NovelToon NovelToon
Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:166.5k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Pernikahan yang dijalani Nafa Naufara 23 tahun dan Sakti Bimantara 30 tahun sudah memasuki usia 6 bulan, awal yang indah. Meskipun pernikahan itu harus dijalani secara jarak jauh, dengan alasan ada pekerjaan diluar kota. Nafa tidak mempermasalahkan. Namun ketika pertemuan itu semakin berkurang, Dara merasa curiga. Kini Sakti sebagai suami, hanya bisa menemui Nafa istrinya sebulan dua kali.
Kecurigaan Nafa, akhirnya terjawab. Siang itu di hunian perumahan type 36, tiba-tiba Nafa kedatangan dua orang tamu. Dua orang wanita beda usia. Yang tiba-tiba mencaci maki dengan kata-kata yang kasar.
"Dasar pelakor, tidak bisa mendapatkan pria singel malah merebut suami orang." Hardik salah satu perempuan yang kira-kira 5 tahun di atas Nafa. Nafa melongo tidak percaya dengan makian perempuan tadi.
Benarkah Nafa menikah dengan pria beristri sedangkan setahu dia Sakti adalah pria singel?
Apa yang akan Nafa lakukan setelah dia tahu bahwa Sakti adalah pria beristri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Aku terpaksa diam dengan muka ditekuk menghadap jendela mobil. Aku kesal dengan sikap memaksa Mas Sakti. Setelah sabuk pengaman terpasang dengan baik, tiba-tiba Mas Sakti meminta kunci motor.

"Mana kunci motornya?" tanyanya.

Dengan terpaksa aku merogoh tas dan meraih kunci motor maticku, lalu aku berikan pada Mas Sakti tanpa menoleh.

"Terimakasih sayang ...!" ucapnya mesra. Namun aku tidak terpancing dengan kata sayang yang diucapkannya, bagiku itu hanya modus.

"Mas, mau dibawa kemana, Nafa?" tanyaku heran. Mas Sakti tidak menjawab, dia malah membuka jendela dan memberikan kunci motorku kepada Kak Aldin sepupu Mas Sakti. Memang dua orang itu selalu kompak, dengan sifat yang hampir sama dan selalu bahu membahu.

"Al, bawa motor istriku ke rumah!" perintah Mas Sakti yang langsung dipatuhi Kak Al.

"Sayang ... mas akan bawa kamu ke suatu tempat yang indah yang tidak akan ada orang lain tahu dan mengganggu." Aku mengkerut heran dengan ucapan Mas Sakti barusan.

"Mas, mulai sekarang jangan sembarangan ajak Nafa sesuka hati, karena sebentar lagi kita akan menjadi mantan suami istri," sergahku marah.

.

"Tidak, kita tidak akan pernah menjadi mantan suami istri. Kamu tetap istriku dan mas adalah suamimu, Nafa Naufara," tegas Mas Sakti. Aku jengkel dan wajahku semakin ditekuk. Mobil Honda Mobilia Mas Sakti pun perlahan mulai meninggalkan halaman Butik Delia. Entah menuju kemana, aku pun masih tanda tanya.

Sepanjang jalan aku merasa tidak nyaman. Namun Mas Sakti berusaha merayuku.

"Mas, sebenarnya mau dibawa kemana, Nafa? Mas, mau culik Nafa? Tolong jangan seperti ini. Jika Mas memaksa Nafa, jangan harap Nafa mau kenal Mas lagi," tegasku.

"Ayolah sayang ... mas mohon tenang dulu. Mas bukan mau culik kamu. Tapi mas akan tunjukkan sesuatu dan banyak hal sama kamu," rayunya lagi.

"Mau nunjukin apa lagi Mas, sudah jelas bukti yang ditunjukan dua wanita itu. Tidak perlu beralasan lagi. Nafa sudah tidak percaya lagi sama Mas Sakti," tandasku.

Mas Sakti tidak membalasku, dia fokus menyetir sambil sekali-sekali menatapku yang hanya fokus menatap keluar jendela.

Antara kami tidak saling berkata-kata lagi. Mobilpun kini semakin jauh dari kota tempat aku tinggal. Entah mau dibawa kemana aku oleh Mas Sakti. Karena saking ngantuknya akupun tertidur dalam buaian nina bobo perjalanan panjang yang tidak ku tahu tujuannya.

Aku terbangun saat tubuhku terasa ada yang mengguncang, rupanya Mas Sakti membangunkanku. Sejenak aku mengucek-ngucek mataku untuk menyempurnakan kedua netra dari pantulan sinar lampu jalan. Saat aku melihat ke sekitar, rupanya waktu sudah gelap. Jam di tangan menunjukkan pukul 18.15 menit. Adzan Maghribpun telah berlalu, pastinya berkumandang ketika aku terlelap tadi.

Tepat di depan mobil ada sebuah gerbang yang perlahan terbuka lebar. Lalu Mas Sakti mengarahkan mobilnya masuk ke dalam. Sebuah halaman yang begitu luas dan asri dengan bunga-bunga yang menyejukkan mata. Sejenak aku terpesona dengan keindahan bunga-bunga yang tumbuh subur bak istana bunga.

"Sayang ... suka dengan bunga-bunganya?" tegur Mas Sakti menyadarkanku dari keterpesonaan melihat bunga-bunga yang indah dan bermekaran di mana-mana.

Tepat di hadapan kami, sebuah bangunan kayu yang kokoh berdiri dengan gagahnya. Bangunan kayu ini sepertinya bukan sebuah hunian rumah tinggal yang dipakai berlama-lama, namun lebih mirip seperti Villa atau Bungalow. Aku tidak kalah takjub melihat bangunan rumah kayu itu.

"Sayang ... ayo kita turun!" ajak Mas Sakti, dia turun duluan seraya menghampiri pintu mobil yang aku tumpangi, lalu membukakan pintu buatku. Aku terharu bak seorang putri kerajaan diperlakukan hormat oleh para Dayangnya. Sejenak aku lupa tentang kejadian yang menimpaku beberapa hari yang lalu.

Mas Sakti memapahku dengan hati-hati, dia membawaku menuju pintu bangunan kayu itu.

"Mas ini di mana?" tanyaku seakan tersadar dari mimpi.

"Ini rumah baru kita, kita akan tinggal disini," jawabnya membuatku terbelalak.

"Tinggal di sini? Apa maksudnya Mas?" Belum juga pertanyaanku dijawab Mas Sakti, dua orang pelayan menghampiri kami.

"Kamarnya sudah siap, Den," Mas Sakti mengangguk lalu membawaku menuju tangga dan perlahan menaikinya.

"Perlahan sayang!" peringatnya.

Tiba di sebuah pintu kayu yang kokoh juga, Mas Sakti berhenti lalu membukanya. Waww... sebuah ruangan kamar yang begitu indah, sejenak aku takjub dibuatnya. Entahlah menggambarkannya seperti apa, yang jelas kamar dan bangunan berupa kayu ini, mempunyai nilai estetik yang tinggi dengan perpaduan gaya modern klasik.

"Sayang ... suka dengan bangunan ini?" kejut Mas Sakti membuat jantungku terasa copot dari tempatnya. Aku tidak menyahutnya, aku hanya bisa menundukan wajah ke lantai kayu yang licin.

"Di sana kamar mandinya, kita bisa gunakan untuk mandi dan lain-lain. Anggap saja ini bulan madu kita yang sempat tertunda." Lagi-lagi aku hanya bisa diam tanpa bersuara. Aku merasa malu di hadapan Mas Sakti.

"Mandilah dulu, di sana ada shower. Kamu bisa menggunakan air hangat jika dingin. Setelah mandi kita makan malam bersama," ucap Mas Sakti.

"Oh iya, semua pakaian ada di sana. Pakailah gaun malam setelah mandi," aba-abanya seraya menunjuk pada sebuah lemari kayu besar. Aku tidak membantah satupun yang Mas Sakti ucapkan.

Semua rangkaian malam pertama aku berada di ruangan itu telah aku patuhi. Aku memilih gaun malam berwarna hijau toska kesukaanku. Wajahku hanya dipoles bedak tipis dan lipen merah jambu. Di saat bersamaan, Mas Sakti tiba-tiba muncul di muka pintu lalu menghampiriku.

"Sayang, alangkah cantiknya istri Mas," ucapnya takjub. "Ayo kita makan malam dulu," ajaknya, seraya merangkul bahuku menarik perlahan menuju ruang makan. Makan malam romantis yang diciptakan Mas Sakti itupun berlalu. Mas Sakti memapahku kembali ke kamar.

Di sini, saat ini perasaanku mulai tidak nyaman saat Mas Sakti menghampiriku. Aku beralasan ke kamar mandi mau menggosok gigi. Pokoknya malam ini antara aku dan Mas Sakti tidak boleh ada kontak fisik. Itu tekadku. Sebab antara kami, bisa saja sebentar lagi akan berpisah.

Aku menyudahi aktivitasku di kamar mandi. Walau berat hati, terpaksa aku keluar. Dan saat mendapati Mas Sakti duduk di atas ranjang, seketika jantungku berpacu lebih cepat.

"Anggaplah malam ini malam bulan madu kita," ucap Mas Sakti seraya merangkul pinggangku. Aku tidak bisa menghindar lagi. Walau bibirku mengatakan tidak, akan tetapi hatiku betapa ingin malam ini adalah malam yang indah bersama Mas Sakti.

Mas Sakti membawaku terbaring di atas ranjang, lalu dengan sikap lembut dan romantisnya dia memperlakukanku. Sehingga aku terbuai dan lupa akan masalahku tempo hari.

Akhirnya, apa yang seharusnya terjadi antara dua insan yang sudah sah, terjadilah. Aku merasa malam ini sungguh beda, aku merasakan cinta yang dahsyat pada Mas Sakti, sementara statusku adalah status yang harus rela dilepaskan, supaya tudingan "Pelakor" itu tidak melekat padaku.

"Wahai Zat yang membolak-balikan hati, seandainya aku bisa meminta, ijinkan aku bersamanya tanpa harus ada yang tersakiti. Namun, jika aku bersamanya akan ada hati yang tersakiti, maka beri jalan untuk kami berpisah secara baik-baik." Munajatku dalam hati penuh kesungguhan. Akhirnya aku tenggelam dalam lelap di antara peluk kekar pria yang aku cintai namun harus aku jauhi. Deru nafas kami bersahutan teratur.

1
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan: 😍😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Patrick Khan
sat set ya aldin.. pedekate trssss
Patrick Khan
kelamaan gk di laporin..
Patrick Khan
sakti ini begok apa gimana si
Patrick Khan
knp mesti mesti ancam bunuh diri.. ya bunuh diri aja.. knp jg rafa takut ancaman.. biarin lah bunuh diri.. 😖😖😖😖
Patrick Khan
kasian nafa
Ghiffari Zaka
ok Thor...makasih ud menyajikan cerita yg wae buat AQ khususnya,semoga ada hikmah dr cerita ini yg dpt AQ ambil,ttp semangat Thor💪💪💪💪
Ghiffari Zaka
akhir yaaaaaa,moga bahagia...
Ghiffari Zaka
lanjut Thor....AQ masih setia nyimak....😍😍
Ghiffari Zaka
awas Nafa jangan kasih Raka peluang....bisa bahaya itu
Iyan kan Thor...😬😬😬
Ghiffari Zaka
amin.......🤲🤲🤲moga sukses dan bahagia ya Nafa🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
nah gt dong Nafa...jadi km tenang dan mamas sakti jg tenag,tp laporin dl lah sakti si duo org sombong itu ke polisi dl.....
Ghiffari Zaka
ud laporin aja ke polisi sakti,jangan kasih maaf lagi,kasihan nafanya loh....
ah mau gimanapun terserah author aja lah.....hanya author yg tau 🤭🤭🤭
Lina Zascia Amandia: Hehhehe
total 1 replies
Ghiffari Zaka
ud Thor bantu sakti buat Mala sm meta nyesel sedalam2 nya....plis Thor....AQ mau lihat 2 org sombong itu hancur😡😡😡😡🙏🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
yaaaah...trs gmn dong Thor....kok Nafa trs yg di rundung sedih,bantu sakti dong Thor biar Nafa GK di jelek2 kin sm irg2🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
ayok Thor...bantu sakti buat hancurkan si meta itu
Ghiffari Zaka
ih....untung selamat,itu pasti meta ma emaknya yg jahat bngt itu.....
Ghiffari Zaka
semangat Thor....💪💪💪
Ghiffari Zaka
duh Thor...AQ JD mikir negatif lok gn....author plng bs deh bikin fikiran org melayang🤦🤦🤦🤭🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
woalaaaah....ada yg gangguin....🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!