NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Setelah Azalea selesai merias wajah, ia menoleh kembali dan melihat Daxon yang masih diam mematung menatapnya.

"Hei, Tuan Mafia yang sangat kejam... kenapa Anda malah mematung begitu?" tanya Azalea sambil berjalan mendekatinya.

Daxon pun segera berdiri. Begitu Azalea sudah tepat di hadapannya, ia langsung menarik pinggang gadis itu mendekat, membuat Azalea secara refleks memeluk dada bidangnya.

"Kau sangat cantik..." bisik Daxon tepat di samping telinganya.

Seketika telinga dan pipi Azalea yang tadinya putih bersih, kini memerah merona habis. "Ekhem! Kita mau pergi ke mana? Dan kenapa kau menyuruhku memakai gaun yang begini?" tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan yang membuatnya gugup.

"Kita akan menghadiri pesta ulang tahun," jawab Daxon sambil tersenyum tipis—senyum yang jarang dilihat orang lain.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat! Nanti terlambat dan aku tidak kebagian kue di sana," ucap Azalea lalu bergegas melangkah keluar dari kamar.

"Apakah dia begitu menyukai kue ya?" gumam Daxon dalam hati sambil tersenyum makin lebar, lalu segera mengikuti langkah Azalea dari belakang.

Daxon berjalan mengikuti dari belakang dengan langkah santai namun pandangannya tak lepas mengawasi setiap gerakan Azalea, begitu sampai di depan pintu utama, seorang pengawal segera membukakan pintu lebar‑lebar.

"Pelan‑pelan saja, jangan terburu‑buru," ucap Daxon, lalu segera melangkah mendahului sedikit untuk menyanggah lengan Azalea agar ia tidak terganggu oleh ujung gaun yang menjuntai.

Azalea menoleh sebentar sambil mendengus pelan, tapi tetap membiarkan tangannya disandarkan pada lengan kokoh itu. "Kenapa kau sangat khawatir kepadaku? Aku masih bisa berjalan sendiri," ucap Azalea.

"Kau sedang mengandung anakku," jawab Daxon dengan nada datar namun tegas.

Azalea terdiam sejenak. "Hm... Benar saja. Kalau aku tidak mengandung anaknya, mana mungkin ia akan sebegitu khawatir kepadaku, " batin Azalea dengan perasaan sedikit kecewa.

Mereka berdua masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu dengan pintu terbuka. Begitu duduk, Daxon segera menyandarkan bantal empuk di punggung Azalea dan menyesuaikan posisi duduknya agar lebih nyaman.

"Kita akan pergi ke pesta ulang tahun siapa?" tanya Azalea sambil menatap Daxon.

"Kita ke pesta ulang tahun ayahnya Valeria," jawab Daxon singkat.

Mendengar nama Valeria disebut, hati Azalea seketika terasa perih dan cemburu meluap. "Kau... Kau pergi saja sendiri! Aku tidak mau ikut ke pesta ulang tahun ayah dari tunanganmu itu!" ucap Azalea sambil berusaha bangkit ingin keluar dari mobil.

Namun Daxon segera menahannya agar tidak bergerak pergi. "Aku tidak menyukai dia," ucap Daxon tegas, lalu ia melirik tajam ke arah sopir memberi isyarat untuk segera melajukan kendaraan.

Sopir pun mengerti maksud tuannya dan segera menjalankan mobil keluar dari halaman mansion, menuju ke salah satu hotel mewah tempat diadakannya pesta ulang tahun tuan Ardi.

"Aku tidak percaya padamu! Pasti kau menyukainya, makanya bersedia datang ke pesta ulang tahun ayahnya!" ucap Azalea sambil memasang wajah cemberut.

"Aku benar‑benar tidak menyukainya. Kalau saja aku menyukai dia, mungkin aku sudah menikah dengannya sejak lama," jawab Daxon tenang namun meyakinkan.

"Ya sudah, kalau begitu nikah saja sama dia!" ucap Azalea semakin merajuk dan memalingkan wajah agar tidak menatap Daxon.

"Lihat aku, Azalea," perintah Daxon dengan nada rendah namun memaksa.

"Aku tidak mau melihat pria tua yang tidak bisa dipercayai!" bantah Azalea.

Tanpa menunggu lebih lama, Daxon langsung menarik tubuh Azalea mendekat secara paksa hingga gadis itu jatuh ke dalam pelukannya. Ia mengangkat dagu Azalea agar wajah itu menghadap kepadanya, lalu tanpa aba‑aba ia langsung melumat bibir Azalea dalam‑dalam. Kejadian itu membuat sopir yang sedang menyetir di depan merasa sangat tegang dan gugup, berusaha memusatkan pandangan hanya ke jalan di hadapannya.

Azalea terkejut seketika, matanya membulat lebar dan napasnya tercekat. Awalnya ia berusaha memberontak, tangannya mendorong dada bidang Daxon dengan tenaga yang terbatas—namun semakin lama, tubuhnya perlahan meleleh, kekuatannya hilang tertelan rasa berdebar yang meledak di dadanya. Rasa cemburu dan kesal yang tadi meluap, seolah tersapu bersih oleh kehangatan yang terasa begitu nyata.

Daxon pun melepaskan bibirnya perlahan, wajah Azalea sudah memerah merona sampai ke leher. Napasnya terengah‑engah, matanya masih terpejam sejenak sebelum terbuka perlahan menatap wajah Daxon yang hanya berjarak beberapa sentimeter.

"Kau... kau tidak tahu malu!" geram Azalea pelan, suaranya terdengar bergetar dan sama sekali tidak terdengar marah, justru terasa malu‑malu. Ia segera memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan rona di pipinya, namun tangannya tanpa sadar masih mencengkeram kemeja Daxon erat.

"Kalau tidak percaya dengan kata‑kataku, begini caraku meyakinkanmu," bisik Daxon rendah, senyum tipis terukir di bibirnya, matanya menatap lembut wajah gadis di pelukannya.

Azalea terdiam, jantungnya berdegup kencang seolah ingin melompat keluar. Ia ingin membantah, ingin tetap merajuk, tapi kata‑kata terasa macet di tenggorokannya. Rasa perih karena cemburu tadi perlahan berubah menjadi rasa hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia hanya mendengus pelan, lalu menyandarkan dahinya di bahu Daxon tanpa berkata apa‑apa lagi—tanda bahwa hatinya sudah luluh, meski gengsinya masih tersisa sedikit.

Suasana di dalam mobil kembali hening, hanya terdengar suara mesin yang berjalan halus dan napas mereka yang perlahan kembali teratur. Azalea tetap bersandar di bahu Daxon, genggamannya pada kemeja pria itu perlahan mengendur, namun tak pernah benar-benar melepaskannya.

Daxon membiarkannya begitu, tangannya bergerak lembut mengusap punggung dan pinggang Azalea dengan gerakan menenangkan. Matanya menatap lurus ke depan, tapi pikirannya hanya tertuju pada gadis di pelukannya. Ia sadar, perasaan yang tumbuh ini sudah jauh melampaui rencana awalnya yang hanya menginginkan pewaris semata.

...****************...

Tak lama kemudian, mobil melambat dan berhenti tepat di depan pintu masuk hotel megah yang dipenuhi lampu-lampu hiasan berkilau. Suara musik lembut dan keramaian tamu sudah terdengar dari luar.

Sopir segera turun dan membukakan pintu dengan hati-hati. Daxon keluar lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Azalea turun.

"Pegang tanganku," ucapnya lembut, nada bicaranya sangat berbeda saat berhadapan dengan orang lain.

Azalea mengangguk pelan, meletakkan tangannya di telapak tangan Daxon yang hangat dan kokoh. Begitu ia berdiri tegak, Daxon langsung melingkarkan satu lengannya melindungi pinggang dan punggungnya, memastikan ia berjalan dengan aman sambil tetap terlihat anggun.

Begitu mereka melangkah masuk ke dalam aula, seketika semua pandangan tertuju pada mereka. Para tamu berhenti berbicara sejenak, matanya terbelalak melihat sosok Daxon—yang dikenal sebagai pria paling dingin dan berkuasa—berjalan dengan lembut mendampingi seorang wanita yang sangat cantik.

Di ujung ruangan, berdiri seorang pria paruh baya berpakaian rapi, di sampingnya ada Valeria yang langsung marah melihat kedatangan mereka. Senyum di wajah Valeria seketika hilang, digantikan tatapan penuh kebencian terhadap Azalea.

Daxon tidak memedulikan tatapan semua orang. Ia hanya menunduk sedikit ke arah Azalea, berbisik agar hanya dia yang mendengar:

"Jangan lihat siapa pun, cukup lihat aku. Dan ingat, kau adalah satu-satunya wanitaku malam ini, dan selamanya." bisik Daxon.

Azalea menoleh, matanya bertemu dengan tatapan Daxon yang begitu tulus. Rasa cemas yang sempat muncul perlahan hilang, digantikan rasa percaya diri. Ia sedikit mengangkat dagunya, berjalan berdampingan dengan Daxon seolah tak ada yang bisa mengganggu mereka berdua.​

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!