NovelToon NovelToon
Sepotong Hati

Sepotong Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern
Popularitas:191.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoemi

Sebuah kisah tentang senja, ketulusan, dan penghianatan. Kebohongan mampu tercipta di depan siapa saja, tapi hati adalah cermin kejujuran. Membohongi hati adalah usaha terkonyol yang membutuhkan ekstra tenaga dan perjuangan.

Viola, seorang gadis yang kehilangan ingatannya dan diselamatkan oleh seorang bernama Sean. Ketika seberkas ingatan mampu ia ingat, isinya adalah sebuah kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia telah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebuah rasa sakit dan kecewa yang dalam, menyelinap dalam hati Viola, membuatnya ingin berjuang untuk menjadi sosok yang kuat. Sebuah hati yang terluka, yang berharap suatu saat menemukan ketulusan dan cinta.

"Sepotong hati diujung senja adalah hatiku yang menyimpan segala rasa. Rasa yang tak mampu kuungkap terkurung dalam bisu jiwa. Hanya isyarat yang terlaku oleh tubuh yang rapuh. Berharap kasihmu berlabuh memberi segenap kedamaian yang teduh."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toko Bunga yang Memikat

Aku baru menyadari, rumah Kak Sean memang cukup jauh dari kota. Sudah hampir satu jam berkendara tapi kami belum juga sampai di toko bunga. Aku mulai bosan. Dari kaca jendela mobil kulihat gedung-gedung yang menjulang. Pemandangan yang dulu sering kulihat. Tetiba nafasku seresa sesak, udara seakan kabur menjauhiku.

Gedung-gedung, perkantoran, hiruk-pikuk suasana kota mengingatkanku pada masa lalu yang kelam. Kesibukan dan rutinitas kerja yang menggiringku menjadi orang terbodoh di dunia hingga dapat ditipu kekasih dan sahabat sendiri. Ah, mataku jadi berkaca, hampir tak tertahan butir embun di dalamnya untuk menyembul keluar.

"Kau harus lebih kuat dan tegar menerima kenyataan Vio, sekarang kamu bukan Rie lagi, maka jangan menjadi lemah seperti Rie. Jangan buang air matamu untuk sebuah kesia-siaan," nasihat hatiku pada diri sendiri.

Ya, aku memang harus lebih kuat sekarang. Aku sebatang kara. Aku harus mulai belajar mengandalkan diri sendiri. Beberapa bulan ini aku terlalu nyaman dalam perlindungan Kak Sean. Kurasa sudah saatnya aku memulai bangkit. Aku tidak boleh terus terpuruk. Tapi bagaimana caranya, aku masih sering bermimpi buruk karena kenangan penghianatan Alex dan Jesy. Trauma dan luka yang dalam, adakah ini mampu terhapuskan? Hanya waktu yang mampu memberi jawaban.

 

\*

 

Bryan membelokan mobil, memasuki tempat parkir yang lumayan luas. Sebuah kompleks pertokoan. Sebagian masih tutup karena memang masih pagi. Benar saja, saat kulihat arloji, terlihat masih pukul 7:40 pagi. Meski demikian, beberapa ruko sudah menunjukkan geliatnya. Seperti tempat yang kami tuju, beberapa karyawan sudah terlihat menunjukkan aktivitasnya.

House of Roses, begitu papan nama yang tertera di depan sebuah toko bunga, bersanding di sebelahnya Aurora Cafe. Kak Sean mengajakku masuk ke dalam. Bryan mengikuti dari belakang. Setiap karyawan yang bertemu kami memberi salam dan tersenyum tulus. Sungguh, suasa yang hangat, seperti berada di rumah dikelilingi keluarga.

Aku terpesona melihat begitu banyak mawar aneka warna di toko ini. Bunga jenis lain juga banyak, tapi tak sebanyak jumlah bunga mawar. Masuk ke toko ini benar-benar seperti masuk ke taman bunga. Jika ada kupu-kupu yang berhasil masuk ke sini, mungkin akan serasa menemukan surga.

Kak Sean berbicara dengan seorang karyawan. Sementara Bryan masuk ke cafe melewati pintu kaca di dalam toko. Rupanya bagian dalam toko bunga ini langsung terhubung dengan cafe sebelah. Pembatas antara cafe dan toko bunga ini juga dibuat dari kaca sehingga dapat terlihat bagaimana suasana cafe dari sini, begitu juga sebaliknya.

Aku menghampiri sebuah meja disebuah sudut, meja yang penuh buket bunga. Aku takjub melihat indahnya rangakaian-rangkaian bunga ini. Rasanya membuatku jatuh cinta, bukan pada seseorang, tapi pada keindahan. Aku melihat lebih dekat. Ada kartu ucapan di setiap buket tersebut. Sepertinya buket-buket ini sudah ada pemesannya.

"Permisi, Nona," kata seorang karyawan sambil tersenyum.

"Iya, silahkan".

Setelah aku agak minggir, karyawan tadi mengambil sebuah buket bunga besar lalu membawanya ke depan. Tampak seorang pelanggan sudah menunggu.

"Nona, Tuan Muda memanggil ada," karyawan lain berbicara padaku, dia juga tersenyum ramah.

"Terima kasih," tak lupa kuberikan senyum pula padanya dan segera menuju Kak Sean yang menungguku di dekat tangga.

"Ayo sarapan dulu," kata Kak Sean sambil mulai menaiki anak tangga.

Aku mengikuti langkah Kak Sean. Lagi-lagi aku takjub, terpikat dengan apa yang kulihat. Roof top yang langsung menawan hatiku. Bunga-bunga mawar bermekaran mengelilingi tempat ini. Cukup luas karena ternyata bagian atas toko bunga dan cafe ini dibuat tanpa sekat. Ada banyak meja tertata, seperti cafe di tengah taman bunga. Sepagi ini, tapi banyak meja sudah terisi pelanggan. Mereka tampak menikmati sarapan bersama keluarga.

Kak Sean mengajakku duduk di sebuah meja di tepi, Bryan sudah menunggu di sana lengkap dengan menu di atas meja.

"Bagiamana menurutmu tempat ini?"

"Ini sangat indah dan menakjubkan, Kak,” jawabku penuh semangat.

"Jika pagi, tempat ini disinari mentari pagi yang hangat. Sementara saat sore kamu dapat melihat senja yang indah. Kamu sangat menyukai senja bukan?"

"Benarkah?" aku masih terpikat dengan suasana di sekelilingku. Saat aku menoleh ke barat, pamandangan memang tak terhalang olah gedung yang menjulang. Sangat memungkinkan menikmati senja dan matahari yang terbenam. Daerah ini memang belum begitu masuk ke pusat kota. Suasana yang tak terlalu bising, karyawan yang ramah, dan nuansa kehangatan, wajar saja jika tempat ini ramai palanggan.

"Jam berapa tempat ini buka?" tanyaku yang penasaran karena sepagi ini dan sudah banyak pelanggan.

"Tempat ini buka 24 jam, Nona," Bryan yang memberikan jawaban.

Aku terbelalak. Kak Sean menyadari keterkejutanku. "Suasa malam di tempat ini tak kalah indah. Apalagi jika langit cerah. Semoga kau dapat menikmati semuanya hari ini," kata Kak Sean memberi penjelasan.

Aku menganggukkan kepalaku. Hatiku dipenuhi rasa penasaran membayangkan suasana senja dan malam di tempat ini. Ada banyak versi keindahan suasana yang kubayangkan.

"Apa kau hanya ingin melamun dan tidak jadi sarapan?"

Suara Kak Sean membangunkanku dari lamunan. Aku hanya bisa tersenyum dan menahan malu.

"Tuan putri pelamun, makanlah dulu baru nanti lanjutkan lamunanmu," kata-kata Kak Sean membuatku semakin tersipu malu.

"Maaf, Kak. Aku sepertinya jatuh cinta pada tempat ini. Ini benar-benar memikat hatiku," aku merangkai alasan.

Kulihat Kak Sean hanya tersenyum, sementara Bryan asyik menikmati sarapannya tanpa mengeluarkan ekspresi, tampak tak peduli dengan pembicaraan kami. Ah, biarlah. Dia persis seperti asisten-asisten presdir atau CEO pada cerita novel atau komik yang dulu sering kubaca. Dingin dan nyaris tanpa ekspresi tapi sangat setia. Tiba-tiba aku teringat Ana, asisten pribadiku yang dulu. Dia tak seperti Bryan. Ana seorang yang periang dan lembut. Entah bagaimana kabarnya sekarang. Mungkinkah dia masih setia padaku jika aku kembali, atau justru dia juga ambil bagian dalam konspirasi menipuku waktu itu. Aku tak tahu lagi apa masih ada orang yang bisa kupercaya dari masa laluku.

Gerimis. Titik-titik air tiba-tiba berjatuhan dari langit. Seperti merusak momen pagi yang hangat meski sinar matahari masih menyisakan cahaya disela-sela awan. Aku agak panik takut jika hujan tiba-tiba deras. Tapi aneh, semua orang masih santai duduk menikmati makanan mereka.

Ketika rintik air semakin banyak berguguran, payung-payung raksasa terbuka secara otomatis. Tak ada lagi titik air yang mengenai rooftop ini. Pantas saja semua orang tampak tenang dan tak khawatir jika hujan turun. Rupanya mereka pelanggan setia yang telah hafal bagaimana tempat ini.

Aku hanya bisa takjub. Kak Sean lagi-lagi tersenyum melihat ekspresiku, Bryan tetap cuek, dan aku semakin tersipu. Aaahhh, betapa melakukan diriku .... Aku seperti makhluk dari jaman purba yang baru melihat teknologi modern yang serba canggih. Entahlah, yang pasti aku telah terpesona, terpikat, dan jatuh cinta pada tempat ini saat pandangan pertama ....

1
Bunda Safira
kapan hati violA hadir
triram ❤️
thorrr terusan viola,Sean,Lucas dong segerakann dulu...penasarannnnnnn niiiii,,
Savera
3 thn mana tahannnm
Bang Zay
hati viola kapan rilis
Eka PS
Ditunggu season selanjutnya ...
Oh iya, ada koreksi nih thor ...
Klo minum barengan aka toast, ngomongnya "cheers" yah ....
Good Luck for your next work!!!!

Ganbatte Kudasai (頑張ってください)
Jiā Yóu 加油
Hwaiting 화이팅
Keep up the good work!!!
Eka PS
Ikutan nyesek bareng Viola ...
Berdo'a saja
ayo Thor bangun lahhhhh
Berdo'a saja
Aku masih menunggu mu thorr
Berdo'a saja
thorrr kapan up mu🤔🤔🤔🤔🤔
Berdo'a saja
yoummmmm rinduuu
Berdo'a saja
Ayo up sayang jangan lama lama udah rindu nih
Berdo'a saja
emmnnn
Berdo'a saja
ada persaingan
Berdo'a saja
belum belum dah nangis duluan tuh si rie
Berdo'a saja
hemmmm siapa yg terpilih oleh hari
Berdo'a saja
Ah lama tidak nengokin youmi, jadi kangen apa kabar youmi👋
yoemi noor: hai kak ... Alhamdulillah Yoemi baik. kakak gimana? ini nulisnya masih tersendat-sendat, kak sekarang. ada kerjaan di RL ... 🙏 semoga secepatnya bisa rutin nulis lagi
total 1 replies
sri utami
keren kak
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget😍
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget
yoemi noor: terima kasih kak
total 1 replies
yuni utami
menunggu cerita selanjutnya ttg sean, viola en lucas.
sehat sll thoorrr...

misssssssss....sooo muuuuccchhhhh
yoemi noor: siap kak Yuni ... doakan Yoemi bisa secepatnya aktif nulis lagi ya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!