Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak seperti biasanya
Setelah kejadian malam itu hubungan gue dengan tante ida terus berlanjut. setiap hari kita chat chatan seperti orang pacaran bahkan hampir tiap malam kita telpon telponan sampai larut malam. pernah satu malam jam satu gue masih telponan dengan tante ida tiba tiba bapak masuk kamar tanpa mengetuk pintu .
" telponan sama siapa kamu ? ini sudah malam besok kamu kerja kan ? " tanya bapak dengan nada pemasaran
gue kaget bukan main. yang gue takutkan bapak mendengar percakapan gue sama tante Ida karena waktu itu obrolan kita sedikit menjurus ke hal hal dewasa.
" bapak , gak sopan lo masuk kamar tanpa izin " kata gue kesal
" Halah gaya kamu gak sopa gak sopan. siap yang telepon sama kamu Tan tan tan kamu gak telponan sama tante tante istri orang kan? " tanya bapak dengan nada mengintimidasi
kaget gue mendengar pertanyaan bapak kok bisa bener tebakannya. gue juga takut tante ida mendengar perkataan bapak jadu gue inisiatif memasukan handphone ke bawah bantal.
" Ya enggak lah pak masa Agung telponan sama tante tante istri orang lagi. kaya sudah tidak ada gadis aja di dunia ini " jawab gue dengan lugas padahal berbohong
Gue menjawab pertanyaan bapak berbohong hanya untuk agar apa yang sebenarnya tidak di ketahui bapak dan untuk mempersingkat waktu agar bapak cepat keluar dari kamar. gue takut di gantung hidup hidup bapak sampai tau kalau gue telponan sama tante tante dan sudah berbuat hal yang seharunya tidak dilakukan.
" ya sudah tutup telponnya lalu tidur . gak baik juga anak orang kamu ajak telponan sampai larut malam
" kata napak sambil meninggalkan gue
" Iya iyaa, bapak keluar dulu baru agung tutup teleponnya " jawab gue kesal.
setelah bapak pergi gue melanjutkan obrolan yang sempat terpotong karena bapak. ketika tante ida menanyakan apa yang dikatakan bapak gue jawab bohong kalau bapak nyuruh tidur karena takut besok kesiangan kerja.
Hari ini gue semangat banget pergi ke tempat kerja. gue juga janjian sama tante ida kalau gue akan lewat di depan rumah tante ida biar dia keluar dari dalam rumah. Lumayan untuk mengobati rindu.
dari kejauhan gue melihat tante ida sedang berdiri menyiram tanaman. ketika jarak semakin dekat gue tersenyum yang di balas senyuman juga oleh tante Ida.
Ketika istirahat gue melihat ada tiga pesan dari tante ida yang tidak sempat gue buka karena toko harini lumayan ramai pembeli.
" maaf tan hari ini Agung sibuk toko lumayan rame " isi pesan yang gue kirim ke tante Ida
sudah lima menit tapi tante ida belum membalas pesan dari gue. jangankan membalas pesan, pesannya saja belum di baca . Sampai waktu gue pulang pesan yang gue kirim masih belum di baca sama tante Ida. gue heran karena tidak biasanya tante ida mengabaikan pesan dari gue. kalau pun sibuk pasti di ada bilang sama gue .
Sampai tiba waktunya gue pulang seperti biasa gue pulang memutar jalan agar bisa lewat ke depan rumah tante Ida. Gue penasaran kenapa sampai sore ini tante Ida masih tidak membalas pesan dari gue.
Di depan rumah tante ida gue melihat ada mobil yang terparkir tapi setelah gue perhatikan itu bukan mobilnya tante ida. pikiran gue mulai memikirkan hal hal buruk apa jangan jangan ada laki laki yang datang ke rumahnya tante? tiba tiba gue membayangkan tante ida sedang berbuat apa yang pernah sama gue lakukan karena bukan tidak mungkin sama gue saja dia mau yang bukan siap siapanya.
sesampainya di rumah gue tidak bisa menyembunyikan raut wajah kekecewaan dan kemarahan gue, padahal apa yang gue pikirkan belum tentu terjadi. Setelah memarkirkan motor gue nyelonong masuk tanpa memperdulikan bapak dan Emak yang sedang duduk di sofa depan Tv . Gue hanya melihat bapak dan Emak melihat ke arah gue.
" Kenapa gung ? tidak biasanya kamu pulang dengan muka di tekuk , padahal tadi pagi kamu semangat banget kayanya " tanya bapak penasaran
tiba tiba bapak nyamperin gue yang sedang duduk di pinggir kasur.
" Tidak kenapa kenapa pak Agung cuma cape. tadi di toko juga ketemu sama pembeli yang bikin naik darah " jawab gue berbohong
" ooh ya sudah kamu mandi dulu siapa tau bisa mendinginkan suasana di hati kamu. bapak sama Emak tunggu di meja makan kita makan sama sama " sambung bapak
gue tidak menjawab perkataan bapak , hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh