NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 5

Malam semakin larut, namun jarum jam seolah bergerak sangat lambat di dalam kamar tamu rumah Adista. Bram berbaring telentang di atas kasur dengan kedua mata yang menatap lurus ke langit-langit kamar yang gelap gulita. Di luar, suara rintik hujan masih terdengar konstan, sesekali ditemani oleh gemuruh petir yang suaranya mulai menjauh. Ruangan itu sangat sunyi, menciptakan ketenangan yang semu.

​Bram mencoba memejamkan mata, membalikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, namun rasa kantuk sama sekali tidak mau datang. Pikirannya terus berputar memikirkan kejadian aneh di ruang tengah tadi. Bisikan lirih seorang perempuan dan bayangan tangan berkuku panjang yang seolah keluar dari bingkai lukisan itu terus membayangi benaknya. Meskipun logikanya mencoba berargumen bahwa itu semua hanyalah akibat dari rasa lelah dan stres setelah menghadiri pemakaman Ronald, tubuhnya tidak bisa dibohongi. Jantungnya masih berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya.

​Berbanding terbalik dengan Bram yang dilanda gelisah, di kamar utama, Adista justru langsung terlelap. Beban mental yang begitu berat setelah kehilangan satu-satunya kakak kandungnya, ditambah dengan urusan perusahaan yang menguras energi, membuat tubuh wanita muda itu benar-benar mencapai batasnya. Begitu kepalanya menyentuh bantal, Adista langsung tenggelam dalam tidur yang sangat nyenyak, tidak menyadari sama sekali atmosfer mencekam yang perlahan mulai merayap dan menyelimuti rumahnya malam ini.

​Bram menghela napas panjang, menarik selimut tebal hingga sebatas dadanya. Kamar tamu ini sebenarnya sangat nyaman, namun entah mengapa, hawa dingin yang tidak wajar mulai terasa menusuk kulitnya. AC kamar bahkan sudah ia matikan sejak tadi, tetapi suhu di dalam ruangan terus menurun drastis.

​Tiba-tiba, pendengaran Bram yang tajam menangkap sebuah suara dari luar kamar.

​SREKK... SREKK...

​Suara itu terdengar samar di antara bunyi rintik hujan. Itu adalah suara sesuatu yang diseret di atas lantai kayu koridor luar. Bram menahan napas, menajamkan telinganya. Suara langkah itu lambat, berat, dan seolah sengaja bergerak menuju ke arah kamarnya.

​SREKK... SREKK... JEDUG.

​Suara itu mendadak berhenti tepat di depan pintu kamar tamu.

​Bram seketika membeku di atas kasur. Seluruh otot tubuhnya menegang. Matanya yang tadinya terpejam langsung terbuka lebar, menatap lekat-lekat ke arah pintu kamar yang tertutup rapat. Keheningan malam ini mendadak terasa begitu menekan dadanya, membuatnya sulit untuk sekadar menarik napas.

​Dalam kegelapan, Bram bisa melihat celah kecil di bagian bawah pintu kamarnya. Biasanya, jika ada lampu luar yang menyala, celah itu akan memancarkan sedikit cahaya. Namun malam ini, karena listrik padam, celah itu hanya memperlihatkan kegelapan. Tetapi, ada sesuatu yang berbeda. Kilatan petir yang sesekali menyambar dari jendela koridor luar sempat memperlihatkan sebuah bayangan hitam yang berdiri diam di balik celah pintu tersebut.

​Seseorang—atau sesuatu—sedang berdiri tepat di balik pintu kamarnya.

​Bram merinding hebat. Rasa takut yang sangat pekat mencengkeram dirinya. Keadaan sunyi ini justru membuat situasi menjadi seribu kali lebih mengerikan. Bram bisa merasakan dengan sangat jelas, dari balik kayu pintu yang tebal itu, ada sepasang mata yang tak kasat mata sedang mengawasi dirinya dengan tatapan yang penuh kebencian dan kehausan akan darah.

​Rasa penasaran sempat terlintas di benak Bram. Jiwa mudanya berbisik untuk bangkit, berjalan ke arah pintu, memutar kenop, dan melihat siapa sebenarnya yang berdiri di sana. Apakah itu Adista yang sedang mengigau? Atau justru seorang penyusup yang masuk ke dalam rumah?

​Namun, insting terdalam Bram melarangnya dengan keras. Ada alarm bahaya yang berdering kencang di dalam kepalanya, memperingatkannya bahwa jika ia berani menyentuh kenop pintu itu dan membukanya, ia akan melihat sesuatu yang seharusnya tidak pernah dilihat oleh manusia hidup. Bram tidak memiliki niat sedikit pun untuk membuka pintu tersebut. Ia memilih untuk tetap diam, berpura-pura tidur, dan mengabaikan eksistensi mengerikan di luar sana.

​KRETEKK...

​Suara kayu pintu yang berderit pelan membuat jantung Bram hampir melompat keluar dari dadanya. Sesuatu di luar sana tampaknya sedang menyandarkan tubuhnya pada daun pintu. Bram bisa mendengar suara garukan halus dari kuku-kuku tajam yang bergesekan dengan permukaan kayu luar pintu kamarnya.

​...Bram...

​Sebuah bisikan parau bernada pilu kembali terdengar. Kali ini, suara itu menyusup masuk melalui celah bawah pintu, terdengar begitu dekat hingga rasanya seperti ada orang yang berbisik tepat di samping ranjangnya. Bau amis darah yang sangat menyengat kembali menguar hebat, menembus masuk ke dalam kamar tamu dan membuat Bram merasa mual setengah mati. Bau itu persis seperti bau kematian yang menakutkan.

​Bram memejamkan matanya erat-erat, memeluk selimutnya dengan tangan yang gemetar hebat. Ia terus merapalkan doa di dalam hatinya, memohon agar malam mengerikan ini cepat berlalu dan matahari pagi segera terbit. Ia menolak untuk melihat ke arah pintu, menolak untuk merespons suara tersebut.

​Sosok di balik pintu sepertinya tahu bahwa Bram sangat ketakutan. Suara garukan di pintu terdengar sedikit lebih cepat, memicu ketegangan yang semakin memuncak di dalam kamar yang sunyi itu. Bram hanya bisa pasrah, bertahan di atas kasurnya di tengah teror .

​Di sisi lain rumah, di dalam kamar utamanya, Adista masih bernapas dengan teratur dalam tidurnya yang lelap. Ia sama sekali tidak mendengar suara desis angin, tidak mencium bau darah, dan tidak tahu bahwa sepupunya saat ini sedang berjuang menahan ketakutan yang luar biasa demi mempertahankan nyawanya dari ancaman yang berasal dari lukisan baru miliknya. Kutukan itu sedang mengintai dari balik pintu, menunggu saat yang tepat untuk kembali menumpahkan darah di dalam rumah tersebut.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!