Hidup tak akan berpihak pada mereka yang lemah dan kalimat itu membuat Kenzo Orlando menjalani hidup dengan topeng kemunafikan. Kelamnya masa lalu membuat Kenzo semakin bersikap kejam.
Sampai suatu saat kekejaman itu menyeretnya kembali dalam arus kubangan air mata, kehilangan serta permainan takdir mewarnai kehidupan Kenzo.
Kisah ini tak sesimpel yang tertulis di sini
maka persiapkan hatimu untuk menjadi saksi perjalanan hidup Kenzo Orlando mengapai bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Air’a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 09
Madrid, Spanyol
"Apakah kau sekarang sudah menjadi Nomophobia?" Ucap Brian yang masih setia berkutat mempelajari berkas-berkas yang sekarang bertengger indah di atas tanganya.
*(nomophobia : orang yang merasa takut jika tidak memegang ponsel.
Brian adalah pria dengan mata indah terkesan dingin. but don't judge by cover karena diaadalah pria yang baik. Pria itulah yang selalu menasehati Kenzo untuk tidak terus -menerus menyakiti wanita. Menjadi salah satu sahabat dan tangan kanan Kenzo di perusahaan membuat pria itu sedikit berani terhadap makhluk seperti Kenzo.
"Aku hanya merindukan wanitaku" balas Kenzo yang masih fokus pada ponselnya.
"Apakah dia akan bernasib sama dengan wanita mu yang lain?"
"....." tidak ada jawaban dari Kenzo.
"Kau akan mencampakannya?"
"...." kenzo tetap terdiam.
"Kau mencintainya?" Brian kini menoleh menatap Kenzo yang berada di sampingnya.
Kenzo menoleh ke arah Brian, ia terkejut akan pertanyaan yang terlontar dari mulut pria bermata hijau itu. Dan mengeryitkan dahi dengan ekspresi seolah bingung.
"Dia wanita yang baik. Jangan sakiti dia karena aku atau pria lain akan membawanya pergi dari mu" kata-kata itu mampu membuat Kenzo mengeram.
"Jangan berani merebut kau Araku! atau kau ingin aku meledakkan kepalamu saat ini juga!" tanpa sadar kata-kata itu terlontar dari mulut Kenzo.
"Aku hanya mengingatkanmu" Brian tersenyum sinis "jika kau mencintainya pegang erat wanita itu" jawab Brian sekenanya. Lantas kembali mempelajari berkas yang ada di atas meja tanpa mempedulikan amarah sahabatnya.
"Aku tidak mencintainya" jelas Kenzo tegas " tidak satu wanita pun yang ku cinta, termasuk mommy. dan jangan berani kau menyentuh mainanku! dengar!!!" Kenzo berdiri lalu pergi meninggalkan Brian yang masih tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu.
"Jangan kemana-mana sejam lagi kita ada Jadwal metting!" ucap Brian setengah berteriak mengingatkan Kenzo yang tengah di gelung amarah. Melihat punggung Kenzo yang pergi meninggalkan hilang di balik pintu, Kenzo pergi tanpa sepatah kata pun.
Pria tampan bekaca mata hitam itu merongoh ponselnya. Tertera nama Dias di layar ponsel, salah satu agen rahasia Kenzo. seorang pria yang sekarang di tugaskan untuk memperhatikan Keyra selain Delvan.
"Ada apa?"
"Sepertinya Mr.Elroy sedang mecari keberadaan nona Keyra, tuan"
Kenzo mengepal tanganya, rahangnya menggeras "Sial, dia ingin bermain api denganku. Awasi dimana pun dia berada" bisa di pastikan amarah Kenzo sudah berada di ubun-ubun "Habisi siapa pun yang berani menyentuh wanitaku!" jelas Kenzo menatap tajam kearah jendela. Seakan ia ingin terbang kembali ke New york hanya untuk menjaga wanitanya.
Jangan membuatku untuk mengahabisi mu jerk! ucap Kenzo lirih.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Keyra pov
Besok, mungkin Kenzo akan sampai di New york. Entah kenapa aku mulai merindukan pria aneh itu.
Lebih tepatnya aku tidak bisa jauh darinya. Apa ini yang di namakan cinta?. Dia adalah pria yang baik, ku rasa siapa pun akan jatuh pada pelukanya, termasuk aku. Aku tahu ini salah, tapi apalah dayaku, wanita mana yang tak akan jatuh pada pesonanya.
Pekerjaan demi pekerjaanku terselesaikan dengan baik. Ya, walapun aku tidak cerdas seperti apa yang di katakan Kenzo. Tapi, Aku selalu mencoba untuk bertanggung jawab dengan semua pekerjaanku, dan berusaha menyelesaikanyaa dengan baik.
Aku sangat bersyukur bisa bekerja di prusahaan besar ini. Walaupun awalnya aku merasa risih dengan tatapan penuh kebencian di kantor ini. Bagaimana tidak? aku tidak berpendidikan tinggi tapi bisa masuk ke prusahaan besar ini. Itu suatu keajaiban, bukan?
Beatrix dan ladies spesisnya terus menebarkan omong kosong tentangku. Aku heran kenapa dia bisa benci sekali kepadaku.padahal selama ini Aku merasa tidak pernah berbuat salah padanya.
Aku merentangkan tanganku seusai berkutat di depan layar monitor. Jam menujukan jam makan siang, aku segera bergegas keluar dan berjalan menuju lift dengan terus fokus pada ponselku. hingga di depan lift tanpa sengaja aku menabrak seorang pria dan itu sukses membuatku terjatuh tepat di samping pria itu.
"Aaaw.. sakit" saat bokongku mendarat mulus di atas lantai.
"Kau baik baik saja,nona?" kata pria tampan itu seraya mengulurkan tanganya. aku berusaha berdiri dengan menyambut uluran tangan itu, hingga aku bisa melihat dengan jelas wajah pria tampan yang ada di depanku dan sepertinya wajah ini terasa tak asing.
"Maafkan aku Mr. Aku benar-benar ceroboh. Maafkan aku. Apakah anda terluka?" Aku benar merasa cemas karena sepertinya dia orang penting di kantor ini. Dan itu terlihat jelas dari balutan jas mahalnya.
"Seharusnya pertanyaan itu untukmu, nona" kata pria tampan itu sambil tersenyum manis "apakau baik-baik saja?"
"eh.. iya, aku baik-baik saja Tuan"
"Bagaimana kalau makan siang bersama sebagai permintaan maafku. Sudah membuatmu terjatuh" pintanya
"Tidak apa-apa Tuan. sungguh, aku baik-baik saja" jawabku kikuk.
"Kau tidak mau memaafkanku?" Tanya pria itu dengan wajah yang di buat memelas dan membuatku semakin merasa tidak enak.
"Bu..bu--"
"Ikutlah bersamaku sebelum jam satu. Aku akan mengantarkan mu kembali lagi kesini"pria itu tersenyum" aku tidak akan macam-macam atau Kenzo akan membunuhku saat ini juga"
apa semua orang kaya itu pemaksa dan selalu bertindak semaunya?
mobil Elroy berhenti di salah satu restoran mewah di kota New york. Kami makan berdua dengan tenang. Ternyata Mr.Elroy adalah sepupu Kenzo yang menetap di Madrid. Dan ku akui diia sangat baik, humoris dan terkadang misterius.
Sesuai janji Elroy tepat sebelum jam satu. Ia mengantarkanku ke gedung pencakar langit milik Kenzo ini. Saat aku memasuki gedung tempat ku bekerja. Banyak tatapan aneh mengarah ke arahku. Aku tidak peduli. Karena itu sudah makanan sehari - hari buatku.
Bukk!!
Tubuhku terasa kehilangan keseimbangan saat merasa seseorang menabrakku. hingga aku kembali terjatu. augh.. mungkin ini adalah hasil tersial dalam hidup. bayangkan hari ini aku sudah terjaduh dua kali.
"Apakah matamu hanya di pakai untuk melirik pria tampan dan beruang saja!!!" bentak seorang wanita sexy padaku. suaranya seperti begitu familiar dan benar saja, wanita itu Beatrix. Saat aku keluar dari lift, Aku sangat ingat dialah yang orang menabrakku terlebih dahulu.
Demi Tuhan aku sangat membencimu b*cth, kenapa kau dengan mudah menarik perhatian para lelaki? hampir seluruh pria disini menyukaimu. Dan sekarang dengan mudah Mr.elroy mengajakmu makan siang.batin Beatrix
"Apa maksudmu???"
"Jangan pura pura bodoh. Apa seluruh perhatian pria di kantor ini kurang? Jadi kau harus mencari lagi pria tampan lainnya. Sampai kau harus mencari mangsa baru"
Aku hanya bisa mengeryitkan dahi karena bingung. jujur aku tak mengerti kenapa Beatrix berfikir sehina itu terhadapku.
"Apakah kau sekarang sedang mencari pria seperti Elroy. Sadarlah siapa dirimu itu, b*cth. Tel*njang pun kau dia tidak akan mau menidurimu!"
"Jangan samakan aku dengan dirimu!!!" kataku setengah berteriak. Aku sudah mulai kesal dengan kebencianya yang tak beralasan, Terlebih kata-kata itu sungguh menyakitkan.
PlAKK!!!
Dan yang ku terima adalah sebuah tamparan. Beatrix menamparku dengan sangat keras. Aku hendak membalas tapi ternyata dia langsung mendorongku hingga aku terjatuh. Semua orang yang ada di sana datang mendekati kami. Ya, sekedar menonton, tidak ada yang beniat membantuku.
Sampai aku mendengar suara yang sangat aku kenal.
"Apa yang sedang kalian lakukan?!!!" Suara bariton itu menggema mengisi udara di sekitar kami.
Semua orang yang ada disana menunduk termasuk Beatrix kecuali aku. Aku melihat matanya yang menatap tajam kearah ku. Pria tampan itu adalah Kenzo. Bukankah ia akan kembali dari Madrid nanti malam? Dan akan sampai besok.
"Dia menabrakku dan menamparku, sir" kata Beatrix seolah bertindak sebagai korban, tentu saja gadis licik ini sedang berdusta.
Aku melihat matanya indah itu hanya menatapku. Masih dengan tatapan tajam.
Apa dia marah padaku?
"Tidak! aku tidak melakukan itu" aku mencoba membela diri. Aku berharap Kenzo percaya padaku, aku tak berharap dia mengakui keberadaanku hanya saja aku berharap dia bisa adil padaku sebagai bawahanya di kantor ini.
"Aku tidak membayar kalian untuk membuat keributan. Jangan bersikap seperti j*lang yang ada di luar sana" setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu sembari menatapku tadi, Kenzo kini berlalu meninggalkan kami.
DEGG!!
Apakah itu benar-benar Kenzo? Atau aku salah lihat? Saat di kantor Dia memang bersikap tidak mengenaliku tapi kata-kata itu. Apakah kata-kata itu benar untukku? Karena sedari tadi mata itu tak berhenti menatapaku, dan terpancar jelas tatapan itu adalah penuh kebencian
**TBC
definisi sakit ga berdarah itu ini ya?
ayo like dulu, terus coment dan vote ya syng 😘😘 yang banyaaaaaaaak 🤣**
sekarang udh banyak iklan ky yg lain.hahaha
ay semangat ya sehat selalu di sana😘