(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)
"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Pertemuan (1)
Alana merasakan jantungnya berhenti berdetak saat mendengar kabar jika Joana hilang di musium seni, wali kelasnya mengatakan jika Joana hilang saat keluar dari musium, dan hendak pulang. Sebab saat di dalam musium dia masih melihat Joana dalam rombongan.
Bagaimana bisa bocah itu ikut, bukankah minggu lalu saat Joana minta izin Alana tidak mengizinkannya, lalu bagaimana bisa Joana ikut?
Dan wali kelas Joana mengatakan jika Alana telah menandatangani surat izinnya, hingga mereka mengira Joana telah mendapat izin.
Dengan di antar Daniel, dan menempuh perjalanan selama dua jam,Alana kini sudah tiba di musium seni di kota B dimana Joana hilang, sedangkan seluruh murid yang ikut sudah di pulangkan menyisakan wali kelas Joana saja dan beberapa petugas keamanan yang menunggu Alana datang.
"Kami sudah menghubungi pihak kepolisian untuk ikut membantu," ucap petugas keamanan ketika Alana tiba, Alana juga di persilahkan melihat cctv menunjukan jika Joana terpisah dari rombongan saat membenarkan tali sepatunya, lalu dia pergi kearah yang tak terpantau cctv hingga tak terlihat lagi.
Hari sudah semakin gelap, tapi petugas yang berpencar belum menemukan titik terang, mereka mencari di area musium dan sekitarnya.
Alana juga mencari dan menunjukan foto Joana pada setiap orang yang lewat berharap mereka melihat Joana di suatu tempat. Tapi orang- orang terus menggeleng dan mengatakan tidak tahu.
Tubuh Alana sudah lelah sebab dia tak diam dan terus berusaha mencari Joana, bahkan Alana terus menolak saat Daniel memintanya untuk istirahat. "Minum dulu kak." Alana menggeleng "Kakak bisa dehidrasi kalau tidak minum!" Daniel sangat kesal, kakaknya terus menolak untuk makan dan minum bahkan sejak empat jam lalu mereka tiba di kota A dan mencari Joana.
"Bagaimana dengan Ana, apa dia sudah makan? Apa dia juga sudah minun," ucap Alana lirih dengan mengusap wajahnya, bagaimana bisa Alana memikirkan dirinya saat dia tak tahu bagaimana kondisi Joana.
Daniel menghela nafasnya "Setidaknya kakak harus sehat untuk menemukan Joana, kak."
"Joana, Ana, dimana kamu Nak ... " Alana menunduk lesu dirinya sendiri duduk di trotoar jalan setelah lelah mencari keberadaan Joana.
Daniel memeluk Alana saat Alana kembali menangis, ibu mana yang akan tenang jika kehilangan anak mereka. "Kakak harus istirahat biar aku dan yang lainnya yang cari Ana."
Petugas polisi sudah di kerahkan untuk mencari Joana, beruntung mereka sangat cepat dan tanggap setelah menerima laporan.
"Permisi Bu." Salah satu petugas polisi menghampiri Alana "Ada seseorang yang melihat anak ibu memasuki sebuah mobil mewah." Alana menegakkan tubuhnya, sebuah harapan muncul dalam hatinya.
"Benarkah, dimana dia?"
"Mari ikuti saya." Alana dan Daniel mengikuti langkah petugas kepolisian tersebut hingga mereka tiba di lokasi.
"Disini, aku melihat mobilnya parkir disini," ucap saksi mata yang melihat Joana.
"Kau yakin itu putriku?" Alana menunjukan foto Joana.
"Ya, benar anak itu." Alana tersenyum saat titik terang mulai muncul.
"Segera cari cctv di sekitar sini dan cari mobil itu," perintah petugas polisi kepada anak buahnya.
Tidak berapa lama polisi menemukan cctv yang mengarah pada parkiran tersebut, hingga Alana bisa melihat Joana mengikuti pria berjas dan masuk ke dalam mobil.
Mereka tak melihat dengan jelas wajah si pria yang membawa Joana, karena wajahnya membelakangi cctv, sedangkan Joana, Alana hapal betul postur tubuh serta seragam sekolah yang Joana kenakan.
..
Sementara itu Joana yang tengah di cari oleh Alana ibunya, sedang makan dengan nikmat di temani dua pria berstelan resmi "Tuan, ingat yang aku katakan minggu lalu, tentang anak kecil yang hampir aku tabrak? Dia adalah anak itu, bukankah perkataan ku tentang dia mirip denganmu itu benar?" Junot melihat ke arah Gabriel yang kini menatap Joana dengan raut wajah yang tak bisa Junot tebak.
...
Boleh tolong ramaikan novel ku yang baru judulnya Bukan Mantan disana sepi🤧
semangat berkarya😍😍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹