Bagaimana perasaan kita saat orang yang kita cintai pergi untuk selama nya dalam waktu yang bersama pula.Tentu saja,rasa kehilangan akan menyelimuti kita.
Itulah yang di rasakan Maura Victoria Alaska.Ibu kandung nya meninggal secara tiba-tiba,setelah satu jam berada di rumah sakit,dokter memvonis jika ibu Maura mengalami gagal jantung.
Dan setelah tiga hari kepergian sang ibu,Maura mendapat kabar,kalau kekasih yang akan menikahi nya mengalami kecelakaan pesawat,dan di nyatakan meninggal,tapi Maura tidak pernah melihat jasad sang kekasih.
Bagaimana kehidupan Maura setelah peristiwa itu?yuk simak kisah nya di Mafia Bucin,One Night Stand.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen
Kinara tidak akan mendapatkan informasi apapun dari ia bertanya kepada Maura,karena Maura sendiri tidak tahu penyebab Daniel mengkhianati dirinya.
Setelah ke dua nya menikmati makan malam yang sederhana,ke dua nya langsung mengambil laptop dan mulai membereskan proposal proyek baru milik perusahaan Tara.
Di Tempat Lain. . .
Steven,bersama dengan Mike dan Mattew tengah menuruni satu persatu anak tangga,yang membawa mereka ke ruang VIP Bar.Tiba di depan ruangan itu,Sonia pun sedang menunggu mereka.
"Aku sudah lama menunggu kamu!"
"Terimakasih!"sahut Steven,memberi senyuman sekilas kepada Sonia,sebelum ia melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Mike dan Mattew mulai menyediakan beberapa minuman di atas meja yang ada di depan Steven.Begitu juga dengan Sonia,ia membantu menuangkan nya.
Ting! Ting !
Empat gelas itu bertabrakan merayakan malam tersebut,malam dimana mereka bebas minum atas traktiran dari Steven.
"Stev,bagaimana kabar mu akhir-akhir ini? Aku dengar dari mereka,kamu sudah tidak memesan gadis luar lagi selama tiga bulan ini ? kenapa? apa belum ada yang bisa memuaskan mu? "tanya Sonia,Steven melirik tajam ke arah Sonia.
"Jika kamu mau,aku bisa membantu memuaskan mu!"sembari memainkan jari jemari nya di kemeja Steven yang sedikit terbuka bagian dada nya.
"Aku menghargai kamu,karena kamu sahabat ku,aku tidak akan bermain dengan Wanita yang murahan,yang menawarkan dirinya!"
Ucapan pedas Steven membuat hati Sonia getir,namun ia berusaha untuk tenang dan tetap ingin merayu Steven.
"Tapi,aku bisa bertahan sampai kamu puas,mereka tidak bisa menahan permainan mu bukan? tapi aku bisa !"
Mike dan Mattew sudah terbiasa dengan pandangan itu,mereka hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Sonia.
Memang Steven mengidap penyakit kelainan seksual,ia akan menyiksa lawan main nya sampai ia puas.Steven tidak akan mau bercocok tanam dengan mereka,karena Steven hanya ingin menyiksa mereka saja,untuk memuaskan hasrat nya saja.
"Aku lelah,aku akan kembali ke rumah!"Steven bangkit dari tempat duduk nya,lalu berjalan ke arah Mike dan Mattew.
"Jangan biarkan wanita itu mengikuti ku"bisik Steven kepada mereka lalu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Stev,Steven tunggu!"
"Nona Sonia,Anda tidak di perbolehkan mengikuti Tuan,ini adalah perintah.Saat ini,Tuan sedang lelah,biarkan Tuan istirahat!"setelah mengatakan itu,Mike dan Mattew pun menyusul Steven yang sudah duluan tiba di mobil parkiran.
Mobil milik Steven pun,pergi meninggalkan Bar tersebut.Mereka bukan kembali ke mansion Steven.Namun,mereka pergi ke markas milik Steven.
Tiba di depan markas,Mike segera membuka pintu untuk Steven,dan sudah banyak pengawal yang menunggu kedatangan Steven di sana.
"Selamat datang Bos Luke!"sapa mereka semua saat melihat Steven Luke tiba disana.Steven hanya mengangguk pelan,lalu ia berjalan ke arah ruangan kerja nya.
"Bagaimana perkembangan pulau di sisi Utara,apa sudah kalian bereskan!"tanya Steven,menatap pria berbadan besar,dan tampan yang sedang berdiri tepat di depan meja Steven.
"Sudah Bos,mereka meminta segera mengurus pembayaran pajak,mereka tidak ingin bermasalah dengan wali kota negara E!"ungkap pria tersebut yang bernama Alex.
"Aku akan menyuruh Mike untuk mengurus pajak tersebut.Kamu lakukan tugas mu.Jika kamu sudah selesai di tempat ini Kamu akan aku pindahkan ke mansion!"ujar Steven.
"Baik Bos,saya permisi dulu!"
"Eemm"
Alex pun pergi meninggalkan ruangan Steven,kini Mattew dan Mike menghadap Steven dengan membawa berkas kerja sama,lalu meletakkan itu di atas meja Steven.
"Morgan?"Steven menatap Mike.
"Benar Bos,Tuan Morgan mengirim surat undangan terbuka untuk Anda,Tuan Morgan ingin bertemu dengan Bos disaat acara penerimaan penghargaan untuk perusahaan mu Bos,tahun ini perusahaan The King mendapat peringkat pertama lagi.Sudah berturut-turut selama lima tahun ini The King belum ada yang bisa di kalahkan,meskipun Tuan Morgan berusaha begitu keras,ia masih kalah dengan kita!"Pungkas Mike,
"Jangan salah,Sonia dan Morgan adalah keponakan dan Paman,mereka berdua bukan orang bodoh yang mau menerima kekalahan,bisa saja Morgan sudah menyusun banyak rencana untuk menghancurkan kita.Untuk Sonia,aku yakin dia tidak akan berani bertindak untuk lebih terhadap kita,namun aku tidak yakin dengan Morgan.Perintahkan Alex untuk memeriksa Markas di selatan,dan dapatkan beberapa informasi tentang kegiatan Morgan dalam dua Minggu ini!"
"Baik Bos!"
Steven pun memeriksa beberapa file penting tentang investasi nya kepada beberapa perusahaan Asing satu bulan yang lalu.Tiba-tiba,bayangan Maura mulai mengusik ketenangan nya kembali.
"Maura!"gumam Steven sembari tersenyum,membayangkan wanita yang bernama Maura.
Steven hanya bisa tersenyum sepanjang ia memeriksa file,meskipun pikiran nya terganggu dengan bayangan gadis itu,Steven masih berusaha untuk menuntas 'kan pekerjaan nya secepat mungkin.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk!"
Mattew melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Steven.
"Bos,ada penyerangan di markas timur,dan semua barang milik kita telah di hancurkan!"
"Berapa ton yang rusak? berapa kerugian yang kita alami?"
"Lebih dari seratus ton Bos,dan kerugian kita lebih dari lima ratus milyar!"
"Periksa dalang di balik penyerangan itu,dan siapapun orang yang berani menyerang markas Luke,pastikan tidak akan dapat melihat dunia esok!"tegas Steven,
"Baik Bos!"Mattew pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Steven menatap jam sekilas,lalu ia bangkit dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Drrt..Drrt...
Steven mendapat panggilan dari Tara,karena Steven telah berjanji akan pulang ke rumah Oberto.Oleh sebab itu,Tara menghubungi nya untuk memastikan ke datangan sang Kakak.
"Hallo Tara?"
[Kau pasti mengingkari janji mu lagi?]
"Maaf,Maaf aku tidak bisa datang,ada banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan.Tara aku janji akan menemui mu dalam dua hari lagi,setelah urusan ku beres!"
[Tidak perlu datang jika kau tidak ingin datang,aku pun tidak akan berharap lagi!]tegas Tara,lalu memutuskan panggilan nya sepihak,itu membuat Steven khawatir dengan keadaan sang Adik.
Tut..Tut..Tut...
Steven mencoba menghubungi Tara kembali,namun panggilan itu tidak pernah terhubung,Tara mengabaikan panggilan Steven,yang berulang kali menghubungi nya.
"Dia pasti marah lagi,kenapa dia terlalu manja dengan ku,apa bisa dia memimpin perusahaan dengan mental nya yang begitu lemah,dan manja?"gumam Steven,kini pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tiba di depan mobil,sudah ada Mike dan Mattew yang menunggu.
"Alex telah pergi ke markas timur,untuk memeriksa situasi disana,dan mencari dalang penyerangan tersebut,jika itu di lakukan oleh Tuan Morgan,maka sudah saat nya kita mengibarkan bendera permusuhan!"
"Kita kembali ke mansion!"
"Baik Bos!"
Steven dan dua pengawal nya pergi meninggalkan markas tersebut,dan kembali ke mansion.