Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FLASH BACK ON 1
Perempuan bisa berhenti mencintai bukan karena ada laki laki lain, tetapi... Karena terlalu sering dikecewakan oleh janji yang tidak di tepati, komunikasi yang buruk, kesalahan yang di ulang,
Dan... Rasa lelah yang di pendam sendirian...
...----------------...
Langit berwajah gelap saat menyaksikan peristiwa kelam beberapa tahun lalu.
Asyifa berjalan masuk gerbang sekolah, hampir semua menatapnya dengan sinis dan meremehkan.
Asyifa tetap memantapkan niatnya melanjutkan sekolah, meskipun cacian akan di terimanya.
Kelas nampak sepi, sebab semua murid telah pergi ke ruang laboratorium saat itu.
Asyifa menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapapun... Lalu dengan cepat dia mendekati meha Arka dan menyelipkan amplop berisikan uang dari ibunya Arka.
Setelahnya, Asyifa berniat mengambil baju khusus untuk ikut masuk ke dalam ruang laboratorium.
Namun... Belum sempat dia membuka tas, seorang siswa memanggilnya.
" Asyifa, kamu di suruh datang ke ruang BK"
Asyifa terdiam, detak jantungnya berirama lebih cepat.
Dengan langkah yang hati hati, dia memasuki ruang BK setelah sebelumnya mengetuk pintu.
"Duduk Asyifa" titah guru BK.
" Asyifa... Kamu anak berprestasi, nilai akademikmu bagus, selain itu... Kamu sekolah di sini dengan beasiswa prestasi. Tetapi... Kesalahan yang kamu lakukan kemarin termasuk fatal nak... Jadi sekolah memutuskan memberikan sanksi terhadapmu atas kesalahan dari perilaku yang kamu lakukan." jelas gutu BK.
Setelah menarik nafas panjang, guru BK melanjutkan ucapannya,
" Sekolah memutus beasiswa untukmu, dan memberikan skorsing selama 2 minggu, terhitung dari hari ini. Bapak minta maaf nak... Bapak tidak bisa membelamu... Ini sudah keputusan dari yayasan. Bapak harap kamu bisa meluangkan waktumu untuk belajar dengan baik, intropeksi diri dan kembali masuk dengan semangat yang baru."
Asyifa terdiam. Lalu... Dengan mata berkaca kaca dia bertanya...
" Maaf pak, jika tanpa beasiswa tersebut, berapa SPP yang harus saya bayar setiap bulannya?" tanya Asyifa.
Bukan tanpa alasan dia bertanya biaya SPP, sebab selama ini dua sekolah menggunakan full beasiswa, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.
Dan setiap bulan dia masih menerima uang saku yang dia hemat dan buat tambahan saku adik adiknya.
" SPP sebesar ***** biaya lain lain tergantung iuran. Biaya daftar ulang bulan depan sebesar **** dan semua harus lunas sebelum pelajaran di mulai." jelas guru BK.
Asyifa menganggukkan kepala, meraih tangan guru BK dan permisi keluar.
Dia tidak menuju kelas, tas sekolah sudah dia bawa sedari tadi dia masuk ruang BK.
" Aku yang salah... Aku salah memilih teman... Aku salah tergiur rayuan teman..." rintih asyifa.
" Biaya daftar ulang sebanyak itu... Uang dari mana?, SPP.... " Asyifa tertawa sinis pada dirinya sendiri.
" Aku memang juara dalam akademi, tetapi aku bodoh dalam mengambil langkah" Asyifa tetap tertawa sumbang.
Dia melihat banyak nya kendaraan yang lalu lalang, bajunya basah oleh rintikan hujan. Tas sekolah yang sudah usang terlihat tak berbentuk.
Asyifa menghela nafas panjang... Sebuah keputusan besar berada di kepalanya.
" Aku tidak bisa membiarkan adik adikku putus sekolah. Mereka calon imam, mereka nantinya bertanggung jawab atas istri istrinya."
Asyifa sampai di rumah menjelang siang, di depan kontrakan sudah berdiri pemilik kontrakan menagih biaya sewa.
Asyifa menyalami pemilik kontrakan lalu menyalaminya.
" Maaf Bu Mar... Saya tidak melanjutkan sewa ini, kami akan pulang kampung dalam waktu dekat." Kata Asyifa.
" Loh kenapa? , kalau kamu belum punya uang bayar besok besok tidak apa apa Fa, kok tiba tiba mau pulang kampung." tanya pemilik kontrakan.
Asyifa lalu menjelaskan alasan dia pindah, tetapi dia tidak menceritakan perihal sekolahnya. Di tidak ingin menambah kesan buruk.
Asyifa tidak perlu repot mengurus surat pindah karena kedua adiknya lulus di sekokah masing masing, tinggal mendaftar untuk sekolah lanjutan, begitu Asyifa berpikir.
Hari itu juga Asyifa mengemas barang barangnya yang memang tidak banyak.
Peralatan dapur dia jual cepat pada tetangganya, hasilnya dia pakai untuk tambahan biaya transport.
Tidak banyak yang Asyifa bawa, hanya 3 tas berisi dokumen penting dan beberapa baju milik adiknya.
" Kita tidak kembali kesini mbak?? " tanya Radit.
" Tidak Radit, biaya hidup di ibu kota mahal. Kita harus pulang ke rumah Ibu, di sana biaya sekokah kalian lebih murah, nanti... Suatu saat kita akan kesini untuk menjenguk makam emak dan bapak. " jelas Asyifa.
Mereka berjalan ke depan gang dan naik mobil angkot menuju stasiun.
Bertiga... Mereka naik kereta menuju kota yang terkenal dengan ikon buaya dan hiu, meninggalkan hiruk pikuk panasnya ibu kota.... melupakan sejenak kenangan indah bersama orang tua, dan kenangan buruk oleh satu kesalahan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih dukungannya manteman... Semoga kalian sehat selalu ya... Jangan lupa tinggalkan jejak.
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔