NovelToon NovelToon
Guru Ajar Tuan Muda

Guru Ajar Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Ibu Pengganti / Anak Genius / Tamat
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: widyawati agustin

Bagaimana rasanya menjadi guru privat? mungkin di pikiran banyak orang itu biasa saja.

Namun tidak untuk Margareta Airun Fathia, dia harus rela menjadi landasan kejahilan anak didiknya hingga membuatnya keluar tanduk.

Tetapi dirinya harus tetap menjalani itu semua demi mendapatkan pundi-pundi uang yang akan membantunya bertahan hidup.

,,,

Saya tidak akan pernah menanggapi komentar tidak bermutu dari kalian. jadi kondisikan jari dan perasaan kalian agar tidak menyalahkan saya sebagai pengarang cerita.

Update tidak menentu, karena kehidupan saya di realita sangatlah padat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon widyawati agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter Nine .. Mirip Seperti Kandang Sapi

"Dasar kau anak kurang ajar! sudah berani-beraninya mengerjai Bibi, sekarang aku minta agar kau masuk ke kamar sampai aku sudi membuka pintu kamarmu. " ujar Certi dengan menggebu-gebu sementara Yanza nampak biasa saja, namun berbeda dengan Fathia yang langsung menjauhkan kedua tanganya dari telinga miliknya dan langsung menatap Certi seraya bangkit.

"Nyonya! apa tidak sebaiknya jika anda mengecilkan volume suara anda terlebih dahulu jika ingin berbicara kepada anak kecil?" ujar Fathia.

"Siapa kau!? kenapa berani-beraninya berbicara di depan Nyonya Certi Selpia?" ujar Certi dengan menatap murka ke arah Fathia.

"Saya Margareta Airun Fathia guru ajar Tuan Muda, memangnya kenapa hah!? " jawabnya sekigus bertanya dengan tegas.

Yanza yang melihat adegan seru di depanya hanya mengangkat kaki kanannya untuk di tumpuk dengan kaki sebelahnya sementara tanganya sudah mengambil satu cemilan yang di bawakan oleh pelayan.

'Woah ku rasa tontonan ini akan sangat seru, tapi. Akan lebih seru lagi jika mereka beradu fisik,'

Ucapnya di dalam hati, sebenarnya ia tidak berharap untuk di bela bahkan Yanza sudah siap beradu mulut dengan wanita gembul itu namun Fathia yang mudah terbawa perasaan langsung bertindak yang membuat Yanza hanya perlu duduk manis saja.

"Ck, hanya guru saja belagu! tidak ada sopan santun lagi hem sepertinya kau sudah bosan mendapatkan uang. " ucap Certi dengan menatap rendah Fathia.

"Maksudmu apa wahai Nyonya gembul?" tanya Fathia yang kini malah semakin membuat api di depanya beekobar hebat.

"Beraninya kau! " bentak Certi lalu tanpa aba-aba tanganya langsung menarik rambut indah milik Fathia dengan sangat kencang namun wanita gila itu tidak mau kalah maka dari itu Fathia langsung menonjok-nonjok wajah Certi bahkan hampir saja jari-jarinya masuk ke dalam kedua mata wanita gembul itu.

"Aarrg! " pekik Certi seraya menyingkir dari hadapan wanita gila itu.

"Bagaimana rasanya? nikmat bukan? " tanya Fathia seraya berjalan mendekat dengan tanganya yang ia julurkan ke arah wajah putih gembul milik Certi namun sang korban malah menghindar bahkan kini Certi sedang berlari terbirit-birit dengan memanggil nama anak perempuannya yang sekarang ini sedang bersantai di kolam renang.

Prok,,, Prok,,, Prok,,,

Yanza bertepuk tangan usai pertunjukan di depanya itu selesai "Aku tidak sudi sebenarnya untuk memuji orang tapi kalau boleh jujur kau sungguh berani wahai guru lelet, "

Fathia langsung menoleh ke arah belakang dimana Yanza tengah duduk manis di sofa, hatinya bergemuruh merasakan ada ombak larva ketika mendengar kata terlahir Yanza. Fathia tahu bahwa dirinya memang sering telat tapi dia tetap seja tidak akan pernah terima jika di juluki sebagai guru lelet.

"Kenapa? " tanya Yanza dengan menaikan sebelah alisnya, Fathia hanya menggeleng saja lalu duduk di lantai seraya tanganya mulai membuka satu buku yang ada di atas meja.

Namun dia juga penasaran dengan sikap Certi terhadap Yanza, padahal mereka adalah keluarga tetapi kenapa tidak bersikap damai saja selayaknya keluarga? dan karena itulah Fathia langsung meletakan kembali pensil yang sedari tadi di pegangnya.

Hembusan nafas pelan di lakukan oleh Fathia lalu menoleh ke arah anak didiknya, "Tuan Muda yang tampan yang baik, " ingin rasanya Fathia berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa mualnya ketika mengucapkan kata 'Baik'.

"Hem, "

"Kenapa Bibimu bersikap seperti itu?" tanya Fathia menatap wajah tampan dan imut milik Yanza tapi otaknya tidak seperti itu.

"Mereka memang seperti itu," jawab Yanza apa adanya sementara Fathia hanya mengganggukan kepalanya saja.

"Bagaimana perasaanmu? " tanya Fathia kepada Yanza, karena walau Yanza terlihat santai menanggapi semuanya namun Fathia tahu betul apa yang di rasakanya. Sebab dari dulu-pun dirinya kerap kali di hina oleh ayahnya, Felson. namun beruntung sekarang ayahnya sudah tidak bersama lagi.

"Biasa saja, "

"Ehm, Tuan Muda aku tahu bagaimana perasaanmu maka dari itu aku menawarkan untuk sementara waktu Tuan Muda tinggal di rumahku. Itupun jika Tuan Muda mau, " Fathia akhirnya menawarkan sebuah hal yang sebenarnya dirinya juga ragu, tetapi walaupun begitu masih ada secuil keuntungan Fathia. Yaitu dia dapat menghemat uang untuk ongkos sekaligus dia juga bisa mengajar Yanza di rumahnya tanpa ada rasa khawatir terhadap ibunya.

Yanza melirik Fathia dengan pikiranya yang sudah menerawang jauh dengan tawaran yang barusan di Fathia berikan, tidak ada salahnya jika dirinya setuju dengan tawaran Fathia. Toh dia akan terbebas dari orang-orang menyebalkan yang kini tengah singgah di rumahnya.

"Baiklah, tapi jika rumahmu itu mirip seperti kandang sapi aku tidak akan sudi tinggal di sana. " ucapnya setuju namun omongan pedas yang dirinya lontarkan masih bisa terucap dengan sangat bebas, yang membuat Fathia menggeram kesal tetapi dia harus tetap bersabar.

"Kalau begitu kita selesaikan acara belajar mengajar ini terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan membawamu ke rumahku." jelas Fathia yang melanjutkan gerakan tanganya untuk membuka buku materi pembelajaran kali ini.

...━━━━━━ ◦ ❖ ◦ ━━━━━━...

Harra tengah duduk di kursi roda miliknya, dengan melihat sebuah foto keluarga dimana terpotret dengan jelas bahwa di foto tersebut mereka terlihat bahagia. Dimana membuat Harra kembali menerawang jauh kenangan-kenangan indah maupun buruk yang sudah dia lewati selama hidupnya.

Sementara di luar sana sudah terparkir rapih sebuah mobil hitam di pekarangan rumah berukuran sedang milik keluarga Margareta.

Nampak Fathia turun dari mobil tersebut lalu dengan langkah cepat dirinya membuka pintu depan dimana Yanza berada.

Setelah bocah angkuh itu keluar, matanya langsung menatap sebuah bangunan yang berdiri kokoh di atas tanah. Rumah itu tidak begitu buruk malah sebalikny, rumah tersebut terlihat nyaman dengan desain klasik dan tidak terlalu menonjol. Walau tetap saja rumah yang si tinggali oleh Fathia bersama Harra itu terlihat kuno.

"Bagaimana dengan rumahku? apakah mirip seperti kandang sapi atau sebaliknya? " tanya Fathia dengan manaik turunkan alisnya.

"Ya, memang tidak mirip seperti kandang sapi tapi lebih mirip seperti bangunan bekas kebakaran. " jawab Yanza yang berhasil membuat Fathia merasakan api yang menggerogoti hatinya hingga rasanya sakit, bahkan Fathia kini mulai takut jika sampai nanti Yanza berucap pedas di depan sang ibunda tercinta. Entah apa yang akan terjadi.

Yanza melangkah lebih dulu mengamati seluruh bagian rumah kuno di depanya dengan raut wajah dingin.

Sreet!

Fathia membuka pintu tua itu dengan merasa tak mau kalah dirinya langsung berjalan begitu saja meninggalkan Yanza yang hanya mencebik kesal.

"Ibu, "

Harra yang mendengar suara anak tercintanya seketika menoleh dengan tersenyum sumringah namun seketika tatapanya beralih ke arah Yanza.

"Anak manis itu siapa Fathia?"

1
XaydiwVahara
Hallo semuanya, ini akun kedua saya. Kalau berkenan silakan mampir ya
TDT Angreni
ceritanya bagus. lanjutkan terus...
Sakura_Merah
bagus
👑Keluarga author
next💖
👑Keluarga author
bintang 5
VLav
pembukaan perkenalan yang menarik
salam dari keluarga besar arsgaf 🙏
VLav
luar biasa
Risfa
mangatt
Risfa
Hadir ka
Alitha Fransisca
Semangat Thor Widyawati, semoga sukses!!
Axella
cerianya bagus dan menarik kak
Hanum Anindya
semangat ya kak, semoga kakak sukses selalu. udah like, fave, bintang lima, bunga, vote juga kak💞keluarga ASGRAF.
TK
lanjutkan ✍️✍️
Hanum Anindya
semangat kak, ceritanya menurut aku sih bagus banget dari awal pembukaannya juga, sukses selalu ya kak. Jangan lupa belajar di sekolah apalagi sekarang kelas tiga mau menghadapi ujian. Kakak jangan lupa belajar ya, semangat terus. semoga kakak bisa lulus dari SMP lanjut ke SMA dengan nilai yang memuaskan!
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
⭐⭐⭐⭐⭐
Ansyanovels
Ah lagi" dibuat penasaran deh dengan alur cerita yang menggantung. Stay don't kendor updatenya, Thor aku tetep menanti bab terbaru berikutmu 🤗💞
Ansyanovels
Siapa? 🤔
Ansyanovels
Balah atau balas nih? 🙃
Ansyanovels
Menggulung, kali Thor bukan menggelung 🤭😂
Ansyanovels
Kenapa harus digantung, sih? Kan aku-nya jadi penasaran kek begini. Tapi gakpapa, deh tetep aku tunggu kok bab terbarumu. Stay don't kendur updatenya ya, Thor 💞🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!