"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Next, masih lanjutan bab sebelumnya ya guys👇.
Setelah kejadian itu Altas memang sempat berfikir ingin memberitahu Sera, namun ia juga memikirkan keadaan Sera dan calon bayinya jika itu akan menambah beban pikiran Sera.
"Aku juga salah, kenapa setelah itu aku tidak memberi tahunya."
Altas tak menyangka jika Ivana akan bertindak sejauh itu. Corleo yang mendengar cerita sang kakak pun cukup percaya dengan ucapannya, karena ia juga tahu bagaiman sifat Ivana yang bahkan bisa dibilang begitu obses dengan Altas.
"Tapi kita juga tidak tahu kak selama kau tidak sadarkan diri, mungkin saja kalian melakukan sesuatu?"
Berfikir Altas dan bertanya-tanya bagaiman bisa ia sampai tidak sadarkan diri jika Ivana tidak melakukan sesuatu padanya, ia juga mengatakan pada Corleo bahwa ia hanya meminum secangkir minuman, dan itu pastinya tidak akan membuatnya mabuk atau bahkan sampai pingsan. Jangankan hanya secangkir minuman, bahkan berbotol-botol minuman sama sekali tidak berpengaruh pada tubuhnya.
Corleo pun memberikan asumsinya, mungkin saja memang benar itu ada andil Ivana yang mungkin telah mencampurkan sesuatu kedalam minumannya sehingga membuat Altas tak sadarkan diri.
"Mungkin saja dia melakukan hal licik yang tidak terlihat di pandanganku, karena memang saat itu Ivana yang menuangkan minuman."
Altas pun tak akan tinggal diam serta mencari bukti kebenaran dan membuktikan pada Sera jika ia tidak bersalah.
"Tapi bagaimana kak?. Jika Ivana benar mengandung, jangan sakiti bayi yang tidak bersalah itu."
Paham Altas mengatakan kalau ia juga tahu dan tidak bertindak sesuatu yang bisa membahayakan nyawa yang tidak bersalah. Tapi dia sangat yakin jika anak yang dikandung Ivana bukanlah anaknya.
Malam pun tiba, yang mana Sera masih mengurung diri di dalam kamar, Altas yang khawatir menghampirinya dan melihat salah seorang pelayan dengan makanan di tangan mengatakan pada Altas jika Sera tak kunjung membuka pintu dan belum makan sedari masalah tadi.
Altas pun meminta pelayan itu untuk pergi dan ia akan mengatasi Sera, dari balik pintu kamar Altas berteriak lembut memanggil Sera sambil meminta maaf atas kejadian tadi dan Sera berkenan membukakan pintu kamar.
"Ayolah sayang, aku benar-benar tidak melakukan sesuatu pada Ivana aku hanya di jebak."
"Buka pintu sayang, aku bawa makanan untukmu. Makanlah dulu, kamu sedari tadi belum juga makan. Ingatlah kalau ada bayi kita di perutmu, jangan sakiti dirimu dan calon anak kita karena kesalahanku" lanjutnya.
Sera hanya terduduk diam diatas kasur sambil memeluk bantal dan tak merespon Altas. Sambil menatap bulan berjalan ia kearah jendela. Ia tak tahu entah siapa yang bisa ia percaya, dengan bayang-bayang foto yang di berikan Ivana masih menghantui pikirannya.
"Hatiku sakit sekali, aku begitu percaya padamu Altas, tapi kenapa kau menghianatiku. Kenapa sebelum melakukan hal itu, kau tidak mengingat aku ataupun anak kita" meneteskan air mata berusaha tegar dengan hati yang rapuh.
Altas yang merasa Sera masih begitu marah karenanya dan tidak ingin menemuinya pun menaruh makanan di meja luar kamarnya sambil berteriak memanggil Sera untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan.
"Aku siapkan makanan disini, ambil dan makanlah sayang. Ada buah juga untukmu" ucap Altas dengan rasa bersalah dan sedih.
Keesokan pagi, Altas kembali bertanya pada salah seorang pelayan apakah Sera sudah keluar kamar, pelayan itu menjawab jika nyonya belum juga keluar kamar dari kemarin dan juga makanan yang sudah di siapkan tak juga dimakan.
Mendengar hal itu Altas pun semakin marah pada Ivana, tanpa berlama-lama ia pun segera keluar dan pergi menuju kediaman Ivana. Dan setibanya di rumah keluarga Kendrick, Altas pun dihadang oleh penjaga. Altas melawan dengan tegas memegang kerah baju penjaga itu sambil mengatakan jika ia ada urusan penting dan tidak ingin basa-basi.
"Menjauhlah jangan sampai ada pertumpahan darah di sini!"
Penjaga itu hanya tertunduk karena mereka masih sangat menghargai Altas dan Dimata mereka Altas masih menjadi orang terpenting dan ancaman. Altas pun langsung masuk memanggil Ivana.
Kendrick dan istrinya turun sedikit terkejut dengan kedatangan Altas di rumahnya, mereka pun lantas bertanya apa yang membuat seorang Altas bisa datang ke rumahnya dengan amarah.
"Mana anak kalian!" datar.
"Kenapa?" tanya Kendrick.
"Sekali lagi saya tanya mana anak kalian yang selalu membuat ulah itu!"
Tak berselang lama Ivana turun menyambut kedatangan Altas ke rumahnya dengan senyum senang. Jijik melihat Ivana, Altas pun langsung menghampiri dan menarik keras tangan Ivana untuk ikut dengannya dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
"Katakan kalau itu hanya omong kosong mu, dan jelaskan pada istriku kalau kau hanya menjebakku!"
Seolah-olah tak tahu apapun, Ivana mengatakan kalau ia bicara yang sejujurnya. Terlihat di wajah Altas dengan emosi yang meluap-luap penuh amarah.
"Lepaskan tangan anak saya, kau jangan kelewatan batas!" ucap istri Kendrick.
Altas pun mengatakan jika yang melewati semua batasan adalah anak perempuannya, lantas Altas pun meminta Ivana untuk menjelaskan yang sejujurnya pada kedua orang tuanya.
Ivana menjelaskan dengan penuh kebohongan seperti apa yang ia katakan pada Altas dan Sera. Sementara kedua orang tuanya dibuat terkejut saat mengetahui jika Ivana sedang sedang mengandung bahkan yang ia kandung adalah anak Altas.
"Kau yang menghamili anakku tapi kau yang bertingkah seperti korban!" ucap Kendrick.
Altas pun mengatakan jika yang dikatakan Ivana adalah kebohongan, karena ia sama sekali tidak pernah menyentuh Ivana.
"Dia menjebakku, dan aku pastikan jika anak yang di kandung Ivana bukanlah anakku!. Kau mencoba bermain-main denganku Ivana, kau akan lihat akibatnya nanti!" pergi meninggalkan rumah Ivana dengan rasa kecewa karena ia belum bisa membuktikan pada Sera kebenarannya.
Setelah Altas pergi, orang tua Ivana pun menekan anaknya dengan secercah pertanyaan apakah benar yang dikatakan Altas adalah kebenaran dan yang Ivana katakan adalah kebohongan.
"Katakan Ivana, kau jangan mencari masalah dengan melakukan hal bodoh seperti ini."
Senyum gila Ivana, "Tenanglah, aku akan menghadapi amarah Altas. Aku memang sedang mengandung, dan aku akan menjadikan anak ini sebagai pion."
"Kau tau apa yang kau pikirkan Ivana, bahkan Altas saja tidak mengakui jika yang kau kandung itu anaknya. Katakan, anak siapa yang ada di perutmu itu" memegang keras lengan Ivana.
"Elbert," jujurnya.
Pernyataan Ivana pun membuat kedua orang tuanya terdiam menganga terkejut, sang ibu lantas menampar Ivana dengan keras dan mengatakan pada Ivana kekonyolan apa yang sebenarnya di lakukan, dan bagaimana bisa ia mengandung anak dari laki-laki hidung belang itu.
Mendapat tamparan dari sang ibu membuat emosi Ivana memuncak, air mata menetes namun disertai ancaman memegang erat lengan sang ibu bak orang gila yang obses.
"Tampar aku mah, tampar!. Apakah ayah juga mau menampar, atau membunuhku lakukan!" Mengambil p*stol dan mengarahkan ke kepala.
Lagi-lagi tingkah Ivana membuat orang tuanya kewalahan dan membujuk Ivana untuk tidak menyakiti dirinya.
"Jika kalian sayang pada anak kalian, harusnya kalian dukung anak kalian ini. Aku memang sudah gila, gila karena Altas dan apapun itu akan aku lakukan untuk mendapatkan dia Kalian dengar itu!"
Kembali orang tuanya mengalah dan mendukung kebohongan serta rencana Ivana, namun ia juga khawatir karena Altas saja bahkan sangat yakin jika anak di kandungan Ivana bukanlah anaknya.
"Entah apa yang akan terjadi" bisik lirih sang ibu.
...