NovelToon NovelToon
Jodoh Istikharah

Jodoh Istikharah

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:353.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pj Lestariri

Sesion 1 dan 2


Biduk rumah tangga yang dijalani Arini tidaklah mulus. Ia tetap bertahan meskipun Leon-- sang suami melakukan poligami. Bukan tanpa sebab Arini bertahan hingga sejauh ini.

Karena Leon adalah jodoh istikharahnya. Itulah alasan terbesar Arini mau menerima dirinya di poligami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pj Lestariri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leon!

Suasana kantor sudah sangat sepi. Tinggal ada beberapa orang saja. Karena memang, sekarang sudah saatnya jam pulang kantor.

Becca sengaja pulang duluan karena memang pekerjaannya sudah selesai. Sementara Leon, laki-laki itu lembur bersama divisinya.

Pukul 6 sore.

Leon melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Sebenarnya ia ingin keluar sebentar untuk makan, akan tetapi ia harus menundanya karena hendak buang air kecil.

Di ruangannya tidak ada toilet. Karena toilet hanya ada di ruangan direktur saja. Oleh karena itu, ia berjalan menyusuri lorong yang sudah sangat sepi.

Saat Leon hendak menutup pintu toilet, ia dikejutkan dengan Diana yang tiba-tiba memaksa untuk masuk.

"Jangan melompong seperti itu. Nanti bisa kemasukan lalat," goda Diana sambil menutup pintu dan menguncinya.

"Kamu ngapain di sini?" tanya Leon sambil mengerutkan dahinya.

"Aku baru selesai dari toilet sebelah. Kebetulan lihat kamu masuk sini. Jadi aku ikut masuk juga," ucap Diana sambil tersenyum menggoda.

Diana yang sedari awal tertarik pada Leon. Langsung melancarkan aksinya. Ia mencium Leon dengan ganas seperti tadi pagi.

Demikian dengan Leon, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Ia pun membalas perlakuan Diana tak kalah ganasnya.

***

Becca mondar-mandir di kamarnya karena sejak tadi ponsel Leon dihubungi tidak ada jawaban. Panggilan serta pesannya masuk. Hanya saja tidak di angkat dan di balas.

"Kamu kemana sih, Mas? Jangan buat aku cemas, dong. Please!" Becca bermonolog sambil menggigit ujung ponselnya.

"Ah, shit! Keras!" pekiknya saat tanpa sengaja giginya menggigit ujung ponsel dengan keras. "Bisa rontok ini gigiku," lirihnya.

Ting.

Ponsel Becca berbunyi. Menandakan ada pesan masuk.

Leon

Aku lagi di jalan, Honey.

Jangan cemas. Aku baik-baik saja.

Becca menarik nafas lega sambil tersenyum dan mengelus dadanya.

Becca

Hati-hati, Mas.

Aku tunggu kamu di rumah.

Eh, btw kamu pulang ke rumah, kan?

Mbak Arini masih kerja, kan?

Leon

Iya.

Arini belum pulang.

Sudah dulu ya, Honey. Ini mau lampu hijau.

Luv yu.

Becca

Luv yu tu.

Setelah mendapat kabar bahwa Leon baik-baik saja, Becca men-silent ponselnya lalu menaruhnya di atas nakas. Setelah itu, ia berbaring di atas kasur. Dan tertidur.

Becca terbangun saat merasakan ada sentuhan di wajahnya.

Leon.

Suaminya itu sudah memakai pakaian tidur dan sekarang sedang mengelus pipi mulus Becca.

Becca yang baru saja bangun, mengucek matanya sebentar lalu menatap Leon dengan bingung.

"Kok kamu sudah di sini, Mas? Perasaan baru tadi kita chattingan," gumam Becca.

Leon tersenyum sambil geleng-geleng kepala. "Ini sudah jam satu dini hari, Honey. Tadi kita chattingan jam sebelas," beritahu Leon.

"Selama itu?"

Leon diam saja. Apanya yang lama? Batinnya.

"Kita chattingan jam sebelas. Kamu pulang jam satu? Tadi katanya sudah di jalan. Kok lama?" Becca menyerbu dengan pertanyaan beruntun.

"Aku sudah pulang sejak jam 00, Honey. Bukan baru pulang."

"Oohh," Becca nyengir karena merasa malu. "Ya sudah, ayo tidur. Besok kita harus kerja," kata Becca dan di iyakan oleh Leon.

***

Calina tengah berpesta dengan minuman alkohol. Sendirian di kamar apartemennya. Sudah sepuluh botol ia habiskan.

Pikirannya sedang kacau. Dan seperti biasanya, ia selalu melampiaskan ke alkohol.

Calina tidak suka ke kelab. Suara musik yang menggelegar membuat kepalanya pusing. Oleh karena itu, ia selalu minum di kamar apartemennya saja.

Hingga tak terasa kepalanya terasa benar-benar berat. Dan ia tak sadar apa-apa lagi setelah itu.

Paginya ia dibangunkan oleh guncangan heboh Via. Via memang memiliki akses ke apartemen Calina. Karena untuk antisipasi jika terjadi hal seperti sekarang ini. Bukan sekali dua kali ini terjadi, tapi berkali-kali.

Calina kalau tidur sulit dibangunkan. Dan Via tidak mau pekerjaan mereka terganggu karena Calina kesiangan bangun.

Via dan Calina satu apartemen. Hanya beda tower saja.

"Via... Aku masih ngantuk berat. Kamu pergi dulu, deh. Aku mau tidur lagi," gumam Calina dengan suara serak khas bangun tidur.

"Calina! Please bangun! Kita mau ada perfom di Mall Bintang jam sembilan nanti. Sekarang sudah jam tujuh. Kita harus berangkat jam delapan. Takut macet. Ayo bangun!" Via dengan suara cempreng dan melengking mengguncang Calina dengan kuat.

Dengan malas Calina bangun lalu menuju kamar mandi.

Tak lama ia selesai mandi. Keadaannya sudah sedikit bugar. Karena sudah disiram air dingin. Sengaja Calina tidak mandi dengan air hangat, biar bisa cepat melek.

Via tengah menyusun botol minuman alkohol yang kosong. Ia melirik Calina yang sedang memilih baju di dalam lemari. "Habis sepuluh?" tanyanya. "Kenapa tidak dua puluh sekalian? Ini nanggung," sindirnya.

Calina melirik Via sebentar. Lalu mulai memakai pakaiannya. Mini dress ungu yang simpel dan elegan.

Meskipun dirinya penyanyi dangdut, Calina tidak suka memakai pakaian seksi. Semua pakaiannya pasti minimal selutut. Dan kerahnya tidak pernah rendah.

"Ada masalah apa lagi, sih? Sampai minum segini banyak. Bagaimana kalau suaramu terganggu karena minuman ini? Kamu itu penyanyi, Ca. Suaramu adalah asetmu." Via yang sudah menganggap Calina sebagai adiknya, berbicara panjang lebar.

"Bisa lipsing," sahut Calina dengan santainya.

Via hanya bisa mendengus pelan. Calina memang seperti itu. Susah dikasih tahu.

Tak butuh waktu lama, Calina sudah selesai dandan. Alis dan bibirnya sudah di tatto. Sedangkan bulu matanya sudah di eyelash. Jadi ia tinggal memoles sedikit saja, make-up-nya sudah perfect.

"Ayo! Go!" Calina langsung menyambar tas yang sudah diisi dengan mic dan beberapa perlengkapan lainnya.

Via mengikuti Calina menuju basement apartemen. Disana sudah ada adik Via yang bekerja sebagai supir Calina. Adik Via sendiri sebenarnya masih kuliah. Ia membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-harinya. Oleh karena itu, ia bekerja sebagai supir diluar jam kuliahnya.

Sepanjang jalan, Calina lebih banyak diam. Ia membuang pandangannya ke luar melalui jendela. Tatapan matanya kosong. Jelas sekali ia sedang dalam masalah.

"Kak Calina baik-baik saja?" tanya Vino--- adik Via.

"Aku baik, kok," sahut Calina dengan wajah masih menatap ke luar jendela.

Via melirik sekilas ke arah Calina. Ia tahu, Calina adalah orang yang tidak suka curhat. Kalau ia sedang tidak ingin curhat, jangan dipakasa. Biar bagaimanapun usaha kita membujuknya untuk cerita, kalau dia tidak berkenan, maka dia tidak akan mau cerita apa masalahnya.

Via adalah kakak kelas Calina di SMP dan SMA. Biarpun mereka adalah senior dan junior, akan tetapi mereka sering main bersama. Sewaktu sekolah, tempat favorit mereka adalah studio musik.

"Vino, agak cepat, ya! Jangan sampai kita terlambat," kata Via sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan kirinya.

"Iya, Kak," sahut Vino. Ia pun mulai menambah kecepatan lajunya. Akan tetapi masih dalam batas normal. Tidak ugal-ugalan.

1
Noni Kartika Wati
cerai aja Thor kenalin Arini sama duren sawit biar Lion ngesot"
Noni Kartika Wati
diracun aja
Hariani Yusuf
carain aja leonx dr pada d madu
bikin sakit hati ajah......😂😂😂
Cici Murniawati
lanjut
Yadi Kusma
Akibat umbar nafsu syahwat mu Akhirnya bakal pusing sendiri
Pj Lestariri: biar tau rasa si Leon.
total 1 replies
Muji Lestari
kasihan anak yg selalu jd korban padahal perselingkuhan terjd adl di kedua pihak jika suami tetep teguh pendirian tdk mungkin ada pelakor hdr di kehidupan pernikahan mereka
Pj Lestariri: luv Jasmine ❤️
total 1 replies
Euis Rosmalasari
ikut sedih thor, . . . Arini. . semoga Author ngasih kebahagiaan buat muuh.
Pj Lestariri: akan ada kebahagiaan untuk Arini kak.
total 1 replies
Imas
ko mudah luluh bru digituin jga
Pj Lestariri: terkadang memang ada manusia yang mudah luluh.
total 1 replies
Imas
hade arini mendingan hidup sendri da bakal jdi dosa
Pj Lestariri: nggak semudah itu buat Arini untuk ninggalin Leon. harap sabar ya kak.
total 1 replies
Imas
athor bikin cerai aja bkin leonnya mnyesal
Pj Lestariri: maaf ya Kak. ceritanya udah selesai, nggak bisa di ubah. 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
suami ko kaya pelajaran sekolah aj ya ada jadwalnya,,,kalo aq ma ga sanggup bolo😀😀
Pj Lestariri: author juga nggak sanggup kak 🤣
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bikin Arini minta cerai Thor aq jijik ma leon
Pj Lestariri: novelnya udah selesai kak. jadi maaf nggak bisa diubah 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bukanya Arini pake jilbab ya ko buka antingnya ga nyebut buka hijab dulu
Pj Lestariri: iya kak. disingkap jilbabnya. kan di dalam mobil, jadi nggak papa. nggak ada yang liat.
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
kena karma tu. becca
Bu'D Paijem Paijem
pekerjaan punya ngapain laki2 kayak gitu di pertahanan,,,
Bu'D Paijem Paijem
kalo aq di posisi Arini suwami macam Leon tak siyapin siyanida😡😡
Pj Lestariri: hajar kak.
total 1 replies
Ima
golok mana golok pengen gue tebas leher si leon😡😡😡⚔️⚔️
Pj Lestariri: pake parang aja kak.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
cerein aj arini, lelaki seperti leon tdk prlu d pertahankan, kucing garong t si leon
Pj Lestariri: sabar ya Kak. hehe.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
dasar leon kucing garong
Pj Lestariri: kelakuan si kucing garong 🎶
eh, author malah nyanyi.
total 2 replies
Misik Japar
bodoh sm baik beda tipis
Pj Lestariri: setipis kulit Ari.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!