Jam misterius muncul di dunia dan siapapun yang memakainya akan memiliki kekuatan super!
Zione Gutawan, seorang anak kecil biasa yang memungut jam tangan lusuh di sebuah jalan kecil pedesaan, menemukan bahwa ia bisa menciptakan petir di tangannya setelah ia tak sengaja tersambar petir dan berhasil bertahan hidup.
Dengan jam tangan yang disebut Watch, ia berlatih panjang menuju pertempuran panjang yang melibatkan para manusia terpilih dengan para Monster aneh dari celah dimensi.
Ikuti perjalanannya menjadi manusia terkuat di seluruh dunia!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09. Dewi Perang
Di sebuah ruang kerja yang hanya diterangi oleh cahaya bulan, seorang wanita cantik duduk sambil memejamkan matanya. Sebuah ponsel terletak di depannya dan terlihat menyala sesaat sebelum berbunyi.
Wanita itu membuka matanya dan mengambil ponselnya kemudian mengangkat telepon yang masuk, "Halo?"
"Komandan Rienne, kami berhasil menemukan dan melakukan kontak fisik dengan Astro Gutawan Codename Blue King."
Mata wanita itu melebar, terlihat terkejut, namun ia bisa mengendalikan dirinya dan bertanya dengan tenang, "Lalu? Bagaimana kondisinya?"
"Tampak sehat, ia juga terlihat lebih bahagia dengan kehidupannya saat ini. Kudengar juga kalau ia sudah menikah memiliki anak dengan istrinya. Omong-omong kenapa anda menanyakan itu?"
Wanita itu mendengus kasar, "Hmph, aku hanya penasaran dengan kondisi pengkhianat itu, tidak lebih!"
"Oh ya, saya juga mengetahui kalau istri Astro bernama Gita Andreas. Dan setelah saya cocokkan kembali dengan dokumen rahasia Watcher, Gita Andreas adalah Watcher A-Grade yang tergabung dalam Peacemaker bertahun-tahun lalu. Bagaimana Astro dan Gita bertemu, saya tidak mengetahuinya."
Wanita itu menggenggam ponselnya lebih erat, "Lalu, apakah kalian berhasil membujuk Blue King untuk kembali?"
"Gagal total, terlebih saat ini kami tak sengaja bentrok dengan kekuatan dewa perang Purgatory dan saat ini Blue King sedang menahan Purgatory. Stone Palm juga sedang bertarung melawan Dancer dan Wind Nature. Kami benar-benar tidak mengira kalau desa ini menyimpan belasan Watcher kuat, baik dari Liberator maupun Watcher liar."
"Kalau begitu aku akan mengirim Holy Waves untuk melawannya. Kalian harus menahan ketiganya dan kita akan menghabisi mereka." wanita itu menyeringai lebar.
"Kami akan berjuang demi kedamaian." setelah itu panggilan ditutup.
Wanita itu menyimpan ponselnya dan ia berbalik, jendela tiba-tiba terbuka lebar hingga angin kencang masuk ke ruangannya dan menerbangkan beberapa dokumen yang ada di atas mejanya.
Seorang pria bertubuh kurus dengan pakaian putih berdiri di jendela sambi menyeringai lebar, hawa di ruangan itu beruabah menjadi mencekam begitu pria itu melompat turun dan berhadapan dengan wanita itu.
"Rienne, apakah kau perlu bantuanku? Kulihat kau sedang kesulitan..." pria itu mengangkat jari telunjuknya dan menyentuh dagu wanita itu, "Aku datang jauh untuk membantumu..."
"Whirlwind, aku hargai kedatanganmu kemari, namun Holy Waves sudah mengambil jatah pembantaian yang kau inginkan." wanita itu menyentuh jari pria itu, seketika jari pria itu remuk dan mengeluarkan darah berjumlah banyak, "Dan satu lagi, kau harus hormat padaku..."
"Gelar pemimpin Peacemaker tak membuatku takut, Goddess of War..." pria itu menarik jarinya dan tak lama, jarinya kembali seperti semula, "Rienne tetaplah Rienne yang kukenal, tidak akan berubah..."
"Lagipula, buat apa kau mengutus Shadow Master dan Stone Palm untuk mencari Blue King padahal kau yang memiliki urusan dengan setan petir itu?" pria itu yang dipanggil Whirlwind menaikkan bahunya, "Aku bingung..."
"Diam kau atau kepalamu akan lepas jika kau melanjutkan lagi." sepersekian bahkan mungkin kurang dari setengah detik, pedang muncul di tangan wanita itu dan bilahnya menyentuh leher Whirlwind, "Pergi dari sini."
Ucapan wanita itu makin dingin, dan hawa berubah menjadi lebih mencekam dibanding sebelumnya...
Rienne Antonov dengan Codename Goddess of War, didasari atas Watch yang ia miliki dengan nama yang sama, ia adalah perwujudan kehancuran itu sendiri. Dengan ratusan pedang di dekatnya, ia bisa menghancurkan jutaan tentara tanpa bergerak dari tempatnya berdiri.
Ia disegani oleh semua Watcher di Peacemaker dan dihormati sebagai dewi yang menjelma ke dunia untuk menghukum manusia yang sudah menyimpang dari jalan sesungguhnya.
Whirlwind menghela napasnya dan ia menghilang, sama seperti kedatangannya yang disertai angin kencang.
Rienne menarik pedangnya dan menyimpannya. Ia duduk kembali dan air di gelasnya bergoyang sedikit, sebelum seseorang muncul dan bertanya, "Bisakah saya berangkat sekarang?"
"Silahkan, hati-hati di lautan, Holy Waves..."
"Baik komandan..."
***
Zione membuka matanya perlahan, sekujur tubuhnya masih terasa sakit akibat pertarungan semalam. Ia bangkit dan melihat tubuhnya yang duduk di atas tempat yang empuk bernama kasur.
"UKS..."Ia memegangi kepalanya, "Sedikit pusing..."
Ia benar-benar kesulitan untuk bertarung, padahal ia sudah berlatih keras selama ini. Apakah itu masih belum cukup?
"Zione bodoh! Kau bahkan lebih bodoh dari Ray! Kau harus melalui lebih banyak latihan jika kau ingin kuat dan bisa mengalahkan Aldo!"
Suara Tianyun yang berisik terdengar di telinganya, Zione menghela napasnya dan menggeser kakinya kemudian menggeser tubuhnya ke tepi tempat tidur.
"Oh kau sudah bangun?" Ferio bertanya sambil tersenyum lebar, "Kau berhasil bertahan, berarti kau berhasil sebagai seorang Watcher."
Senyum Ferio terlihat cerah, mungkin karena ia disinari cahaya matahari yang masuk lewat sela-sela jendela di ruangan itu. Zione merasa sedikit lega saat melihatnya.
Apa yang memacu Zione untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya adalah karena ia ingin melindungi senyum itu, namun tampaknya senyuman yang ingin ia lindungi juga berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Aku tidak mengira kalau kau adalah Watcher, padahal keseharianmu hanyalah tiduran dan membaca buku di kelas. Kekuatan yang kau tunjukkan tadi berbeda dari yang kukira sebelumnya." ujar Ferio dan ia turun dari tempat tidurnya, "Jadi, apa nama Watch yang kau pakai itu?"
Zione mengangkat tangan kirinya yang memakai jam tangan sambil menjawab, "Namanya Thunder Rule, roh yang bersemayam disini adalah roh petir yang amat kuat..."
"Ahaha, begitu ya..." Ferio tertawa kecil, "Jam tangan yang kita temukan-..."
DUARRR!!!
Semua terjadi begitu cepat...
Tawa Ferio yang tadinya nyaring mengisi senyapnya ruangan UKS, seketika tergantikan jeritan kesakitan yang amat menyayat telinga siapapun yang mendengarnya. Bahkan mungkin orang-orang di sekitar tidak mendengarnya...
Zione telat bereaksi, dalam waktu kurang dari sepersekian detik, batu besar muncul dan menembus atap UKS hingga menimpa Ferio hingga tubuhnya tak terlihat di matanya...
"Ferio...?"
Zione mendekati batu besar yang kini bersarang di tempat Ferio tadi duduk, ia menyentuhnya dan amarah langsung mengalir deras di dalam tubuhnya, hingga seluruh tubuhnya terasa amat panas.
Petir-petir menyelimuti sekujur tubuhnya, ini adalah fase dimana Watcher telah membangkitkan seperempat kekuatannya. Dengan kata lain, Zione kini setara dengan Watcher D-Grade, paling rendah...
Namun meski telah membangkitkan seperempat kekuatannya, Zione belum sekuat itu, karena ia masih muda dan pengalaman tempurnya masih kurang bahkan untuk ukuran Watcher E-Grade sekalipun.
Batu besar terlihat muncul dari atas, dan sekali lagi Zione telat bereaksi, ia baru memasang posisi siap bertarung setelah sesuatu yang amat cepat menghancurkan batu besar itu.
Sesuatu berwarna biru bergerak cepat, amat cepat hingga Zione hanya melihatnya seperti kilat berwarna biru dan sepersekian detik kurang batu itu langsung hancur berkeping-keping. sesuatu yang menghancurkan batu itu mendarat dan ia menatap Zione yang kini diselimuti petir biru.
"Zione? Kenapa kau ada disini?"
"Ayah?"