Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa zia Dan Zea
Saat tiba di rumah sukma tidak melihat kaka nya berada,
" Apa mereka belum pulang,? Aku harus menyusul nya." gumam sukma seraya buru buru pergi untuk menyusul Doni dan juga satria.
Satria memang sedang berguru juga, tapi beda guru dan juga beda aliran, satria lebih ke bela diri, Sedang kan sukma lebih ke aliran hitam, bukan tanpa alasan sukma memilih aliran hitam, ia hanya ingin membalas semua orang yang sudah jahat kepada keluarga nya.
" Syukur lah mereka sudah mau tiba." batin sukma saat melihat lampu dari motor Doni, ia pun memilih kembali ke rumah nya, untuk menyiapkan makan malam.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam." Sahut sukma seraya buru buru lari menuju pintu.
" Dek." Panggil satria yang langsung menjatuhkan tubuh nya di kursi panjang yang terbuat dari bambu, menciptakan bunyi khas,
Wajah Doni juga sangat lesu, ia duduk di samping satria.
" Bagai mana bang ada kabar soal kaka ?."
"Kaka memang benar pulang, bahkan tukang ojek yang pernah bonceng bang Doni yang anter sampai ke ujung jalan menuju Desa kita, itu artinya kaka hilang dalam perjalanan menuju Desa kita dek." ucap satria.
" Deg." sukma langsung terpaku, tapi entah kenapa ia harus bicara dengan kuntilanak merah itu dia pasti tahu soal kaka nya, Tapi tidak mungkin kuntilanak merah itu menculik Sarti, karena dari dulu pun kuntilanak merah itu hanya mengincar pria saja, tapi bukan berarti tidak ada korban wanita, dulu pernah ada wanita yang di ganggu oleh kuntilanak merah itu sampai meninggal,
" Lalu di mana kaka ku." gumam sukma sedih.
" Kenapa cobaan ini datang bersamaan sih, cobaan yang sangat berat untuk kita." ucap satria.
Sedang kan Doni ia hanya diam lesu, tubuh nya terasa lemas kepala nya sakit, mungkin kecapean atau ada hal lain ! Doni pun memilih masuk dan merebah kan tubuh nya di ruang tamu tanpa menggunakan bantal, tatapan nya kosong air mata nya kembali mengalir, tidak kebayang jika ia harus kehilangan Sarti dan calon bayi nya untuk selama lama nya,
" Bang makan dulu aku sudah masak." ucap sukma, Tapi Doni hanya diam saja tatapan nya lurus ke plafon rumah,
" Tadi abang sempat tidak sadar kan diri." ucap satria.
Sukma pun merasa iba kepada kaka ipar nya itu,
" Aku tidak tahu harus minta bantuan siapa di sini kita tidak banyak kenal dengan orang, karena kita miskin warga pun enggan mendekati kita." ucap satria pelan.
" Aku punya teman baru, nama nya Zia, beberapa hari yang lalu aku di serang oleh siluman, karena aku tidak sengaja melintasi kawasan mereka tanpa seijin penghuni nya, dan aku di tolong oleh wanita cantik bak bidadari ia memperkenalkan diri nya, nama Zia, semoga saja aku bisa bertemu lagi dengan Zia, hanya dia harapan ku, selain aku harus bicara dengan kuntilanak merah itu, Bang aku rasa kuntilanak merah itu tahu di mana kaka berada." ucap sukma.
" Tapi apa mungkin kuntilanak merah itu bisa di ajak bicara ?" Sahut satria.
" Nah itu pr kita, ya mau bagai mana lagi karena selain kebun Melati sepanjang jalan itu memang kekuasaan nya juga, tapi aku yakin dia sudah marah dengan ku karena aku menyembunyikan bang surya."
"Apa aku minta tolong sama Zea saja ya."
" Siapa Zea.? " Tanya satria seraya mengerutkan dahi nya,
" Teman baru ku juga tapi kuntilanak, tapi jangan khawatir dia baik kok, Nah aku kenal nya juga pas di tolong Zia dia datang sama si Zea itu.
" Ih sejak kapan sih kamu punya teman demit, aku perhatikan kamu semakin aneh, dek ingat jangan terlalu kebawa dengan ilmu yang sedang kamu pelajari sekarang, ingat kita punya tuhan."
" Di saat kita sedang terpuruk dan butuh bantuan dari tuhan, apa tuhan menolong kita? Lihat Bapak dan Ibu mati, tapi kenapa tuhan diam saja lalu kini kaka ku hilang entah ke mana terus mana pertolongan tuhan." ucap sukma dengan nada tinggi.
" Sukma." sentak satria.
Tapi sukma memilih masuk ke kamar nya.
" Hutang nyawa harus di bayar nyawa, aku sudah lelah hidup menderita." teriak sukma dari dalam kamar nya.
" Ya tuhan maaf kan perkataan adik ku." gumam satria.
Saat ini keadaan mereka memang sedang tidak baik baik saja, tapi satria tidak sangka jika adik nya mencari guru untuk berilmu hitam, dan lebih aneh nya dari mana sukma mendapat kan guru nya itu, sukma bukan lah wanita yang sudah dewasa, saat ini sukma belum genap usia nya enam belas tahun, tidak masuk di akal saja anak sepolos sukma mendapat kan guru supranatural, Ya memang satria tahu sukma dari kecil pun sudah sangat aneh, ia sering lihat adik bungsu nya itu bicara seorang diri, seakan ada seseorang di hadapan nya,
" Bang, ya tuhan tubuh mu panas sekali." satria terkejut saat mendapati Doni menggigil suhu tubuh nya panas tinggi.
" Sukma." panggil satria tapi tidak ada jawaban dari sukma, Satria pun ke kamar sukma.
" Loh ke mana sukma, bukan nya tadi masuk kamar." gumam satria yang masih berdiri di ambang pintu kamar sukma.
" Kemana pergi nya anak itu, apa lagi tengah malam begini." gumam satria seraya kembali menghampiri Doni.
" Abang kamu kok ada di sini." ucap Sarti.
" Justru abang yang tanya kenapa kamu ada di sini, kami sangat panik karena kamu tidak pulang ke rumah, ayo pulang sayang ikut abang, satria dan sukma sudah menunggu kamu, Loh mana bayi kita kenapa perut mu sudah kembali rata." tanya Doni saat melihat perut Sarti sudah rata,
" Aku sudah melahirkan bang, anak kita perempuan dia cantik sekali." ucap Sarti.
" Hah kamu sudah melahirkan tapi kan belum waktu nya, lalu di mana bayi kita sayang."
" Bayi kita ada di tempat yang aman." ucap Sarti seraya senyum kepada Doni.
" Wajah mu kok pucat kamu sakit sayang." ucap Doni seraya menempel kan telapak tangan nya di dahi Sarti,
" Aku tidak sakit aku baik baik saja." sahut Sarti.
" Sayang ayo ikut pulang, Ibu dan bapak sudah meninggal, Aku sudah tahu, abang pulang saja duluan nanti aku nyusul, tapi kalau lihat aku jangan terkejut ya, nanti aku akan pulang membawa putri mu, pesan ku tolong jaga putri ku dengan baik dan tinggal lah di saung tidak jauh dari rumah abah."
" Bang bangun." Doni tersentak saat satria mengguncangkan bahu nya kencang
" Satria, kamu kenapa,?." Tanya Doni seraya mengucek mata nya,
" Aku yang harus tanya abang, abang bicara sama siapa, abang bicara tapi mata abang tertutup."
" Mana Sarti." ucap Doni seraya bangkit dari tidur nya,
" Aku bicara sama kaka mu, tadi dia ada di sini." ucap Doni seraya buru buru masuk ke kamar nya.
" Kaka tidak ada di sini, abang hanya mimpi." sahut satria seraya mengikuti Doni.