seorang gadis yang bernama Sisil Rania Adipati mempunyai sifat yang ceria dan ramah.
dan mempunyai keluarga yang harmonis.tapi semua itu tidak bertahan lama
setelah dia di tuduh sebagai pembunuh ibu nya dia di usir sehingga membuat dia menjadi pribadi yang dingin,cuek,kejam dan dia ingin membalaskan dendam ibunya
akankah dendam nya terbalaskan atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon situana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 8
setalah di dalam pesawat selama 16 jam akhirnya Adel bersama kedua orang tuanya tiba di negara B dan mereka sudah di tunggu oleh supir keluarga Kusuma dan mereka segera melanjutkan perjalanan nya ke kediaman Kusuma
setelah berada di mobil selama 30 akhirnya mereka sampai ke kediaman Kusuma.
para pelayan yang melihat majikan mereka tiba segera berbaris dan memberikan salam
"selamat datang tuan dan nyonya"ucap para pelayan secara bersamaan
mereka hanya menganggukkan kepalanya
"pak Yun segera kumpulan para pelayan dan bodyguard di halaman belakang!" perintah Delon pada kepala pelayan
"baik tuan"ucap pak Yun
pak Yun pun segeralah memanggil seluruh pelayan dan bodyguard untuk berkumpul
"tuan semua sudah berkumpul"ucap pak Yun sopan
"baiklah kami akan segera ke sana"ucap Sinta
"ayo sayang kita ke halaman belakang"ucap Delon pada Sinta dan Adel.merekapun segera ke halaman belakang
"apakah kalian tau mengapa saya mengumpulkan kalian di sini semua di sini?"tanya Delon
"tidak tuan"jawab mereka serentak
baiklah saya langsung ke inti saja perkenalkan ini anak saya Adelia Kusuma nona muda kalian!"ucap Delon
"saya mau kalian memperlakukan anak saya dengan baik dan kalian harus selalu menjaga nya dengan nyawa Kalian!"ucap Delon tegas
"mengerti!!"sambung Delon
"mengerti tuan kami akan menjaga nona muda dengan nyawa kami"ucap mereka
"good, sekarang kalian boleh pergi"ucap Delon
semua pun pergi meninggalkan halaman belakang
"sayang ayo Mommy antar ke kamar kamu kamu pasti lelah"ucap Sinta
"iya mom"ucap Adel
Sinta dan Adel pun segera pergi ke kamar yang akan di tempati Adel
"ini kamar kamu sayang"ucap Sinta
Adel hanya melihat kamar nya dengan pandangan datar
"kamu kenapa sayang ga suka sama kamarnya hmm"ucap Sinta sambil mengelus rambut Adel yang panjang
"iya mom bisa di ganti ga"ucap Sisil sambil menunjuk kan muka cute nya
sita pun tidak tahan dengan muka Adel dan langsung menciumi pipinya
"boleh kok sayang mau yang kayak mana"tanya Sinta lembut
"aku mau yang nuansa hitam mom"ucap Adel berharap
"tapi kamu perempuan sayang masak warna kamar hitam"ucap Sinta
"ayolah mom Adel suka nuansa gelap pliss"ucap Sisil memelas
"baiklah sayang Mommy pasrah"ucap Sinta pasrah
"yee makasih mommy ku yang cantik"ucap Adel memeluk Sinta
" iya sayang ya udah Mommy antar ke kamarnya"Sinta
"gimana udah sesuai sama yang kamu mau"Sinta
"lumayan lah mom makasih mom"Adelia
"iya sayang ya udah kamu istirahat ya"ucap Sinta sambil mencium kening putri nya
Sinta pun keluar dari kamar Adel dan Adel segera membersihkan dirinya setelah selesai dia segera berbaring di tempat tidur
"bagaimana keadaan mereka di sana ya"batin Adel
"ahhh ngapain aku mikirin mereka, mereka aja ga mikirin aku lagian mereka udah ga anggap aku lagi"lanjut Adel
"aku harus balaskan dendam mama pasti yang bunuh mama itu Mina kalau ga ngapain dia fitnah aku jelas² dia yang masak aku harus cari bukti"batin Adel
"kayak nya aku harus bangun mafia agar bisa membalikkan kan dendam ku ada untungnya juga dulu aku minta Kakek ajarin aku beladiri sama pakai senjata dengan bekal itu aku pasti bisa membangun mafia ku dan aku akan cari Anggota seperti pengemis,atau preman"batin Adel setelah berpikir dengan keras akhirat Adel pun tidur