NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Isekai / Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Time Travel / Chicklit / Tamat
Popularitas:183.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: @juna_nadia

bab nya telah di lengkapi, bab revenge Jia Li juga dah full

reinkarnasi

"BANGUN GADIS SI4LAN." suara itu sangat menggangu.

"HEI BANGUN KAMU." ck benar-benar ck benar-benar menyebalkan.

"ibu apa dia sudah mati?"

"Ck bagus kalau dia sudah mati, jadi keluarga Mu tidak perlu merawat gadis bisu sepertinya." sarkas wanita tua itu.

"KALIAN SUNGGUH RIBUT, SANGAT MENGGANGU."

"HANTUUU." teriak gadis itu.

"BERANI-BERANINYA KALIAN MENGANGGU TIDUR SEORANG LI Mia." rahang ku mengeras, ck siapa yang tidak kesal jika tidur ku di ngangu, eh, tunggu, tunggu sebentar, bu-bukanya aku sudah mati tertusuk pisau yah?waktu menjalankan misi ku. aku dimana aku sekarang? bangunannya? bangunannya terlihat seperti kerajaan Cina kuno! ja-jangan bilang kalau, kalau aku melakukan perjalanan waktu....aku melakukan REINKARNASI...APA



Welcome to novel fantasi pertama saya
kalau suka like komen vote favorit
kalau gak suka gak maksa
Harap saling menghargai ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @juna_nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Bola mata Jia Li berubah warna, yang tadinya berwarna coklat sekarang menjadi warna merah menyalah.

seseorang dibalik lembah bambu itu melihat keanehan diri Jia Li. Sebuah senyuman miring terukir diwajah tegah orang itu.

"Gadis itu seperti bukan gadis biasa." ujar laki-laki itu sambil menyugihkan senyum licik nya.

"Sangat menarik." lanjut pria itu penuh ketertarikan terhadap Jia Li.

Sementara itu di Zaman moderen, seorang gadis duduk di kursi singgasana nya penuh dengan keangkuhan, kedua tangannya dilipat didada dengan kaki juga.

Gadis itu nampak sangat bahagia, senyuman luntur sedari tadi.

"HAH HAH HAH senang sekali diriku." ujar gadis itu sambil terus tertawa jahat. tawa itu berubah menjadi seringai.

"Melenyapkan wanita sialan itu, ck." wajahnya berubah menjadi datar bak tembok saat membayangkan wajah angkuh dan sombong milik rekan tim nya yang telah bunuh nya saat menjalankan misi, ah ralat tepatnya musuh nya.

"Li Mia...Kamu itu bodoh, kau terlalu mempercayai ku, dan kau terbunuh ditangan ku, kasihan sekali." gadis itu tertawa bak kerasukan iblis.

"Ling Zhi~." panggil seseorang, gadis itu berbalik melihat siapa yang memanggilnya tadi.

"ada apa?" tanya gadis bernama Ling Zhi itu kepada pria paru baya yang memanggilnya tadi.

"itu ada yang mencari mu, sepertinya rekan tim mu di geng pembunuh bayaran." jelas lelaki paru baya itu, Ling Zhi bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan ruangan nya itu.

Langkah Ling Zhi terhenti di ruang tamu yang sangat amat luas dan mewah, gadis itu menghampiri pria yang sedang duduk di sofa.

"Kenapa kau datang kemari?" tanya Ling Zhi lalu duduk sofa dengan gaya anggun nya.

laki-laki yang merasa terpanggil pun mendongak melihat kearah Ling Zhi yang duduk di sofa didepan itu. laki-laki itu menyeringai

"lama tak bertemu Ling Zhi." seru laki-laki berambut gondrong itu, Ling Zhi memutuskan bola matanya jengah dengan lelaki didepannya itu.

"Tujuanmu kemari untuk apa ku tanya? jangan banyak omong kosong." tanya Ling Zhi sekali lagi, lelaki itu terkekeh lalu berujar

"kau ini sangat terburu-buru." lagi lagi Ling Zhi memutar bola matanya.

"aku tidak punya waktu meladeni omong kosong mu itu Ben, kau sungguh membuang-buang waktu ku yang berharga." Ling Zhi ingin bangkit dari duduknya, tapi dengan cepat ditahan oleh laki-laki bernama Ben itu.

"hei hei tunggu sebentar." Ben menarik Ling Zhi duduk kembali, laki-laki itu mendengus lalu berujar.

"kau ini sungguh terburu-buru, dasar Ling Zhi." kesal laki-laki itu.

"Ben ayoklah, jangan banyak basa-basi, cepatan apa tujuanmu kerumah ku? jika hanya untuk berbasa-basi, maka sekarang bukalah waktu yang tepat." nada bicara Ling Zhi sedikit naik.

"sayang ku." Ben menarik Ling Zhi untuk duduk di pangkuan nya.

"kudengar kamu berhasil membunuh si ketua sogong itu ya?" tanya Ben dengan raut muka yang berbeda dari tadi. Ling Zhi hanya mengangguk sambil melihat ke arah lain. Didalam hati Ling Zhi terus memaki laki-laki yang sedang memangku nya itu.

sungguh menyebalkan, pria ini, ingin sekali aku mencincang dagingnya dan memberikannya kepada anjing penjaga. batin Ling Zhi

Ling Zhi bangkit dan duduk di sebelah Ben, sungguh tak nyaman duduk diatas pangkuan pria itu.

"Kau hanya ingin memastikan itu Ben?" tanya Ling Zhi, Ben menggeleng-geleng lalu tersenyum lebar.

"Aku kesini karena merindukan mu, Lizizi." ucap Ben

"panggilan itu sungguh menjijikkan Ben, jangan panggil aku dengan panggilan Lizizi itu, ck sungguh menjijikkan." ujar Ling Zhi

Ben hanya dapat mengaruk tekuk leher nya yang tak gatal

1
Murni Murniati
apa jendral tak tau udah seperti itu,
Memyr 67
𝗍𝗒𝗉𝗈𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗄𝗂𝗋𝖺 𝗄𝗂𝗋𝖺. 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
@han haela
bagus thor semangat 👍👍👍
@han haela
bagus thor
@han haela
baru mampir 👣👣
fitri
Luar biasa
fitri
dah mulai seru ni cerita nya
Murni Dewita
👣
cheng phong
tolong itu beberapa bahasanya di ubah thor karena tdk sesuai dgn jamannya
Rere Salsa
Kecewa
Rere Salsa
Buruk
Diah Susanti
"kantuk" bahasanya terlalu kaku
cheng phong: betul ada beberapa kosa kata yg belum ada di jaman kuno seperti yg di ucapkan oleh sang pelayan yg mengatakan cetar membahana karena yg aku tahu kosa kata itu baru ada di zaman sahrini😂
total 1 replies
Oi Min
cocok visual nya
Oi Min
kok Ying Ying g terkejut liat Jia Li bsa bicara?? katanya bisu??
Oi Min
kok Ying Ying g terkejut liat Jia Li bsa bicara?? katanya bisu??
Binti
jangan2 yg dimaksud adik kecil jia li.waah bisa seru nih kakak adik rebutan cewek
Binti
typo
Binti
bagus sih tapi kok pake aku2 ya serasa baca diary
Oi Min: kan td POV nya Li Mia
total 1 replies
Dede Mila
baca
Nur Lela
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!