NovelToon NovelToon
Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.7
Nama Author: SyaSyi

Setelah malam naas penjebakan yang dilakukan oleh Adik tirinya, Kinanti dinyatakan hamil. Namun dirinya tak mengetahui siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.

Kinanti di usir dari rumah, karena dianggap sebagai aib untuk keluarganya. Susah payah dia berusaha untuk mempertahankan anak tersebut. Hingga akhirnya anak itu lahir, tanpa seorang ayah.

Kinanti melahirkan anak kembar, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kehadiran anak tersebut mampu mengubah hidupnya. Kedua anaknya tumbuh menjadi anak yang genius, melebihi kecerdasan anak usianya.

Mampukah takdir mempertemukan dirinya dengan laki-laki yang menghamilinya? Akankah kedua anak geniusnya mampu menyatukan kedua orang tuanya? Ikuti kisahnya dalam karya "Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja Sama

"Cepat kau urus masalah kerja sama perusahaan ini dengan anak genius itu!" titah Gio.

Akhir-akhir ini Gio terlihat sering kali uring-uringan, dan juga menjadi seorang yang tempramen. Membuat sang asisten kerap dijadikan sasaran empuk kemarahannya.

"Baik, Tuan. Akan saya laksanakan. Saya akan segera berangkat ke Yogya untuk menemui anak tersebut dan membicarakan masalah kerjasama perusahaan ini dengannya," jelas Erland.

Malam ini juga Erland akhirnya terbang ke Yogyakarta, besok pagi dia akan bertemu dengan Satria. Erland sudah menghubungi Ibu dari Satria yang tak lain Kinanti, dan mereka sepakat akan bertemu besok. Rencananya, besok Satria dan Kinanti akan didampingi Dimas. Dalam urusan bisnis, Kinanti tak mengerti banyak hal. Hingga dia sesekali melibatkan Dimas untuk membantunya Meskipun nantinya, Satria 'lah yang akan membahasnya.

"Ayah sangat bangga sama kamu! Kau memang anak yang hebat," puji Dimas sambil menepuk-nepuk bahu Satria, dia sangat bangga dengan sosok anak angkatnya.

Dimas bangga menjadi ayah angkat dari kembar, kelak dirinya berharap kalau Kinanti akan membuka hatinya untuknya. Dalam urusan bisnis, Satria banyak mendapatkan ilmu dari Dimas.

"Apa laki-laki yang menghamili Kinanti seorang pemimpin perusahaan? Aku melihat sosok pemimpin di jiwa Satria, yang tak dimiliki Kinanti," gumam Dimas. Sayangnya sampai saat ini Kinanti masih belum menyadarinya, kalau sifat Satria tak menurun darinya.

Erland baru saja sampai di Yogya, dia langsung menuju hotel tempat dirinya akan menginap malam ini. Dia berharap permasalahan bosnya akan segera selesai. Tentunya dia tak akan tinggal diam, dia tak ingin perusahaan Gio hancur begitu saja, karena persaingan licik dari rivalnya.

Baru saja dirinya hendak membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, Gio menghubungi dirinya. Dia bergegas langsung menerima panggilan telepon dari Gio, dia tak ingin Gio marah besar.

"Apa kau sudah sampai di Yogya? Rencananya kalian akan bertemu jam berapa? Ingatkan anak itu untuk segera meretas data, siapa yang sebenarnya selama ini melakukan pencurian data perusahaan?" serentetan pertanyaan terlontar dari bibir Gio. Padahal tanpa Gio minta pun, Erland sudah tahu apa yang harus dia lakukan.

Setelah puas mendapatkan jawaban dari sang asisten, Gio akhirnya mengakhiri panggilan dengan sang asisten. Gio berniat untuk tidur. Namun, lagi-lagi dirinya merasa gelisah. Karena miliknya yang masih selalu mati suri. Sampai-sampai dia melakukan konsultasi ke dokter, untuk menceritakan keluhan yang dia rasakan beberapa tahun belakangan ini.

Selama ini Gio memilih untuk bersikap santai, tetapi tidak untuk saat ini. Karena dia ingin segera memiliki pendamping hidup dan juga keturunan. Selama ini Gio menutupinya dari sang mama.

"Satria, apa sudah siap?" panggil Kinanti kepada sang anak.

Dimas sudah menunggu mereka di ruang tamu. Kinanti keluar sudah berpakaian rapi. Demi sang anak, hari ini dirinya baru akan ke kedai baksonya setelah urusan Satria selesai. Kinanti sudah menitipkan Bunga kepada ART di rumahnya.

Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju tempat pertemuan, sama halnya dengan Kinanti, Erland pun sudah dalam perjalanan. Erland sampai lebih dulu, karena lokasi tempat pertemuan tak jauh dari hotel tempat dia menginap.

"Mengapa anak itu sangat mirip dengan si bos? Apa wanita ini, wanita yang dicari si bos, dan anak ini anaknya bos?" gumam Erland saat Satria datang menghampiri dirinya. Dirinya benar-benar terkejut, bahkan sikap dingin Satria sama seperti bosnya.

Erland tampak memperhatikan Satria dengan seksama. Sungguh kejadian ini begitu mengejutkan Erland. Satria benar-benar seperti duplikat Gio.

"Tetapi siapa laki-laki ini? Apa dia ayah dari anak ini? Entah ini suatu kebetulan saja atau memang anak ini benar anak si bos?" Erland bermonolog dengan pemikirannya.

Erland tampak mendengarkan penjelasan yang dilakukan Satria. Dia dibuat kagum dengan kepintaran yang dimiliki Satria. Dia tak menyangka anak seusia Satria mampu mengerti banyak hal mengenai teknologi.

"Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan Satria, Ibu, dan Bapak kesini. Saya berharap kerja sama kita akan berjalan lancar. Kerja sama yang akan kita jalankan, sama-sama menguntungkan dan permasalahan perusahaan kami bisa segera di selesaikan. Kedatangan saya kesini, berniat untuk meminta Satria untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan kami," jelas Erland.

Erland menanyakan nominal yang harus dibayarkan perusahaan untuk memakai jasa Satria.

"Apa tak salah? Hanya 5 juta untuk menyelesaikan tugas ini?" tanya Erland untuk lebih meyakinkan.

Nominal yang diminta Satria sangatlah murah. Biasanya, jasa ini akan mematok nominal puluhan juta dan bahkan ratusan juta.

"Satria merasa senang, jika bisa membantu orang menyelesaikan permasalahan. Namun, bukan berarti dia tidak profesional. Sebenarnya kami dulu tak mematok berapa biaya yang harus dibayarkan, karena Satria lakukan ini untuk menyalurkan hobinya dalam bidang teknologi," jelas Kinanti.

"Maaf Bu, boleh saya bertanya? Jujur, saya merasa salut dengan Satria. Anak seusianya sudah bisa berpikir sejauh itu, bahkan apa yang dia lakukan di luar nalar seorang dewasa. Saya jadi penasaran, jika nanti saya menikah dan memiliki anak. Saya ingin sekali memiliki anak seperti Satria. Apa bakat ini menurun dari Ibu atau Bapak?" tanya Erland menyelidik.

"Sepertinya, kemampuan yang dia miliki murni kecerdasan yang timbul sendiri karena rasa ingin tahunya terhadap dunia teknologi, bukan karena turunan. Karena saya tak memiliki kemampuan sepertinya," jelas Kinanti.

Erland semakin penasaran saja, karena Kinanti hanya bilang saya dan tidak membahas ayahnya.

"Berarti siapa laki-laki yang bersama mereka? Mengapa anak itu memanggil laki-laki itu dengan sebutan ayah?" gumam Erland dalam hati.

Erland mengundang Satria ke Jakarta untuk bertemu dengan Gio. Erland jadi teringat, ekspresi saat bosnya waktu itu melihat foto Satria.

1
Morna Simanungkalit
Nenek bahagia karena akan punya cucu lagi srkali gus dua orang /Heart/
Morna Simanungkalit
senang sekali nanti Bunga dan keluarga menyambut kehamilan Kinanti semoga tetap sehat - sehat untuk si kembar yang kedua.
Morna Simanungkalit
mungkin sudah ngidam.
Morna Simanungkalit
Biarkam mereka kinanti biar tahu rasa, enaknya di penjara.
Morna Simanungkalit
Bunga dan Satria nikmatilah kebahagian keluargamu lupakan masa lalu yang serba kekurangan tapi jangan sombong ya....
Morna Simanungkalit
lanjut thor tetap semangat
Morna Simanungkalit
Tuhan memberkati keluargamu kinanti.
Morna Simanungkalit
semoga kinanti tetap bahagia bersama Gio.
Morna Simanungkalit
mau lagi - mau lagi Gio - Gio.
Morna Simanungkalit
Gio terlalu cemburu sama Dimas pada hal Dimas telah memolong istrinya.
Morna Simanungkalit
Dimas relakan kinanti dari lubuk hatimu.
Morna Simanungkalit
er masa sekali lihat terus jatuh cinta wanita gak seperti itu er.
Morna Simanungkalit
hukuman bermesraan terus
Morna Simanungkalit
mantap lanjut terus ya thor.
Morna Simanungkalit
kinanti memang cocok jadi ibu tak banyak permintaannya.hanya memikirkan kebahagian keluarga
Morna Simanungkalit
selamat bersenang - senanglah ya kembar.
Morna Simanungkalit
Gio memang Kinanti wanita yang baik tidak meremehkan usaha orang yang sudah memcari kepasar klo erland pulang butik dan mall tutup kekmana perasaanmu Gio?
Morna Simanungkalit
bahagialah kamu kinanti bersama keluargamu.
Morna Simanungkalit
Gio jangan terburu - buru harus sabar karena Kinan masih ingat akan kesalahanmu yang begitu besar padanya.
Morna Simanungkalit
semoga Kinanti bahagia .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!