Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 9
Pagi pagi sekali Hana sudah bangun, ia membangunkan sahabatnya untuk sholat subuh lalu sekalian untuk lari pagi atau jalan santai di taman komplek.
Vita pun terbangun lalu pergi ke kamar mandi, Ia mandi dan mengambil wudu. Ia keluar dari kamar mandi sedang keadaan fress, tersenyum melihat Hana yang sudah selesai sholat ternyata sahabatnya sekarang bertambah rajin untuk menjalankan ibadah.
Lalu Ia menunaikan sholat subuh, tak lupa berdo'a pada Allah agar di beri kelancaran dalam segala urusanya.
"Jalan pagi sekalian yok ta," ajak Hana wanita itu sudah memakai celana training dan sepatu.
"Hmmm, boleh tunggu sebentar aku siap-siap." Ucap Vita di angguki oleh Hana.
Jalan pagi-pagi adalah kebiasaan manusia pada umumnya, selain menyehatkan tubuh juga dapat membuat kita rilax seperti yang dilakukan dua manusia ini berjalan menuju taman untuk merilaxkan pikiran agar beban di kita dapat sedikit ringan.
Sepanjang perjalanan banyak yang memperhatikan dan yang menyapa Hana, namun Vita hanya acuh saat melihat laki-laki yang melihat seperti tatapan aneh.
"Kita lari tiga putaran yang kalah harus menggendong yang menang, bagaiamana?" tantang Hana.
"Boleh siapa takut," ucap Vita tanpa rasa takut lagian kalau Ia kalah tak masalah, tubuh Hana itu mungil dan ringan sudah tentu mudah bagi Vita yang memiliki tubuh tinggi dan ideal.
" Oke satu... dua... tiga..."
Mereka pun berlari dengan sekuat tenaga tak ada yang mau mengalah, ini baru satu putaran mereka berlari dan hampir memasuki putaran ke dua.
"Satu putaran lagi ta," teriak hana menambah kecepatan larinya sehingga Ia lebih unggul.
Namun belum sempat Ia sampai di garis terakhir tubuhnya tiba-tiba terjatuh seperti ada yang sengaja mubruknya, bruk...
"Auuuu....." sebenarnya gak sakit tapi karna reflek ya gitu aja.
"Han lo gak papa?" tanya Vita menghampiri sahabatnya.
"Gak papa, memangnya gue kenapa?" tanya Hana malah cengengesan.
"Sory gak sengaja tapi niat," ucap seseorang membuyarkan berdebat mereka.
"Ya," Hana langsung berdiri di bantu Vita untuk duduk di bangku taman, lalu Vita membeli air mineral untuk sahabatnya.
Saat Ia kembali matanya menangkap seorang laki-laki yang Ia tabrak sedang berbincang dengan Hana.
"Ni minum," ucap Vita menyodorkan sebotol air mineral untuk Hana.
"Untuk ku mana?" tanya Ariza laki-laki yang di lihat Vita tadi.
"Memang anda siapa?" tanya Vita acuh dan malah meneguknya hingga setengah botol, namun Ariza tetap saja merebut dan meminumnya hingga tandas.
Vita hanya cuek lah, toh dia bisa membeli lagi untuk sebotol air mineral. Ia pun duduk menyelonjorkan kakinya agar tak kram, lelau tapi membuatnya sedikit rilax.
"Soal tadi malam lo udah pikirin belum ta?" tanya Hana tiba-tiba, Vita menatap ke arah Hana lalu ke dua laki-laki Ariza dan Pandu yang juga menatapnya serius.
"Hmmm," jawab Vita.
"Hah hanya hmmm, apa itu maksudnya iya atau belum?" tanya Pandu.
"Keduanya," ucap Vita lagi.
"Dasar es," ketus Pandu.
"Hahahaha bersabarlah mengadapinya dia memang begitu," ucap Hana melihat reaksi Pandu.
"Seperti kau dulu lah itu," sahut Pandu mengingat dulu Hana dingin padanya, tetapi semenjak setahun mengenal Pandu sikap dingin Hana mulai menghilang.
Hana juga sebenarnya menyukai Pandu tapi sayang usahanya sia-sia, pandu malah perpacaran dengan kakak kelasnya dan dari mula situ Hana kembali menjadi pribadi yang cuek tapi tak secuek dulu masih ada bar-barnya dikit.
"Hei Han bukan kah besok itu ulang tahun mu?" tanya Pandu, Ia baru ingat jika besok adalah ulang tahun Hana Ia juga baru di beri tahu oleh maminya tadi pagi.
"Hmmm, memang kenapa bukan kah kau selalu tak peduli." Acuh Hana Ia sebenarnya selalu menghindar dari Pandu tapi tetap saja Ia harus bertemu entah saat di super market cafe maupun sekarang taman, membuatnya malah bertambah menyukai Pandu.
"Acara baberque an nya Han," ucap Ariza.
"La tiap tahun emang begitu, ya gak brother?" ucapnya bertanya pada Vita.
"Iya," Singkat padat jelas sudah membuktikan bahwa Vita sudah setiap tahun berkunjung ke sini.
"Memang kau setiap tahun merayakan di sini?" tanya Ariza penasaran.
"Iya, memang kenapa?" tanya Hana.
"Kenapa aku tak pernah melihat Vita selama ini?" tanya Ariza malah membuat Hana melongo pasalnya Ia belum mengenalkan Vita pada Pandu maupun Ariza karna melihat sikap Ariza yang sok akrab dari tadi.
"Kakak Ariza memang sudah kenal sama dia?" tanya Hana menuju ke arah Vita.
"Sudah, kurang lebih dua minggu an lah aku mengenalnya dia itu cuek tapi perduli." Jawabnya panjang lebar.
"Hah! kau baru kenal tapi sudah mengenal sedetail itu?" jiwa kepo Hana tiba-tiba on.
"Tidak juga, karna dia sulit sekali untuk terbuka." Jawab Ariza.
Jangan lupa berikan jempol mu dan komentar😂
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-