Hanah Rawlee yang tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki misterius di dalam bus tiba-tiba mengalami hal aneh yang tak masuk akal.
Setelah selamat dari kecelakaan maut 3 tahun lalu, hal janggal dan juga mengerikan terjadi di dalam hidupnya, Hanah bertemu dengan sesosok mahluk mengerikan yang ingin membunuhnya saat di dalam perjalanan. Saat itulah dia bertemu dengan Adia Hiro seorang pemuda pemberani dari pasukan khusus bernama DAF.
Lewat Hiro, sedikit demi sedikit Hanah mengetahui jati dirinya yang tak pernah ia bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diqa alisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
"Hei sudah dengar belum?"
Aku membekap kepalaku sendiri dengan buku, dan berusaha untuk tidur sebelum kelas di mulai.
Anak penggosip berkumpul di depan meja ku dan mulai membicarakan sesuatu yang tak penting.
"Katanya anak baru itu berada di tempat kejadian saat Hyne di temukan!"
"Ahh, yang benar. Terus.."
"Aku tidak bisa menjelaskan detailnya tapi, semua orang di sekolah sedang membicarakan nya!"
Menyebalkan, kenapa di pagi hari yang cerah ini aku sudah mendengarkan gosip murahan. Mereka selalu heboh sendiri dan saling menyetor perkataan 'katanya, katanya' dari semua orang yang mereka dengar.
"Adia Hiro itu kan, anak yang ganteng banget dan jago olahraga itu kan, yang masuk sekolah kita mendapat beasiswa penuh dengan peringkat pertama dalam semua mata pelajaran!"
"Tapi bisa-bisa nya dia terlibat dengan kasus seperti ini."
"Tapi itu belum pasti sih, karena orang-orang hanya beranggapan saja, lagi pula jika dia beneran terlibat, masa sih dia masih di perbolehkan masuk sekolah!"
"Ahh..iya kau ada benarnya juga!"
"Bagaimana nasib Hyne sekarang, katanya dia masih terbaring di rumah sakit dan belum sadarkan diri."
"Sampai separah itu!"
"Bagaimana jika benar Hiro terlibat. Sangat di sayangkan jika orang tampan seperti dia menjadi pelaku kriminal!"
"Paling itu hanya rumor. Lagi pula banyak yang ingin mendekati Hyne, tapi ternyata Hyne hanya menyukai Hiro. Bukannya sebelum ini ada rumor kalau mereka berdua pacaran!"
"Aku tidak yakin itu hanya rumor. Ada yang bilang kalau Hiro itu sering terlihat dengan sekelompok orang berbahaya. Bahkan menjadi salah satu anggota gengster!"
"Iya benar aku juga pernah dengar. Dia itu pria brengsek yang suka main perempuan!"
"Iya aku juga dengar!"
"Aku juga dengar!"
Seminggu yang lalu sekolah di gemparkan oleh hilangnya hyne putri kepala sekolah yang memang terkenal dengan kecantikannya bak bidadari. Dia menghilang secara misterius dan kembali di temukan 3 hari setelah nya dalam keadaan tak sadarkan diri di salah satu rumah kosong yang berada tak jauh dari sekolah.
Seperti gosip yang beredar, anak yang bernama Adia Hiro di sangkutpautkan dengan kejadian yang menimpa Hyne, karena banyak dari mereka yang melihat jika di hari hilangnya Hyne, mereka berdua sedang bersama.
Gosip tentangnya menyebar luas di sekolah. Tapi meski pun banyak gosip tak mengenakan tentangnya, di sertai tuduh-tuduhan yang tak berdasar. Adia Hiro tetap bersekolah selama rumor yang beredar tak membuktikan jika dia benar bersalah.
Mungkin hanya aku yang tak peduli dengan nya, dan mungkin hanya aku yang tak tahu seperti apa rupa anak yang sedang mereka bicarakan. Hidupku sudah terlalu rumit untuk ku pikirkan, rasanya menyebalkan jika aku harus memikirkan kehidupan orang lain yang tak ada hubungannya dengan ku.
***********
Waktunya tinggal sedikit lagi. Aku benar-benar terlambat bekerja karena melupakan pergantian jadwal.
Jam beker sialan. Kenapa di saat seperti ini jam itu harus rusak dan membuatku harus berlarian di jalan pintas sepanjang gang sempit yang gelap.
Langkahku terhenti saat tatapanku tertuju pada sebuah bangunan tua yang hampir roboh. Di sana terlihat dua orang mencurigakan yang sedang menggiring seorang wanita muda yang terlihat terseok-seok memaksakan jalannya.
Aku mengendap-endap berusaha menyembunyikan tubuhku agar tak terlihat, karena sudah di pastikan jika wanita itu sedang dalam bahaya karena di todong oleh dua lelaki yang ingin berbuat asusila. Tapi apa peduliku, memangnya apa yang aku dapat jika manager tempatku bekerja mendapati alasanku terlambat karena menolong seorang wanita yang ingin di p*rk*sa, selain pemotongan gaji dan juga surat peringatan karena lalai.
Aku melewatinya begitu saja, berusaha menutup mata saat di hadapkan oleh sesuatu yang tak ada hubungannya dengan ku.
Namun tepat di ujung gang, tubuhku membeku, langkahku terhenti. Pikiranku sudah berada di antara ambang keraguan.
Tanpa pikir panjang, ku pungut tongkat kayu yang tergeletak di bawa kakiku. Berlari sekuat tenaga, dan langsung menerjang dua orang pria itu dengan tongkat kayu.
Mereka berdua spontan terkapar karena bagian tubuh yang terkena adalah bagian tubuh yang tak mudah pulih setelah terkena pukulan, seperti bagian tengkorak belakang dan juga tulang leher.
Dalam kesempatan itu, ku seret wanita itu pergi menuju daerah yang aman, yang berada di keramaian. Meninggalkan dua orang pria yang sedari tadi meraung-raung kesakitan tak berdaya.
Namun belum sampai menuju ujung gang, di tempat keramaian dimana wanita itu aman. Tiba-tiba dia mematung diam dan melepaskan tanganku begitu saja seolah menyuruhku berhenti.
"Hei. Cepatlah, kalau kita tak bergegas, mereka bisa menemukan kita kapan saja!" Ujarku panik dan meraih lagi pergelangan tangannya.
Tapi anehnya dia langsung menepis tanganku di sertai suara geraman halus.
Aku diam dalam keheranan. Meskipun dia terlihat terguncang karena hampir mengalami tindakan asusila, tidak mungkin dia menolak bantuan dan menyianyiakan kesempatan ini begitu saja.
Dan lagi, kelakuan wanita ini aneh. Sedari tadi aku tak pernah sekalipun melihat wajahnya karena tertutup rambut, tangannya dingin sedingin es. Postur tubuhnya juga tak biasa, tubuhnya membungkuk seperti tubuh wanita tua. Kulit-kulitnya samar-samar terlihat membiru.
Dia menggeram seperti anjing, suara gerammannya mangkin menjadi saat aku berjalan selangkah menuju ke arahnya dengan mengambil langkah hati-hati.
Tanpa di duga, tiba-tiba dia menerjang tubuhku seperti seekor anjing yang menyergap mangsa. Beruntungnya sebelum dia menerjang, balok kayu yang ku gunakan sebagai senjata, mampu menahannya untuk tak langsung menjatuhkan tubuhku.
Dalam sekejab dia berubah menjadi sosok mengerikan, matanya berkilat hitam menakutkan, tubuhnya yang semula samar-samar membiru kini terlihat menghitam dan di tumbuhi sisik menjijikan, rambutnya yang panjang rontok berjatuhan dan menyisakan kulit kepala yang tipis seperti kulit tikus baru lahir. Dan yang lebih mengejutkan, kekuatannya kini bertambah besar berkali-kali lipat.
Tiba-tiba tongkat kayu yang ku gunakan sebagai penopang, patah terbelah dua. Belum sempat kepalaku berfikir untuk mengambil langkah selanjutnya untuk menyelamatkan diri. Mahluk itu sudah menerkamku seperti pedang yang sedang menebas selembar tisu.
Brooommmhh....
Aku terpaku.
Entah apa yang terjadi selanjutnya tapi, sebelum aku menyatakan diriku mati konyol setelah menyelamatkan mahluk aneh yang berbentuk seorang wanita.
Tiba-tiba mahluk itu terpental jauh beberapa belas meter di hadapanku, setelah bunyi senjata yang terdengar seperti bazooka terlontar di belakang punggungku.
Seiring dengan napasku yang memburu karena menahan sesak setelah melihat sesuatu yang tak masuk akal. Saat itu juga tanpa sadar takdir berjalan mengitari ku, seperti ombak yang memecah bibir pantai mendorong beberapa organisme laut.
Seorang pria tiba-tiba berjalan di hadapanku, dia membawa senjata mirip Bazzoka namun tak terlihat seperti Bazzoka. Ukurannya besar dan aneh, berwarna hitam pekat dengan sulur-sulur kemerahan seperti urat nadi.
Aku terpaku memandangi punggungnya yang lebar dan juga tangguh, tanpa menyadari jika mahluk tadi sudah bangun dan berlari melesat dengan kecepatan tak masuk akal menuju ke arah kami.
"Dasar Kronsf menjijikan!" Umpat lelaki itu sambil membidiknya.
Sesuatu yang aneh lagi-lagi terjadi di hadapan mataku, senjata yang terlihat seperti bazzoka namun juga bukan, tiba-tiba mengeluarkan debu berwarna merah dan hitam pekat seperti bunga yang mengeluarkan serbuk sari. Debu-debu itu kemudian menggumpal, memadat, membentuk peluru bazzoka dan masuk ke dalam pelontar.
Waktu seakan terhenti saat mahluk itu tiba-tiba sudah berada tepat di hadapan lelaki itu dengan wujud mengerikan. Tubuhnya di penuhi sisik dengan wujud anjing setengah manusia. Cakarnya panjang-panjang seperti hunusan bilah pisau.
Namun belum sempat dia mencapai jarak paling dekat untuk berada di jangkauan serangan. Tubuhnya tiba-tiba meledak dalam sekejab saat senjata yang di bindikkan oleh pria itu tepat mengenainya.
Bau menyengat seperti bau cuka dan juga permentasi buah busuk menguar membutakan penciuman seiring dengan jatuhnya ceceran tubuh dan darah dari mahluk tadi.
Bau itu melumpuhkan ku dalam sekejab, membuat perutku bergejolak, sampai pusing di sertai nyeri. Hingga pada puncaknya, aku jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri.
ini kebenarannya tapi kenapa kedengerannya jadi kek omong kosong 🤣
Tapi perasaan gak ada yang berubah. Ngapain lu hapus bab lama, padahal komentar sama like-nya udah bejibun
Baca bab baru kaga idep
mana Ujan Meteong?!