NovelToon NovelToon
JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:133.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Spinn off "HASRAT SEPUPU (PENGKHIANATAN)"

Lahir dari rahim yang sama, wajah yang sangat mirip, lahir di hari, bulan dan tanggal yang sama.

Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.

Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.

Keduanya juga tidak terlalu akrab lalu bagaimana jadinya jika kekasih Amman menikah dengan Ammar dan begitupun sebaliknya?

Yuk kawal kisah 2A (AMMAN DAN AMMAR)!

Simak kelanjutannya berikut!!!

So happy reading and stay tune 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Jerat Cinta Si Kembar

Dua bulan kemudian.

Pernikahan antara Amman dan Audrey akan dilangsungkan hari ini, semua keluarga terlihat bahagia namun tidak dengan sepasang calon pengantin dan juga Ammar.

Ammar berdiam diri di dalam kamar, semenjak tanggal pernikahan Amman dan Audrey di tetapkan, dirinya tidak semangat untuk menjalani hari-hari.

Semua keluarga telah berkumpul di lokasi yang akan menjadi tempat sakral antara Amman dan Audrey.

Amman terlihat tampan dan gagah dengan memakai setelan baju berwarna putih begitupun dengan Audrey yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih.

"Apa kedua mempelai telah siap? Kita akan memulai ijab kabul sekarang juga." ucap penghulu menatap Amman dan Audrey secara bergantian.

Sepasang calon pengantin itu hanya mengangguk lesu.

Brian mengulurkan tangannya dan Amman pun langsung menjabat tangan Brian.

"Bismillahirrahmanirrahim. Ananda Amman Arsalaan bin Amir Arsalaan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Putri kandung saya, Audrey Miller binti Brian Miller dengan mas kawin sebuah cabang perusahaan, rumah berlantai tiga, satu buah mobil Alphard, perhiasan sebesar seratus gram dan uang satu milliar di bayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Audrey Miller binti Brian Miller dengan mas kawin tersebut tunai!" balas Amman dengan satu kali tarikan nafas.

"Bagaimana para saksi? Sah?" penghulu berbicara ketika ijab kabul telah selesai.

Sah!

Sahut semua orang yang menyaksikan ikatan sakral antara Amman dan Audrey.

Doa pun dipanjatkan setelah prosesi ijab kabul selesai.

Ammar mengintip dari balik tubuh para tamu yang datang, hatinya sangat sakit dan seperti tertusuk oleh pedang tajam. Dirinya langsung pergi dari rumah setelah Amman menyematkan cincin bermata berlian dijari manis Audrey.

Ammar menaiki mobil dengan kecepatan tinggi dan pikirannya saat ini tidak tentu arah.

Semua keluarga tersenyum bahagia karena akhirnya kesepakatan mereka telah tercapai dan kedua perusahaan mereka juga pasti akan unggul daripada perusahaan lainnya.

"Selamat ya sayang, Mama harap setelah ini akan tumbuh cinta diantara kalian berdua." Aresha memegang pundak Amman dan Audrey.

Audrey hanya tersenyum tipis sementara Amman diam saja.

Aresha turun dari pelaminan dan Brian segera menggantikan untuk memberi selamat kepada sang Putri.

"Semoga rumah tangga kalian berjalan dengan baik meskipun diawali dari perjodohan. Papa harap diantara kalian berdua jangan ada yang menyimpan kebohongan ataupun rahasia."

Amman dan Audrey mengangguk.

Brian langsung turun dari pelaminan dan dia melihat ke sekeliling guna mencari keberadaan Ammar.

"Kemana anak itu? Aku pikir dia akan mengacaukan pesta pernikahan kakaknya dan Audrey, ternyata perkiraanku salah." gumam Brian sambil mengelus dada dengan lega.

Brian tersenyum ke arah rekan bisnisnya yang lain dan dia mulai berjalan menghampiri sang rekan untuk berbincang sebentar.

🌺🌺🌺🌺

Pukul sembilan malam.

Anisa ingin menghadiri pesta pernikahan Amman dan Audrey, meskipun dihatinya ada sedikit keraguan untuk datang tetapi Anisa mencoba menepis perasaannya itu dan dia nekad pergi ke pesta.

"Sebaiknya aku naik motor saja daripada menunggu taksi online pasti akan lama sampainya.'' gumam Nisa sambil menutup pintu rumah.

Nisa memakai gamis panjang kekinian dengan hijab berwarna senada dan polesan makeup yang tidak terlalu tebal membuatnya terlihat sangat natural tetapi elegan.

Nisa mulai menaiki motor matic miliknya dan motor pun melaju pergi.

Di pertengahan jalan.

Motor milik Anisa tiba-tiba berhenti dan tidak bisa melaju kembali.

"Ya ampun, nih motor mogok disaat waktu yang tidak tepat." keluh Anisa sambil turun dari motor.

Dirinya mengedarkan pandangan, suasana gelap dan sepi.

"Kok sepi banget ya?" ucapnya takut. "Bismillah, semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." gumamnya sambil memejamkan mata dan menghembuskan nafas pelan.

Anisa duduk diatas motor dengan memegang ponsel, akhirnya dia memesan taksi online agar bisa sampai tepat waktu di kediaman Arsalaan.

"Karena tidak ingin menunda kesibukan di butik, akhirnya aku harus datang malam seperti ini." gumam Nisa sambil memainkan ponsel, dia men-scroll sosial media milik Audrey Miller.

"Gadis ini cantik sekali, pantas saja Tuan Amman tidak menolak perjodohan itu."

Sebuah mobil Mercedes-Benz berwarna kuning berhenti tepat di depan Anisa.

Anisa mematikan ponsel dan menatap mobil yang berhenti di depannya, dirinya saat ini sangat waspada karena takut jika ada begal ataupun penculik.

Sepasang kaki jenjang dengan sepatu hitam mengkilap berjalan ke arah Anisa.

"Itu, itu bukannya Tuan Amman? Tapi mana mungkin, Tuan Amman saat ini pasti sedang bersama istrinya."

Ammar berjalan mendekati Anisa.

"Apa yang kau lakukan ditempat ini?" ucap Ammar ketika sudah berada di hadapan Anisa.

"Tuan, Anda Tuan Ammar?"

Ammar mengangguk. "Mengapa malam-malam begini kau ada di pinggir jalan seperti ini?"

"Itu, Tuan! Motor saya mogok." Nisa jadi malu karena motornya itu sangatlah sering mogok padahal tiap bulan selalu diservis.

"Apa kau akan pergi ke suatu tempat?" Ammar menatap Nisa dari atas sampai bawah.

"Ya, saya berencana pergi ke rumah Anda untuk memberikan ucapan selamat kepada Tuan Amman."

Rahang Ammar mengeras seketika. "Ikutlah denganku, aku juga ingin pulang sekarang."

"Memangnya Anda dari mana, Tuan? Mengapa Anda pergi sementara di rumah Anda ada pesta meriah." Anisa bertanya karena heran.

"Aku —." Ammar bingung harus menjawab apa, dirinya tidak mungkin mengatakan kepada Nisa jika dia baru saja pulang dari diskotik. "Sudahlah, kau tidak perlu banyak tanya! Aku akan memberikan tumpangan padamu, jika kau setuju maka ikutlah denganku."

Anisa berpikir terlebih dahulu.

"Jangan kelamaan berpikir, apa kau tidak takut sendirian di pinggir jalan seperti ini? Cuaca sangat gelap dan sepertinya jarang ada orang lewat, bagaimana jika nanti ada seseorang yang berbuat jahat padamu?"

Anisa meneguk saliva nya dengan kasar, ada rasa takut yang mendera ketika Ammar mengatakan hal tersebut.

"Baiklah, saya akan ikut dengan Anda. Toh kita juga satu tujuan." ucap Anisa pada akhirnya.

"Baiklah, ayo!" Ammar mempersilahkan Anisa masuk ke dalam mobil.

Anisa berjalan terlebih dahulu meskipun ada rasa ragu di dalam hatinya.

Ammar menatap Anisa dari belakang dan tersirat senyum jahat yang terlukis di bibirnya.

**TBC

HAPPY READING

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

1
koen
cerita gak jelas
turun dr mobil masuk LIFT apartemen PASTI ADA SECURITY, KNP SAAT ITU ANISA TDK BERONTAK, EEH sdh masuk kamar baru NIAT KELUAR...
PAARARAAH KAMU THOR
koen
katanya org "sangat kaya",
Bill 5jt aja KAGET JANTUNGAN
thor thor..
wkwkwkkkkk
Tia Chintya
waaaaah..celline sama Adisti bersaing kuat buat merebutkan hari Ammar.. tp kyk nya Adisti fine2 z.. Celine siih lebih ke obsesi
Tia Chintya
apa Lidia dan Leon..dari cerita novel yg apa yaa lupa.. lagi . tp bang Leon nya itu seorang polisi,
Tia Chintya
iya Nisa..pergi sejauh jauh nya..biar si iblis Ammar merasa menyesal
Tia Chintya
kasihan Nisa... tolongin siapa saja tolongin Anisa..
Tia Chintya
nih yg jd si Audrey.. Udah tau mantan nya melecehkan Anisa ..tp masih mau di peluk heran deh..
Tia Chintya
knp Thor.. knp harus Anisa.. kasian Anisa.. dia GK bersalah.. Ammar kau kan menyesaaaal
Neng Hastin93
😭😭😭😭😭😭 outhornya nyebelin bgt ihh... knp banyak bawang dsni air mataku jdi g bisa berhenti mengalir...
uhuuyyyyyy
jessi sifatnya kyk ammar
uhuuyyyyyy
weesss gak main main nich adisti..gk dpt Ammar tp dpt komandan polisi👍👍😀😀
🖤: Bisa juga ya kan, kak 🌹
total 1 replies
uhuuyyyyyy
walaah ammarrrr kamu itu lho kan sdh jadi seorang buapak kok msh kyk ABG aja🤔😀
🖤: Puber kedua 🤣
total 1 replies
uhuuyyyyyy
sediih😭😭
uhuuyyyyyy
😭😭😭
uhuuyyyyyy
naah lhooo kalah kan sama maura🤭🤭
uhuuyyyyyy
waaah ammar vs maura
uhuuyyyyyy
apa audrey akan di jodohkan sama Ammar ya
uhuuyyyyyy
Amman itu yg baik perilaku n hatinya...klo Ammar itu yg suka bar bar🤭
uhuuyyyyyy
haizzzh ikut gen sapa sich ammar kok gt
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
kok udah tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!