kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.15
Setelah selesai memandikan harimau kecil itu, tatapan lili begitu semangat. harimau kecil itu sangat lucu sekali. Bahkan pangeran kael langsung berbinar melihat hewan buas tersebut. sedari tadi, kael terus menerus menatap penuh minat ke arah hewan itu.
"Apa kael menyukai nya nak?" tanya lili yang tersenyum lembut melihat tatapan anak nya itu.
" hummm, Ibu, kael boleh pegang?" ucap nya dengan polos menunjukkan rasa ketertarikan yang mendalam.
"Tentu saja. Ayo sini, biar ibu kasih tau, cara memegang nya."
"Wah, wah dia sangat lucu ibu. Mata nya sangat lucu." pekik kael dengan heboh nya.
kedua pelayan setia nya lili, berjaga jarak karena mereka takut dengan hewan buas kecil itu. Tapi melihat tatapan binar dari sang pangeran kecil, mereka ikut tersenyum tipis
"Pangeran kael akhir nya bisa tersenyum lagi. Liat lah, ratu lili benar benar berubah. bahkan biasanya ratu selalu mengirimkan surat surat untuk kaisar, kini tak ada satu pun surat yang dikirimkan."
"Aku juga merasa ratu akhirnya sadar. Tapi aku senang melihat ratu yang tampak berbeda dari biasanya."
"Roli, Dwi ayo kesini" panggil lili yang memerlukan bantuan kedua nya.
"Baik yang mulia." perbincangan kedua nya langsung terhenti dan langsung menghampiri lili terlebih dahulu
"Roli, kau tolong jagain pangeran kael dulu ya. Aku akan ke dapur istana bersama dengan Dwi!"
"Baik yang mulia."
Melihat putra nya yang tampak begitu senang, saat bermain dengan si belang. Lili menghembuskan nafas lega nya. Keputusan nya saat membawa hewan itu, adalah hal yang tepat.
"Sayang, ibu akan pergi ke dapur dulu ya. Kau disini saja. Jangan kemana mana. Bibi Roli akan mengawasi mu. Jangan terlalu dekat dengan harimau kecil ini, takut dia akan melukai mu."
"Baik ibu, terima kasih" ucap nya dengan tersenyum tipis menatap ke arah lili.
Senyuman itu, membuat lili tertegun. Perlahan dia akan mendekati putra nya terlebih dahulu, agar kael bisa mengekspresikan perasaan nya kepada nya. Tanpa harus merasa takut lagi.
Saat melihat kael tampak tenang dengan mainan Baru nya, ternyata ada yang datang ke kamar nya. Mengetuk pintu yang cukup keras dan membuat nya terusik.
"Tok....tok...tok...
"Yang mulia, biar hamba saja yang membuka nya." ucap Dwi yang tau, bahwa perasaan sang ratu sedang kesal..
"Hmm, buka lah. Mendengar suara ketukan itu membuat aku sedikit merasa kesal." padahal tadi dia begitu bersemangat ingin menuju kearah dapur istana. tapi tiba tiba seketika perasaan nya mendadak kesal saat mendengar suara ketukan dari luar, yang cukup keras dan menganggu
"Cklek....begitu pintu di buka. tatapan lili berubah menjadi begitu datar. Ternyata yang datang adalah tangan kanan sang kaisar. tubuh nya cukup gagah membuat mata lili tampak tak fokus dari tadi.
"Yang mulia, ada surat yang harus, yang mulai kerjakan hari ini juga. beberapa laporan sudah menumpuk di ruang kerja sang kaisar."
"eh, laporan apa?" ucap nya yang tampak bingung. sepertinya dia lupa dengan tugas dari sang ratu di negri ini. Dia kan menggantikan kaisar, saat kaisar tak berada di tempat.
"Laporan tentang anggaran pajak di setiap sudut desa desa yang tertera yang mulia. beberapa dari mereka juga tampak kesulitan air bersih. Bahkan mereka juga mengalami kelaparan yang terus menerus terjadi."
Mendengar ucapan Kasim red, tatapan lili langsung kaget. ternyata tugas nya cukup berat dan juga sangat penuh pertimbangan.
"Baiklah, antar aku ke ruangan kaisar. biar aku mengeceknya terlebih dahulu."
"Baik yang mulia." ucap Kasim red yang langsung memberikan jalan untuk sang ratu.
Setelah masuk ke ruangan kerja sang kaisar, lili tampak begitu mengagumi setiap sudut keindahan dari ruangan tersebut.
"Wow...benar benar luar biasa!" gumam nya dengan tatapan berbinar.
Sangat indah, satu kata yang kluar dari mulut nya. Pantas saja istana ini cukup besar, ternyata banyak ruangan yang benar benar membuat lili kagum. Sepertinya dia harus menjelajahi ruangan lainnya.
mengenai kentang kentang dan juga ubi yang dia bawa dari hutan larangan. Disimpan dengan baik oleh roli, sehingga tak ada yang mengetahui selain lili dan juga dirinya.
"Kasim red, mengapa pajak yang diberikan oleh rakyat cukup besar!" tanya lili yang kaget melihat anggaran pajak yang benar benar besar.
"Yang mulia, sebelum laporan ini dibuat, selir Ana yang menangani nya. jadi beliau yang mengatakan bahwa pajak bisa membuat rakyat harus mengikuti peraturan istana!"
"Apa!" pekik nya kaget tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Mengapa seli Ana ikut campur urusan dokumen pajak ini. Apa kaisar menyetujui nya?" tanya lili yang cukup kaget dan penasaran.
"Kaisar menyetujui nya ratu." ucap Kasim red dengan singkat.
Mendengar ucapan Kasim itu, tatapan lili langsung berubah menjadi begitu datar. Kaisar itu pasti sudah menjadi bulol oleh selir ana. Dia langsung merasa sedih melihat penderitaan rakyat. Apalagi anggaran pajak yang cukup besar, pasti mereka merasa seperti mencekik diri nya sendiri.
"Turunkan pajak menjadi lebih kecil dari biasanya." ucap ratu dengan penuh ketegasan dan penuh pertimbangan.
"Tapi yang mulia, bagaimana kalau kaisar dan selir ana akan murka."
"Aku ratu di negri ini. Titah ku adalah satu hal yang mutlak, jangan banyak bertanya Kasim red. urus saja apa yang aku perintahkan. mengenai kondisi rakyat saat ini, aku sendiri yang akan mengecek nya. Siapkan kereta kuda segera, aku akan mengecek langsung kondisi pasar di wilayah PHILADELPHIA!"
Melihat raut wajah sang ratu yang tampak benar benar serius, Kasim red hanya bisa mengangguk pasrah. Dia cukup kaget dengan perubahan sang ratu. Tak ada raut wajah yang polos seperti dulu lagi. Kini dia merasa ratu lili tampak berbeda seperti bukan dirinya yang dulu.
"Baik yang mulia."
Dengan terpaksa lili harus turun ke pasar untuk mengecek kondisi para rakyat disana. Dia ingin tau, bagaimana reaksi mereka dan kondisi kesehatan mereka. Apalagi musim kemarau membuat mereka kesulitan air bersih sehingga beberapa dari mereka butuh bantuan.
Dwi diperintahkan oleh lili untuk membawa beberapa air bersih, dan juga roti untuk dibagikan kepada rakyat yang kelaparan. Lili juga menyuruh Dwi membawa penawar dan beberapa obat obatan yang diambil langsung oleh tabib Zou.
"Yang mulia, apa benar hamba diperintahkan untuk ikut ke wilayah yang akan yang mulia kunjungi?" tanya tabib Zou yang kaget saat pelayan setia ratu memanggil nya untuk ikut dalam perjalanan kali ini.
"Iya paman tabib, siapkan beberapa obat obatan yang ampuh. untuk menyembuhkan beberapa rakyat yang mengalami gangguan pencernaan."
"Baik yang mulia." tabib Zou cukup kaget mendengar nya. sepertinya yang mulia ratu benar benar berubah menjadi wanita yang cerdas. beberapa dari pelayan yang lain, masih tetap meremehkan kemampuan sang ratu. Mereka pasti mengira bahwa kali ini, yang mulia ratu mengalami kegagalan disana.
"Ayo kita pergi!"
Setelah kereta kuda meninggalkan istana, perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. jarak nya memang tidak cukup jauh. sepanjang perjalanan, lili tampak melihat situasi di sana. Dia memikirkan cara agar rakyat tak mengalami kesulitan tentang air bersih dan pajak yang tinggi itu lagi.
"Air adalah sumber daya hidup manusia. Kalau tak ada air, mereka pasti benar benar kesulitan saat ini. Mengapa kaisar bodoh itu bertindak terlalu gegabah. Seharusnya dia turun ke lapangan melihat penderitaan rakyat. Bukan untuk melihat rakyat menderita. apalagi dia menaikan pajak yang cukup tinggi. huft...dia benar benar tak cocok menjadi seorang kaisar!" gumam lili sambil berpikir keras dan merasa kesal saat ini.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭