
kpn di up LG Thor ..
Manusia Biasa: selasa mungkin kak, lagi sibuk ujian
total 1 replies
Leynn
Author, kok bisa update sampai 5+ chapter sehari? sanggup kah? atau emang udah punya draft yang banyak? sekali update berapa kata? (mohon jawab karena saya juga author pemula ingin tahu motivasi nya kenapa bisa banyak banget chapter dalam sehari)
Leynn: hell naw😹
total 9 replies
Domek Uuk
mantap
Domek Uuk
lanjut thor,,
Gege
dan othor di pun mencoba men skip adegan kitab kamasutra yang tabu untuk di detailkan dalam platform NT..🤣
Manusia Biasa: gak boleh sama pihak NT
total 1 replies
Kisin Gindam
mantap
Domek Uuk
ceritanya kurang menantang thor
Domek Uuk
lanjut thor
Domek Uuk
zip,lanjutkan thor
Domek Uuk
mantap bos,wiek wik mana?
Ajidewa nagaraja
ribet ya mau tiap lanjut episode
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Waduh mengerikan sekali..😨😰😱
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurutku lebih SAH kalau hubungan tersebut diresmikan melalui pernikahan.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊
Achnad Asbert: 🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Gege
ditunggu plot ratu LC datang berobat mengalami masalah saluran kencingnya...pasti tangan bima mengobok oboknyaah...😄🤭🤣
Manusia Biasa: udah bos, cabulnya sampai sini dulu. kena pringatan dari PF ini, gagal kotnrak😂😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!