Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 9
"Ya sudah ayo berangkat entar kita telat lagi! " desak Diana sedikit memaksa
"Berani-beraninya kau memerintah ku seperti itu. Aku ini bos mu! " protes Rifki.
"Iya-iya bos. " Ketus Diana.
Rifki dan Diana pun pergi ke restoran xxx untuk mengadakan pertemuan dengan perusahan xxx.
Di perjalanan menuju restoran, hanya ada keheningan tanpa ada pembicaraan sedikit pun.
"Aku bingung dengan mu. " Ucap Diana membuka pembicaraan.
"Bingung kenapa? " tanya Rifki penasaran.
"Masa iya kau menjadi bos,padahal dulu saja kau tidak pernah mengerjakan pr,sering bolos pramuka, ketahuan ngerokok lagi di sekolah. Sampai-sampai kau selalu saja di hukum sama Bu Fatma. " Diana tertawa saat mengingat kejadian itu.
Rifki terkekeh mendengar ucapan Diana. "Siapa yang tau kalau takdir ku seperti ini? Kau yang selalu juara kelas saja ternyata menjadi karyawan ku, hahahha. " Ledek Rifki.
"Ya emang jalan hidup ku seperti ini. " Mata Diana sedikit berkaca-kaca kala ia merenungi nasibnya.
"Dasar cengeng. " Batin Rifki melihat Diana terlihat sedih.
"Apa kau ingat dulu aku selalu menyembunyikan sendal jepit mu saat kau pulang mengaji? " Rifki tersenyum mengingat kejadian itu.
"Aku ingat sekali, bahkan kejadian itu tidak pernah aku lupakan!! " ketus Diana dengan menatap sinis Rifki.
"Hahahhah." Rifki tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana aku tidak mengingat nya? setiap aku pulang mengaji kau selalu saja menyembunyikan sendalku, dan setiap hari juga aku selalu membeli sendal jepit. " Kesal Diana.
"Tenang saja sendal jepit mu yang banyak itu masih tersimpan rapi di dalam gudang rumah ku . Apa kau ingin menjemput sendal jepit mu? " ledek Rifki.
Diana tak menjawab perkataan Rifki, ia lebih memilih membuang muka ke sembarang arah.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di restoran. " Lihat lah! orang yang akan kita temui saja belum datang sedangkan kau memaksa ku untuk secepat mungkin ke sini." Kesal Rifki melihat ke arah meja yang sudah di pesan tidak mendapati seorang pun.
Diana hanya diam mendengar ocehan-ocehan tak karuan dari bosnya itu. Rifki duduk tapi kekesalan nya masih saja ada. Sudah sekitar 30 menit Rifki dan Diana menunggu namun rekan bisnis tak kunjung datang.
"Sekarang siapa yang ku ajak meeting? apakah kau yang ku ajak meeting? " bentak Rifki setelah melihat waktu pada layar ponselnya.
"Ya sabar dong, mungkin sebentar lagi. " Diana membalas bentakan Rifki karena ia sudah pusing mendengar kan ocehan dari sang bos nya itu.
"Kau menyuruh ku untuk bersabar? aku sudah muak bersabar dan menunggu hal yang tidak pasti. Cepat telepon rekan bisnis itu dan batalkan meeting ini. " Perintah Rifki dengan penuh penekanan.
Rifki langsung menuju mobil dan menancapkan gasnya melaju dengan kencang menuju kantor.
"Dasar tidak waras! " teriak Diana karena ia di tinggalkan oleh Rifki.
Dalam perjalanan menuju kantor amarah Rifki tak kunjung mereda. Sebenarnya ia tidak marah dengan rekan bisnisnya tapi dengan Diana karena mengganggu istirahat nya.
"Kau akan ku potong gajih karena sudah membuat ku kesal, paham!! " Kesal Rifki dalam perjalanan. Rifki belum menyadari kalau Diana tidak ada di dalam mobil.
"Kenapa kau hanya diam saja? apa kau ini tuli? " tanya Rifki dan sekilas menoleh ke belakang. Dan benar saja Diana tak ada di dalam mobil.
"Astaga, ternyata aku meninggal kan monyet liar itu. " Gerutu Rifki.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅