Karena sebuah sumpah Dany Admaja harus merawat putri sahabatnya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Dany merawat Alena yang baru berusia delapan tahun dan menganggapnya seperti keponakannya karena kala itu Dany sudah berusia 28 tahun namun sepuluh tahun kemudian, Alena tumbuh menjadi gadis cantik yang mulai membuat hati Dany bergetar dan sialnya, gadis itu membuka seluruh pakaiannya untuk menggodanya. Apakah Dany Admaja akan tergoda dengan rayuan putri sahabatnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Ada Untukku
Dany terlihat kacau pagi itu, dia tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan Alena yang sedang menginap dengan teman prianya. Dia bahkan takut membayangkan apa yang dilakukan oleh Alena dengan pria itu, apalagi pergaulan di kampus tidak semuanya benar.
Dia sudah berjanji pada Briant jika dia akan menjaga Alena dengan baik sampai Alena dewasa. Usia Alena baru delapan belas tahun, tidak seharusnya dia terjerummus dalam pergaulan bebas yang merusak generasi muda. Tidak saja merusak generasi tapi juga bisa merusak masa depan para remaja.
Dany sangat takut hal itu terjadi pada Alena, seharusnya dia tidak mengijinkan Alena untuk menginap dan tidak memberikan kebebasan untuknya tapi jika dia terlalu mengekang maka Alena justru akan memberontak. Hal itu membuatnya pusing sendiri sehingga tidak bisa membuatnya tidur.
Dia pikir dia akan mendapatkan ketenangan di kantor tapi nyatanya? Kepalanya semakin pusing karena di kantor ada ibunya dan juga Clarisa.
..."Apa yang kalian lakukan sepagi ini di kantorku?" tanya Dany dengan nada tidak senang....
Ibunya beranjak, dia tampak marah dan tidak senang karena putranya tidak mempedulikan Clarisa padahal Clarisa sudah meluangkan waktu untuk bertemu dan mengajaknya makan siang.
..."Apa yang kami lakukan? Seharusnya kau tahu kenapa kami ada di sini, Dany!" teriak ibunya marah....
..."Ngak usah teriak-teriak, Mi. Berisik tau ngak? Emangnya Mami tidak malu didengar oleh para karyawan?"...
"Abaikan hal itu, tidak perlu basa basi. Sekarang jawab pertanyaan Mami, kenapa kau mengabaikan Clarisa?"
..."Sudah aku katakan, aku tidak mau menikah. Sampai kapanpun tidak akan. Apa Mommy tidak bisa mengerti akan perkataanku ini?" Dany menatap ibunya lalu tatapan matanya jatuh pada Clarisa yang tidak bersuara sedari tadi....
..."Entah sudah berapa puluh kali aku mengatakan hal ini tapi Mami tidak mau mengerti. Bukan juga kali ini saja aku mengabaikan wanita yang Mami kenalkan tapi aku mengabaikan semuanya tanpa peduli siapa wanita itu dan dia, tanpa mengecualian!" ucap Dany lagi sambil menatap Clarisa dengan tajam....
Clarisa mengepalkan kedua tangan dengan erat, dia terlihat begitu kesal apalagi tatapan mata Dany tampak tidak menyenangkan. Apa dia harus mundur dan menyerah untuk mendapatkan pria itu?
Tidak! Usia Dany yang matang, kekuasaan yang dia miliki dan juga ketampanannya, pria seperti itulah yang dia cari selama ini jadi dia tidak akan menyerah dengan mudah untuk menjadikan pria itu sebagai pendamping hidupnya.
..."Aunty, sepertinya kita terlalu terburu-buru," Clarisa beranjak dan menghampiri ibu Dany....
..."Apa maksudmu terburu-buru?"...
..."Seharusnya aku tahu Dany tidak suka dengan perjodohan ini, seharusnya kita tidak mendesaknya tapi tidak masalah, batalkan saja perjodohannya," pinta Clarisa sambil tersenyum manis....
Ibu Dany terkejut, dia tidak menduga Clarisa ingin membatalkan perjodohan itu padahal dia sangat menginginkan Dany namun sesungguhnya Clarisa sengaja karena dia memiliki rencana sendiri.
..."Tidak, Clarisa. Perjodohan ini tidak bisa batal. Aku sudah berjanji pada ibumu, aku tidak bisa mengikarinya!" tolak ibu Dany....
..."Tidak apa-apa, aku yang akan mengatakkan pada Mami nanti."...
..."Mami dengar, dia sudah paham jika aku tidak menginginkan perjodohan ini jadi lebih baik jangan memaksakan kehendak Mommy!" sela Dany....
..."Ya, aku memang ingin membatalkan perjodohan kita," Clarisa melangkah mendekati Dany. Dia tidak akan menyerah dan dia akan mendapatkan pria itu tanpa adanya perjodohan....
..."Tapi aku tidak akan menyerah walau tanpa perjodohan itu. Aku akan tetap mengejarmu dan mendapatkanmu dengan caraku jadi jangan senang dulu karena aku tidak akan menyerah!"...
..."Wanita yang keras kepala, jangan memaksa!" Dany tampak tidak senang. Ibunya tersenyum, rupanya itu rencana Clarisa tapi ada atau tidaknya perjodohan itu, Clarisa akan tetap mengejar Dany....
..."Mau bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur menyukaimu jadi jangan salahkan aku yang tidak akan menyerah untuk mendapatkan dirimu," ucap Clarisa sambil tersenyum....
..."Bagus, Clarisa. Aku sangat mendukungmu" ucap ibu Dany....
..."Terima kasih, Tante. Aku pasti akan mendapatkannya!" senyum Clarisa semakin lebar, dia mendapatkan dukungan dan gadis itu tidak. Dia akan menghasut ibu Dany agar semakin membenci gadis itu....
Dany menggeleng dan memiijit pelipisnya, kepalanya sedang pusing tapi kini harus semakin pusing akibat mereka berdua.
..."Terserah kalian saja tapi ingat satu hal, jangan pernah keterlaluan apalagi sampai mengganggu dan menyakiti Alena karena jika sampai kalian melakukannya, aku sungguh tidak akan mengampuni kalian sekalipun kau ibuku!" ucap Dany....
..."Oh, jadi dia lebih berharga dari pada aku yang sudah melahirkan dirimu?" tanya ibunya dengan nada tidak senang....
..."Setidaknya dia ada untukku saat aku membutuhkan, sedangkan Mami sibuk dengan hidup sosialita yang Mami jalani dan wanita itu, tidak jauh berbeda denganmu kelak!"...
..."Tutup mulutmu, Dany. Aku mengisi waktuku karena aku kesepian setelah ditinggal oleh ayahmu."...
..."Ya, sebab itu kau merusuh hidupku tanpa henti!"...
..."Dany, aku hanya ingin yang terbaik untukmu saja. Kenapa kau tidak mengerti?"...
..."Sudahlah, Mi. Tidak perlu dibahas. Aku sedang banyak pekerjaan. Bisakan Mami membawanya pergi?"...
..."Dany!" Ibunya ingin kembali memarahinya tapi Clarisa menahannya. Jika mereka terus bersikeras maka Dany akan marah dan membenci mereka....
..."Kami mengerti, kami akan pergi jadi jangan marah," ucap Clarisa dan setelah itu dia berbisik pada ibu Dany, "Jangan memaksa, dia hanya akan membenci kita!" setelah mendengar perkataan Clarisa, ibu Dany mengangguk....
..."Baiklah, kami akan pergi."...
Dany tidak menjawab, ibunya pergi bersama dengan Clarisa. Dany hanya melihat kepergiannya lalu dia kembali pusing memikirkan Alena. Sebuah ponsel yang selalu dia letakkan di dalam laci pun diambil. Ponsel itu adalah ponsel lamanya yang masih bisa bisa dia gunakan.
Dia hapal nomor Alena jadi Dany menghubungi Alena tanpa ragu. Dia tidak suka pusing sendiri memikirkan hal itu apalagi dia ingin tahu apa yang Alean lakukan.
..."Hallo," walau tidak tahu siapa yang menghubungi tapi Alena menjawabnya juga....
..."Apa yang sedang kau lakukan?"...
..."Om?" Alena seperti terkejut....
..."Kenapa seperti tidak senang?"...
..."Bukan begitu, Om. Alena kira Om marah dengan Alena. Semalam itu Toni, teman sekampus. Dia hanya iseng saja jadi Om jangan salah paham," jelas Alena. Padahal dia tidak mau mengatakan hal ini tapi dia sudah memikirkannya semalaman apalagi gara-gara perkataan Rishka....
..."Tidak perlu dijelaskan, Om tahu kamu enggak kayak gitu," ucap Dany....
..."Benarkah?" tanya Alena tidak percaya....
..."Tentu saja, kapan kau akan pulang? Rumah sepi nih."...
..."Ih, Om kangen ya sama aku?" goda Alena....
..."Ngak tau ah! Cepatan balik, sepi gak ada yang cerewetin di rumah!"...
..."Ada yang ingin Alena omongin juga ke Om saat pulang nanti."...
..."Ngomongin apa? Sekarang aja!" pinta Dany karena dia sudah sangat ingin tahu....
..."Nanti ah, ngak sekarang!"...
..."Hei, kok pakai rahasia segala?"...
..."Iya dong, Om. Sekali-kali pakai rahasia!"...
..."Iya deh, iya. Om ngak bakal bisa menang dari kamu. Jadi kapan kamu akan pulang? Om jemput nanti."...
..."Dua hari lagi, Om," jawab Selena....
..."Kok lama sih?" protes Dany....
..."Abisnya belum kelar jadi sabar aja ya. Alena udah mau masuk kampus nih, Om. Nanti Alena hubungi lagi."...
..."Belajar yang bener!"...
..."Iya, bawel!!"...
Dany tersenyum setelah percakapan mereka berakhir. Dia jadi tidak sabar agar Alena cepat pulang karena dia sudah sangat ingin tahu apa yang ingin Alena katakan dan tentunya, sebuah keputusan besar sudah diambil oleh Alena.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu