NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Cinta menciptakan kekacauan

Pelelangan di Paviliun Pelelangan Surgawi akhirnya usai setelah berlangsung selama berjam-jam.

Suasana di dalam ruangan yang semula tegang dan penuh persaingan kini perlahan mereda, digantikan oleh hiruk-pikuk para peserta yang mulai beranjak keluar dengan berbagai ekspresi, ada yang puas, ada yang kecewa, dan ada pula yang masih sibuk berbisik-bisik tentang barang-barang langka yang berhasil mereka dapatkan.

Ruan Mei melangkah keluar dari pintu utama dengan ekspresi lega. Di tangannya, sebuah kotak kayu berukir indah tergenggam erat.

Di dalamnya, Tulang Phoenix Abadi, artefak yang sangat ia perjuangkan dengan menawar harga setinggi langit, tersimpan dengan aman.

Di sampingnya, Feng Yun dan Dai Tong mengikuti dengan langkah masing-masing. Feng Yun terlihat sedikit lelah namun tetap waspada, sementara Dai Tong tampak gelisah, matanya bergerak cepat mengamati sekeliling.

Pandangan Ruan Mei menyapu area di sekitar Paviliun. Matanya yang biru jernih mencari-cari sosok tertentu, namun tidak menemukannya.

"Kenapa dia masih belum kembali!" serunya dengan nada kesal. Jarinya menekan pelipisnya, mencoba menahan amarah yang mulai memuncak.

"Memangnya dia bilang akan ke mana?" tanya Feng Yun, alisnya berkerut karena penasaran.

"Aku tidak tahu. Aku tidak sempat bertanya," jawab Ruan Mei dengan nada datar namun menyimpan kekesalan yang dalam. "Dia hanya bilang ada urusan lain dan pergi begitu saja."

Dai Tong mendengus pelan di belakang. "Dasar bocah culun. Pasti kabur karena takut."

Feng Yun menatapnya tajam. "Dai Tong, jangan berbicara buruk tentang Adik Jiang."

Dai Tong hanya membuang muka, tidak menjawab.

Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk berjalan menjauhi Paviliun.

Kota Xing masih ramai dengan para kultivator yang lalu-lalang, namun Ruan Mei dan Feng Yun tetap waspada. Mereka tahu bahwa memiliki barang langka seperti Tulang Phoenix Abadi di tempat umum adalah undangan bagi masalah.

Namun, di tengah perjalanan, langkah mereka tiba-tiba terhenti.

Di tengah jalan yang cukup ramai, tiga orang berdiri tegak menghadang jalur mereka. Mereka mengenakan pakaian mewah berwarna emas dengan bordiran naga yang rumit, tanda jelas dari keluarga bangsawan kultivator yang kaya raya.

Di depan, seorang pemuda dengan wajah tajam dan aura percaya diri yang berlebihan berdiri dengan tangan terlipat di dada. Ia adalah Tang Wu, Ranah Da Dou Shi tahap akhir.

Di samping kanannya, seorang pria berperawakan kekar bernama Tang San, Ranah Da Dou Shi tahap menengah. Di samping kiri, seorang wanita dengan tatapan dingin bernama Tang Ling, juga di Ranah Da Dou Shi tahap menengah.

"Kalian," seru Tang San dengan suara lantang, tangannya menunjuk lurus ke arah Ruan Mei. "Serahkan Tulang Phoenix Abadi!"

Dai Tong menoleh sedikit ke arah Feng Yun. Matanya berkilauan dengan perhitungan.

'Bocah Dou Shi itu tidak ada di sini... mungkin ini kesempatan untukku,' gumamnya dalam hati, senyuman tipis muncul di sudut bibirnya.

"Mustahil!" balas Feng Yun dengan tegas, tubuhnya bergeser sedikit ke depan melindungi Ruan Mei. "Untuk apa kami menyerahkannya kepada kalian?! Kami membelinya dengan harga yang pantas!"

Sementara itu, Ruan Mei hanya lebih waspada. Ia menggeser kakinya ke posisi yang lebih siap, tangan kanannya perlahan meraih pegangan pedang di pinggangnya. Kotak berisi Tulang Phoenix Abadi ia sembunyikan di balik jubahnya.

Saat itu juga, Dai Tong tiba-tiba berlari kecil ke samping Tang Wu. Gerakannya cepat, meninggalkan Feng Yun dan Ruan Mei di belakang.

"Tuan Muda Tang," bisiknya dengan suara rendah namun cukup jelas terdengar. "Anda ingin Tulang Phoenix Abadi?"

Tang Wu mengangguk, matanya yang tajam menatap Dai Tong dengan penuh minat.

"Kalau begitu," Dai Tong menunjuk ke arah Ruan Mei dengan tegas. "Dia! Serahkan Tulang Phoenix Abadi!"

Feng Yun seketika dipenuhi amarah. Matanya yang hitam pekat membelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Dai Tong, apa yang kau lakukan!" teriaknya, suaranya bergetar karena kemarahan dan pengkhianatan.

Dai Tong menatap Feng Yun dengan ekspresi yang rumit, campuran antara cinta, keserakahan, dan tekad.

"Adik Seperguruan," ucapnya, suaranya mencoba terdengar meyakinkan. "Untuk apa membantu mereka? Kita juga punya urusan sendiri! Tidak baik menyinggung Tuan Muda Tang hanya untuk membantu orang asing."

"Kau mengenal mereka?" Mata Ruan Mei menyipit, tatapannya berubah menjadi lebih tajam dan penuh kecurigaan.

"Tentu saja!" Kedua tangan Dai Tong terangkat, menunjuk ke arah Tang Wu dengan penuh kebanggaan. "Dia ini, Tuan Muda Tang Wu. Jenius dari Keluarga Tang yang sudah mencapai Ranah Da Dou Shi puncak! Dengan identitasnya, menerobos ke ranah berikutnya bukanlah hal yang sulit. Keluarganya adalah salah satu yang paling berpengaruh di Provinsi Dahuang!"

Tangan Feng Yun menggenggam erat, kuku-kukunya menusuk telapak tangan hingga hampir berdarah.

"Membela musuh..." gumamnya dengan suara rendah yang penuh amarah. "Dai Tong... kau pengkhianat!"

Wajah Dai Tong berubah, ekspresi cinta dan putus asa bercampur menjadi satu.

"Adik Seperguruan, kenapa kau tidak mengerti?" suaranya meninggi, hampir berubah menjadi ratapan. "Aku melakukan ini demi dirimu! Aku mencintaimu! Karena itulah, lebih baik biarkan saja mereka. Kita tidak bisa mati sia-sia hanya untuk dua orang asing itu! Aku tidak mau kehilanganmu!"

Di belakang Tang Wu, Tang San dan Tang Ling saling bertatapan.

Ekspresi mereka menunjukkan bahwa mereka hampir tertawa melihat konflik pengkhianatan yang terjadi di hadapan mereka. Drama cinta, hiburan yang cukup menghibur di tengah tugas mereka.

"Tulang Phoenix itu..." Tang Wu melangkah maju, ekspresinya dingin dan penuh tuntutan. "Aku membutuhkannya! Serahkan sekarang, dan aku akan membiarkan kalian pergi dengan selamat!"

Dou Qi mulai terpancar dari tubuh Feng Yun. Aura keunguannya berkobar dengan intensitas yang meningkat, menunjukkan bahwa ia benar-benar siap bertarung.

"Dai Tong..." Feng Yun menatap dengan tatapan yang sangat dingin, tanpa ada sedikit pun kehangatan yang tersisa. "Mulai saat ini, kau dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa! Kau bukan lagi Kakak Seperguruanku!"

Dai Tong tersentak, wajahnya memucat. "Tapi Adik Seperguruan, aku mencintaimu! Apa yang salah dari itu?! Aku hanya ingin melindungimu!"

"Aku membencimu!" balas Feng Yun, suaranya memecah kesunyian di antara mereka. "Kau sudah bukan Kakak Seperguruanku lagi. Kita hanyalah orang asing! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!"

Di sampingnya, Ruan Mei menggenggam pergelangan tangan Feng Yun dengan erat. Wanita itu menatap rekan barunya dengan tatapan penuh pengertian.

"Baiklah. Kalau sudah begini..." Ruan Mei menarik napas dalam-dalam.

Dari tubuhnya, Dou Qi kuat tiba-tiba meledak. Ledakan energi yang dahsyat menyebar ke segala arah, menciptakan gelombang debu dan pasir yang menutupi seluruh area.

Ledakan!

Tempat itu seketika dipenuhi oleh debu tebal yang menghalangi pandangan. Tang Wu dan para pengikutnya terpaksa mengangkat tangan untuk melindungi mata mereka dari serpihan-serpihan kecil yang beterbangan.

Saat debu mulai menghilang, Tang Wu dan yang lain sudah kehilangan jejak Feng Yun dan Ruan Mei. Kedua wanita itu telah menghilang, meninggalkan hanya sisa-sisa energi yang perlahan memudar di udara.

Tang San menggeram kesal. "Mereka kabur!"

"Kejar mereka!" perintah Tang Wu dengan suara dingin. "Jangan biarkan mereka lolos! Tulang Phoenix Abadi itu milik Keluarga Tang!"

Ketiga orang itu segera melesat ke berbagai arah, mencoba mencari jejak kedua wanita yang melarikan diri.

Dai Tong masih berdiri di tempat, wajahnya pucat dan ekspresinya hancur. Tangannya mengepal erat, dan di dalam hatinya, amarah dan rasa sakit bercampur menjadi satu.

"Ini semua pasti ulah Jiang Yuan!" desisnya dengan gigi terkatup, matanya menyala karena kebencian. "Jika bukan karena dia, Adik Seperguruan tidak akan berubah seperti ini! Akan kubunuh dia! Akan kubunuh dengan tanganku sendiri!"

Namun tidak ada yang mendengarnya. Feng Yun dan Ruan Mei sudah pergi, dan Tang Wu serta anak buahnya sibuk mengejar.

Dai Tong hanya bisa berdiri di tengah jalan yang sepi, sendirian, dengan hati yang hancur dan dendam yang mulai tumbuh.

Di tempat lain, di dalam gang sempit di sisi lain Kota Xing, Ruan Mei dan Feng Yun berhenti untuk mengatur napas.

Keduanya bersandar di dinding, dada mereka naik turun karena kelelahan dan adrenalin.

"Kita harus segera menemukan Jiang Yuan," ucap Ruan Mei, suaranya masih sedikit terengah-engah. "Dia pasti sudah menunggu kita di suatu tempat."

Feng Yun mengangguk, namun matanya masih menyimpan kesedihan karena pengkhianatan Dai Tong.

"Benar," jawabnya pelan. "Kita harus pergi dari sini."

Di kejauhan, suara teriakan Tang Wu menggema di antara bangunan-bangunan Kota Xing.

"Jangan biarkan mereka kabur! Cari ke setiap sudut!"

Malam mulai turun di Kota Xing, dan di balik bayang-bayang yang semakin panjang, dua wanita itu bersiap untuk melanjutkan pelarian mereka.​

...---...

...[ Ilustrasi: Feng Yun ]...

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!