NovelToon NovelToon
Mochi Milik Tuan Min

Mochi Milik Tuan Min

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

"Boleh saya bicara?" tanya Monika sambil mengangkat tangannya. Kedua laki-laki itu menoleh.

"Apa?" tanya dua pria beda warna mata itu.

Monika nyengir sebelum bicara."Apa tidak ada yang bertanya pendapat saya gitu, yang mau nikah kontrak itu saya lho. Bisa bicara lho, masih idup seger buger di sini."

"Yang bilang kamu mayat hidup siapa?" tanya Yoonji balik.

"Kamu tidak ada hak bicara, mau atau tidak kamu akan menerima pernikahan kontrak ini selama satu tahun, gaji kamu tiap bulan 10 juta dengan kompensasi 1 milyar jika kontrak berakhir, paham!"

Monika tak dapat lagi berkata-kata, angka-angka itu berlari dengan riang mengelilingi kepala. Yoonji tersenyum miring, melihat ekspresi gadis itu yang terkejut sekaligus bahagia. "Semua wanita sama saja, kalau dengar uang langsung ijo."



Melamar sebagai OB malah jadi sekertaris, di paksa nikah pula sama yang punya perusahaan.Begitulah mujur Monika Anggraeni, mujur apa buntung kita simak. kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak!

"Ini mau kemana lagi Tuan? saya Capek," keluh Monik sambil memijit betisnya yang terasa tegang, di butik dia terus di paksa Yoonji mencoba gaun gaun yang para pegawai baakan untuknya. Awalnya Monika merasa senang.

Baru pertama kali dalam hidupnya dia memakai pakaian mewah seperti itu. Di desa dulu paling mentok juga pake baju kebaya sewaan saat jadi pengiring pengantin. Dari mulai baju santai sampai gaun pesta, Monika coba yang jumlahnya mencapai puluhan. Rasa senang berubah sebal, apalagi ada beberapa baju yang warnanya tidak di sukai Yoonji, tetapi model baju ok, jadi Monika harus menganti modl baju dengan beberapa warna dan model yang sama.

"Sebentar lagi juga sampai, kenapa kau terus bertanya," jawab Yoonji datar, pria berkulita seputih kapas itu sibuk dengan laptop yang adaa dipangkunnya.

Monika hanya bisa mendengus kesal, memijit sendiri betis yang berdenyut sakit. Hanya ada keheningan sepanjang perjalanan,Monika tak lagi bernyanyi lantang, dia memilih untuk pernyanyi dalam anggan. Dan calon suami kontraknya itu terus saja berkerja, Monika tidak tahu jika Yoonji meningalkan begitu banyak perkerjaan di kantor. Dia tidak bisa meninggalkan perkerjaanya begitu saja, dia jug tidak bisa membiarkan Monika pergi sendiri, Yoonji tidak ingin membuat celah untuk Stefani ataupun Yura mendekati Monika saat gadis itu sendirian.

Hanya butuh waktu setengah jam untuk merekaa sampai ke tempat tujuan, sebuah salon ternamaa yang Frederick rekomendasikan, lebih tepatnya Mama Fredrick, dia adalah pelanggan tetap di salon itu.

"Turun, kita sudah sampai," ujar Yoonji tanpa menoleh, pria itu bersiap keluar saat sang sopir membuk pintu untuknya.

Merasa tak ada respon dari wanita yang biasanya super cerewet itu, Yoonji menoleh. Dia menggeleng saat melihat gadis itu sudah membuat pulau di kursi mobil. Pantas saja perjalanan tadi begitu hening dan damai. Yoonji langsung turun kemudia berjalan ke sisi lain mobil. Tanpa menunggu persetujuan Monika yang tertidur, Yoonji langsung mengangakat tubuh mungil gadis itu.

"Selamat datang Tuan," sapa para karyawan dan manager salon yang sudah berjajar rapi menyambut Yoonji.

Salon itu sepi karen Yoonji menbooking salon itu seharian penuh, pria yang masih mengenakan jas lengkap itu masuk sambil mengendong monika yang terlelap. Tentu saja itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan iri, wanita mana yang tidak ingin di dekap pri paling populer, tampan dan kaya raya.

"Dimana aku bisa merebahkan dia?" tanya Yoonji tanpa melihat pada merka yang berjajar di depanya, pria sipit itu fokus melihat wajah gadis yang terlelap di dekapannya. Sungguh pemadangan yang sangat manis, membuat semua wanita menjerit iri.

Mereka tidak tahu jika Yoonji tidak sedang memperhatikan wajah Monika yang menurut Yoonji biasa-biasa saja itu, da sedang melihat apakah bibir Monika menempel di jas yang ia pakai, Yoonji tidak ingin Monika membuat pulau di sana.

"Mari ikut saya Tuan," wanita yang terlihat lebih berumur dari yang lain maju, dia sedikit membungkuk sambil mengarahkan Yoonji untuk mengikutinya ke sebuah ruangan.

Yoonji melangkah lebar mengikuti wanita itu, jujur dia sudah merasa capek mengendong Monika. Tubuh gadis itu memang kecil dang mungil, tepi tersa berat saat Yoonji mengendongnya, entah apa yang dimakan gadis itu.

Yoonji merebahkan Monika di sofa panjang, wanita itu hanya melengguh kecil tanpa membuka mata, tidurnya benar-benar lelap. ruangan itu adalah tempat tunggu khusus anggota VIP.

"Apa ada yang ada perlukan Tuan?" tanya wanita yang tak lain adalah manager salon itu.

"Kopi hitam dan ..." Yoonji menjeda ucapannya ia melirik sekilas pada Monika yang masil terlelap, " Lemon tea, dengan dua lemon, tanpa gula."

"Baik Tuan," jawab Wanita itu, meskipun minuman yang di pesan Yoonji cukup aneh tetapi wanita itu tidak mengatakan apapun, dia sudah terbiasa dengan sikap orang kaya yang aneh-aneh.

Tak berapa lama minuman yang Yoonji pesan datang, Putri tidur pun sudah bangun dari mimpinya.

"Lho bukannya kita masih jalan ya!" pekik Monika yang langsug bangun terduduk kemudian mengedarkan pandanganya. Asing, dia ingat dalam mobil mewah milik Yoonji.

Kulkas 5 pintu itu hanya diam, tak ada niat sama sekali untuk menyahuti Monika. Pandangan mata sipit masih lurus ke ponsel, dengan jari yang terus bergerak, di sana. Monika menggaruk rambut yang berantakan dengan bibir manyun karena kesal. Tak lama seorang wanita dengan seragam berwarna putih dan rambut yang disanggul rapi masuk ke ruangan itu.

"Permisi Tuan, ini minumannya," Ujar Wanita itu sembari meletakkan kopi hitam dan lemon tea extra lemon.

"Hem," Sahut Yoonji singkat, Monika tersenyum ramah pada wanita cantik yang memberi mereka minum.

"Boleh aku minum?" Tanya Monika, pada calon suami kontraknya.

"Minum saja aku memang memesannya untukmu," Jawab Yoonji tanpa melihat Monika, dia masih sangat sibuk dengan ponselnya.

Dengan mata berbinar Monika meraih lemon tea yang di sajikan dengan gelas tinggi dn banyak es batu. Seketika rasa dinging dan masam yang menyegarkan menyapa tenggorokan Monika.

"Wuah seger banget, " ujar Monika puas setelah meminum separuh, Yoonji mengerutkan keningnya dengan mata memicing.

Bukan ini reaksi yang ia inginkan, minimal wanita itu menyemburkan minumannya, dia yakin lemon tea itu pasti sangat masam atau pekerja salon memberi gula pada minuman Monika.

"Kita mau apa ke tempat ini Tuan?" tanya Monika dengan polosnya, seumur-umur dia belum pernah ke tempat seperti ini.

"Nanti juga tau," jawab Yoonji datar,hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya.

Sumpah ingin rasanya Monika ingin mencbut colokan kulkas lima pintu itu, sayangnya dia tidak tahu dimana colokannya.

"Tuan permisi semua sudah siap," ujar seoaraang wanita yang tadi membawakanminum untuk Yoonji dan Monika, kali ini wanita itu tidak masuk melaikan hanya berdiri di ambang pintu saja.

"kau ikut dia, jangan membantah apapun!" tegas Yoonji lagi-lagi tanpa menoleh.

Monika hanya bisa menghela nafas, dia harus sabar dan berusaha terbiasa dengan sikap cuek dan dingin pria tampan itu.

"Mari Nyonya. "

"Iya," Sahut Monika sambil berusaha tersenyum ramah.

Monika bangkit dari sofa tempat ia bebaring. Langkah kakinya ringan mengikuti wanita yang mendahului Monika, mata gadis itu melebar kala melihat taman cantik yang tersaji didepannya.

Suara gemericik air mancur kecil di sudut ruangan yang luas, tanaman hijau dan berbagai bunga yang tertata membuat siapa saja yang melihat akan merasa nyaman dan tenang.

"Nyonya silahkan ganti baju Anda," ujar seorang wanita yang memakai pakaiana yang sama, mereka adalah pegawai senoir dan profesional di tempat itu.

monika pun menurut, meskipun dia merasa tidak nyaman dengan baju ganti yang wanita itu berikan. Ingat kata manusia kutub itu, tidak boleh membantah! Setelah menganti pakaian Monika mulai berbaring sesuai arahan. Sementara Yoonji, pria itu masih sibuk mengerjakan semua pekerjaan kantornya, dia menemanai Monika hanya agar Yura dan ibu tirinya tidak curiga dengan Monika.

"TIDAK!!!"

Tiba-tiba terdengar teriakan yang memekikan telinga, tapi hal itu sama sekali tidak menganggu fokus Yoonji berkerja. Terikan itu terus terdengar, bergantian dengan tawa Monika yang terdengar menggema.

"Jangan ....!"

"Ahahahaha ....!"

"Ampun Kak, sudah tolong !" pekik Monika, wanita itu memang paling tidak tahan geli, terutama bagian pinggang.

1
kieky
keren plus bagus ceritanya...ada lucu" nya juga🤣
win ryry
weh jebol juga.
perjanjian kalian harus dibatalkan
win ryry
dimas kurang gercep
Isna Maria Prianti
masih ada beberapa typo.an yang harus dikoreksi lagi mak🙏☺️
Isna Maria Prianti
awwww akhirnya buka segel juga yoon🤣🤣🤭
Isna Maria Prianti
dasar yura gila
Isna Maria Prianti
apa.yang terjadi dengan mochi
Isna Maria Prianti
lanjuttt makkkk
Isna Maria Prianti
rasain lo stefani,lawan trus.mon
Isna Maria Prianti
pisang albino🤣🤣🤣🤣🤪
Isna Maria Prianti
ternyata bisa perhatian juga tuh kulkasnya ya mon🤣🤣🤣🤣🥰
Isna Maria Prianti
lanjut makkk
Isna Maria Prianti
lanjutt makkk
Isna Maria Prianti
lanjuttt makkk
Isna Maria Prianti
hahahahha mochi"
Isna Maria Prianti
lanjuttt makkkk
Isna Maria Prianti
akhirnya mereka nikah juga🥰
Isna Maria Prianti
hahahahahha tuan min
Isna Maria Prianti
oooo pantas saja tuan min tidak suka dengan ayahnya,jadi dia selingkuh to,dasar laki" gila😏
Isna Maria Prianti
lanjut makkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!