NovelToon NovelToon
Tujuh Elemen

Tujuh Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Akademi Sihir / Perperangan / Elf / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Saefulloh

Zaid, anak seorang petani miskin pergi ke hutan bersama pamannya, ia jatuh ke jurang. Beruntungnya ia selamat karena di dasar jurang terdapat aliran air. Ia tak tahu harus ke mana karena di kanan kirinya hanya ada dinding tebing. Jadi ia hanya terus berenang mengikuti aliran air hingga ia tak sanggup lagi untuk berenang dan perlahan ia tenggelam.
Tetapi anehnya ia selamat. Ternyata di dalam air tempatnya tenggelam, ia tak sengaja masuk ke portal yang memindahkannya ke planet Imub. Planet yang sangat mirip dengan Bumi. Planet berisi orang-orang yang mempunyai kekuatan sihir alami.
Ketika ia sadar, ia sudah berada di kamar, berbaring di atas ranjang kayu sederhana. Ia diselamatkan salah satu perempuan remaja yang ada di planet Imub. Chiara.
Chiara mengatakan Zaid tak mungkin kembali ke bumi. Tetapi, bukan itu masalahnya, planet Imub sedang dalam kekacauan dan membutuhkan bantuan Zaid.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Saefulloh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zaid Marah

Zaid? kenapa namaku ada di buku itu, pikir Zaid. Ia berada di kamarnya. Apa ramalan itu benar, pikirnya lagi, tak mungkin.

Chiara tahu Zaid sedang tidak ingin diganggu, maka ia memutuskan untuk masak saja untuk makan siang nanti. Kebetulan ia juga membeli keperluan harian seperti sembako saat di pasar tadi.

Saat ia baru saja hendak memasak, pintu rumah diketuk dari luar empat kali.

"Apa ada orang di dalam?" Suara berat itu terdengar.

Zaid seperti mengenal suara itu, ia pun bangkit dari kasur dan memutuskan keluar kamar.

"Ya, sebentar." Chiara berjalan menuju pintu. Tangannya membuka pintu.

Zaid mengintip di balik tembok, dengan sebelah matanya, ia bisa melihat kedua orang itu, di luar sana tampak nenek yang waktu itu bersama anaknya.

"Apa dia orangnya, Nak?" Tanya nenek itu pada anaknya. Anaknya adalah salah satu penyihir penjaga, tetapi ia sekarang berpakaian biasa. Mungkin ia disuruh untuk tidak bertugas terlebih dahulu sampai dadanya benar-benar sembuh.

"Ya, dia orangnya, Bu."

"Oh, kau, Paman yang waktu itu, 'kan?" Meskipun ia tidak memakai pakaian penyihir, ternyata Chiara masih bisa mengingat rupa orang itu. "Ada perlu apa?"

"Kami mencarimu ke sana ke mari, dari rumah ke rumah," kata nenek itu, "akhirnya ketemu. Aku hanya ingin memberimu hadiah kecil. Terima kasih telah menyelamatkan putraku. Kalau saja kau tidak memberi obat padanya, mungkin ia tidak bisa sembuh." Nenek itu menyerahkan keranjang berisi buah-buahan.

"Oh tidak, Nek. Tak perlu," tolak Chiara halus.

"Sudahlah, tidak apa, ambil saja, kumohon."

Chiara sekali lagi menolak.

"Baiklah, kalau kau tidak mau, kuperintahkan kau untuk menerimanya, kalau kau tidak menerimanya, berarti kau tidak menghargai aku si orang tua ini," titahnya.

"Ba-baiklah kalau begitu, Nek," Chiara akhirnya menerimanya.

"Nek, apa kau mau masuk terlebih dahulu?" Tawar Chiara kemudian.

"Oh, tidak, tidak perlu. Terima kasih."

"Ba-baiklah." Aku tak mungkin memaksa nenek itu, pikir Chiara.

Nenek dan anaknya pamit, lantas pergi.

Chiara kemudian menutup pintu.

"Aku tak mengira ternyata memang kau orangnya." Zaid keluar dari balik tembok.

"Aku, maksudmu?"

Zaid menjelaskan tentang kejadian yang ia lihat saat dievakuasi di balai kota secara ringkas.

Chiara mengerti. Ia hanya berkata, "Hmmm... baguslah."

"Kau mau buah?" Chiara melemparkan buah apel yang langsung ditangkap oleh Zaid. Chiara sendiri duduk di kursi di ruang tamu, mengupas jeruk.

"Oh ya, Zaid, kau harus tahu satu hal." Chiara bangkit dan pergi ke kamarnya.

"Apa?"

Chiara kembali lagi ke ruang tamu.

"Benda ini. Ayahku menemukannya di buku tua itu." Chiara menyodorkannya pada Zaid. Itu adalah Flashdisk yang belum lama ditemukan Rhys, Mungkin Rhys menyuruh Chiara menyimpannya.

Zaid tampak tertarik, apalagi saat ia melihat tulisan semacam singkatan: ORT.

"Kau tahu apa maksudnya, Zaid?"

"Aku tidak tahu. Ini, simpan lagi saja."

"Zaid, mungkin di dalamnya terdapat petunjuk. Petunjuk tentang ramalan itu."

"Aah! Sudahlah! Kenapa kau terus bicara ramalan, ramalan dan ramalan!? Aku sudah muak mendengar kata itu. Kau tahu? Ramalan itu tidak sepenuhnya benar. Jangan percaya pada ramalan itu, atau ramalan apapun itu!"

"He-hei, Zaid!"

Zaid tak menghiraukannya, ia masuk ke kamar dan membanting pintu cukup keras.

Chiara sedikit kaget, ia memutuskan untuk pergi ke kamar Zaid. Tetapi sayangnya ternyata pintunya dikunci. Chiara hanya berdiri di samping pintu.

"E, Zaid." Chiara menghela napas. "Iya kau benar bahwa ramalan itu tak sepenuhnya benar. Aku juga tidak benar-benar percaya pada ramalan, karena ramalan itu tiada bedanya dengan tebakkan; bisa saja benar, bisa saja salah. Tapi Zaid, coba kau pikir, planet Imub yang sedang dalam kekacauan ini, seperti tadi pagi, para goblin itu menyerang... lagi. Entah besok-besok mungkin lebih parah lagi. Dan apakah tidak wajar jika ada tanda-tanda ramalan tentang planet ini yang akan kembali tentram, aku merasa antusias dan terus membahasnya?" Wajar saja bukan?"

Zaid yang sebenarnya mendengarkan di kamarnya hanya diam.

Chiara menghela napas lagi. "Aku tahu aku sudah salah dan membahasnya lagi. Tapi aku mempercayai ramalan itu karena aku ingin ramalan itu benar-benar terwujud. Bahkan bukan hanya aku, semua orang di kota, dan seluruh orang-orang di dunia ini, jika mereka tahu tentang kau, mungkin mereka akan lebih gila dariku.

"Kau juga seharusnya bersyukur, Zaid. Kalau aku tidak peduli, dan tidak menyelamatkanmu waktu itu, hanya menganggapmu jasad yang sudah tak bernyawa yang terapung di sungai, entah apa yang akan terjadi denganmu."

Setelah itu, Zaid yang berada di kamarnya mendengar suara pintu dibuka dan ditutup pelan, jelas sekali Chiara sudah masuk ke kamarnya.

Dalam hatinya, Zaid sebenarnya merasa tak enak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ans Anshar
cemen satu bab perhari paling dikit lima lah atau sepuluh
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah lumayan bagus 👍👍
Muhamad Saefulloh
Jangan lupa untuk vote dan tonton iklan karena itu adalah ibadah (karena jika anda melakukannya, anda telah membuat author senang, dan membuat orang senang adalah suatu ibadah. Anda akan mendapat pahala/ganjaran dari-Nya).
Tiana
semangat up
Desia
zaidnya ego ya....sok banget/Smug/
Desia
kok zaidnya dicerita ini belagu ya...bukannya trimakasih ditolongin/Smug/
Kolen Rumegang
kurangenarik ceritanya...terlalu bertele2 dan puter2...pusing aq membacanya
The Fool [Klein]
latar planet imub jaman apa?
Muhamad Saefulloh: Sebenarnya, latar di planet Imub itu seperti abad 19/20 untuk kebanyakan tempat, dan teknologi planet Imub sebenarnya sangat maju. namun hanya ada 3 kota teknologi yang ada di planet ini. Karena 'kesederhanaan' sudah melekat bagi banyak orang, hanya sedikit orang yang menggunakan tekonologi, meski kebanyakan orang memahaminya.
total 1 replies
CahNdablek
tata bahasa sudah bagus dan kalimat dan pengetikan juga bagus bahkan tanda dalam pengetikan sudah pas pada letak nya
lanjutkan 👍👍
CahNdablek
dalam pemantauan
kalo bagus lanjut
Muhamad Saefulloh: Dan semoga memang bagus di mata siapapun.
total 1 replies
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
kipassss
Muhamad Saefulloh: apa maksudnya 'kipas'?
total 1 replies
Dimas Setiawan
gollllll
Qean
tiriz
Muhamad Saefulloh: tiris
total 1 replies
Qean
Lanjutkan
WiraBP
lanjut! semangat terus🔥
Zed Analytical Number Nine
Berhati-hatilah Zaid, tanpa sadar kau sudah memasuki kawasan yang belum diketahui sebelumnya.

hai kak, Zed mampir ya🙏
WiraBP
lanjut! 👍
Tomorrow
semangkuy~~ update nya
WiraBP
lanjut Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!