NovelToon NovelToon
Raina Grittella 2

Raina Grittella 2

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Reinkarnasi / Berbaikan / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alfian Syafa

"Kita udah selesai, Bara! Sejak saat dimana malam itu terjadi!" kata Rain, menatap wajah Bara dingin.

Bara tak sanggup mendengar ucapan Rain. Dia sangat mencintai Rain dan tidak ingin hubungannya berakhir. Kalau saja malam itu dirinya tidak bodoh maka semua itu tidak akan terjadi dan Rain masih berada di dalam pelukannya. Bahkan sekarang tatapan itu ... tatapan Rain kepada Bara bukan lagi tatapan penuh cinta. Melainkan tatapan penuh kebencian. Bara akan berusaha kembali mendapatkan hati Rain.

Apakah usaha Bara akan membuahkan hasil? simak kisah Rain season dua ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Syafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Kala, Kalea jangan diberantakin!"

"Kala, main bolanya di halaman belakang aja ya."

"Kalea, Oom kan sudah bilang kalau corat-coretnya dibuku bukan di tembok!"

Bara kualahan mengurus si kembar yang aktif sekali. Lari sana sini, kadang berantem kadang akur dan kadang-kadang bikin Bara migren. Halaman depan saja belum selesai dia bereskan sudah ditambah lagi ruang tengah seperti kapal pecah dan tembok bercat putih itu kini sudah penuh dengan coretan Kalea.

Bara ingin menyerah tapi demi cintanya kepada Rain dia akan lakukan. Itung-itung belajar mengasuh anak biar nggak kaget nanti.

Bibi Marni sendiri sedang berbelanja bulanan dengan Pak Slamet, tadi Rain sudah memerintahkannya agar lebih lama pergi dan malah Rain menyuruh Bi Marni dan Pak Slamet itu jalan-jalan sejenak. Menghilangkan penat dari banyaknya pekerjaan. Sejak kehadiran keluarga kecil Rean itu Bi Marni jadi kualahan. Tadi bahkan Rain lupa mau membantu Bi Marni menyiapkan makanan.

Rain sengaja melakukan hal ini agar Bara kewalahan. Untuk menguji kesabaran Bara juga sebenarnya.

"Keterlaluan nggak sih?" tanya Maila, menatap layar komputer yang menampilkan rekaman cctv di rumah Rain.

"Dia ciuman sama cewek lain lebih tepatnya mantan pacar, cinta pertamanya dan gue lihat dengan mata kepala sendiri lebih keterlaluan mana?" ucap Rain.

Meski nada terdengar tenang tapi Maila tidak sanggup menjawabnya. Maila memaksakan untuk tersenyum karena tahu sekarang kesalahan Bara rupanya sangat fatal. Maila kira Rain hanya salah paham karena Bara tampan dan pasti banyak yang godain jadi Rain mengira Bara selingkuh. Rupanya dugaan Maila salah.

"M-maaf ... Gue nggak tahu, Rain." Maila berkata dengan terbata.

"Jangan lihat orang dari luarnya aja, Maila!"

Kalau sudah begini Maila jadi kepikiran pacarnya yang ada diluar negeri. Mana di sana tuh bebas banget. Maila takut kalau si pacar selingkuh dan malah menjalin hubungan lebih jauh. Meski komunikasi lancar tapi namanya hubungan jarak jauh kan siapa yang tahu. Ah, Maila jadi kesal. Dia langsung mengirim pesan kepada kekasihnya itu. Menanyakan apakah dia selingkuh atau tidak. Kepercayaan Maila jadi goyah karena ucapan Rain barusan.

"Lo boleh cinta sama laki-laki tapi ingat lo nggak boleh cinta terlalu dalam. Laki-laki kalau beneran sayang, lo diem pun bakal dikejar. Tapi sebaliknya kalau nggak sayang sama lo, terus lo diem pun nggak bakal dia kejar karena bukan lo tujuannya!"

"Berarti Bara beneran sayang sama lo, Rain!"

"Nggak tahu!" Rain mengangkat kedua bahunya.

Rain akui Bara memang benar-benar berjuang demi memperbaiki hubungan mereka, tapi entah mengapa Rain sulit untuk menerima kembali laki-laki itu. Rain takut jika nanti diterima dia malah akan menjauh dan kembali menyakitinya.

Bukankah laki-laki rata-rata seperti itu? Kalau udah nggak penasaran dia akan sedikit menjauh dan perlahan pergi begitu saja.

"Lo udah kasih gaji karyawan ke Bagas?" tanya Rain.

Maila mengangguk. Bagas sekarang yang menjadi orang kepercayaan Rain tapi belum sepenuhnya. Rain selalu melimpahkan pekerjaan kepada Bagas tapi dengan pengawasan ekstra.

Mendengar nama Bagas itu wajah Maila jadi cemberut. Menyimpan kekesalan kayaknya.

"Kenapa lo?"

"Ngeselin si Bagas tuh!"

"Naksir lo kali!"

"Ih, gue udah punya pacar ya!"

"Belum tentu jodoh!"

"Raiiiiin!" Maila melempar popcorn dan mengenai wajah Rain.

"Lo doain gue?"

"Nggak juga!"

Maila memilih lanjut sama tugas yang Rain berikan. Mereka ini nggak ke kampus tapi di kantor kafe milik Rain. Ada yang harus Rain urus di kafe dan kebetulan keduanya tidak ada kelas hari ini.

*

Mentari memeluk lengan suaminya, menunjukkan kepada setiap orang bahwa Rean ini miliknya. Mungkin terlalu berlebihan tapi Mentari nggak rela kalau suaminya dilirik oleh perempuan lain.

Meski Rean biasa saja tapi Mentari nggak suka cara mereka menatap Rean. Berlebihan dan terlihat sekali kalau suka dengan ketampanannya. Resiko punya suami tampan, kaya dan banyak yang naksir.

"Besok-besok kamu pakai topeng aja!" ucap Mentari.

Rean menarik hidung Mentari. Selalu saja istrinya ini berkata seperti itu kalau diajak jalan-jalan. Ini mengapa mereka jarang sekali jalan-jalan karena Mentari cemburuan dan nggak suka kalau suaminya dilirik banyak perempuan.

Ya namanya manusia kan? Kita nggak bisa ngatur pandangan mereka. Padahal Rean juga biasa saja kalau Mentari dilirik cowok-cowok. Mentari saja yang nggak sadar kalau banyak yang naksir Mentari.

Memiliki tubuh mungil, menggemaskan dan imut. Sudah beranak dua tapi terlihat seperti anak SMP itu yang selalu membuat Rean khawatir, tapi kalau Rean sama kayak Mentari yang selalu cemburu juga nggak bagus kan? Yang ada nanti mereka nggak pernah pergi kemana-mana.

Masa iya harus diem di rumah terus menerus dan kasian nanti si kembar kalau dikurung di dalam rumah tanpa mengenal dunia luar karena kedua orang tuanya memiliki sifat pencemburu.

"Ya ampun, Sayang. Kamu coba hilangin kebiasaan kamu ini deh. Kalau kayak gini kamu nggak menikmati jalan-jalannya. Kapan lagi kan bisa jalan berdua sepuasanya?" Rean tak habis pikir dengan jalan pikiran Mentari ini.

Mau sampai kapan dia begitu? Rean setia dan selalu menuruti kemauan Mentari. Bahkan sekretaris di kantor pun laki-laki sesuai dengan keinginan Mentari. Namun, tetap saja salah dan Mentari selalu sibuk dengan pemikirannya.

Rean selalu dituduh genit sama karyawan atau kalau ada rapat, Rean selalu haru mengirim foto siapa saja yang ikut rapat. Ada wanita cantik saja langsung marah-marah dan nuduh Rean yang enggak-enggak.

"Tuh mereka daritadi liatin kamu terus!" Mentari mengerucutkan bibirnya.

"Jangan ngambek. Kalau kamu pasang wajah gitu aku nggak tahan buat bawa kamu ke hotel!" ucap Rean gemas.

Rasanya mau bawa Mentari ke hotel saja dan main sampai malam biar Mentari lelah. Meski sikap Mentari menyebalkan tapi bagi Rean ini menggemaskan. Rean bersyukur memiliki istri yang benar-benar menyayanginya.

"Kamu ini! Katanya mau ajak aku beli tas?" Mentari mencubit pinggang Rean.

"Sakit, Sayang!" Rean meringis.

"Lagian ngeselin!"

Mentari melangkah terlebih dahulu ke toko tas branded. Mentari mencoba mengabaikan ucapan-ucapan para perempuan yang melihat Rean. Toh mereka hanya bisa mengagumi kan? Tanpa bisa memiliki.

Mulai sekarang Mentari harus bisa bersikap biasa saja. Belajar dari para artis yang memiliki pasangan tampan dan pasti banyak penggemar perempuan. Apalagi kalau Mentari baca komentar di sosial media yang mengerikan.

Kaum perempuan ini kalau sudah komentar di akun cowok tampan ganas-ganas.

Apalagi sekarang sedang viral-viralnya di aplikasi TokTok. Salah satu penyanyi lagu Jawa itu rata-rata yang berkomentar ya kaum perempuan. Membahas soal paralon. Mentari kadang iseng bacain komentar meski nggak paham sama artinya karena kebanyakan yang berkomentar ya orang-orang Jawa.

Namun, Mentari selalu dibuat ngakak sama komentar mereka yang aneh-aneh.

Begitulah perempuan!

Maha benar.

Coba kalau kaum laki-laki yang berkomentar seperti itu, sudah pasti salah dan para kaum perempuan akan menghujat habis-habisan para lelaki atau akun-akun perempuan yang banyak dikomentari laki-laki.

Menyala para perempuan Indonesia!

"Kemana lagi?" tanya Rean yang sudah membawa beberapa paper bag belanjaan Mentari.

"Makan, aku lapar!" Mentari mengusap perutnya seperti anak kecil.

Hah, Rean ini seperti sedang mengasuh bocil saja. Sikap Mentari yang manja dan menggemaskan ini mirip anak kecil.

Anehnya sikap itu akan berubah kalau sudah berhadapan dengan Kala dan Kalea. Mentari jadi keibuan dan terkesan mandiri.

***

Bara sudah selesai membereskan kekacauan di rumah Rain bahkan halaman depan juga sudah rapih. Dibantu oleh si kembar yang menggemaskan itu. Jangan tanya bagaimana awalnya si kembar mau membantu sebab Bara harus berjuang penuh agar mereka mau patuh padanya.

Bara harus merubah wujudnya jadi apa saja demi sebuah misi menaklukkan Rean kemasan sachet itu.

Usai mencuci piring bekas makan dia dan si kembar, Bara naik ke lantai dua dan menuju kamar si kembar. Mau istirahat sejenak. Pengennya sih ke kamar Rain, tapi takut dia ngamuk dan keluar tanduknya. Bara nggak mau kena omel lagi karena lebih seram Rain kalau lagi marah daripada kambing tetangga.

Melihat wajah imut dan menggemaskan Rean kemasan sachet itu hati Bara jadi tenang. Senyum terukir jelas diwajahnya. Rasa lelah hilang begitu saja.

"Gemesnya ... Gini ya rasanya kalau udah punya anak. Jadi pengen bikin anak sama Rain. Bikin aja tapi," gumam Bara.

Dia merebahkan tubuhnya di samping Kalea sambil menoel-noel pipi chubbynya. Kalea tidak terusik sama sekali karena sangat pulas tidurnya.

Tenang kok Bara nggak kasih obat tidur. Mereka memang tidur dengan sendirinya karena lelah seharian main dan buat Bara mengelus dada berulang kali.

Bara pun akhirnya ikut terpejam di kasur si kembar itu.

Di tempat yang berbeda sepasang mata itu menatap pemandangan dikamar si kembar dengan senyum yang hangat. Senyum yang tidak pernah orang lain lihat.

Bersambung....

Selamat membaca yaaa

dukung novel ini dengan cara like, komen dan subscribe yaaaa.

Salam sayang dari Alaish Karenina ☺️

1
syska
Luar biasa
syska
Lumayan
AININ
jadi lapar dengar kalimat gado gado
Zachary
Lumayan
Zachary
bukannya anaknya rean 2 ya? kembar? Vano Vanya? jd g sinkron sm cerita sebelumnya
Rusmini Rusmini
dedek emesnya dah otw /Applaud//Applaud/
Rusmini Rusmini
kan masih sekolah kok mainnya begituan Ken...pantes sekarang istrimu sakit anak meninggal ortu sakit perusahaan bangkrut tobat insyaflah ..../Proud/
Rusmini Rusmini
lu pikir Rain penyandang dana,dinas sosial,bank perkrditan,rentenir...aneh banget kamu Kenan ...elo bangkrut Rain yg kamu kejar /Smug/
Rusmini Rusmini
dulu Kenan dingin banget sm Rain tp di sini kok ... /Grievance//Grievance/
Rusmini Rusmini
kamu berhak bahagia Rain /Kiss//Kiss/
Rusmini Rusmini
Kalo Bara dengar Rain masih virgin dia pasti nyesel berat ... beruntungnya Fir bisa belah Duren /Drool//Drool/
Rusmini Rusmini
ayo di segerakan Fir biar gak penasaran spt bang Rhoma /Grin//Grin/
Rusmini Rusmini
setan Kenan 11:12 dgn Bara /Panic//Panic/
Rusmini Rusmini
Kenan..../Chuckle//Chuckle/
Wahyuningsih
D tnggu novel trbrunya thor sellu jga keshtn istrht yg ckp mkan tept wktu. emang author sakit ap, jgn pth semgt thor mga2 author cpt smbuh n sellu d brkn keshtn jasmni dn rohani 💪💪💪💪💪💪💪💪💪🫰🫰🫰
Alaish Karenina: terima kasih doa dan dukungan kak syg 😊
total 1 replies
Fa'iqoh Siti Elok
aaahhh beneran ini end, uuh padahal baru seneng soalnya rain ama fir mulai bucin2an, pengen tau seperi apa jg rupa fir junior kakak,

eem ditunggu pokoknya cerita duo ini kak, semangat kaka
jangan lupa jaga kesehatan jg
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novelku berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 2 replies
Rosti Yetty
Alhamdulillaah happy ending
Noey Aprilia
Srius end kk????
Tp ga ap2 deh,happy ending soalnya...d tnggu crta slnjtnya y...
smngtttt....😘😘😘
Noey Aprilia: Sma2....
Akoh tnggu y crta slnjtnya....
Smnggtttt......🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noey Aprilia
Waduuuhhh.....
rain jd aneh ky gt,pst ada ssuatu....
Ykin bgt kl dia lg hmil....
Asyyiikkk.....
mga rain ngidam aneh2,trs bkin kluarga sm shbtnya pusing....
🤣🤣🤣
Fa'iqoh Siti Elok
ulala pasti udah ada rain dan fir junior nih di perut rain,
yah kok tamat sih kak bagaimana sama ken2 itu kan belum dapet balasan
kalau tamat tambahin boncap ya hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!