Demi melunasi hutang sang ayah, Aira terpaksa menjadi istri kedua Reyhan. Seorang CEO yang mencari istri untuk melahirkan anaknya. Hal ini dikarenakan sang istri dinyatakan mandul dan takkan bisa memiliki keturunan.
Namun, setelah menikah, Aira malah menemukan sebuah rahasia besar yang akhirnya mengubah semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata oh ternyata
Setelah aku selesai menyapu. Mataku pun tertuju pada sebuah sepeda motor yang datang mendekat ke arahku. Ah, ternyata itu Laras, sepupuku yang merupakan anak satu-satunya Om Bowo dan Tante Feni.
Dia datang bersama Bayu, kekasihnya yang sudah dua tahun bersamanya.
"Heh, Aira!" ucapnya setelah turun dari sepeda motor.
"Kenapa, Kak?" tanyaku sesopan mungkin.
"Mana bajuku yang dulu pernah kamu pinjam! Sini, balikin semua barang-barang aku yang sudah aku sumbangin ke kamu," ucapnya sambil menadahkan tangannya. Tak lupa dengan raut wajah yang sangat menyebalkan.
"Apa? Baju yang kamu kasih itu? Sama barang-barang lain?" tanyaku sambil mengernyitkan dahiku. Bukankah semua itu adalah barang bekas dan merupakan pemberiannya? Mengapa aku harus mengembalikannya? Apakah ada udang dibalik bakwan?
"Heh, aku itu nggak pernah ngasih. Selama ini aku hanya minjamin ke kamu. Sekarang kamu balikin atau ganti semua barang-barang itu dengan uang kalau udah nggak ada!"
Hahaha, ternyata ini memang cara orang tuanya untuk mendapatkan uang dari keluargaku. Dengan cara meminta kembali barang-barang yang dia kira sudah tidak aku pakai. Padahal, barang-barang itu tidak pernah aku sentuh sama sekali karena memang sudah tak layak. Bajunya sudah usang, bahkan beberapa sepatunya sudah sobek dan solnya lepas. Tasnya juga sudah bolong, dan dompetnya resletingnya sudah rusak. Mana bisa aku memakainya.
"Iya, tunggu, aku ambil," ucapku yang langsung masuk ke dalam dan mengambil semua barang-barang pemberiannya yang aku simpan dalam kotak.
Aku pun keluar membawa kotak tersebut dan menunjukkan semua barang-barang pemberian padanya. Dia cukup tertegun melihat semua barang-barang itu masih utuh.
"Ih, semua udah rusak, mana mau aku make lagi. Sekarang bayar semuanya dengan harga yang baru!"
"Apa? Yang benar saja, Kak. Tidak! Aku tidak mau! Ini semua adalah barang-barangmu yang tidak pernah aku pakai. Ini buktinya!" Aku pun menunjukkan ponselku yang berisi foto pertama kali dia datang dan membawa barang-barang itu. Semua masih persis seperti dulu.
Kak Laras sudah tidak punya alasan lagi. Dia pun langsung meninggalkan barang-barang itu di depanku tanpa membawanya dan mengajak kekasihnya untuk pergi.
Ku lihat Bayu sedang memutar balik sepeda motor yang sebenarnya adalah milik Laras. Entahlah, pria itu adalah seorang pria yang pekerjaannya hanya nongkrong di warung dan bermain judi online. Tapi, dia memang tampan, mungkin karena itulah Laras menyukainya.
Eh, tunggu dulu! Aku melihatnya! Punggungnya, persis seperti punggung pria yang aku lihat tadi malam. Mungkinkah Bayu berselingkuh?
Merasa penasaran, aku pun menoleh ke rumah Susi dan melihat bahwa Susi sedang melihatnya dari balik jendela kamarnya.
Astaga, bisa-bisanya mereka berdua dirayu sama buaya seperti Bayu. Pekerjaannya tidak jelas dan hanya menghamburkan uang ibunya yang hanya seorang buruh cuci.
Merasa pusing, aku pun masuk ke dalam rumah. Rencananya, hari ini aku akan melakukan perawatan di salon tempat rekomendasi Bu Sera. Aku harus siap-siap karena prosesnya sangat lama dan aku tidak boleh terlihat di siang hari atau perubahanku akan terlihat mencolok.
Gegas aku langsung mandi dan berganti baju, lalu pergi ke salon dengan menaiki mobil taksi yang aku stop di jalan besar agar tak terlihat oleh orang-orang.
bikin greget sj km Ihhh 😤 mau"nya Di gtuin Sama sera klo sy jd km,sdh terjd gni ya trima konsekuensinya gk peduli lg Sama omongan tetangga dll nya asalkn anak" sy berada Sama sy seklipun hrus Cerai dr laki" tersbt aplg mama mntu memihak Sama sy gtu auto sypun gk segampang itu malahan brni melawan sy.
Enak sj, mrk yg memulai permainan dn sy mau di jdkn korbnnya trus oh tdak justru sy akn buat keadaan itu terbalik spya tau rasa sndri Gimna rasanya kehilangan dn sadar dgn kebodahn nya sndri.