Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
David deman
Semalam telah berlalu, dan hari ini siang hari Velly dan Agnes berada di butik. Agnes tetap ikut bersama Velly, karena dia memang suka dengan suasana butik Velly.
“Vell, hmm aku bentar lagi di jemput Lucky,”kata Agnes.
“Owh.. kalian mau jalan?”tanya Velly.
“Ya, kau ga apa-apa kan sendiri dulu?”
“Its ok! Masa iya, aku jadi ganggu dirimu sama Lucky,”kata Velly tersenyum.
“Kau memang sahabat yang pengertian Velly,”kata Agnes tersenyum.
“Kau ini! Tenang aja, aku juga mau ke perusahaan David, upss!”Velly lagi-lagi keceplosan dan menutup mulutnya. Padahal, sampai saat ini tidak ada yang tahu kedekatan mereka.
“What? tuan David?”tanya Agnes bingung.
“Eh! Ga salah ngomong!”seru Velly menutupi kebohongannya.
Agnes memicingkan matanya, dia melihat Velly gelisah. Di luar dugaannya, dia sekarang tahu kalau yang di sukai Velly adalah David Stuart.
“Kau menyukainya Vell? Jadi, dia pria yang kau ceritakan selama ini?”tanya Agnes melihat kegugupan Velly.
“Hah? Aku..”ucap Velly.
“Ok fine! Aku tau sekarang, kau mencintainya kan?”Agnes pun yakin.
Velly menyandarkan punggungnya dikursi kerjanya. Akhirnya, dia sudah tak bisa menyembunyikan tentang David pada Agnes.
“Oh ya ampun Velly! Kenapa kau tak jujur selama ini padaku?”kata Agnes dengan wajah heran.
“Aku..”lagi-lagi Velly sulit menjawab.
“Velly, kau ingin mengejarnya? Apa kau tau dia pernah..”
“Aku tau, dia pernah mencintai Lidya!”kata Velly memotong perkataan Agnes.
“Huff.. aku bingung Vell! Untuk saat ini, aku ga bisa ngasih tanggapan. Karena tuan David baik selama ini,”kata Agnes.
“Ya aku tau,”sahut Velly serius.
Tiba-tiba, ponsel Agnes berdering. Ya, Lucky menghubunginya. Lalu, Agnes melihat ke arah Velly dan menggelengkan kepalanya. Dia ingin berbicara sebenarnya, tapi dia sudah ada janji dengan kekasihnya.
“Ya beb”ucap Agnes menjawab panggilan dari Lucky.
“Aku sudah di depan butik nona Velly yang,”kata Lucky di balik ponsel.
“Ok aku keluar,”ucap Agnes yang langsung memutuskan sambungan telepon.
Agnes melihat Velly diam di kursi kerjanya sambil memijit pelipisnya.
“Vell, aku pergi dulu, Lucky sudah datang,”kata Agnes dan Velly langsung menoleh ke arah Agnes.
“Baiklah,”kata Velly tersenyum paksa.
“Nanti kita bicara di mansion ok,”kata Agnes dan Velly pun mengangguk.
Agnes pun segera berlalu dari ruangan Velly. Sementara, Velly hanya bisa menghela nafasnya. Bagaimana bisa dia keceplosan berbicara tadi.
“Ya ampun, lagi-lagi aku keceplosan!”gumamnya pelan.
Lalu Velly mengambil ponselnya yang terletak di meja kerja. Ya, dia ingin menghubungi David. Sambungan telepon tidak aktif, tentu saja dia beberapa kali mencoba menghubungi David. Namun ponselnya tidak aktif, dan membuat Velly pun bingung.
“Sebaiknya aku ke perusahaan nya! Mungkin dia lagi meeting,”gumamnya pelan.
Velly langsung menyambar tasnya, lalu dia berjalan keluar ruangannya. Entah mengapa hatinya gelisah saat ini. Dia berjalan cepat menuju mobilnya.
“Dia kemana ya? Tumben ponselnya ga aktif?”batinnya dan dia sudah ada di dalam mobil.
Velly pun langsung meluncur, dia mengendarai mobilnya dengan hati yang gelisah.
30 menit dia telah sampai di perusahaan David. Dia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke gedung itu. Resepsionist yang melihat Velly langsung menyapa. Ya rata-rata karyawan David sudah mengenal Velly.
“Nona, anda mencari pak David?”tanya resepsionist itu.
“Ah ya! Dia ada kan?”tanya Velly gelisah.
“Maaf nona, tuan David tidak masuk hari ini,”
“Apa? Apa dia keluar kota?”tanya Velly bingung dan penasaran.
“Kami tidak tahu nona..”
Tiba-tiba, Asisten David kebetulan lewat dan Velly pun sudah mengenal asisten David itu.
“Gery!”panggil Velly dengan suara keras.
Seketika, Gery menoleh ke arah Velly dan dia tentu mengenal siapa Velly. Gery langsung menghampiri Velly.
“Ya nona Velly,”kata Gery ramah.
“Mana David?”tanya Velly.
“Oh tuan tidak masuk nona, tadi tuan David menghubungi saya kalau tuan David lagi tidak enak badan,”terang Gery.
“Dia sakit?”tanya Velly.
“Ya nona,”
“Baiklah terimakasih Gery, aku akan ke rumahnya,”kata Velly dan Gery pun mengangguk.
*
Velly langsung buru-buru pergi dari perusahaan itu. Dia akan pergi ke rumah David sekarang juga. Dia sangat khawatir, pada pria yang di cintainya itu. Velly masuk ke mobilnya dan langsung berlalu.
“Sakit apa dia? Kenapa dia ga kasi tau aku?”gumamnya sambil menyetir mobilnya.
“Pantas dari tadi hatiku gelisah!”ucapnya lagi pelan.
25 menit, Velly sudah sampai di rumah mewah David. Security yang sudah mengenal Velly, mempersilahkan mobil Velly memasuki gerbang rumah itu. Lalu Velly segera keluar dari mobilnya berjalan masuk ke rumah itu.
“Dav?”panggil Velly.
Ada pelayan yang melihat Velly memanggil tuan mereka.
“Nona, tuan David di kamar,”kata Pelayan itu.
“Terimakasih,”ucap Velly. Lalu pelayan itu langsung mengantar Velly ke kamar David. Velly tak mengetuk pintu dan langsung masuk ke kamar David. Benar, David memang lagi berbaring dan Velly langsung menghampiri.
“Dav?”suara Velly membangunkan David.
David terbangun dan melihat ada Velly. Tentu saja dia heran, kenapa Velly berada di kamarnya? Apa Velly tahu, kalau dia lagi kurang enak badan?
“Kamu kok disini?”tanya David.
“Aku tadi ke perusahaan mu, kata Gery kamu ga masuk karena sakit! Makanya aku datang Dav,” terang Velly.
“Oh”suara David lemas.
“Ponsel kamu juga ga aktif,”kata Velly lagi.
“Aku sengaja, biar ga ada yang ganggu,”kata David.
“Jadi, kalau aku yang hubungi kamu? Aku ganggu?”kesal Velly dengan perkataan David.
“Cih! Marah aja terus!”seru David lemah.
“Kamu kebiasan sih! Kenapa ga kasi tau aku sih?”tanya Velly kesal.
“Ngapain? Aku ga mau repotin orang!”kata David lagi.
Velly diam, dia sedikit kecewa karena dengan berkata begitu, berarti David menganggap dia hanya, orang yang tak penting.