Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!
Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Akhir pekan yang di nanti alan dan alana akhirnya datang, sesuai janji arthur, arthur akan membawa alan dan alana jalan-jalan di luar. Saat arthur mengatakan pada alan dan alana kalau dia akan mengajak mereka jalan-jalan di luar, mata alan dan alana berbinar-binar senang. Mereka jelas sekali terlihat sangat menantikan keluar dari rumah.
Pagi menjelang siang, arthur, alan dan alana sudah siap berangkat ke tempat tujuan mereka. Arthur memakai kemeja putih lengan panjang dan celana jeans hitam panjang. Alan dan alana juga memakai baju yang senada dengan arthur. Arthur memang banyak membeli baju dengan model yang sama untuk dirinya dan anak-anaknya. Jika saja istri nya masih ada arthur pasti membeli baju pasangan lengkap, bukan hanya untuk dirinya dan anak-anaknya.
-----
Arthur, alan dan alana masuk ke dalam mobil . Indra juga ikut bersama mereka, kemanapun arthur akan pergi pasti ada indra di sampingnya, tia juga ikut pastinya karena tia yang bertugas menjaga alan dan alana nanti.
Mobil sudah keluar dari kompleks perumahan arthur yang mewah itu dengan kecepatan sedang, di belakang mobil arthur ada satu mobil yang mengikuti arthur, mereka adalah pengawal yang sudah di siapkan arthur untuk berjaga-jaga.
"Alan, alana. apa yang akan kalian lakukan dulu kalau sudah sampai di tempat tujuan kita" tanya arthur
"Emm... apa ya... oh iya, alana pengen main di Timezone lalu habis main alana pengen makan pizza di sana" jawab alana
"Begitu ya, lalu alan?" Tanya arthur
"Entahlah, alan ikut saja dulu sama alana." Jawab alan.
"Oke, kalian boleh main sepuasnya nanti di sana" ucap arthur
------
Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat tujuan mereka.
"Dari namanya, ini pasti mall punya ayah" ucap alan
"Haha... benar, ini mall punya ayah" jawab arthur
"Apaa.. mall yang besar ini, punya ayah, beneran punya ayah" ucap alana, terkagum-kagum.
"Benar, ini juga punya kalian. Ayo turun" ucap arthur, lalu turun dari mobilnya.
Arthur beriringan dengan alan dan alana masuk ke dalam mall, semua mata tertuju pada arthur dan anak-anaknya.
"Ya ampun, lihat mereka.. apa dia ayah dari anak-anak itu, dia sangat tampan dan anak-anaknya juga tampan dan cantik" ucap seorang wanita.
Arthur tidak terlalu memperdulikan orang-orang yang di sekitarnya, dia hanya fokus pada anak-anaknya.
Sampai di timezone, alan dan alana masuk ke dalam bersama tia yang menemani mereka, terlihat alana sangat bersemangat.
" Kak alan, ayo... alana pengen main itu kak, ayo kak" ucap alana, menarik tangan alan.
"Iya, sabar alana" ucap alan, pasrah tangannya di tarik adiknya.
"Ah, kak alan mah lama jalannya. alana ajak mba tia aja deh" ucap alana, melepaskan tangannya dari tangan alan lalu menarik tangan tia.
"Mba tia, ayo temani alana main itu" tunjuk alana
"Baik nona, nona senang sekali ya hari ini" ucap tia
"Tentu saja, ini pertama kalinya alana pergi ke tempat seperti ini" jawab alana.
Arthur dan indra hanya mengikuti mereka dari belakang, alan juga hanya mengikuti alana yang sedang bermain.
"Lihat mereka ndra, mereka sangat antusias" ucap arthur
"Iya kak, apa lagi ini pertama kalinya buat mereka kan" jawab indra
Arthur dan indra duduk di bangku dan melihat alan dan alana bermain .
"Apa aku beli beberapa permainan seperti itu, buat di rumah ya"ucap arthur
"Untuk apa kak?" Tanya indra
"Tentu saja buat mereka main, kau ini masa tidak tahu sih... mereka suka bosan di rumah terus kan, jadi kenapa aku tidak membeli beberapa permainan yang di sukai mereka dan meletakkannya di rumah, kalo mereka bosan kan mereka bisa bermain itu di rumah" ucap arthur...
"Haaaahhh..... apa ini, bisa-bisa rumah kak arthur jadi tempat bermain anak-anak. Ya, aku sih tidak masalah toh rumah kak arthur luas dan lagi buat anak-anaknya. Baiklah iyakan saja ndra" batin indra ..
"Iya, baiklah... aku akan mengurusnya, kak arthur tenang saja" ucap indra .
------
Alan dan alana masih bermain, hampir semua permainan mereka coba semua.
"Kak alan, alana cape. sudah yuk mainnya." Ucap alana
"Oke, habis ini mau kemana?" Tanya alan, mengandeng tangan alana, menuju arthur dan indra
"Alana laper, mau pizza" jawab alana.
"Yaudah, minta sama ayah nanti" ucap alan..
"Udah mainnya, sekarang mau kemana?" Tanya arthur
"Alana laper katanya yah, dia ingin makan pizza. Lagian ini udah waktunya makan siang kan" jawab alan
"Ah.. benar.... kalo begitu kita langsung aja cari pizza. Ayo" ucap arthur
-----
Sampailah di restoran pizza, mereka semua sudah duduk di meja yang sudah di pesan indra sebelumnya, indra juga sudah memesan pizza untuk mereka. Kini mereka tinggal menunggu pizza nya datang .
Sembari menunggu pizza mereka datang, alana menceritakan apa saja yang dia mainkan tadi pada arthur. Arthur, indra, dan tia terlihat senang melihat alana yang begitu semangat menceritakan pengalaman pertamanya bermain di timezone. Berbeda dengan alan, dia lebih memilih mendengarkan adiknya bercerita.
Pizza yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang . mereka semua makan dengan lahap, terutama alana.
------
Setelah makan siang, arthur mengajak alan dan alana masuk ke dalam butik langganannya. Arthur ingin mencoba baju yang sudah dia pesan sebelumnya.
Belum sampai di butik tersebut, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri arthur.
"Hai arthur, sudah lama ya tidak bertemu. Kamu apa kabar?" Tanya wanita itu, tersenyum.
"Kebetulan banget ketemu arthur pengusaha kaya raya ini, kesempatan buat deketin dan biar semua orang tahu kalo gw deket sama dia. kalo gw bisa ambil hatinya, apapun yang gw inginkan pasti terwujud kan" batin wanita itu.
Di saat yang sama, beberapa orang berbisik-bisik. "Hei, lihat dia kan model yang terkenal itu. dia kenal sama tuan arthur itu ya, beruntung banget" bisik-bisik para wanita tersebut
"Tuh kan, mereka percaya kalo gw deket sama arthur" batin wanita itu lagi
Tentu saja alana tahu maksud tersembunyi wanita yang ada di depan ayahnya.
"Wanita jahat, alana harus melindungi ayah dari godaan wanita seperti dia" batin alana.
"Ah, apa sebelumnya saya pernah bertemu dengan anda" jawab arthur
"Hah, apa dia tidak mengingat ku" batin wanita itu..
"Ah, kalo begitu. Perkenalkan nama saya ..." belum menyebutkan namanya, alana menarik-narik kemeja arthur. Tangannya menjulur ke atas minta di gendong
"Ayah, alana pengen di gendong, sekarang!!" ucap alana, arthur sedikit bingung dengan tingkah tiba-tiba alana yang ingin di gendong olehnya, lalu arthur segera menggendong alana, umur alana memang 10 tahun tapi tubuhnya masih sangat mungil. tidak heran jika arthur tidak merasa keberatan menggendong alana.
"Alana mau pulang, sekarang juga. ayo ayah!!" Ucap alana memaksa.
"Tapi, kita belum ke butiknya sayang" ucap arthur
"Tidak mau, alana mau pulang sekarang!!" Teriak alana, memeluk erat arthur
"Arthur, siapa anak ini?" Tanya wanita itu, mencoba menyentuh kepala alana.
"Jangan menyentuhku!!, Dan jangan dekati ayahku!!. Ayah ayo pergi dari sini!" teriak alana
"Iya nak, iya kita pulang ya. kamu kenapa marah-marah sayang ada apa" ucap arthur, sambil berlalu meninggalkan wanita itu pergi sendirian di sana.
"Hei, lihat dia, ternyata dia hanya sok kenal sama tuan arthur. kalo aku jadi dia, aku sudah lari dari tadi sangkin malunya. Bahkan anak tuan arthur saja tidak menyukai dia mendekati tuan arthur" ucap seorang wanita yang melihat kejadian tadi.
Wanita cantik tadi mengepal tangannya, kesal. dia tidak mengira akan di permalukan seperti itu.
------
Di dalam mobil arthur, arthur memangku alana di pangkuannya.
"Alana, kenapa kamu tiba-tiba seperti itu nak. ada apa?" Tanya arthur
"Ayah, alana pasti membaca pikiran wanita tadi" ucap alan.
"Begitu ya. Alana sayang, benar kamu baca pikiran wanita tadi?" tanya arthur lagi.
Alana menyilangkan tangannya, dan memasang wajah cemberut "iya, dia mencoba mendekati ayah. Lalu dia akan menghabiskan uang ayah nanti. Pokoknya alana tidak mau dia dekat dengan ayah!!" Jawab alana .
"Hahaha.... tenang saja nak, ayah bahkan tidak mengenalnya. dan ayah tidak mau mengenalnya sama sekali" ucap arthur, membelai rambut alana. Lalu memindahkan alana untuk duduk di sampingnya.
"Apa ayah janji, tidak akan dekat dengan dia?" Tanya alana
"Tentu saja anakku sayang ayah janji... dan ayah juga sudah berjanji pada kakakmu kalo ayah tidak akan menikah lagi, kakakmu bilang begini pada ayah ."Kalo ayah menikah lagi, jangan harap dapat restu dari alan" begitu" jawab arthur menirukan gaya bicara alan .
Alana menoleh ke arah alan "benar kak?" Tanya alana
"Hm, benar" jawab alan, memalingkan wajahnya. Malu sendiri dengan perkataannya waktu itu.
"Oke, alana percaya sama ayah... Hooaammm, alana mau bobo" ucap alana.
"Ya sudah sini" ucap arthur menepuk pahanya, agar alana tidur di pangkuannya.
"Tidak mau, alana mau senderan aja sama ayah" jawab alana, menyenderkan kepalanya di bahu arthur. Arthur mengelus-elus kepala alana, agar tertidur.
------
Sampai di rumah, arthur menggendong alana masuk ke dalam kamarnya. Alana benar-benar cape hari ini terlihat tidurnya sangat pulas. Setelah membaringkan alana di kasur, arthur keluar dari kamar anak-anaknya dan masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan Alan, dia ikut berbaring di kasurnya sendiri bukan tidur pulas seperti alana, hanya tiduran saja
bersambung...