Nuna, gadis cantik berhidung mancung dengan kulitnya yang putih bersih, diam diam menyukai seorang laki laki yang biasa ditemuinya di cafe langganannya, dalam diam nuna hanya bisa memperhatikan pujaan hatinya tersebut,
Tanpa berusaha untuk mengenalnya lebih dalam, tak jarang Nuna mencuri curi foto dengan kamera ponselnya...
Dimas, laki laki yang dcintai nuna dalam diam, seorang pengusaha di bidang properti, tampan, kaya dan arogan dan dia tak mudah jatuh cinta.
Akankah mereka bisa slaing mengenal dan jatuh cinta satu sama lain????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag.9
Sejak "kencan" pertama kami malam itu, hubunganku dengam Dimas mulai membaik, aku sudah mengganti namanya di ponselku. tak ada lagi alasan bagiku untuk malu atau marah lagi padanya.
"Nun... aku tunggu di cafe yaa seperti biasa" isi chat wa dari Dimas.
"okeeee... " balasku.
Kami berlima, aku, Lena, Pita, Sendi dan Dimas memang sering menghabiskan waktu di cafe, walau hanya sekedar untuk mengobrol dan bercanda.
kali ini, Aku memilih meja pojokan yang merupakan tempat favoritku, Dimaspun mengikutiku sedang kedua sahabatku tetap betah duduk dengan Sendi di mejanya.
"kamu kenapa sih suka banget duduk di meja ini?" tanya Dimas.
"karena dari sini kita bisa lihat dengan jelas siapa saja yang keluar masuk cafe dan disini juga sinyal wifinya lebih kuat menurutku" jawabku.
"ooohhh, pantas saja, dulu aku selalu melihatmu duduk disini ternyata untuk mengamati orang ya..." kata Dimas.
"hahaha iya...." jawabku.
"lalu apa benar, dulu kau sering memperhatikanku dari jauh dan diam diam memotretku??" tanya Dimas ingin tahu.
"mulai kepo ya..." jawabku sambil tertawa renyah.
"aku hanya ingin tau langsung dari sumbernya.." ujar Dimas.
"harus ku jawab jujur apa setengah berbohong?" tanyaku padanya.
"ya jujurlaaah..." jawab Dimas yang gemas dengan jawabanku.
"okee... aku harap kamu mendengarkan baik baik tanpa menyela yaa..." kataku.
"baiklaah... aku siap mendengarkannya" jawab Dimas sambil bersedekap dada.
"jadiiii..... pertama aku melihatmu di cafe ini, saat itu aku langsung kagum, siapa sih yang ga kagum dengan penampilanmu yang wah... dan pembawaanmu yang cool? aku rasa cewek lainnya pasti sependapat denganku"
" lalu?"
"hemmm... aku tak puas hanya memandangimu di cafe, aku ingin lebih, lalu diam diam aku mulai memotretmu, dan ini potret pertamamu yang aku ambil" kataku sambil menunjukkan fotonya di ponselku.
"wahhh ini kan sudah lama sekali, bahkan aku sudah lupa pernah berpakaian seperti ini" kata Dimas antusias melihat fotonya sendiri di ponselku.
"aku terus saja memperhatikanmu tanpa mendapat balasan darimu, tapi tiba tiba suatu hari Sendi menegurku dan mengehtahui segala tingkah konyolku, aku benar benar sangat malu saat itu"
Dimas terkekeh mendengar ceritaku,
"ishhhh... kenapa ketawa begitu?? apa ada yang lucu?" tanyaku dengan gusar.
"kamu yang lucu" kata Dimas sambil mencubit pipiku.
"auuw.... sakit tauk!" kataku sambil memberengut kesal.
"boleh aku liat semua foto hasil jepretanmu secara diam diam itu?" kata Dimas lagi.
"nih... tapi janji, jangan berani menghapusnya dan jangan berani lagi menertawakanku, aku sudah berusaha dengan susah payah menahan malu untuk menceritakan ini semua padamu" jawabku sambil memberikan ponselku pada Dimas.
Dimas mulai melihat foto fotonya di ponselku, sesekali dia terkekeh dan geleng geleng kepala.
"nih... terimakasih karena mengijinkanku untuk melihatnya" kata Dimas sambil menyodorkan ponselku.
"sama sama" jawabku menerima ponselku kembali.
"apa kau mau tau satu hal?" kata Dimas kemudian.
"apa?" tanyaku ingin tahu.
Lalu Dimas memberikan ponselnya padaku dan betapa terkejutnya aku melihat foto fotoku di ponselnya, dia mengambilnya secara diam diam juga.
"jadi kamu....?" tanyaku masih tak percaya.
"iya...." kawab Dimas sambil tersenyum.
"kamu juga memotretku diam diam sejak dulu?" tanyaku lagi masih tak percaya dengan apa yang barusan aku lihat.
"iyaaaa... maaf ya, aku memotretmu tanpa ijin" jawab Dimas sambil merampas ponselnya dariku.
"eehh...."
"aku takut kamu menghapus semua fotomu di ponselku, jadi maaf jika harus ku rampas ponselku" kata Dimas lagi.
"kau curang....!" kataku kesal sambil berdiri dan hendak meninggalkan cafe.
"hei... aku kan sudah minta maaf" kata Dimas sambil mencekal tanganku. akhirnya aku duduk kembali, karena tak enak di pandang oleh sekitar.
Aku duduk kembali dengan wajah kesal, aku menatap ke arah luar dengan tangan yang di lipat di dada sambil menggerutu kesal.
"jadi apakah sekarang kita impas?" tanya Dimas.
"yesss..... Tuan!" jawabku masih kesal karena merasa tertipu olehnya.
🍄🍄🍄🍄🍄
Sungguh diluar dugaanku, ternyata dia juga suka memotretku diam diam tapi kenapa aku bisa tak sadar ya????padahal seingatku, dia tak pernah sekalipun memandangiku saat itu.
"arghhh....." teriakku masih tak percaya dengan semuanya.
"Nun, aku ada di depan kostmu, tolong keluar sebentar" chat wa dari Dimas.
Aku segera keluar dengan penampilan seadanya, kaos oblong kebesaran dengan celana pendek yang hampir tak terlihat karena tertutup oleh kaos oblong yang ku pakai.
Dimas yang melihat penampilanku, sempat melongo tak percaya,
"maaf aku tak sempat ganti baju, ada apa sih?" tanyaku sambil memperbaiki ikatan rambutku.
"eh... iya gapapa...aku kesini ingin mengajakmu jalan jalan, apa kau sibuk sekarang?" tanya Dimas setelah sadar dari pelongoannya.
"ga sibuk sih...cuma aku belom mandi, apa kamu mau menungguku sedikit lebih lama?" kataku.
"baiklah.. aku akan menunggumu di mobil" kawab Dimas.
"okee... aku mandi dulu ya..." kataku sambil berlari kecil.
🥚🥚🥚🥚🥚🥚
"penampilan polosnya saja sudah membuatnya jauh lebih fresh, dan sangat cantik menurutku" gumamku.
"ahhh....perasaan apa ini?? kenapa dadaku jadi berdebar dengan sangat kencang?"
Hampir setengah jam lamanya aku menunggu, akhirnya Nuna keluar dengan baju berleher rendah dan rok mini berbahan jeans serta sneakers, dan rambut yang di kuncir kuda mengekspos leher jenjangnya yang putih mulus.
"luar biasa" batinku.
"heh... kok malah bengong?? ayo buruan berangkat" kata Nuna setelah duduk disampingku.
"eh.... oke... ayo berangkat" jawabku yang terpana dengan penampilan Nuna yang selalu berbeda setiap kali kami bertemu.
"kita mau kemana?" tanya Nuna.
"kemana saja... ikuti jalan" jawabku dengan sedikit gugup.
Akun berusaha menetralkan perasaanku dan fokus menyetir, entah kemana mobil akan membawa kami berdua.....
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak Thor dah buat kami terhibur 🙏🙏🙏