Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 : Viral
Suara adzan subuh berkumandang, membuat Natasha perlahan membuka matanya. Merasa pegal dan nyeri ditangan kirinya. Saat melihat tangannya terpasang infus, Natasha tersenyum memandang Reza yang tertidur pulas disamping kirinya. Posisi menunduk dengan tangan sebagai alasnya. Mengusap rambut Reza, membangunkan perlahan.
"Za..Reza..bangun. ini sudah subuh" suara Natasha terdengar lembut, mampu membangunkan Reza.
"sayang..kamu sudah bangun? apa masih sakit?" tanya Reza sambil memegang kening Natasha.
"Demamnya sudah turun. Alhamdulillah" kata Reza lega.
"kamu semalam gak pulang ke apartemen?" tanya Natasha.
"enggak..aku khawatir lihat kamu pingsan di kamar mandi"
"aku udah gak papa kok...kamu sholat subuh dulu gih"
"iya sayang"
Reza meregangkan badannya, terasa pegal karna tidur dengan posisi duduk kepala menyandar dikasur. Kemudian masuk ke kamar mandi, mengambil air wudhu.
Natasha tersenyum melihat Reza yang sedang sholat dikamarnya. Benar benar suami idaman.
"Kenapa liatin aku terus? ganteng ya?" Reza meledek Natasha setelah menyelesaikan sholatnya. Natasha terlalu terpukau, sampai sampai tak menyadarinya.
"pede" jawab Natasha.
"udah sembuh bener ya, udah bisa balas ledekanku. hemm..." mencubit pipi Natasha.
"awww...sakittt. kenapa sih suka banget nyubit pipiku za?" mengusap usap pipinya yang sakit.
"kan aku selalu bilang gemesss liat pipi kamu ini" Reza mencubit lagi pipi Natasha.
"iya tapi sakitttt 😢"
"iya iya maaf sayangku...klo gini sakit gak? cupp" kecupan singkat mendarat di kening Natasha, berhasil membuat pipinya merah merona.
"hari ini kamu gak usah masuk kantor. Wajahmu masih pucat" Natasha menganggukan kepalanya.
"kamu gak kerja za?" tanya Natasha balik. Natasha hanya tau Reza bekerja entah dikantor mana tanpa tahu bahwa Reza saat ini menjadi CEO Permadi Group menggantikan Daddynya. Natasha tak pernah bertanya.
"enggak, aku ambil cuti buat nemenin kamu"
"tapi kamu baru saja bekerja beberapa hari za. nanti kamu kena omelan bos kamu"
"enggak sayang...bosku sudah mengijinkanku tadi ditelfon" yang dimaksud Reza adalah Daddy Jodi 😄.
"bener?? serius?? kamu gak boong kan"
"serius sayangg"
"bos kamu baik banget za"
"ya begitulah 😁"
Natasha masih setengah berbaring dengan 3 tumpukan bantal dikepalanya. Sedangkan Reza duduk di sofa dengan Tab ditangannya. Reza sedang memeriksa email yang dikirim oleh asistennya Bani.
Mama Dira masuk ke dalam kamar membawakan bubur dan teh manis hangat.
"Nak, makan dulu. mama bawakan bubur. selesai makan kamu harus minum obatnya"
"biar aku aja tante yang nyuapin Natasha" Reza bangkit dari duduknya, meraih mangkuk berisi bubur. disuapinya Natasha.
"yaudah..mama turun kebawah ya. mau masak sarapan untuk mantu mama yang semalaman udah jagain anak mama tersayang" mama tersenyum dan berjalan keluar kamar.
"ayo dong sayang...baru 4 kali suap. masa udahan. nanti kamu tambah sakit"
Natasha menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"atau mau aku suapin pakai mulutku?" Reza bersiap mendekati Natasha dengan mulut sudah terisi bubur.
"ih apaan sih...oke oke aku mau makan lagi"
Taktik Reza berhasil.
"Nah gitu dong...calon istri yang penurut" Reza meringis. pipi Natasha bersemu merah.
******
Ruangan Dimas
Drtt drtt
gawai Dimas bergetar, sebuah pesan video masuk. Dibukanya video itu, membulatkan matanya yang berwarna hitam pekat.
"Roy, kemari sekarang" Dimas menghubungi Roy lewat interkom di ruangannya.
toktoktok
"Masuk"
"Bos..." Roy membungkukkan badannya.
"kau dapat darimana video ini?" tanyanya sambil melihatkan video itu pada roy.
"maaf bos, pagi ini ada seseorang dengan nomor tidak dikenal yang mengirimkan kepada saya. Dan ternyata sudah menyebar di media sosial bos" roy menundukkan kepalanya, melirik sedikit kepada Dimas yang terlihat marah, mengeraskan rahangnya.
"cepat bereskan kekacauan ini. kau tau kan maksudku?"
"baik bos, saya permisi"
Dimas benar benar marah, bagaimana bisa wanita yang sangat diinginkannya itu diperlakukan buruk oleh ketiga karyawannya yang kemarin baru saja dia skrosing. Benar benar membuatnya naik darah.
Dimas menyuruh roy untuk menghilangkan semua video yang sudah tersebar tanpa jejak sekalipun. Dan memecat ketiga karyawan itu.
"pantas saja hari ini Natasha ijin tidak masuk. apakah dia sakit?" Dimas bertanya pada dirinya sendiri. cemas.
******
Toilet Wanita Putra Perkasa Group
"brengsek..kenapa videonya hilang?" gumam seseorang dari dalam bilik toilet yang sedang membuka gawainya.
"tak masalah...semua sudah melihatnya dan aku berhasil mempermalukan Natasha" tersenyum licik dari wanita itu.
Sebenarnya siapa wanita itu???
******
Rumah Natasha
"Halo tuan Reza" suara Bani asisten Reza disebrang sana.
"ada apa Bani?" tanya Reza yang saat ini sedang duduk dihadapan Natasha, membelai pipinya yang tertidur pulas setelah meminum obat.
"maaf Tuan..apakah email yang berisi video sudah anda buka?" Bani terdengar serius.
"sebentar Bani" Reza beranjak dari duduknya dan meraih tab diatas sofa.
Reza membuka video itu dan kaget.
"kau dapat darimana ini Bani?" suara Reza lirih agar Natasha tak terbangun.
"ada di sosial media Tuan, sudah viral" jawab Bani.
"tapi Tuan...maaf videonya sudah tidak ada lagi. saya baru saja memeriksanya lagi"
Dalam hitungan menit ternyata video itu sudah lenyap.
"Syukurlah" jawab Reza lega. 'tapi siapa yang menghilangkannya dengan begitu cepat? apa Dimas, bos mesum Natasha?' gumam Reza.
"Hanya saja dikantor menjadi bahan pembicaraan Tuan"
"Biarkan saja Bani. sepertinya sabtu besok aku harus mengumumkan sesuatu. tolong urus semua" perintah Reza.
'Mengumumkan apa?' tanya Natasha dalam hati saat mendengar Reza berbicara dengan orang bernama Bani ditelfon.
"Baik Tuan" Bani menutup telfonnya.
"Sayangg..." suara Natasha memanggil Reza yang memunggunginya menghadap balkon kamar.
"sayang...kamu sudah bangun? apakah aku mengganggu tidurmu?" reza mendekati dan duduk disamping Natasha, membelai rambut panjang coklat yang tergerai.
"enggak kok..aku haus"
"baik...ayok bangun pelan pelan" reza mendudukan Natasha dan mengambil gelas di atas nakas lalu meminumkannya.
"terimakasih"
"apa terjadi sesuatu dikantor? siapa Bani? apa dia wanita?" tanya Natasha bertubi tubi.
"sabar sayang...satu satu. atur nafasmu"
huh hah huh hah...natasha mengatur nafasnya
"ayo buruan jawab"
"ok ok..ya ada sesuatu, tapi sudah beres. kau tanya Bani siapa? dia temanku seorang pria. sudah puas dengan jawabanku?"
"ooo...syukurlah" Natasha mengelus elus dadanya merasa lega.
"kenapa? kamu cemburu? kepada Bani?? hahaha" Reza tertawa keras.
"siapa yang cemburu?" mencebikkan bibirnya manja.
"ih bikin gemesss kan...jangan seperti itu sayang, jangan menggodaku, aku sudah menahannya selama ini. kau tahu? sangat menyiksa"
"apa yang tahan sayang?" natasha bingung.
"bibir kamu yang seperti itu...membuatku ingin melahapnya"
"ih dasar mesum" pipi Natasha merah seperti seekor kepiting rebus.
"jangan seperti itu dihadapan laki laki lain..oke"
"i iya" natasha menganggukkan kepalanya.
"kenapa pipi kamu merah sekali? apa kau merasa sakit lagi?" tanya Reza memegangi kedua pipinya. Natasha menggelengkan kepalanya yang artinya tidak ada yang sakit.
'ini gara gara ulahmu Reza Permadi' gumam Natasha.
******
Cafe
"kurang ajar, siapa yang merekam kejadian kemarin?" tanya satu wanita di meja sebuah cafe.
"entahlah...mungkin orang orang yang ada ditoilet" jawab wanita yang lainnya.
"gara gara ini kita bertiga dipecat" saut wanita satu lagi yang meremas tisu ditangannya.
"kita harus cari tau siapa yang menyebarkannya"
"tapi untuk apa? gak ada gunanya lagi sekarang. ingat kita sudah dipecat"
"iya bener juga"
"enggak, gw harus tau siapa" wanita yang bernama Sinta mengepalkan tangannya bertekad mencari tau siapa yang merekam dan menyebarkan video yang berjudul "Sekretaris cantik Putra Perkasa Group dilabrak karena ada affair dengan Bosnya Dimas Adiyaksa Putra".
Dalam video tersebut ada yang terpotong. Saat Reza membela dan memakaikan jassnya pada Natasha hilang. Hanya bagian Natasha diguyur dengan air pel, ditampar dan dimaki maki.
Lagi lagi, siapakah wanita itu?? penyebar video.
Bersambung...
*******
BONUS!!!
ini yang menurut Author pas sama karakternya ya. Kalau ada yang gak setuju, maaf 🙏😊
Visual Natasha
Visual Reza
Visual Dimas